KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 50: Kesal


__ADS_3

Di selah Nisa saling mengobrol dengan Mama nya Richo beserta teman teman arisannya, Mata Nisa seakan melirik kearah Richo, ingin tahu apa yang di lakukannya bersama Audy.


Sama hal nya dengan Richo yang berada sebrang sana bersama dengan Audy, sekilas dia selalu memperhatikan Nisa yang tengah asyik kumpul dengan Mama nya sendiri.


Ingin sekali rasa nya dia mengajak Nisa untuk mengobrol lebih banyak lagi. Karna dia juga menyadari, akhir akhir ini dia mulai menjauh dengan annisa. Ada rasa rindu dalam dirinya untuk mengulang masa dulu saat bersama dengan Nisa, Walau hanya sebatas teman terdekatnya.


Audy yang berada disamping Richo, juga sudah menyadari akan kelakuan Richo saat ini. Sedikit kesal, kenapa sampai saat ini dia masih belum bisa membuat Richo jatuh cinta pada nya.


Setelah pesta berakhir, Hanya beberapa orang yang masih dirumah kediaman Dr Edward untuk mengucap salamat pada istrinya.


Jam menunjukkan pukul 11 malam, akhirnya Nisa mencoba meminta izin untuk pamit begitu juga dengan Audy.


"Nisa nginap disini aja ya, udah malam." Pinta Mama Richo, disaat mereka tengah ngumpul diruang tamu bersama Dr. Edward, Richo dan Audy.


" Hehhe Nisa pulang aja Bu, Besok kan harus kerja."


" Besok kan bisa pergi bareng Richo Nis, kamu nginap saja disni, ada kamar tamu disini koq." Ujar Dr Edward membumbuhi.


Mendengar permintaan itu, Richo hanya diam. Jauh dalam hatinya dia sangat bahagia melihat kedua orang tuanya sangat perhatian pada Nisa. Dan dalam benaknya, akan lebih bahagia lagi andai Nisa menjadi menantu untuk kedua orang tua nya itu.


" Sudah lah Ma, mungkin Annisa memang tidak bisa menginap ditempat lain selain rumah nya sendiri." Ujar Richo sedikit memahami.


Nisa hanya mengangguk lalu tersenyum membenarkan pendapat Richo.


"O ia Audy, terima kasih ya atas kehadirannya. Kamu pulangnya Naik apa?"Tanya Mama Richo mencoba ramah pada Audy yang sedari pesta berlangsung selalu berdampingan disamping Richo.


Sedikit Risih dia melihat akan sikap Audy yang mencoba mencari perhatian dari Richo. Padahal di awal jumpa, Mama Richo senang akan kedatangan Audy. Entah kenapa selama acara itu, dia melihat Audy sedikit agresif untuk mendekati Richo.


Padahal dalam Hati nya, dia masih mengingin kan Nisa sebagai calon menantunya, padahal dia juga menyadari bahwa Nisa sudah bertunangan dengan lelaki lain.


" Katanya dijemput supir Bu, cuma..." Ucap Audy tertahan dengan sedikit kegusaran.


" Belum ada kabar untuk menjemput. Padahal udah dari tadi ngabari nya." Ucap nya lagi, yang sebenarnya dia mulai berbohong.


" O..Gitu." Sahut Mama Richo.


"Ya udah, kamu pulang saja. Minta supir disini yang akan antar kamu pulang."Potong Dr. Edward.

__ADS_1


Dengan berat Audy menyetujui pendapat itu, karna sedari awal dia sudah merencanakan bahwa dia menginginkan agar Richo lah yang akan mengantarnya pulang.


"Gk usah Pi, Biar Richo aja yang antar"Sahut Richo, karna tak enak hati. Seakan menghargai bahwa dirinyalah yang telah mengundang Audy untuk datang.


Mendengar tawaran Richo, Nisa hanya terdiam, mencoba menjernihkan pikirannya perihal Richo.


"Eh kamu antar Nisa aja Rich, biar Audy diantar supir kita. Kasian dong Annisa kalau pulang sendiri bawa mobil ". Sahut Mamanya sedikit kesal.


Mata Richo menatap lembut Nisa menunggu jawaban dari nya.


" Nisa bisa sendiri koq bu, lagi pula belum terlalu malam. Insha Allah berani."Sahutnya mencoba menghindar dari kedua cinta diantara Richo dan Audy.


" Kamu yakin?"Tanya Mamanya lagi.


Nisa hanya mengangguk pelan, lalu tersenyum membalas pertanyaan Mama Richo.


Setelah membahas untuk pulang, akhirnya mereka memutuskan bahwa Nisa pulang dengan sendiri sedang Audy akan diantar oleh Richo.


