
Di Indo, Nisa pun kembali ke tanah air yaitu kampung halamannya. Sesuai Niat awalnya dia ingin memperjelas hubunganya bersama Imam yang telah mengkhitbahnya.
Dirumah Imam, beberapa keluarga Imam pun menyambut kedatangan Nisa yang baru pertama kali menginjakkan kakinya dirumah itu.
Senang dan rasa bangga dia rasa saat ini, Karna keluarga Imam menyambutnya dengan hangat dan juga harmonis. Begitu juga dengan Imam, yang hanya kali ini dia tampak lebih berbeda. Tersirat wajahnya menyimpan rahasia yang ingin di utarakan pada Nisa.
Nisa menyadari itu, hanya saja dia enggan bertanya. Berharap Imam sendiri terbuka akan segala perihal mengenai hubungan mereka saat ini.
"Makasih ya Mam, udah ngantar aku sampai rumah lagi" Ucap Nisa menuruni sepeda motor milik Imam yang sudah terparkir didepan rumahnya.
" Hmm.." Ucap Imam lalu menundukkan kepalanya.
"Hmm.. Imam" Panggil Nisa.
Imam menatap Nisa karna panggilan padanya.
" Kamu kenapa?. Ada masalah apa?" Tanya Nisa lembut, seakan mencari tahu kenapa dengan Imam, seakan dia menyembunyikan sesuatu.
"Gak. " Balasnya lembut dengan senyum nya.
" Kita masuk dulu yuk?. Gak enak ngobrol diluar. " Ajak Nisa.
"Lain kali aja Nis, Aku Izin pulang dulu. Udah sore juga".
" Ya udah deh, "
Lepas Nisa akan kepergian Imam, hanya saja perasaan Nisa saat ini seakan mengganjal hatinya,
" Imam!"Panggil nya kembali, saat Imam menaiki kembali Motor miliknya.
"Ia Nis..Ada apa?" Jawab Imam lembut lalu menoleh.
"Apa ada yang ingin kamu sampaikan sama aku?"
Imam seakan bingung akan pertanyaan Nisa, yang seakan mengetahui isi hatinya saat ini.
"Haa..Itu. Gak ada sih, cuma.." Imam menggantungkan katanya.
Nisa menatap Imam, penasaran apa yang sebenarnya yang ditutupi Imam terhadapnya.
"Gak ada. Ya udah aku balik dulu ya. Terima kasih kamu udah hadir dikeluarga ku." Ucap Imam.
" Hmm."Nisa mengangguk.
"Ya udah kamu masuk gih, kamu pasti capek, baru kemaren nyampe sini. Udah datang silaturahmi ke keluarga ku. Makasih ya" Ucap Imam lembut.
"Ia..Hati hati dijalan ya?" Ucap Nisa lembut tapi tak puas akan jawaban Imam.
Imam pun mengangguk tersenyum membalas Nisa, lalu pergi dengan sepeda motor nya.
" Imam Gak masuk Nis?" Ucap Ibu Nisa, yang tengah memperhatikan mereka dari dalam rumah.
Nisa mencium tangan Ibunya lalu merangkul pundak ibunya menuntun berjalan ke arah dapur.
"Gak bu. Udah sore ..Gak bagus juga kalau dia masuk bertamu." Ucap Nisa.
__ADS_1
"Ih..Koq gitu kamu, kan dia calon suami mu. Gak papa sih kalau cuman mampir doang. Gimana sih kamu?".Sahut ibunya sambil melepaskan pelukan itu.
" Kan masih calon. Belum suami?".Jawab Nisa.
"Kamu gimana sih. Suka gak sih sama Imam?"
" Menurut ibu" Jawab Nisa manja.
"Huhhh...Kalau kamu suka bilang suka, jangan Gitu ah! Jangan permainkan perasaan orang!. Ibu Gak suka." Cerocos ibu nya tak senang akan tingkah anaknya, Bagaimana pun pernikahan itu bukan lah sebuah permainan yang diamainkan dengan sesuka hati.
"Gk koq Bu..Siapa sih yang ga suka liat Imam, Ibu juga sudah tau awal Nisa jumpa dengan dia, Nisa juga mulai suka sama dia". Ucap Nisa lembut menjelaskan.
" Bagus kalau Gitu."
"Jadi, kapan keluarga mereka datang melamar Nis, sudah ada kejelasan tadi?" Tanya Ibunya kembali.
" Hmm.. Belum tau Bu, Nisa malu nanya nya tadi. Imam juga belum ngasi kepastian. Malu kalau harus bertanya lebih dulu, karna sebelumnya Nisa yang minta lamaran dan pernikahan kami di undur."Ucap Nisa sambil duduk dimeja makan.
"Ya udah, besok besok kamu tanya gih,, keburu kamu balik ke sidney lagi, panjang lagi nanti ceritanya."
"Gagal lagi Ibu punya mantunya" Sungut Ibu Nisa kembali.
"Hehe gak mungkin bu, Insha Allah, Allah perlancarkan koq kalau memang jodoh."
" Besok Nisa tanya lagi ya?. " Ucap Nisa kembali.
