KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 58 : Honey Moon I


__ADS_3

Setelah beberapa jam mereka lalui selama diperjalanan, Akhirnya mereka berdua tiba dibandara.


" Kak, kita balik tempat siapa?" Ucap Nisa lembut sambil menenteng tas mini miliknya.


Sedangkan Richo membawa koper milik mereka berdua yang telah menjadi satu. Lalu tangan kanan nya menggenggam erat tangan Annisa.


" Bentar ya sayang, kakak kabari Mama dulu." Jawab Richo lembut, lalu mengambil gawai miliknya di kantong celana.


Tak lama dia meng otak atikkan hp miliknya, dia pun kembali menggenggam tangan Annisa. Annisa yang lelah menanti, Akhirnya mendudukkan dirinya dikursi tamu para pengunjung dibandara.


" Kamu lelah?" Ucap Richo sambil mengelus kepala Annisa yang terbalut hijabnya.


Annisa menatap Richo lembut sambil mengangguk.


"Kalau gitu kita gerak sekarang aja ya, kita pulang ke rumah Mama. Biar kamu bisa istirahat di kamar kakak nanti." Ujar Richo lagi sembari mengelus pipi Annisa lembut dengan jempol tangannya.


"Apartement aku gimana kak?"Sahut Nisa.


"Nanti kita musyawarahkan dirumah Mama aja" Jawab Richo masih merahasiakan Rumah pribadi miliknya.


Tak ingin panjang lebar lagi, Annisa pun setuju. Mereka akhirnya berlalu meninggalkan bandara, pulang ke rumah Mama Richo dengan menaiki Taxi.


***


Sesampai dirumah.


Annisa dan Richo berjalan menelusuri ruangan tamu nan megah milik Dr. Edward. Mencari seseorang yang ingin mereka temui, tapi tak juga mereka jumpai.


" Mama kemana ya kak?."


" Ini kan masih siang.? koq sunyi." Ucap Nisa mempertanyakan keheningan ruangan itu.


"Entah lah.. kakak juga bingung. Kamu duduk lah dulu. Kakak mau kebelakang sebentar nyari tuan Joseph."Jawab Richo. Yang ingin bertanya pada kepala tata kerja di rumah itu.


Nisa pun menurut, lalu mendudukkan dirinya disofa ,sedangkan Richo pergi berlalu kesalah satu ruangan dengan setengah berlari.


"Ya Allah, Alhamdulillah. Akhirnya aku menikah dengan orang yang aku cintai. Restui lah hubungan kami Ya Allah." Bathin Nisa setengah berdoa lega dengan keheningan ruangan.


Hingga tiba tiba,,,


Duarrrr , Pertttttt..!!!!


Suara ledakan balon dan terompet itu saling beradu dalam ruangan, seakan membuyarkan gumaman Annisa yang tengah menanti di ruang tamu.


" Selamat datang !!"Ucap kompak Edward, beserta istrinya dan diramai kan oleh 4 orang pekerja di rumah itu, dan tak lupa dengan Betrand yang datang menghadiri.


Mendengar suara itu, tersontak Annisa menutup kuping nya lalu menoleh kebebarapa orang yang tertawa bahagia menyambutnya.


" Ibu..."Ucap Nisa menghampiri lalu mencium tangan Mama Richo dan juga Dr. Edward.


" Selamat datang ya Nisa. Kamu sekarang sudah menjadi bagian keluarga ini." Ucap Mama Richo sembari memeluk Annisa, hingga annisa pun membalasnya.


Tak berapa lama, Richo pun datang menghampiri mereka yang ternyata sudah ramai diruangan itu.


" Mama..!" Sapa Richo menyalami Mama nya lalu pada Papinya.

__ADS_1


" Ihh Anak Mama. Kalian berdua serasi deh.. Buat Mama jadi gemess... "Ucap Mama nya gemas memandangi mereka berdua.


Mendapat pandangan Mama mertuanya, Annisa menjadi malu dan salah tingkah. Yang seketika richo mendekap tubuh Annisa lalu merangkulnya.


" Papi senang Rich, Ternyata kamu menikahi Annisa juga" Ucap Papinya seakan memuji.


" Richo bahkan lebih senang Pi bisa bersama dengan Nya."Sahut Richo tak mau kalah sambil memainkan matanya pada Annisa.


Karna malu, Annisa sepontan meramas paha Richo yang tak jauh darinya untuk menghentikan candaannya.


Richo pun meringis kesakitan akibat ramasan tangan Annisa, hingga mengundang tawa mereka yang hadir diruangan itu.


"O ia sayang. Ini kado pernikahan untuk kalian berdua, dari Mama dan Papi kamu." Ucap Mama Richo menyodorkan sebuah amplop pink.


" Kado apa sih Ma." Jawab Richo mengambilnya yang terletak dia atas meja.


Richo berlahan membuka amplop tersebut, lalu mengeluarkan 1 lembar paket honey moon ke jepang.


"Paket Honey moon kejepang?." Ucap Richo.


" Haa. Jepang?" Sahut Nisa mengalihkan pandangannya pada kertas mini yang masih ditangan Richo.


" Hmm..Nanti malam kalian berangkat lah. Semua sudah Mama siapkan koq"


"Kamu suka kan Nisa." Ujar Mama Richo lagi.


"Tapi ini kan seminggu Ma, Gimana dengan kerjaan ku di RS?" Sahut Richo.


