KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab Kesebelas


__ADS_3

" Cepat! Bantu Nisa, dia baru di rampok preman.. Ahh Dijalan tak jauh dari villa." Balas Richo sambil mematikan hp nya.


Dengan sigap Calvin menarik Rino dan Barack, membuat tamu yang lain terkejut melihat tingkah mereka.


Semakin lama semakin parah sakit yang Richo rasakan, dengan berat dia melawan rasa kantuk yang ia rasakan.


Sedikit ringkih Richo membuka jasnya lalu menutupi tubuh Annisa yang tergeletak, lalu menutup kembali jilbab yang masih terlilit dilehernya.


"Cepat tolong Nisa, ahhh dia pingsan dari tadi..Ah!" Ringis Richo Kesakitan saat mobil Calvin berhenti lalu mereka bertiga keluar mobil menghampiri Richo dan Nisa.


Dengan sigap Rino dan Barack membopong tubuh Nisa masuk kedalam mobil, sedangkan Calvin membereskan tempat, dan langsung melepaskan jasnya untuk menutup luka Richo yang terus bercucur darah lalu membopongnya masuk kedalam mobilnya.


" Langsung ke RS!" Perintah Calvin pada Barack yang masih merapikan tas Nisa yang berserakan.


Setelah selesai, Barack mengendarai mobil langsung melaju ke RS tempat mereka bekerja.


Setelah sampai, mereka berdua dilarikan di ruang UGD, begitu juga Richo yang sudah tak sadarkan diri membuat para karyawan panik begitu juga ayah Richo yang sudah mendengar kabar tentangnya.


Nasib baik masih pada mereka, hingga keduanya selamat lalu masuk kedalam ruang rawat inap. Disisi lain, Kylin dan Clarisa masih tetap menjaga ruangan Annisa yang masih terbaring lemas begitu juga dengan Richo.


" Gimana kabar Nisa Dok?" Lirih Richo pada dokter Andrew yang sudah merawatnya saat terluka tadi.


" Sudah sadarkan diri, hanya sedikit terguncang terhadap kejadian yang baru dia alami, jadi masih istirahat karna pengaruh obat penenang. Sabarlah, semua baik baik saja dan kami juga sudah melaporkan kejadian ini ke polisi untuk ditindak lanjuti."


" Ia dok, terima kasih kabarnya". Jawab Richo sedikit tenang mendengar kabar Nisa, lalu kembali tertidur karna pengaruh obat bius.


***


Keesokan harinya, Annisa memaksakan diri untuk tegar, sampai akhirnya meminta izin untuk pulang. Sedangkan Richo, harus dirawat di RS untuk beberapa hari akibat luka tusukan itu.


Sesampai di apartement, Nisa langsung dihubungi pihak kepolisian untuk dimintai keterangan tentang kejadian perkara.


Setelah di introgasi oleh polisi, mereka lanjut menunjukan beberapa rekaman CCTV . Begitu melihatnya, hati Nisa semakin sakit melihat kelakuan 2 preman itu terhadapnya dan terhadap Richo, kejadian itu bagaikan mimpi buruk baginya.


" Gila! Ganteng sekali Dokter Richo nis?" Puji Clarisa yang menemani Nisa, yang ikut melihat rekaman itu.


Sedangkan Nisa selain sedih, tersisip akan senyum dibibirnya melihat adegan adegan di rekaman itu.


" Uchhh So Sweet??" Tambah Clarisa kembali sambil meramas tangan Nisa, disaat saat melihat adegan Richo menutupi tubuh Nisa dengan jasnya dan menutup ulang jilbab Nisa.


Sedih bercampur senang yang Nisa rasakan melihat dari awal.Sampai sampai tak terbendung lagi, akhirnya air mata Annisa pun jatuh juga.

__ADS_1


"Loh kamu kenapa Nis? Eh maaf ya aku gak sengaja megang tangan kamu kekuatan." Jelas Clarisa sambil melepaskan genggamannya.


" Gak papa Cla,, Cuma aku malu sama dokter Richo Cla," Jawab Nisa sambil mengelap air matanya.


"Kenapa sayang."


" Dari tadi pagi aku belum sempat menjenguk dia, padahal aku yang buat dia kritis kemaren, karna dia udah banyak bantu aku. " Mulai tangis Annisa.


"Aku malu , karna sebelum kejadian itu aku benci dan marah sama dia karna alasan tertentu. Tapi malah dia yang dikirim tuhan buat nolongin aku. Disaat aku gak sadarkan diri saja dia masih nemperlakukan aku dengan baik gitu, aku bingung Claris balas budinya Gimana?" Jelas Nisa sambil memeluk Clarisa.


"Ya udah besok kita jenguk dia nya, karna sekarang juga kamu masih kurang sehat. Ntar setelah kita pulang, kamu harus langsung istirahat total, jangan difikirkan untuk balas budi dulu, besok kita bicarakan lagi". Pujuk Clarisa.


