KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 44: Bunga ?


__ADS_3

"DEGG!" Detak jantung Audy berdetak, dia tak menyangka orang yang disampingnya adalah Annisa , dokter bedah tempat dia magang.


"Dia, dokter Annisa? Ternyata dia wanita yang di cintai dokter Richo" Bathin Audy kembali menatap kearah Nisa. Masih tak menyangka, bahwa pertemuan mereka seperti ini.


"Pasti Kamu yang nangani pasien ini kan Nis?"Tanya Calvin menatap lembut Nisa.


Nisa hanya mengangguk lalu tersenyum.


"Tolong bawa pasien ini keruangan Scan. Lihat CT Scan otak nya, kemudian periksa kembali apa yang menyebab kan kejang kejang yang diderita nya tadi." Seru Nisa tegas pada Kylin dan beberapa dokter yang tengah melihat mereka.


Nisa juga sudah mulai menyadari kalau mereka ber 6 masih magang diRS itu. Sedikit banyak dia harus memerintahkan secara terbuka agar mereka mendengar lalu mempelajarinya.


Sigap Kylin membereskan beberapa alat yang terpasang ditubuh pasien, lalu berjalan mendorong pasien itu, dan dibantu oleh ke 4 dari mereka.


" Maaf dok, saya belum mengenal anda, sambil meneriaki anda " Ucap Audy lembut menyadari kesalahnnya. Begitu juga dengan Jack.


"Baiklah, aku memakluminya karna kalian juga masih belajar. "


"Aku juga minta maaf, tadi sudah meneriaki kalian juga." Sahut Nisa lembut, dan menyadari akan kekesalan yang baru dia lakukan.


"Hmm...Audy kenalkan, dialah Dokter Nisa. Dokter yang ditempatkan bagian UGD." Potong Calvin memperkenalkan keduanya.


Dengan rasa jengkel yang bertambah akan kehadiran Nisa, Audy pun mulai menjulurkan tangannya, lalu mencoba terlihat berpura pura bahagia akan pertemuan itu.


"Saya Audy" Tersenyum ramah.


"Saya Jack. Maaf dok atas kebodohan kami. Kedepannya kami akan memperbaikinya" Ucap Jack menyadari.


"Aku senang kalian menyadari itu. Ya udah kembali lah bekerja"Seru Nisa pada keduanya.


Sebelum meninggalkan ruangan, keduanya tertunduk hormat pada mereka berdua lalu keluar ruangan menuju ruangan pasien lainnya.


***


" Gimana kabar nya Nis. Hampir seminggu gak ada kabar, apa kamu mencoba melupakan kami" Tanya Calvin yang sudah berada diruangan tidur para dokter.


Beberapa dokter juga ikut nimbrung berkumpul sebelum mereka tugas kembali.


"Dia kan begitu, udah mulai lupa dengan teman temannya kalau lagi bahagia." Sahut Clarisa yang terlihat kesal.


"Hmm... Kalian gak kerja apa. Koq malah gosip disni" Alih pembicaraannya, karna dari pertanyaan mereka seakan mengingatkan akan kehancuran hubungannya dengan Imam.


"Yeee..Ditanya malah ngalih kan pembicaraan. " Sahut Rino yang ikut kumpul bersama mereka.

__ADS_1


"Gimana dok, bener udah Nikah ya. Selamat sekali lagi ya?" Ucap Barack dengan begitu antusias bahagia.


Nisa mulai menatap kesal akan kelakuan Barack, yang masih mengingatkan hal itu kembali. Padahal satu dari mereka juga belum mengetahui kabar dari gagalnya pernikahannya.


"Uda deh, aku balik aja ya. Besok aku harus masuk kerja" Ucap Nisa berdiri mulai bergegas pergi.


"Loh! Mau kemana, kami juga besok masuk kerja, ngapain cepat pulang. Cerita cerita dulu lah?"Sahut Barack heran.


" Kalian sih, Bahas yang lain aja dong?." Melas Nisa.


"Oia. Aku baru sadar. Mereka ber 6 itu murid magang kan?" Tanya Nisa kembali mencari bahan gosipan.


"Hmm. " Sahut Rino cuek.


"Tadi di ruangan itu, Dokter apain mereka ? . Audy dan Jack."Tanya Barack .


"Gak ada, Cuman kasi teguran aja. Kirain mereka dokter baru disini. Gak sengaja aku berteriak marah." Balas Nisa mengelak, walau kenyataannya seperti itu.


"Kamu teriakin siapa Nis?"Tanya Clarisa mendengarkan sambil memakan cemilannya.


"Siapa lagi kalau bukan sibunga RS ini." Potong Calvin datar.


" Haa.. Bunga?"Ucap Nisa mendengar julukan untuk Audy.