Mendengar ucapan Richo Annisa sedikit kecewa, seakan Richo menolak kado dari Mama nya itu. Yang padahal, kado itu adalah yang paling diharap harapkan dirinya untuk pergi kejepang pertama kali.


" Bukan gitu Pi. Kemaren Mama yang kasih kabar ke aku, kalau RS kita butuh dokter." Ucap Richo.


Yang ternyata itu salah satu rencana Mama nya agar mereka cepat pulang ke Sidney


"Gak papa Bro..Masih ada aku koq yang selalu gantikan kamu" Sahut Betrand yang mulai berbicara.


Richo seketia diam memikirkan, lalu menatap Mata Annisa yang berada disampingnya. Seakan meminta kode, Annisa hanya mengangguk pelan untuk Richo setujui.


" Baik lah Ma, Pi. Kami terima kado ini. "


" Terima kasih ya Ma" Ucap Richo lembut memandang Mama nya.


" Makasih ya Bu.." Ujar Nisa menimpali.


" Ia sayang. "


" Hmmm..Nisa, ibu minta satu hal sama kamu boleh." Ucap Mama Richo memegang tangan kiri Annisa.


" Ya Bu,,," Sahutnya lembut menatap Mama Richo.


" Hmm.. Kamu kan sudah jadi istri sah Richo, dan jadi menantu kami, bisa gak kalau kamu manggil kami Mama dan Papi juga." Pinta nya.


Mendengar permintaan itu, Annisa tersenyum karna permintaan itu tidaklah berat baginya.


" Baik lah Ma, Pi" Ucap Nisa menatap mereka berdua.

__ADS_1


Hingga mereka pun saling tertawa bahagia, dan saling bersenda gurau diruang tamu.


Karna Annisa sedikit lelah, dia akhirnya dituntun Mama nya untuk istirahat sejenak dikamar Richo. Sedang Richo sendiri tengah bercerita dengan Papinya dan juga Betrand sahabatnya.


Tiba dikamar Richo, Annisa terkesima akan isi ruangannya itu. Walaupun tak begitu besar, tapi kamar itu sangat nyaman dia rasa untuk memasukinya.


Dia menelusuri satu persatu hal yang mengundang perhatiannya, lalu melihat lihat dan meletakkan barang yang dia sentuh dengan hati hati.


Tok tok tok


Ketuk pintu dari luar, Hingga Annisa menoleh arah pintu kamar, yang ternyata Richo datang menemuinya.


" Kamu sedang apa" Ucap Richo lalu memeluk tubuh Annisa dari belakang yang memandangi berbagai foto penghargaannya dan juga piala piala berharganya.


" Hmm.. Masih seperti mimpi. "


"Ternyata aku sudah menikah dengan lelaki yang ada di foto ini."Sahut Nisa seakan menggoda Richo.


Mendengar ucapan Nisa bak rayuan bagi nya , Richo semakin memper erat pelukannya sembari merebahkan kepalanya kebahu Annisa.


" Apa kamu bahagia?" Ucap Richo lagi.


" Soal apa?"


" Kado dari Mama."


Annisa hanya menganggukkan kepalanya, sambil mengelus rambut suaminya yang tertengger di bahu nya.


"Baguslah kalau kamu senang. Aku tadi mengira kamu akan tidak suka hal begitu." Ucap Richo lagi.


" Aku sangat menyukai nya kak.."


" Oh ia...Kakak udah shalat Zhuhur?" Tanya Nisa menyadarkan.


Richo menggelengkan kepalanya,


" Shalat dulu yuk, ..Sudah azan setengah jam lalu ." Pinta Nisa, Hingga Richo melepaskan pelukannya dan berlalu kekamar mandi di dalam kamarnya, lalu setelah itu Annisa menyusul untuk melakukan hal yang sama seperti suaminya.


****


Dengan Hati yang bahagia, Mama Richo menemani kebandara untuk mereka melanjutkan perjalanan kejepang dalam rangka Honey moon nya.


Hanya beberapa jam lamanya, mereka pun tiba di tokyo, jepang. Kota indah akan panoramanya. Kota yang memasuki musim salju, seakan sangat merekomendasi bagi pasangan baru.


Setelah sampai hotel, Annisa dan Richo pun berberes sambil menanti makanan mereka yang baru saja mereka pesan.


Setelah pesanan datang, akhirnya mereka pun menyantap makanannya. setelah itu mulai bebersih kan diri mereka masing masing.


Selepas keramas, Annisa keluar dari kamar mandi dengan menggulungkan rambutnya pada handuk kecil lalu mendudukkan dirinya di kursi hias untuk mempoles sedikit wajahnya.


Sedangkan Richo yang masih fokus akan hp miliknya, seketika matanya menatap Annisa yang keluar dari kamar mandi dengan gamis oblong yang dipakai nya.


" Kakak gak mandi?. Mandi sana, biar badan nya tambah seger !." Ucap Nisa menyeru lembut pada Richo yang berpura pura menatap ponselnya.


"Hmm..Baik lah. Kalau itu mau kamu.." Sahut Richo dengan senyum manis sambil berdiri lalu menuju kamar mandi.

__ADS_1


Mendengar jawaban Richo yang terdengar aneh baginya, dia hanya terdiam memikirkan sejenak lalu melanjutkan kembali untuk merias sedikit wajahnya yang dia harapkan untuk berjalan mengelilingi kota jepang itu.


__ADS_2