" Ia, tapi aku gak tau andai aja dia gak datang waktu itu Cla, dan aku bakalan gak tau akan seperti apa aku sekarang ini."


"Udah yuk, jangan bahas disini. " Ucap Clarisa menyabarkan.


"Kamu percaya takdir kan?. " Tanya Clarisa lagi, membuat Annisa menatap nya lembut.


"Dan anggap aja itu takdir kamu yang sengaja tuhan kirim saat kamu butuh pertolongan. Kamu itu wanita soleha, rajin beribadah, tak mungkin tuhan membiarkan hal yang tidak baik akan terjadi sama kamu. Yakin lah semua itu udah di atur".


"Udah yuk kita izin sama polisi untuk undur diri dulu". Ajak Clarisa sambil menuntun Nisa berjalan menuju pak polisi yang membuat laporan mereka.


Di Rumah Sakit,


Richo hanya terbaring dikamarnya dan merasa lebih baik dari sebelumnya. Setelah mendengar kabar bahwa 2 preman itu sudah ditangkap dan ditahan untuk pertanggung jawabkan atas perbuatan mereka.


Dan lebih membuatnya bahagia lagi yaitu atas kembalinya Annisa yang sudah mulai bekerja seperti biasanya walaupun sekali pun dia belum pernah dikunjungi oleh nya.


" Siang dok" Ketok pintu dari luar, lalu menyapa Richo.


Yang ternyata Nisa, dengan membawa alat alat untuk membersikan luka.


Tak sadar akan kedatangan Nisa yang baru saja ia fikirkan, tiba tiba sudah ada dihadapannya.


" Siang ? Emang jam 17:09 itu masih siang ya? Apa kamu sesibuk itu sampai tidak liat waktu dan tidak pernah menjenguk ku?" Ketus Richo kesal.


"Maaf dok, RS sibuk akhir akhir ini. Karna berkurangnya satu dokter hebat seperti dokter Richo." Tambah Nisa lirih.


" Ha? Ini pujian atau Pengelakan" Fikir Richo dalam batinnya membuat wajahnya sedikit memerah.


"Mau ganti perban? Udah sini aku aja". Pinta Richo malu.

__ADS_1


" Maaf dok, anda sekarang pasien" Tegas Nisa sambil mengambil handuk kecil lalu merendamkannya.


Richo pun mulai mengakat bajunya hanya sebatas lukanya.


Dengan lembut Annisa membersihkan luka sedangkan mata Richo hanya berani memandang keatas dan sesekali menatap wajah Nisa yang fokus membersihkan luka nya.


" Terima kasih pertolongan waktu itu dok. Dan sekali lagi maafkan atas kesalahanku selama ini" Ucap nisa sambil menahan sedih nya karna melihat sayatan dan tusukan diperut Richo.


"Ah. Itu. Hmm apa. Itu juga karna saya sekalian lewat jalan pulang. Jadi siapa pun diposisi kamu pasti aku bantu" Jelas Richo gugup.


" Ya udah kamu pulang aja,inikan sudah jam pulang kerja, ntar aku juga minta izin untuk rawat dirumah. Karna aku sekarang sudah lebih baik" Pinta Richo sambil membaringkan tubuhnya dikasur.


"Ia dok."


" Terima kasih sekali lagi. Kalau dokter butuh bantuan apapun, Insha Allah pasti aku usahakan."


" Saya izin pulang dok , semoga lekas sembuh". Nisa pun berjalan menuju pintu keluar kamar.


"Nisa!" Panggil Richo membuat langkah Nisa terhenti lalu menoleh ke arahnya lagi.


" Kamu gak kenapa napa kan?" Tanya Richo dengan wajah serius.


" Dihari kejadian itu kamu shock berat, aku juga bingung disaat itu aku harus bagaimana untuk menyadarkan kamu. Aku harap kamu bisa lupakan kejadian itu, jangan terlalu difikirkan lagi". Richo terhenti karna kata katanya yang tanpa sadar ia lontarkan.


" Intinya jangan difikirkan, karna penjahatnya sudah ditangkap. Heheh kamu tenang saja. Sekarang kamu bisa keluar koq."Ucap Richo gugup, seketika kembali membaringkan tubuhnya.


"Alhamdulillah, baiklah dok. Terima kasih sebelumnya" Balas Nisa tulus lalu meninggalkan kamar Richo.


"Oh syukurlah tuhan., Senyumnya sudah terlihat lagi."


" Semoga kejadian itu tidak terulang dan mengganggu nya lagi Tuhan." Gumam richo sendiri didalam kamarnya.


Seperti perkataan Richo, dia akhirnya meminta izin untuk dilakukan rawat dirumah nya.


Hari hari Annisa , sahabat dan karyawan RS melakukan pekerjaan seperti biasa, apalagi Nisa sudah sedikit baik dan lega akan kejadian dan rasa tak enak hatinya terhadap Richo.


Bersambung


Hai kakak...


please , jangan lupa Like Coment dan vote nya yaaa

__ADS_1


__ADS_2