KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 13. Ikut Berlibur


__ADS_3

***


Setelah rutinitas pagi Annisa lakukan, dia pun bergegas dandan untuk menemui Imam dan teman temannya untuk berlibur.


Dengan memakai kemeja putih, celana keper longgar dan balutan hijab pasmina dilehernya yang selalu menutup bagian dadanya menambah Anggun seorang wanita bernama Annisa. Dia pun bernyanyi riang dicermin kamarnya.


Rasa senang dia rasakan kali ini bisa berlibur menemani teman teman dari sekampungnya, terutama Imam. Baginya cukuplah akhir akhir ini dia merasakan fikiran nya terganggu setelah kejadiannya bersama Richo.


Tapi, tiba tiba terdengar suara dering hp Nisa. Dengan cepat Nisa melihat layar yang ternyata Richo sedang memanggil dirinya.


" Dokter Richo. Ada apa ya? "


"Kemaren kayaknya aku udah izin libur untuk hari ini."


" Angkat gak ya?" Celetuk nisa sambil mengeryitkan dahi nya bingung.


Akibat lama Nisa menjawab panggilan itu, akhirnya nada itu mati. Kemudian berdering lagi yang ternyata adalah orang yang sama.


" Halo. Ya dok" Angkat Nisa.


" Halo. Nisa kamu dimana? Kamu segera temui saya! Saya tak jauh dari jalan apartement kamu. Cepat ya, nanti aku share loc nya." Jelas Richo di udara dengan suara terburu buru lalu memutuskan hubungan telpon mereka.


" Ya ampun dokter Richo kenapa minta dijumpai ya?"


" Apa jangan jangan masalah preman itu lagi?"


" Ya Allah lindungi lah dia ya Allah, Aku gak pengen terjadi kenapa napa sama dia" Ucap Nisa mengkhawatirkan Richo dikarnakan nada Richo ditelpon sangat butuh bantuan.


Tak lama , hp milik Nisa berdering kembali yang menandakan pesan teks dari Richo . Pesan yang berisi lokasi dirinya saat ini, yang memang berjarak tak jauh dari apartemen nya Nisa.


" Syukur deh gak jauh dari sini, sekalian berangkat aja. Bismillah semoga gak terjadi apa apa". Nisa berangkat sambil membawa tas dan perlengkapan lain, termasuk buah buahan dan cemilan.


Nisa mulai melaju tinggi menuju lokasi Richo. Sedangkan Richo yang sedang sedari pagi sudah sengaja menunggu dicafe yang memang tak jauh dari apartemen Nisa. Berdua bersama sahabatnya, Betrand.


"Udah ya bro. Aku pergi dulu ke RS. Ntar kalau Annisa masih liat aku disni bakal keliatan kalau kamu bohongnya?" Pinta Betrand, karna sudah mengantar dan menemaninya di cafe tersebut.


Karna inilah Ide cerdas Richo saat ini untuk bisa mengganggu Annisa bersama Imam yang katanya Untuk menjadi calon pacar Annisa.


" Oke. Thanks Ya. Hati hati" Jawab Richo sambil menyeruput kopinya.


Setelah Betrand pergi, tak berapa lama Annisa pun datang terburu buru mencari sesosok Richo. Tapi yang dicari malah asik main dengan hp dengan secangkir kopi di atas meja nya.


"Dokter Richo. Kenapa manggil saya kemari? Dokter gak Kenapa napa kan?" Tanya Nisa Khawatir sambil memperhatikan seluruh tubuh Richo termasuk bagian lukanya, yang belum begitu pulih.


" Emang saya kenapa?"


"Tadi aku kira ditelpon , Dokter kenapa napa."


" Makanya aku buru buru kemari. Tapi syukurnya dokter gak kenapa napa" Hembus nafas Nisa lega.


"Kepengen ya kalau saya kenapa napa."


"Emang kamu mau kemana?" Tanya Richo sambil melihat dandanan Nisa yang tak seperti biasanya.


"Oh itu. . Saya mau liburan dok bersama teman teman yang baru datang dari kampung."


" Tapi,, dokter Richo baik baik aja kan?, saya izin pamit ya dok. Karna teman m saya udah nunggu saya." Ucap Nisa sembari beranjak meninggalkan tempat.


" TUNGGU!" Nisa menoleh kearah Richo.


"Saya kemari gak bawa mobil, jadi berhu..bung kamu libur, aku disuruh papi berlibur juga." Ucap Richo pelan.


