
"Kamu salah Nisa, Dia bahkan belum menemukan gadis yang dia cintai selain kamu "
"Apa ! . Apa ini Mimpi?" Guman Annisa dalam hatinya yang masih tak percaya.
"Gimana? "
"Kamu mau kan menikah dengan Richo?" Tanya Mama Richo kembali membuyarkan lamunannya.
Seketika wajah Annisa memerah dan berseri bahagia, Berlahan dia pun menundukkan kepala nya lalu menganggukkan dengan tanda setuju.
Dalam Hatinya dia pun bersyukur yang ternyata cinta nya terhadap Richo bukan lah cinta yang bertepuk sebelah tangan.
"Yeee...Syukur lah. Ibu senang sekali sayang. Akhirnya kamu menjadi menantu ibu juga"Ucap Mama Richo sedikit berteriak sambil memeluk erat Annisa.
Tak dapat mengelak, Annisa pun membalas perlakuan baik dari Mama nya Richo terhadap nya.
Sekian lama mereka melepaskan kebahagian yang baru mereka ciptakan, Akhirnya Annisa dan Mama Nya Richo memberi kabar Ayah Annisa yang berada di Indo lewat Via telpon.
"Seminggu apa tidak terlalu cepat bu untuk kami segera menikah?"
"Nisa juga belum berbicara dengan dokter Richo."
" Gimana kalau dia,,, Tidak menyetujui hal ini." Tanya Annisa yang masih bingung , masih belum percaya sepenuhnya akan kabar baik yang baru dia dengar.
"Kamu jangan Khawatir kan hal itu Nisa."
" Masalah ini biar ibu yang urus, dan bicarakan pada Richo dan Papinya"
"Kamu berangkat lah nanti malam. Setelah itu sampaikan salam kami pada keluarga kamu disana ya?" Sahut Mama Richo berbicara enteng.
"Tapi Bu?. "Ucap Annisa lagi terhenti.
" Apa kamu masih ragu dengan Ibu Nisa!?." Ucap Mama Richo lagi.
Mata Annisa pun menatap Mama Richo dengan lembut, mencoba percaya tapi masih terbesit keraguan dihatinya.
" Apa kamu belum siap menikah dengan Richo?. Atau kamu,,,masih mencintai pria lain?" Ucap Mama Richo berlahan mempertanyakan isi hati Annisa yang terlihat masih ragu.
Annisa pun tertunduk setelah mendengar pertanyaan masalah hatinya itu.
"Nisa hanya belum percaya bu. "
"Yang ternyata Cinta Nisa pada dokter Richo selama ini bukanlah cinta sepihak. " Ucap Annisa malu mengungkapkan.
Mendengar pengakuan dari Annisa, Mama Richo bertambah senang dan semakin tak sabar ingin pulang kerumah untuk menyampaikan kabar baik ini pada keluarganya.
"Benarkah !! Ohh! Syukur lah. Ibu masih belum percaya. Ternyata kalian berdua menyimpan perasaan yang sama."
__ADS_1
" Ya udah, sana gih kamu beres beres. Ntar malam biar ibu yang antar kamu kebendara ya?" Ucap Mama Richo senang.
Nisa hanya tersenyum, lalu berlalu membereskan beberapa berang barangnya. Sesuai permintaan, Mama Richo lah yang mengantarkan Annisa kebendara untuk keberangkatannya ke indo.
***
Di Rumah Dr. Edward.
Suami istri itu pun saling berbicara serius, membahas pernikahan anaknya yang mendadak atas kemauan istrinya tanpa meminta izin dari Edward terlebih dahulu.
" Terserah Mama deh." Ucap Dr. Edward yang pasrah ber adu mulut dengan istrinya.
Lalu tiba tiba. Richo berjalan masuk keruangan tamu. Dimana mereka sedang membahas pernikahan untuk dirinya.
" Ntuh, Anak kita sudah pulang. Mama tanya kepastian dia. Jangan suka ambil keputusan sendiri." Ucap Dr. Edward sedikit kesal.
Melihat Richo semakin mendekat, Mama Richo memanggil anaknya itu yang terlihat wajahnya sedikit kusut.
"Richo. Sini. Mama mau ngomong sama kamu" Panggil Mama nya dengan tangannnya mengarahkan dia untuk duduk disampingnya.
" Ia Ma. Ada apa" Sahut Richo malas.
"Mama mau bicara penting sama kamu".
"Besok aja deh Ma. Richo lagi gak enak badan Ni" Sahut Richo yang memang terlihat dari wajahnya kurang kegairahan hidupnya.
" Gak bisa besok besokan sayang." Ucap Mama Richo bahagia.
"Ma,,, udah deh. Richo capek banget hari ini, jangan dibecandain lagi soal pernikahan ya." Ucap Richo yang mulai malas berdebat dengan Mamanya.
