KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 56 : Aku Mencintai Mu


__ADS_3

Setelah acara pemasangan cincin selesai, 2 keluarga itu saling mengobrol dan saling bertutur kata . Demi meramaikan suasana, Mama nya Richo mengundang saudara terdekat nya yang tinggal di Bali untuk ikut bersama mereka.


"Mau sampai kapan kamu terus menundukkan kepala mu" Ucap Richo setengah berbisik saat mendekati Annisa untuk sesi photo.


Annisa mengangkat kepalanya, lalu dengan percaya diri dia menatap mata Richo hingga mata mereka saling menatap dalam diantara keduanya. Terlihat jelas betapa cinta dan besar nya rasa rindu dihati mereka berdua selama ini.


Tak tahan akan tatapan yang mereka ciptakan, Annisa dengan cepat mengalihkan pandangannya serasa menyembunyikan panas di wajah nya yang mulai memerah.


" Apa kau malu?" Ucap Richo seakan mengejek.


Mendengar itu Annisa hanya tersenyum malu. Lalu sedikit rusuh baik dari keluarga Annisa dan keluarga Richo, mereka pun berantusias untuk ikut dalam pemotretan.


Bahagia yang mereka rasa malam ini, hingga akhirnya Keluarga Richo harus kembali kepenginapannya untuk beristirahat dan menyambut hari pernikahan Richo ke esokan harinya.


****


Ke esokan harinya.


Dimana hari yang di nanti nantikan bagi pasangan yang akan menempuh hidup baru nya dalam pernikahan.


Pagi hari yang dipadati beberapa orang di lokasi rumah Annisa, Berlalu lalang seakan sibuk mempersiapkan pesta pernikahan yang di harap harapkannya itu. Setelah bebersih diri, terlihat wajah Annisa sedikit lelah dikarnakan terlalu banyak berfikir dan kurang dalam istirahat nya.


Sedikit hiasan yang menempel di wajah mulus Annisa membuat dirinya begitu cantik dari biasanya. Bahkan dengan balutan baju kebaya putih longgar yang menutupi dirinya seakan menampakkan ke anggunan dirinya.


Setelah semua siap, Baik Richo beserta keluarganya begitu juga wali Nikah dari Annisa. Akhirnya mereka pun duduk ditempat yang sudah disediakan tanpa ada Annisa yang hadir menemani.


Puluhan Mata menyorot menatap dengan penasaran akan acara itu. Jauh sebelumnya, Richo yang hampir 3 hari menghapal dan dan mempelajari kata perkata dalam ijab kabul akhirnya dia ucapkan dengan lantang. Walaupun 1 kali gagal dikarnakan dirinya terlalu gugup.


Setelah acara ijab selesai, Annisa datang menghampiri seakan menunjukkan pesona kecantikan yang dia miliki.


Dengan malu bercampur ragu, Annisa mencium tangan Richo yang sudah sah menjadi suaminya. Sehingga berkat dorongan orang terdekat, Richo pun membalas nya dengan mencium lembut kening milik Annisa.


Satu persatu sesi acara dalam pernikahan itu, akhirnya selesai juga tanpa ada satu kendala apa pun.


Setelah mengantar kepergian keluarganya, Richo pun memasuki kamar miliknya bersama Annisa malam ini yang di hiasi dengan berbagai bunga.


Saat memasuki kamar, Richo mendapati Annisa telah selesai dalam Shalat isya nya. Lalu menghampirinya mendudukkan dirinya dipinggir tempat tidur yang jauh dari Annisa melakukan Shalat.


"Dokter Sudah Shalat isya?"Ucap Nisa lembut pada Richo yang sedari tadi menatap dirinya.


" Sudah. tadi " Balas Richo sambil mengelus pipi kanan Annisa dengan lembut yang masih terbalut mukena.


Mendapat perlakuan itu, Annisa menundukkan pandangannya lalu mengulum senyum malu di bibirnya.


" Oh ia! Gimana kabar teman teman aku di RS dok. Mereka baik baik aja kan ?" Ucap Annisa mencoba mengalihkan.


" Apa kamu hanya mengkhawatirkan mereka .Tidak dengan ku ? ." Sahut Richo menatap lembut mata Annisa lalu menggenggam tangan nya.

__ADS_1


" Aa,, Bukan kah dokter sudah disini bersama ku. Jadi,, untuk apa menanyakan nya lagi. "Jawab Annisa polos.


Mendengar itu, Richo tersenyum bangga apa yang telah terjadi padanya.


"Annisa, "Ucap Richo lembut menatap lekat mata Annisa.


"Ya " Sahut Annisa.


"Apa ada sesuatu yang ingin kamu katakan pada ku?"


Dengan wajah sedikit berpikir, Annisa menggelengkan kepalanya.


"Apa kamu mencintai diri ku ? . Seperti aku yang selalu mengharapkan kamu menjadi pasangan hidup ku." Ucap Richo lembut.