" Untuk merehabilitaskan fikiran ku . Kamu gak keberatan kan kalau kita liburan bersama? " Ucap Nya lagi membuat wajah Nisa bingung.


"Oh ia itu mobil kamu. Yok pergi..." Balas Richo se enaknya sambil menuju ke mobil milik Nisa yang parkir dipinggir jalan tak jauh dari cafe itu.

__ADS_1


Nisa bingung, Diam seribu kata mendengar perkataan Richo. Tak tau, jawaban apa yang harus di ucapakan untuk Richo.


"Tapi Dokter Richo gak masalahkan, kalau aku jalan bareng teman teman sekampung aku."


"Teman sekampung mu? Di indonesia? Bagus dong." Jawab Richo santai.


" Ntar aku tunjukan deh sama teman teman mu beberapa sejarah kota Sidney. Dan tempat tempat yang bagus untuk berlibur."Jelas Richo lagi dengan enteng.


Mengingat Richo belum sembuh total, akhirnya Nisa mengemudi mobilnya meluncur kepenginapan Imam.


Sepanjang perjalanan mereka hanya diam tak bersuara. Hingga sampai ditempat, Annisa keluar dari mobil karna enak menunggu berduaan didalam mobil bersama Richo.


Tak berapa lama Nisa memberi kabar, yang akhirnya datanglah Imam bersama kedua temannya menghampiri Nisa yang sedang menunggu.


" Nunggu lama Nis?" Tanya Imam menyapa.


"Gak juga koq. "


"Udah sarapan belum?" Tanya Nisa.


"Sudah" Balas Imam dan Doni.


Tiba tiba, Richo turun dari mobil Nisa, membuat Imam dan teman temannya terkejut melihat siapa laki laki yang datang bersama Nisa.


" Oh ia. Kenalin, beliau Prof. aku di RS, tempat aku bekerja. Beliau juga ikut, biar tambah rame gitu heheh"Jelas Nisa sedikit bingung.


" Oh . Ini yang sering kamu ceritain itu? Ganteng ya nis, Masih muda lagi?" Sambut Imam sambil melemparkan senyuman candanya pada Nisa.


"Saingan berat." Potong Doni, membuat teman nya tertawa.


Mereka pun berjalan menuju mobil Nisa, dan mengajak berkenalan dengan Richo.


"Hai. Aku Richo, teman kerja Nisa" Sambut Richo memakai bahasa Inggris.


Untung saja Imam, Doni dan Fahri juga mahir dalam berbahasa inggris.


" Doni."


"Fahri."


"Yok berangkat!" Ajak Richo pada Nisa.


Dengan cepat dan sigap,Richo langsung mendudukkan dirinya dikursi depan samping pengemudi.


Sedangkan Imam dan kedua temannya menuju kursi belakang mereka. Nisa pun masuk kemobilnya lalu menghidupkan mobil.


" Ini mau kemana dok?" Tanya Nisa pada Richo yang katanya ingin mengenalkan kota nya itu.


"Terserah. Kemana kalian ingin. Aku akan ikut. "


"Karna aku disini hanya meluruskan saja, jika kamu salah mengenalkan kota ini pada mereka" Ucap Richo penuh percaya diri.


Sontak mendengar ucapan Richo, seketika Annisa langsung memandang melihat ketiga temannya itu, dengan melemparkan senyum malu.


" Okelah. Kita keliling kota dulu, mutar mutar pusat kota terus ketempat favorit aku ya."Jelas Nisa pada yang lainnya, sedang Richo hanya diam karna tak mengerti bahasa yang mereka pakai.


Panjang lebar Nisa mengenalkan tempat tempat, yang membuat mereka takjub, senang sampai rasa biasa saja.


Diperjalanan terkadang mereka ribut, bahkan bercanda didalam mobil. Itulah keseruan mereka diperjalanan.


Lain halnya dengan Richo, Yang kadang terbesit dalam fikirannya untuk melancarkan ide konyolnya yang sudah difikirkan nya semalaman.


Tapi dengan perasaan tak ingin membuat Nisa kecewa akhirnya dia memilih diam, bak pengawal perjalanan mereka. Richo juga terkadang merasa jengkel disaat Imam dan Nisa mulai berdekatan. Hingga akhirnya dia tahan demi melihat tawa lepas Nisa bahagia bersama teman temannya itu.


