
Dirumah orang tua Richo.
Richo memberanikan diri untuk memberitahu ke 2 orang tuanya akan status pindah keyakinannya sekarang ini. Karna semakin hari semakin berat dia menanggung rahasia yang dia pendam. Perasaannya bercampur aduk karna ada alasan selama ini untuk menyembuyikan dulu pada mereka. Yaitu dengan alasan harus merubah sikap dan prilaku nya lebih baik dari yang sebelumnya, berharap orang tuanya menerima keputusannya dan sudah melihat perilaku baiknya .
Setiba diruang tamu, Richo memulai percakapannya.
" Ma, Pi. Maaf sebelumnya. Ada rahasia yang selama ini Richo sembunyikan. Richo tak ingin rahasia ini terus Richo tutup tutupi. Dan Richo ingin Papi dan Mama menerimanya dan terus mendukung apa yang sudah Richo putuskan" Jelas Richo lemah dan sedikit ragu.
" Apa sih sayang, kamu buat mama bingung aja" Sambut Mama nya Richo.
"Ia Rick...Langsung saja katakan, jangan buat kami penasaran" Sambut Papi nya sambil membaca majalah.
"Mama,, Papi jangan marah, Kalauu.. Richo . Sekarang seorang Muslim." Ucap Richo, seketika Papi nya terdiam dan meletakkan majalah itu dimeja nya, berusaha lebih tenang. Lain pula dengan Mama nya yang menunjukkan ekpresi biasa aja.
"Kamu muslim?"Richo diam lalu menundukkan kepalanya.
" Siapa yang memaksa mu , kenapa kamu berpindah agama .? Apa kamu yakin denga pilihan mu?, Apa kamu siap untuk mengahadapi kedepannya, untuk menanggapi orang orang disekitar kamu. Ingat Richo! Kamu jangan asal pindah pindah begitu. Pikirkan baik baik sebelum mengambil keputusan, jangan sampai kamu menyesal dengan pilihan mu ini. Karna agama bukan untuk dimain mainkan!" Jelas Papinya mempertegas kata katanya.
"Richo tau Pi. Sudah sebulan Richo menjadi muslim, berusaha belajar dan mengubah diri menjadi lebih baik lagi. Richo memilih Islam bukan atas paksaan siapa siapa, ini murni pilihan ku sendiri." Jelasnya sedangkan wajah papinya sedikit mulai gelisah.
"Sebelumnya Richo tak pernah ragu atau takut atas tanggapan orang lain terhadap muslimnya Richo. Aku hanya takut kalau pilihan ku akan bertentangan dengan Papi dan Mama. Makanya baru berani bicara jujur sekarang" Sambung nya lagi dengan lembut lalu menundukkan pandangannya.
"Jadi, Andai saja Papi melarang keras kamu pindah dengan keyakinan kamu. Apa yang akan kamu lakukan lagi!?" Bentak kecil Papinya dengan nada kesal.
__ADS_1
" Maaf Pi ,,Ma,, Aku ingin selalu berbakti pada kalian berdua. Tapi Richo tidak akan berpindah keyakinan lagi. Richo hanya ingin terus belajar dan selalu mendekatkan diri sama yang kuasa. selama sebulan Richo mempelajarinya, Richo sudah merasa nyaman difikiran dan hati ini." Jelas Richo. Sedangkan Mama nya sedari awal sudah memegang paha suaminya itu untuk tidak terlalu mengerasi putra nya itu.
" Dulu Richo selalu ketakutan dan membenarkan anggapan orang orang bahwa orang muslim diluaran sana adalah sekelompok agama yang anarkis, yang padahal sebelum Richo menjadi muslim meraka memeperlakukan ku dengan baik". Orang tuanya masih tak bergeming.
"Selain Richo tak ingin durhaka pada Allah, Richo juga tak mau menjadi anak durhaka sama Papi dan Mama. Andai Papi memaksa Richo kembali pada yang lama. Maaf kan Richo. Richo gak bisa." Jelasnya memberanikan memandang orang tuanya.
"Richo akan berusaha berbakti pada kalian, berusaha ber etikad baik pada orang lain."Jelas Richo lalu menundukkan kembali pandangannya. Sedangkan Papi Richo hanya diam dan mulai mereda amarahnya karna penjelasan Richo dan sikap nya yang memang menunjukkan adanya perubahan apabila mereka sedang berdebat tentang sesuatu.