Mendengar pertanyaan itu, Nisa hanya mengangguk malu untuk mengakui perasaan nya.


"Kenapa kamu tidak mengungkapkan nya sedari dulu?"


" Kenapa harus aku dahulu yang mengatakan nya?" Ucap nya manja.


"Hmmm.. Baik lah aku yang kalah. Tapi sekarang aku senang, karna kita sudah sah menjadi pasangan yang halal". Ucap Richo seraya mendekatkan kepalanya.


Melihat Richo mendadak dekat padanya, seketika Annisa mengelak kebelakang untuk menghindar.


" Kenapa ?. Bukan nya kita sudah menjadi suami istri?" Ucap Richo dengan ekspresi bingung.


"Maaf dok. Aku refleks.."Ucap Nisa memelas lalu menutupkan mukanya dengan kedua telapak tangannya.


Melihat Tingkah Annisa yang masih kaku, Richo membuka perlahan telapak tangan yang menutupi mukanya, lalu menggenggam kembali tangan annisa. Dan melihat wajah Annisa menjadi memerah karna malu.


"Aku hanya ingin mencium keningmu saja " Ucap Richo menggoda yang langsung mendaratkan ciuman itu di dahi Annisa.


Annisa hanya terdiam, tertunduk malu.


" Kamu tidur lah dulu. Wajah mu terlihat sangat lelah hari ini." Ujar Richo perhatian.


"Hmm.." Ucap Nisa dengan anggukan kepalanya.


"Dokter mau kemana !?" Melihat Richo ingin berdiri.


" Emang kenapa?. Apa kamu mau aku melakukannya sekarang?" Ejek Richo lagi.


"Dok,,," Elak Nisa kembali..


"Hahah . Yakinlah, aku juga ingin melakukan kewajiban kita disaat kita benar benar siap."


" Terima kasih dok, atas pengertian nya. " Ujar Nisa jujur akan ketidak siapan lahir bathin dirinya menjadi istri Richo seutuhnya.

__ADS_1


" Baik lah. "


"Oh ya. Kedepannya, selain kita berada dalam pekerjaan. Aku mau kamu jangan memanggil ku dokter lagi."


"Aku kan suami kamu"


" Panggil Aku senyaman yang kamu mau." ujar Richo kembali.


Nisa hanya tersenyum lalu mengangguk setuju. Seketika Richo bangkit dari tempat duduknya dan mendaratkan ciumannya kembali di pipi kiri Annisa.


Tak menunggu respon dari Annisa, Richo berlalu keluar dari kamar dengan senyum manisnya. Lalu berkumpul dengan keluarga Annisa yang masih diluar walau dia belum mengerti bahasa indo.


Sedang didalam kamar, Annisa mengelus elus pipinya sambil merapikan alat alat shalat nya. Mengingat permintaan Richo, Nisa pun menjatuhkan tubuhnya dikasur empuk nan indah itu sembari memikirkan apa yang cocok panggilan dirinya untuk Richo.


" Apa ya?." Gumam nya berlahan.


" Dipanggil Abang aja kali ya..Tapi apa dia ngerti?"


" Kalau panggil Mas"Gumamnya lagi berfikir keras.


"Eh jangan deh jangan!" Ucap nya gusar.


" Ayang.... Atau Sayang." Pikirnya lagi.


" Hihihi.. Jangankan mendengarkannya, aku manggil sebutan itu aja, sudah bikin tubuh ku merinding." Elak nya lagi.


Setelah banyak kandidat Nama panggilan untuk Richo, Akhirnya Annisa pun tertidur pulas dikasurnya, yang memang dia sudah sangat lelah.


Ketika Richo selesai dengan urusan nya bersama keluarga Nisa, Akhirnya dia memasuki kamar nya lalu menemui Annisa yang sudah tertidur pulas.


Richo mendekat menatap lekat wajah Annisa yang teduh. Menyingkap rambut hitamnya yang menutupi sedikit wajahnya. Berlahan Richo mencium lembut kening Annisa untuk kesekian kalinya lalu merambat keseluruh wajahnya.


Tak sadar akan perbuatan Richo, Annisa yang tengah tertidur pulas hanya menggeliat geli. Seketika Richo menghentikan aksinya, sambil merebahkan tubuhnya disamping Annisa yang menghadapkan Annisa dengan dekapan tubuhnya.


"Selamat tidur Annisa. Aku mencintai mu"Ucap Richo setengah berbisik sambari memeluk erat tubuhnya hingga keduanya tertidur pulas dengan mimpi yang indah.


**Bersambung,,,


Maaf kalau belum romantis ya...


Karna Author nya mau belajar dulu dari CERITA KAK RENA KARISMA " CINTA BARA & CHIKA" dan Cerita dari kak SHANTY FADILLAH..


Jangan lupa Like dan comennya ya....


Vote nya juga..


Sehat selalu.

__ADS_1


__ADS_2