Setalah puas keliling kota, sampailah mereka dipinggir pantai yang termasuk tempat wisata dikota sidney. Mereka berhenti sejenak untuk melaksanakan sholat zhuhur yang memang sudah tersedia untuk para wisatawan. Sedangkan Richo menunggu diluar Mushallah, selepas itu mereka berfose fose untuk meninggalkan jejak ditempat itu.

__ADS_1


Setelah itu mereka lanjut ke tempat wisata lainnya. Richo yang tak tega melihat Nisa yang menyetir, hingga akhirnya dia yang menggantikannya.


Semakin kemari Richo sedikit akrab bersama Imam dan teman teman, mereka bercanda dan saling mengobrol .


Sampai menuju pulang,mereka akhirnya singgah ke resto atas arahan Nisa padanya. Setelah meraka sampai, mereka menduduk satu persatu ditempat yang sudah di arahkan.


"Oh ia. Kayaknya udah Azan magrib. Kita shalat dulu yok. Disini mushallah nyaman lohh?" Ajak Nisa pada 3 teman nya.


"Ia nyaman benget". Tambah Doni.


" Yok."Ajak Fahri gerak cepat.


"Baiklah. Kami permisi Shalat bentar ya dokter?." Izin Imam pada Richo yang terdiam sambil memegang menu makanannya.


"Lagi??" Tanya Richo heran.


Karna sudah ketiga kalinya mereka meminta izin untuk beribadah, yang dalam waktu berdekatan dalam sehari.


Imam dan kedua temannya hanya tersenyum sopan izin pergi menuju mushallah utk meraka mengerjakan shalat magrib.


Setelah selesai mengerjakannya Imam dan ke 2 temannya kembali ketempat duduk Richo sambil menunggu kedatangan Nisa yang masih berdandan merapikan hijabnya.


Tak berapa lama menunggu, Nisa kembali pada meraka. Mereka mulai memesan makanan lalu menyantap makanan yang sudah mereka pesan.


" Gimana Nis, Apa kita antar mereka dulu kehotelnya?" Tanya Richo.


"Ia dok. Terus dokter nanti pulangnya naik apa?" Tambah Nisa.


"Dijemput Betrand." .


Akhirnya Richo melajukan mobilnya menuju penginapan Imam .


Dengan sangat asik mereka bercerita berbagi pengalaman masing masing tanpa sadar Nisa sudah terlelap tidur didalam mobil akibat kelelahan bersenang senang seharian.


Sesampai dihotel mereka pun saling salam dan mengucapkan terima kasih.


" Thank Bro. udah menemani kita hari ini?" Ucap imam pada Richo.


Sedang Nisa mulai bahagia melihat perubahan Richo kali ini yang tak biasanya dia kenal. Terkadang Nisa mulai curi curi pandang terhadap Richo akan kehangatan Richo saat berbicara, bercanda pada 3 temannya itu.


"Astaqfirullah. fikiran ku kenapa sih." Gumam Nisa membuyarkan Fikirannya.


"Kenapa Nis? Masih belum sadar dari tidur nya?" Canda Doni.


"Heheh ..Kayaknya ia Don. Keeanakan tidur..Maaf ya?"


"Ah gak papa koq" Jawab Doni kembali.


" Oh ya..Besok biar aku antar kalian aja ya , ke tempat saudara nya Fahri?" Ucap Nisa.


" Gak usah Nis, kami naik bus aja. Udah tau koq jalannya" Balas Fahri.


"Gak .Jangan. Biar aku aja, kalian udah jauh jauh kemari , sedangkan aku cuma bisa temani kalian sehari doang. Maafff banget?" Balas Nisa tak enak.


"Ini saja kami udah bersyukur Nis, udah bisa keliling liling kota" Sambut Imam.


"Dan bersyukurnya lagi,, kali ini jalannya ditemani Dokter Richo. Sekali lagi Thanks ya sobb.." Tambah Imam sambil adu jabat tangannya.


" Ia. Maaf kalau ada salah" Sambut Richo ramah dengan gaya coolnya.


"Yaudah deh, besok aku kabari gimana baiknya. "


"Jadi kami pulang dulu ya?" Sudahi Nisa sambil masuk kedalam mobilnya, begitu juga Richo yang menyetir mobil hingga melaju ke arah apartement milik Nisa.


**TEMAN TEMAN.. TOLONG BANTU LIKE, COMENT DAN VOTE NYA YA...

__ADS_1


MASIH BUTUH KRITIK DAN ARAHANNYA NIH**...


__ADS_2