
Deggg Jantung Nisa berdegup mendengar Ucapan Imam lewat hpnya itu.
"Kamu serius Mam, Ingin melamar ku?" Tanya Nisa tak percaya.
Ternyata orang yang pernah singgah dihatinya lalu juga ingin melamar dirinya. Hanya saja saat itu, perasaan Nisa terhadap Imam tergantikan oleh Richo.
"Aku serius Nis, Aku ingin menikah. Dan udah lama juga aku suka sama kamu. Gimana Nis? Kamu terima?" Tanya Imam kembali.
Nisa diam sejenak memikirkan, takut hal serupa terjadi lagi. Dia ingin memikirkan kembali dan menanya nasihat pada orang tuanya kembali.
"Mam. Terima kasih ya atas ungkapan perasaan kamu ke aku. Aku harap kamu kasi kesempatan aku untuk berfikir ya?" Ucap Nisa mencari jalan tengah.
" Ia Nis, aku juga gak maksa kamu."
"Setelah aku pikirkan, pasti aku kabari kamu koq Mam. Sabar ya? Hehe." Ucap Nisa tak enak hati.
"Baik lah Nis, kamu istirahat deh Nis. Pasti kamu lelah kerja seharian. Aku akan tunggu jawaban kamu. Apa pun itu pasti aku terima". Ucap Imam.
" Baik Mam. Assalamualaikum."Sudahi Nisa.
"Waalauikum salam". Jawab Imam.
Nisa pun mematikan Gawainya itu lalu berfikir secara dalam.
" Masa secepat ini Allah mengabulkan doa ku, baru juga tadi aku mulai sedikit melepaskan perasaan ku terhadap Richo. Ini Imam udah mau melamar aja."Gumam nya didalam kamarnya itu.
"Tapi.. Apa aku bisa melupakan Richo secepat ini?"
" Fokus ! Kalau jodoh pasti gak ketukar".
" Permudahkan lah ya Allah." Ucap Nisa sendiri dalam kamarnya.
Tak ingin memikirkan ajuan lamaran dari Imam, Nisa pun terasa kantuk dan melanjutkan tidurnya.
***
DI Rumah Sakit.
Siang jam istirahat, Nisa dan Clarisa berjalan menuju kantin RS.
"Cla, aku mau nanya pendapat kamu nih?" Tanya Nisa sambil memakan bekal siangnya.
__ADS_1
" Apa..."Jawabnya juga sambil menyendokkan nasi kemulutnya.
"Kemaren malam, Imam melamar ku..Gimana menurut mu?"
Clarisa terkejut mendengar ucapan Nisa sambil menghentikan aksi suapannya.
"Kamu langsung terima?"
"Ya belum. Kemaren aku jawab menunggu jawaban dari orang tua ku dulu"
Clarisa sedikit bingung, pendapat apa yang harus dia berikan ke Nisa saat ini.
"Gimana claa...?" Rengek Nisa.
"Kamu sendiri suka gak sama Imam?. Jujur, aku belum bisa kasih pendapat banyak Nis, karna aku sendiri belum kenal dia. Jumpa juga belum?" Jawabnya Clarisa.
"IA sih.. Pertama kali aku memang suka, berharap juga dia jodoh ku kelak. Tapi sampai kesini bahkan tadi malam dia ingin melamarku, hatiku tanggapannya biasa aja. Cuman terkejut aja." Jawab Nisa jujur.
"Gimana dengan Richo. Dia pernah menghubungi kamu?" Tanya Clarisa karna dia tau perasaan Nisa sudah dipenuhi Richo akhir akhir ini.
"Belum. Aku gak mau mengharapkan dia lagi Cla. Mungkin bukan seperti aku yang dia sukai" Senyum kecut sambil menyuapkan Nasi nya.
" JADI?" Tanya Clarisa akan keputusan Nisa saat ini.
"Maaf ya Nis. Aku belum bisa kasi pendapat. Aku takut pendapat ku salah".
"Sebenarnya, aku juga udah siap menikah Cla, cuman aku takut gagal lagi. Malu sama ayah ku dikampung."
"Ya udah yuk! Habisin nasi kita dulu, nanti kita fikirkan lagi setelah kamu hubungi orang tua mu di indo." Jawab Clarisa mencepatkan makannya.
Setelah curhat dengan Clarisa yang belum ada jawabannya, akhirnya Nisa mulai menghubungi ayah nya kembali.