" Udah lah Pi. Anak kita kan udah besar. Dia juga berhak atas dirinya. Kita sebagai orang tua harus mendukung agar menjadi lebih baik dan taat lagi. Bukan kah selaku orang tua, kita harus begitu. Mama perhatikan juga akhir akhir ini anak kita banyak berubah. Yang seharus nya itu, kita khawatirkan kalau anak kita menjadi gak karuan diluar sana. Kayak anak teman Mama itu..Ihhh anaknya selalu pake narkoba, tiap malam kediskotik, buang buang uang aja, ihh...Mama gitu gak setuju" Jelas Mama nya menyeleweng, membuat mata suaminya tengah melototinya , sedang Richo sedikit lega dan terlihat senyum tipis di ujung bibir nya.
"Ya sudah. Kalau itu memang keputusan mu sekarang, Kamu jalani dulu. Apa pun keluhanmu, ingat kamu masih ada kami dibelakang selaku orang tua mu Rick. Satu hal lagi!Jangan sesekali kamu mempermainkan agama, apa pun itu" Tegas Papinya.
" Papi harap kedepannya kamu selalu tunjukkan terus etikad baik mu pada semua orang, terutama kami." Jelasnya kembali .
Richo yang sedari tadi menahan air matanya, hingga akhirnya jatuh juga lalu cepat cepat menyeka dengan tangannya. Dengan sigap dia menghampiri dan mencium tangan ayah dan ibunya itu, membuat Mama nya ikut menangis haru akan kejadian yang tak diduga ini.
Lalu menuju tangan Ibunya" Ma , Maafkan Richo."
Tangis Richo pun pecah karna semakin hari kebahagian yang selama ini dia harapkan semakin terwujud.
" Mama ikut senang. Kalau anak Mama berbahagia. Jangan kecewain nama keluarga ya sayang, terutama Mama dan Papi kamu" Ucap Mama sambil membalas genggaman tangan Richo.
"Semoga kamu lebih baik lagi. Yakin pada kami, kalau pilihan kamu ini, tepat dan bisa membuat kamu bahagia sekarang" Ceramah Mama sedih.
__ADS_1
"Insha Allah Ma" Richo yang masih tertunduk sambil mencium punggung ibunya, sesangkan Mama nya langsung menciumi kepala dan kening putra kesayangannya.
***
Setelah haru pilu yang mereka rasakan. Akhirnya dengan terang terangan Richo mulai melaksanakan Shalat Isya di kamarnya tanpa mengunci pintunya. Walaupun sudah fasih dalam bacaannya, Richo sangat bersyukur dia ucapkan saat setelah melakukan shalatnya, karna dia merasa 1 langkah terbesarnya sudah dia lalui.
Disaat yang bersamaan, diam diam Mama Richo yang melihat dari balik pintu kamar Richo , terharu melihat ananknya menangis selepas shalatnya. Lalu kembali lagi kekamar nya bersama suaminya.
" Pi .Baru kali ini Mama liat Richo seperti ini. Sebenar nya Mama sudah tau kalau dia sudah menjadi muslim dari beberapa minggu lalu, karna sering intipin dia lagi shalat dan banyak buku buku dalam laci nya tentang panduan islam." Obrol Mama Richo sambil memakai pewangi di meja rias kamarnya, sedangkan suaminya tengah meng otak atikkan hp di tempat tidurnya.
"Mama kira dia belajar atau pindah agama hanya demi Annisa. Tapi baru aja mama liat dia shalat dengan khusuk. Mama jadi terharu, melihat dia menangis setelah shalatnya. Jadi mama tarik kesimpulan lagi bahwa dia pindah agama bukan hanya demi Annisa, melainkan emang kemauannya sendiri..Heheh Hebat anak kita ya Pi?" Puji Mama richo yang menceritakan pada suaminya.
"Berarti Mama sudah tau lama kalau Richo sudah pindah agama?kenapa gak pernah cerita!?" Telak suaminya. Spontan Istrinya kelagapan dikarnakan takut ketahuan karna sudah merahasiakan pada suaminya .
"Gk gitu Pi,, Mama cuma kira kira aja..Yok ah tidur, besok mama bangun cepat untuk beres beres barang Richo yang mau keluar kota"Rayu istrinya sambil merebahkan tubuhnya ditempat tidur samping suaminya. Sedangkan suaminya hanya menghela napas karna melihat kelakuan istrinya. Dan semua bisa beristirahat dengan damai dan nyaman.
**Terima kasih teman teman akan dukungannya...
Jangan lupa tinggalin jejaknya ya...
Tekan tombol ❤
Dicoment juga.
__ADS_1
Kalau boleh vote nya juga yaaa...
Semoga kita sehat sehat selaluuu**....