Setelah bicara itu, Richo pun mengakat tubuhnya untuk pergi meninggalkan Mama nya yang membuat Moodnya semakin buruk.
Tak sempat bangkit, Mama Richo menarik paksa lengan kanan anaknya.
" Richo!. Mama serius!"
"Kamu 4 hari kedapan harus berangkat ke indo bersama kami."
"Kita akan melamar Annisa disana, setelah itu kalian bisa melangsungkan pernikahannya."Ucap Mama nya tegas.
Tersontak mendengar ucapan Mamanya, Richo pun mengalihkan pandangan nya pada Dr. Edward untuk meyakinkan kebenaran nya.
Melihat tatapan bingung dari anaknya, Edward hanya mengangguk mengatakan setuju.
" Bukankah Nisa sudah risign Pi ?. "Ucap Richo bingung.
"Bahkan dia juga akan segera menikah dengan Imam Di Indo..? Kenapa ? " Ucap Nya lagi masih tak percaya.
__ADS_1
" Di menggagalkan pernikahan nya dengan laki laki itu sebulan yang lalu sayang" Ucap Mama Richo sambil mengelus rambut putra nya.
" Dan yang buat ibu lebih bahagia lagi,,,"
" Ternyata Annisa juga mencintai kamu"Ucap Mama nya lagi semangat, lalu tersipu malu mengucapkan itu dengan menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
" Ya Allah, apa ini nyata?. Alhamdulillah Ya Allah .. Ternyata rencana mu begitu indah..." Ucap Richo dalam benaknya untuk bersyukur.
" Ya udah Ma kalau gitu Richo mau nelpon Annisa dulu." Ucap Richo mengambil gawainya di jas nya dia letakkan disampingnya.
" Untuk apa?. Annisa belum bisa dihubungi sekarang. Dia masih berada dipesawat saat ini. Sabar lah dulu" Sahut Mama nya tersenyum memandang suaminya, .
Melihat itu, Dr. Edward pun terlihat lega akan kekhawatiran Jikalau Richo menolak akan rencana yang sudah disepakati istrinya terhadap Keluarga Annisa dikampung.
Setelah menyampaikan berita yang bahagia itu. Lalu mereka merencanakan akan keberangkatan nya. Lalu Richo pun berlalu kekamarnya, berdiam diri di pinggir tempat tidur empuknya.
Bahagia dan rasa tak percaya masih menyelubungi hatinya. Untuk menenangkan hatinya, dia pun pergi kekamar mandi untuk membersihkan diri lalu mengerjakan shalat isya yang baru saja dia tunda.
Untuk memantapkan hatinya lagi, Richo pun melanjutkan dengan Shalat istikharah, meminta petunjuk akan keputusan terbesar nya ini.
Hari berganti hari, Annisa dan Richo masih menahan diri mereka untuk tidak memberi kabar lewat udara.
Mereka berdua masih malu dan canggung untuk melakukannya.
Sehingga kedua nya saling menyibukkan diri untuk menghadapi hari kebahagian mereka nanti.
Dimana Richo yang kukuh meminta pada Ayah dan ibu nya untuk membeli rumah sendiri untuk dia dan Annisa tinggali kelak.
Sedangkan Annisa sibuk mengurus berbagai perlengkapan acara lamaran dan dilanjutkan dengan acara pernikahannya, yang mencoba terlihat biasa saja . Dan menyiapkan beberapa berkas untuk dia serahkan di kantor urusan Agama.
***
4 hari berlalu.
Dengan memakai gaun berwarna navy, Annisa terpaku didepan cermin kamarnya menatap dirinya. Masih tak menyangka , ternyata hari yang dia harap harapkan ternyata akan dia jalani saat ini.
Setelah mendengar kabar dari sanak saudaranya yang menemuinya di dalam kamar pribadinya, akan kedatangan keluarga Richo. Akhirnya Nisa mulai percaya yang ternyata ini bukan lah mimpi manis bagi nya.
Mulai terdengar Ribut diluar kamarnya saat melihat Richo yang tengah duduk ditempat yang sudah dihiasi dengan indah. Para tamu pun terpesona akan ke indahan dan ketampanan yang dimiliki Richo, hingga mereka memuji dan mendoakan Annisa agar pernikahannya bahagia selalu tanpa adanya PELAKOR yang gencar dimana mana.
Setelah ke dua keluarga mereka berkumpul , Akhirnya Annisa keluar dari kamarnya menemui para tamu. Berjalan lembut sambil menundukkan pandangannnya yang masih malu menatap Richo yang sedari sudah menatap dirinya.
Tak jauh dari para keluarga masing masing, Akhirnya Mama Richo berdiri lalu memasang sebuah cincin yang indah ke jari manis Annisa.
Lalu Annisa mulai mencium dan memeluknya, begitu juga dengan Mama nya Annisa.
Bersambung..
__ADS_1
Jangan lupa like, coment dan vote nya ya..
Sehat selalu..