" Ia. Mandi sana. Bentar lagi magrib nih."
"Oke .."Jawabnya, berlalu kekamarnya.
***
Salah satunya RS Milik orang tua Richo, yang setiap tahunnya menerima murid magang.
" Kalian Bisa bertanya dan mulai belajar di sini. "
" Aku harap kalian bisa menjaga sikap kalian, dan belajarlah dengan baik ." Ucap Richo dalam menyambut beberapa murid magang yang hanya ada 6 orang, 3 laki laki 3 wanita termasuk Audy dan Lady.
Audy yang terlihat bahagia, karna telah bertemu kembali dengan Richo, hanya tersenyum senang disaat Richo mencoba berbicara menyambut mereka.
"Apa kamu senang Audy,," Bisik Lady pada Audy diselah selah penjelasan Richo.
"Hmm.."Anggukan cepat Audy yang tak mengalihkan pandangannya pada Richo, sudah beberapa hari dia tak melihat Richo. Serasa hatinya merindu dan ingin segera dia ungkapkan perasaanya.
" Baiklah, kalian bisa gunakan ruangan ini kalau ingin beristirahat. Sampai disini ada yang ingin dipertanyakan?" Ucap Richo dingin.
Selang beberapa detik Richo mengatakan itu,,,
"Baik lah kalau tidak ada. Kalian temui saja dokter Calvin dan dokter Steven untuk memulai nya. " Ucapnya kembali lalu pergi keluar ruangan itu, membuat siswa yang ingin mengacungkan tangannya ingin bertanya akhirnya mengurungkan niatnya..
"Kan saya ingin bertanya dok.." Batin kecewa salah satu wanita yang sedari awal bertemu di RS dengan Richo dan sudah menyukainya.
" Wahh.!!.Karisma nya Dy..Mengagumkan!" Ucap Audy seakan meleleh.
"Sadar, kita dimana Audy?. Kamu tau kan dia menyukai siapa?" Sahut Lady menyadarkan.
__ADS_1
Setelah Richo berlalu keruangannya, satu persatu mulai mengikuti apa yang diperintahkan dengan Richo. Yaitu mencari Calvin dan Steven untuk memulai menuntun mereka. Hanya Lady dan Audy yang mengenal beberapa Dokter Dan Staf RS ini, jadi mereka tak terlalu mengkhawatirkan itu.
Wajah Audy mulai berubah , mengingat pengakuan Richo yang sangat menyukainya Annisa yang juga bekerja di RS ini.
"Annisa.. Aku penasaran Dy, gimana sih orangnya?" Ucap Audy seakan kesal.
"Itu nanti aja kita cari, kita temui dulu dokter Calvin dimana. Oh dokter pujaan hatiku" Ucap Lady yang menyukai Calvin.
" Hmm.." Ucap Audy malas.
Mereka pun akhirnya mengosongkan ruangan itu lalu berpencar. setelah bebarapa dari mereka yang sudah menemui Calvin dan Steven, mereka mulai belajar dan memperhatikan tiap tiap dokter bersama dengan pasien pasiennnya..
" Siang dokter Calvin" UCap Lady lembut menyapa Calvin yang lagi duduk untuk mengecek pasien yang terbaring lemah.
"Siang..."
" Audy.." Ucap Calvin menoleh arah Audy.
Audy hanya tersenyum ramah, sedangkan Lady memasang wajah cemberut tak terima.
" Ihh.. aku yang ucap salam, kenapa Dokter Celvin senyum ke arah Audy sih" Batin kesal Lady.
"Akhirnya kalian datang juga. "
"Ia dok..Mohon bimbingannya" Ucap Audy lembut.
" Pasti.. Hehe. Yaudah Audy kamu disni aja..Lalu...?" Calvin melirik Sekitar mencari seseorang.
" Dokter Barack!" Panggil Calvin pada Barack yang tengah berjalan.
" Ya. Ada Bisa dibantu"Ucap Barack menghampiri dengan cepat setelah melihat Audy bersama dengan Calvin.
"Ini ada beberapa murid magang. Kamu bantu mereka ya, "Pinta Calvin.
"Oo..Cantik." Ucap Barack lepas melihat Audy yang kagum dengan kecantikannya.
" Eh Ayok. ikut aku!" Ajak Barack memandang Audy.
"Lady bisa bersama Dokter Barack, dan Audy biar sama saya disni" Ucap Calvin membuat Lady bertambah kesal.
"Lady? siapa?" Tanya Barack yang belum mengenal.
Lady pun mulai bergerak pelan mengarah Barack.
" Ooh.Baiklah" Barack melirik arah Calvin dengan tatapan kesel seakan kalah cepat dengannya.
Akhirnya mereka memulai harinya di RS ini. sedangkan Audy yang masih penasaran akan sesosok Nisa belum juga dia temui di RS ini. Sosok wanita yang telah membuat Richo jatuh hati padanya.
**BERSAMBUNG
terimakasih teman teman..
Jangan lupa Like nya ya..
Coment nya juga..
__ADS_1
Votenya juga ..
Sehat selalu**..