Panjang lebar penjelasan Nisa tentang Imam pada ayahnya. Yang memang sedari awal sudah suka melihat Imam. Akhirnya ayah Nisa menyuruh Imam untuk menemui nya dikampung tanpa kehadiran Nisa.
Mulai sekarang Nisa menyerahkan apapun yang akan menjadi keputusan ayahnya. Andai diterima, Nisa hanya berharap dia lah jodoh yang sesungguhnya dan akan mulai mencintai imam kembali.
Setelah Nisa selesai menghubungi ayahnya, Nisa mengirim pesan pada imam untuk segera menemui ayahnya besok malam WIB. Setelah mengirim pesan, Nisa pun kembali untuk bekerja.
***
"Dokter Richo aku bisa kan terus belajar sama dokter." Ucap Audy ramah yang memang tak menunjukkan akan maksudnya.
__ADS_1
"Kalau niat ingin belajar, silahkan."Balas Richo.
"Baiklah, kalu dokter butuh apa apa panggil saya aja dok, biar aku banyak lebih tau"Ucap nya lagi seakan akan Richo tidak usah bersama dengan perawat itu lagi, yaitu Kylin.
" Hmm"Ucap Richo sambil mengecek tekanan darah seorang nenek tua renta.
Karna permintaan Audy, akhirnya Richo mulai berbicara banyak akan hal apa yang seharus nya dilakukan, dengan sigap agar tidak tergantikan Audy mengerjakan apa yang Richo perintahkan.
Richo sedikit menerima kehadiran Audy, yang masih orang baru dalam hidupnya. Karna Audy mengingatkan dia pada Annisa. Selain cerdas, rajin dan ramah, dia juga rajin beribadah. Hanya saja menurut Richo Nisa masih banyak ke unggulan dibanding Audy. Selain berhijab yang menjadikan diri nya jatuh cinta, juga Nisa pandai dalam memasak. Bahkan saat ini dia merindukan masakannya.
Sore hari di kota x, Richo dan Audy berjalan berdua menuju Basscamp setelah mereka menemui beberapa pasien, karna mereka sudah membagi jatah kerja masing masing selama menjadi relawan.
Banyak pasang mata menuju arah mereka. Menatap tak suka, baik laki laki yang menyukai Audy bahkan para gadis gadis yang sudah tergila gila dengan Richo.
Secara dipandang mata, mereka terlihat cocok dan serasi, hingga ada juga terbesit dari mereka agar keduanya menjadi pasangan.
" Dok kita makan malam dulu ya?. Setelah itu kita istirahat, baru lanjut aktifitas kita besok."Ajak Audy ramah.
Karna disaat mereka jalan para tim relawan telah berkumpul makan malam.
"Baik lah"
Mereka menuju meja makan, ada yang sebagian dari mereka pergi karna selesai makan, ada juga pergi karna tak ingin melihat mereka bersama.. Richo dan Audy menyadari itu, hanya saja Richo yang sedari awal memang tak ada rasa dengan Audy seakan menggangap perlakuan mereka secuek mungkin. Sedangkan Audy semakin ramai melihat semakin menunjukkan kedekatannya dirinya dengan Richo.
" Ini dok" Serah lauk pauk pada Richo.
"Terima kasih" Sambil cuek akan sekitar.
Kylin dan Calvin melihat itu semakin panas, dan kecewa.
"Ih dokter Richo apa gak suka lagi dengan dokter Annisa yang disana. Dasar! bisa bisanya wanita itu gantikan aku siang tadi, Mulai besok awas aja kamu!" Batin Kylin memprotes kedekatan mereka. Berdiri kasar lalu meninggalkan meja makan.
" Hmm.. Kalah cepat lagi dengan Dokter Richo."Batin Calvin pula kecewa melihat gadis pujaan nya itu ternyata lebih tertarik dengan Richo.
Dia pun pergi menuju kamarnya, dengan membawa sejuta kecewa.
Audy dan Richo menikmati makan malam dengan santai, tak memperhatikan yang lain. Setelah itu bergegas menuju kamar masing masing, membersihkan diri setelah itu Richo melakukan Shalat isya hingga akhirnya dia terlelap karna juga sudah lelah.
**BERSAMBUNG...
TRIMA KASIH TEMAN TEMAN DUKUNGANNYA..
__ADS_1
MOHON LIKE, COMENT DAN VOTE NYA YA...
SMOGA SEHAT SELALU**...