
Ke esokan harinya, seperti biasa Annisa membawa bekal keruang Richo , dia pun terkejut bahwa Richo sudah tiba dikantornya.
"Pagi dok," Sambil meletakkan bekal diatas meja lalu merapikan beberapa dokumen Richo. Sedang Richo hanya diam sambil menggoyang goyangkan kakinya sembari berfikir dengan terlihat banyak pertanyaan diwajahnya.
""Dokter Annisa, Aku sudah membaca semua isi kitab itu. Aku ingin memberikan beberapa pertanyaan mengenai itu."Mulai Richo, Sedang Nisa sudah menebaknya akan seperti ini.
" Maaf dok sebelumnya selain kita masih dalam kerja. Aku juga bisa mengerti perasaan dokter Richo. Jadi boleh gak kalau pertanyaan itu dokter simpan sampai pulang kerja. Aku ingin bawa dokter Richo menemui seseorang. Mungkin beliau bisa membantu menjawab semua yang Dokter Richo saat ini." Balas Nisa dengan lembut dan tak lupa senyum diwajahnya.
"Baiklah. Nanti pulang kerja kita langsung pergi menemuinya. Kamu bisa pergi sekarang."
"Baik Dok." Nisa pergi meninggalkan ruangan Richo lalu menuju ruangannya untuk meletakkan bekalnya.
"Benarkan dugaanku. Gak mungkin Dokter Richo suka sama aku. Mandang kearah aku aja gak tadi. Untung aku gak sempat kemakan omongan Clarisa dan Kylin ..huuuhh." Dengus Nisa sambil memakai jas putihnya, mempersiapkan segala sesuatu keperluannya dan memulai dengan kerjaanya.
****
Waktu siang pun tiba, dengan sedikit terburu buru Mama Richo berjalan memasuki ruangan anaknya dibandingkan suaminya sendiri. Dengan kaget melihat Richo tengah asik menyantap bekal milik Annisa.
" Ma.. Koq datang kemari. Ruangan Papa kan diujung sebelah kanan . Mama gak lupa kan?" Sambut Richo santai.
"Ishh.. Anak ini! Mama lagi buru buru bawakan kamu masakan Mama dari rumah. Ehh ternyata kamu sudah makan. Hmmm..bukannya ini sayur semur ayam ya? Kayak masakan Indo. Kamu beli dimana sayang". Tambah Mama Richo sambil mencicipi .
__ADS_1
"Annisa yang masak."
"Annisa yang kamu ceritain itu. Koq bisa? Ih... Mama makin penasaran. Tapi enak loh masakannya?."
"Enak kan Ma. Sama kayak masakan mama juga"
"Patut sikap mu banyak berubah, ternyata sekarang lidah kamu sudah dihipnotis dengan masakannya. Seperti orang yang lagi jatuh cinta". Canda ibunya.
" Apa sih Ma. Siapa yang jatuh cinta. Hanya Mama seorang yang bisa buat aku jatuh cinta"Sahut Richo sambil memeluk Mamanya, tapi tak disangka sangka, tiba tiba ruangan Richo ada mengetuk lalu terbuka yang ternyata itu Annisa.
"Maaf menggangu Dok. Ini data data pasien yang akan kita operasi setelah jam istirahat. Dokter bisa cek mana yang kita utamakan." Sambut Nisa sambil menyerahkan beberapa kertas, membuat Richo seakan mati gaya karna Mama nya sedang memperhatikan tingkah aneh anaknya saat 2 manusia itu saling bertemu.
"Kamu Annisa ya" Tanya Mama Richo memulai percakapan dengan memakai bahasa indo lalu ter senyum ramah.
"Indo tinggal dimana sayang?" Tanya nya lagi membuat wajah Richo tak mengerti apa yang mereka katakan.
" Asli Medan bu..sumatra utara. Ibu kalau gak salah asli Bali ya?"
"Ia. Kapan kapan main dong kerumah ibu"
"Pengen bu. Memang dulu Nisa pengen banget liburan ke Bali. Tapi sampe sekarang gak kesampean."
__ADS_1
" Ia sih. Tapi, maksud ibu bukan kebalinya. Main kerumah berkunjung gitu bareng Richo."
Jelas ibunya sambil melirik Richo lalu memberi kode, membuat Richo semakin penasaran akan pembicaraan mereka.
"Hehe.. Insha Allah lain kali bu. Ibu ada yang Nisa bantu?" Tanya Nisa kikuk.
" Gak. Cuman mau kasi ini ke Richo. Tapi ibu liat dia udah kenyang makan bekal dari kamu, jadi ini ibu kasi kekamu. Ini buatan ibu loh kue nya.. Dimakan ya sayang. Ntar kalau kurang bilang aja ke Richo, biar ibu masakan lagi".
" Oh ia bu..makasih banyak kue nya. Kayaknya enak banget bu? Alhamdulillah Rezeki aku berarti heheh"Cengenges Nisa.
" Kamu juga bisa koq datang kerumah, terus kita buat bereng bareng. ya Nis?"
" mereka bicara kan apa sih, koq aku penasaran? ishhh jangan sampe Mama bicara yang gak gak tentang aku selama ini"Batin Richo memperhatikan sedari tadi yang hanya pura pura fokus pada komputernya.
"Ia bu lain waktu . Saya pengen buat kue juga, karna saya juga suka ngemil kalau dikamar. Hmmm saya kerja dulu ya bu..Terima kasih bu Kue nya. Ntar Nisa habisin koq" Izin Nisa tak enak hati karna terus terusan mengobrol pada Ibu nya Richo, sedangkan Richo hanya duduk dimejanya tak dihiraukan Ibunya.
" Ish sayanggg..Benerkan kata Mama. Gadis Indo itu santun. Gak seperti kebanyakan gadis dsini. Kalau ini Mama setuju kalau jadi menantu Mama." Jelas Mama nya Riang. Setelah Nisa pergi meninggalkan ruangan Richo.
"Apa sih Ma...Kami rekan kerja Ma. Gak mungkin lah Nisa mau sama Richo. Ish Mama ketempat Papi aja deh." Sahut Richo malu.
"Ih.. Kamu. Mama sengaja datang kemari memang untuk ngeliat dia koq."
__ADS_1
"Ish benarkan! Mama buka sengaja mau ngeliat Papi sama Richo kerja kan? Udah deh Ma tempat Papi sana. Richo mau kerja dulu. Udah waktunya ni, ada pasien yang harus dioperasi nanti?"
" Kamu itu. Kalau kamu sama dia juga Mama makin setuju koq. Ya udah Ma tempat Papi mu dulu. bye sayang." cium Mamanya lalu pergi menuju ruanganan suaminya itu.