Spontan Clarisa merasa kesal karna dibanding bandingkan dengan Audy seorang mahasiswa magang. Hingga membuat Nisa dan kedua temannya ikut tertawa mengejek pada Clarisa.


"Ia sih bener, lebih cantik dia dibanding kamu Cla..haha"Sahut Nisa lagi.


Clarisa pun bertambah kesal, dan mulai menarik sisi jilbab dari Nisa.


" Aww Sakit Cla..."Rintih Nisa menepis tarikan Clarisa.


"Gak papa deh kalah cantik dengannya, yang penting aku udah nikah. Gak seperti kalian. Apalagi Ini.." Balas Clarisa menunjuk ke arah Calvin.


"Wahh. Ujung ujung bahas itu lagi" Ucap Calvin kesal sembari menggaruk kepala nya dengan kasar.


" Oh ia Nis, kamu hati hati dengan namanya Audy ya, Jangan terlalu memarahinya" Ingatkan Clarisa pada Nisa.


" Kenapa?, Emang dia siapa, Masak salah harus di diamkan z. " Sahut Nisa heran.


"Selain dia banyak yang menyukai, dia juga murid kesayangan dokter Richo." Ucap Clarisa menjelaskan.


" Bener. Aku aja kalah cepat dengan Richo." Ucap Barack seakan berbisik.

__ADS_1


Nisa pun terdiam mendengarkan gosipan yang terjadi di sini, sedikit senyum yang tersungging di ujung bibirnya seakan tak percaya.


"Wajar lah kamu kalah cepat. Kalau dibandingkan dengan Dokter Richo ya kamu itu entah tinggal jauh dimana mana." Sahut Calvin mengejek Barack.


" Okkelah, aku akuin kalau itu. cari inceran lain aja lah. sudah pasti gadis itu milih dia dibanding aku." Sahut Barack dengan sadar diri.


" Untung sadar" Potong Clarisa.


Rino dan Calvin hanya tertawa lucu akan ejekan mereka.


" Ternyata benar, hanya Gadis seperti itu yang menjadi kriteria dokter Richo. Ya Allah , semoga Dia bahagia , karna sudah menemukan wanita yang di idam idamkannya" Bathin Nisa mulai pasrah. Mendengar kabar itu, Hati Nisa mulai tak karuan. Dia meminta undur diri , dan kembali ke apartement nya.


Nisa pun berjalan keluar ruangan itu, melewati 1 ruangan praktek bagi mahasiswa. Terdengar olehnya suara dari dalam ruangan.


Langkahnya terhenti, mulai mendekat kearah pintu. dengan Ragu, dia membuka sedikit dan melihat bahwa didalam itu ada 2 orang yang sedang latihan dasar penanganan pasien yang ber objekkan patung manusia. Yang ternyata adalah Richo bersama dengan Audy.


Nisa menatap Richo dibalik pintu, sedikit terhenyak saat dia melihat mata Richo menatap lembut ke arah Audy, sebagaimana tatapan itu selalu dia lihat saat bersamanya.


Hatinya mulai terhenyak menyaksikan dua sejoli yang sedang beradu didepan matanya. Padahal, tanpa Nisa sadari, ke 5 dari mahasiswa itu juga tengah ikut dalam menyaksikan latihan bersama Richo, hanya saya disaat itu Audy lah yang terpilih untuk melakukan tes pertama kalinya.


Nisa juga menyadari, sejauh ini dia belum bisa melupakan cinta nya kepada Richo. Akhirnya Dia pun pergi menjauh dari ruangan, mencoba bersabar dan mencoba menyadarkan akan diri nya itu.


"Yah mereka serasi. Mereka juga sedang latihan, Wajarlah.!" Guman Nisa sendiri berjalan dilorong RS hingga menuju Area parkir mobilnya.


Sesampai di area, Nisa mulai melaju dan kembali ke apartemennya. Mulai beristirahat, karna sudah terlalu lelah dia dengan hati dan perasaan nya akhir akhir ini.


***


Ke esokan Harinya, di RS.


Dengan rasa Bahagia dan selalu berpikiran baik, Nisa berjalan menuju ruangan Richo. Seperti rutinitas biasanya, dia pun membawakan bekal untuk Richo.


Annisa menghentikan langkah kakinya, seketika matanya tertuju melihat bahwa Audy keluar dari ruangan Richo, terlihat dari wajah cantik nya tersenyum bahagia setelah beranjak meninggalkan ruangan itu.


**BERSAMBUNG..


Terima kasih dukungannya.


Jangan lupa Like, dan Comentnya..


Rate dan juga Vote nya..


Sehat selaluuu**

__ADS_1


__ADS_2