Muncullah senyum kemenangan di wajah Audy saat mereka tengah berada didalam Mobil berdua dengan Richo. Hanya saja disepanjang perjalanan, Pikiran Richo diselubungi oleh kekawatiran tentang Nisa yang pulang sendiri. Takut kejadian preman itu terulang lagi padanya.


Diperjalanan menuju apartement, Richo berhenti menunggu dilampu merah, dia melihat sesosok wanita berhijab dibalik dinding kaca kafe, yaitu tak lain ada lah Nisa yang duduk berdua dengan seorang lelaki.


" Jam segini, kenapa dia belum juga pulang?" Ucap Richo didalam mobilnya, yang menunjukkan sudah pukul 12.40 malam.


"Apa kamu wanita seperti itu Annisa, kenapa kamu menemui laki laki lain malam begini padahal kamu akan menikah dengan Imam." Ujar nya lagi, serasa pertanyaan itu terlalu Ambigu untuk Annisa.


"Huh... Kenapa aku masih khawatir pada nya tuhan." Gumam Richo dengan Kesal akan melihat Nisa yang tengah berdua dengan Laki laki yang tak dia kenal.


Tak ingin melihat lebih lama, Richo akhirnya pulang dengan wajah kesalnya. ternyata kekhawatirannya terhadap wanita yang dia sukai itu sia sia.


Sedang Nisa, disaat dia singgah dicafe itu untuk membeli cemilan pagi nya, dia pun berjumpa dengan Teman Randy yaitu Alex bersama istri dan buah hatinya, saling bertegur sapa hingga akhirnya saling curhat tentang hubungannya yang dulu kandas pada Randy, hingga menceritakan tentang kondisi Randy yang sekarang.


Hanya saja, disaat Richo melihat itu wanita yang bersama Alex tengah izin kekamar mandi bersama anaknya.


***


Keesokan harinya, jam menunjukkan pukul 9:40 pagi. Nisa tergesa gesa memasuki ruangan ganti, lalu menuju ruang UGD untuk mengambil posisinya.

__ADS_1


Dia tak meyangka, bahwa ini pertama kalinya dia telat masuk kerja. Semalam dia tak bisa tidur memikirkan akan Richo bersama Audy, bahkan setelah dia bertemu dengan Alex.


" Maaf dok, saya telat." Ucap Nisa menghampiri Richo yang masih menangani pasien akibat kecelakaan.


Richo mendengar ucapan Nisa, dia hanya bisa diam, serasa masih kesal, dan melanjutkan kerjanya, yang tak lupa disamping kanannya sudah ada Audy yang selalu menemaninya.


Tak dapat respon dari Richo, Nisa pun berlalu meninggalkan mereka berdua.


Melihat kepergian Annisa, tergambar senyum tipis di wajah Audy . Dia senang bahwa Richo begitu Cuek padanya kali ini, walaupun dia belum mengetahui apa penyebabnya.


Setelah jam istirahat, lagi dan lagi di ruangan toilet, Audy dan Lady merencanakan sesuatu untuk Nisa agar semakin jauh dengan Richo. Audy merasa hubungan dirinya dengan Richo semakin dekat jikalau diantara Richo dan Nisa saling membenci.


***


Dengan sedikit kisruh di satu kamar pasien. Annisa berlari memasuki ruangan itu, dan melihat pasien yang dia tangangi 2 jam lalu tengah kejang kejang dan mulai tak sadarkan diri.


Detak jantung dan tekanan darahnya menurun, entah apa penyebab itu terjadi. Hingga membuat Nisa kalang kabut begitu juga perawat yang lain.


Tak sengaja, Richo pun memasuki ruangan itu dan mulai mengecek dan menganalisis pasien yang sedang dalam penanganan Nisa.


"Bukannya pasien ini kamu yang menangani nya?" Tanya Richo tegas tanpa melihat Nisa yang berkeringat untuk memompa dada pasien tersebut, Richo pun membaca catatan riwayat pasien yang terletak di samping nakas pasien.


Nisa menghentikan aksinya, setelah Pasien normal kembali akan detak jantung nya.


" Ia dok" Nisa mengangguk.


" Apa kamu tidak menyadari penyebab pasien seperti ini!" Ucap Richo dengan suara setengah meninggi.


Mendengar suara tinggi Richo, tersontak jantung Nisa berdegup. Dia mulai diam memikirkan, hari ini entah mengapa pikirannya sedikit kacau. Entah terlalu lelah atau entah karna cinta tak terbalas nya terhadap Richo yang jadi penyebabnya.


Richo menyodorkan sebuah berkas catatan itu pada Nisa, dengan sigap Annisa memeriksa semua rincian akan catatan pasien.


Terima kasih ya teman teman atas dukungannya.


Jangan lupa Like, koment dan Vote nya ya??


Sehat selaluuu,,,

__ADS_1


__ADS_2