
2 hari kemudian, Ayah Nisa mengirim pesan, bahwa mereka sudah sepakat akan menerima Imam untuk melanjutkan lamarannya. Dan mereka juga merencanakan pernikahan itu secepatnya.
Hanya saja, saat ini Nisa harus berfikir kembali. Apa dia harus risign dari kerjanya atau Imam yang menghampirinya untuk tinggal dengannya.
Hingga akhirnya dia menemui ruangan Direktur yaitu ayah Richo. Untuk mengajukan surat pengunduran dirinya.
Tok tok tok..Nisa mengetuk pintu.
"Masuk!"Jawab dari dalam.
"Siang dok" Sapa Nisa pada dokter Edward.
"Nisa. Perlu apa Nis?" Sambutnya Ramah lalu menghentikan aktifitas kerjanya.
"Maaf dok menggangu, saya kesini mau ajukan pengunduran diri". Tertunduk hormat sambil menyodorkan sebentuk surat.
"Pengunduran diri?" Gumamnya sambil menerima lalu membaca isi surat itu.
"Kenapa kamu ingin risign Nis, apa karna kamu sudah sangat lelah kerja disni?"
"Gak dok. Hmm. Saya ingin balik ke indo. Lalu menikah." Jawabnya jujur.
"Menikah?" Terkaget .
"Apa Richo sudah tau ini?" Batin Edward.
"Kenapa mendadak Nis. Kamu kan tau bulan ini kita kekurangan dokter dokter, karna separuh dokter dari RS ini dikirim sementara menjadi relawan."Alasan tepat Edward.
"Ia ya dok, baik lah akan saya pikirkan lagi" Ucap Nisa tak enak hati. Karna dia juga merasa bersyukur kerja di RS itu. Karna sedari awal magang sudah menerima dirinya bekerja sampai sekarang.
Tak mungkin dia meninggalkan RS dengan begitu saja.
"Bersabar ya Nis, Tunggulah beberapa minggu lagi."
" Baik dok. Saya permisi dulu." Ucap Nisa meninggalkan Ruangan.
Sedangkan Edward melanjutkan dengan kerjanya.
Setiba dirumah, Edward yang sudah disambut istrinya itu pun mulai menuntun dirinya kemeja makan untuk makan malam bersama.
Tlek tlek tlek. Suara sendok saling beradu.
"Ma, masih ingat gak sama Annisa. Yang kerja di RS kita.?" Ucap Edward mendahului.
"Oh. Mantu idaman mama ya Pi. Ingat donk" Balas Mama Richo santai.
"Hush Mama ini." Bentak kecil suaminya sedang istrinya malah tersenyum.
"Dia tadi keruangan Papi. Trus dia ngajukan surat pengunduran diri" Sambungnya kembali.
"Apa! Mau Risign. Emang kenapa Pi?. Ishh pasti setelah Richo gak ada, pasti Papi buat capek dia ya, hingga akhirnya ngajukan surat Risign gitu. IA kan Pi!!" Cerocos istri nya itu menuduh yang tidak tidak pada Suaminya.
"Mama ini, jangan tuduh Papi yang gak gak"
"Jadi apa dong Pi". Melanjutkan makannya.
"Dia mau menikah di indo, katanya sih dia sudah dilamar disana.?"
__ADS_1
"Apa!Ya ampun kasian anak kita Pi. "
"Emang kenapa?" Tanya suaminya heran.
"Richo sangat menyukai Nisa Pi, sebelum pergi dia Curhat ke Mama. Setelah pulang dari sana dia ingin menikahi Nisa." Ucap Mamanya lemas tak nafsu lagi dengan makanannya.
"Sudah lah Ma. Jodoh juga gak kemana, buktinya dulu Papi ngejar jodoh Papi sampai ke pulau bali juga." Melahap makanannya.
"Pokoknya Mama mau menghubungi Richo, mudah mudahan dia gak sibuk dan belum tidur" meraih hp nya yang tak jauh darinya.
"Makan dulu Ma".
Istrinya pun langsung meletakkan hp itu kembali ketempat semula, karna takut akan kemarahan suaminya lalu melanjutkan dengan sisa nasi di piringnya.
Dikamar Mama Richo. Dengan gelisah mencoba berulang ulang menghubungi anak kesayangannya itu.
"Ia Ma..." Jawab Richo yang baru saja siap dari kamar mandi.
"Kemana aja sih kamu Rich, ditelpon lama banget ngangkatnya.?"
"Richo baru selesai mandi Ma" Ucap Richo.
" Emang ada apa sih Ma?"
"Rich, Kamu udah tau belum, kalau Nisa udah dilamar lagi, tadi siang dia ngajukan surat risign ke Papi mu."
Deqqq ...Jantung Richo bergeduk untuk kesekian kali mendengar akan pernikahan Nisa. Dia pun diam dan tertunduk lalu menjatukan dirinya dikasurnya dengan handuk yang masih terlilit dipinggangnya.
"Rich...Kamu dengar kan apa yang bicarakan?" Panggil Mama nya karna tak menyauti berita nya.
"Kamu sih Rich, kurang cepat geraknya. Andai aja kalau..." Bicara Mama Richo terpotong.
"Udah dulu ya Ma Richo mau Istirahat dulu, Capek. Malam Mama." Potongnya karna dia tak ingin Mama nya tau bahwa dia kecewa.
"Tapp.. Rich.."Ucap Mama nya terbata karna seketika panggilan dari Richo terputus.
"Ya ampun Rich, kasian banget kamu Sayang. Pasti kamu kecewa mendengarnya."Celoteh Mama Richo sendiri, yang seketika datang suaminya melihatnya.
"Kenapa Ma?"Ucap suaminya lalu membaringkan tubuhnya dikasur dekat istrinya itu.
"Mama udah kasi kabar Richo Pi tentang pernikahan dia. Kayaknya dia kecewa mendengarnya". Jelasnya menatap sayu kesuaminya.
"Sudahlah Ma. Kita gk bisa maksa Dia bakal Nikah dengan siapa, jodohkan sudah diatur tuhan Ma." Ucap suaminya sambil mengambil majalah dinakasnya lalu membaca nya.
" Ia ya Pi. Semoga anak kita menemukan jodohnya seperti Nisa"Ucapnya lagi.
Mendengar itu lagi, suaminya hanya menggelengkan kepalanya.
***
"Ya Allah, kenapa mencinta seseorang itu sesakit ini" Guman Richo kecewa karna selama ini baru pertama kali nya dia mencintai seorang wanita.
"Kenapa kamu gak bersabar sedikit saja Nisa..."
"Kenapa tidak menunggu ku kembali."
"Astaqfirullah." Usapnya kasar kewajahnya sambil memposisikan duduknya.
__ADS_1
"Mungkin aku yang salah, karna tidak menggungkapkan dahulu perasaan ku"
Beberapa pertanyaannya yang Richo lontarkan sendiri di kamarnya, hingga akhirnya dia menyadari sendiri kesalahannya. Dia pun bangkit dari duduknya, lalu mulai mengambil wudhu hingga bersiap siap untuk melaksanakan shalat Isya .
Ke esokan harinya. Audy sedikit kecewa karna kehadiran Kylin diantara dia dan Richo yang siap keliling menghampiri beberapa pasien pasien dikampung itu.
Karna sedikit lelah Fikiran Richo saat Ni, dia akhirnya mengajak Kylin ikut bersamanya. Oleh sebab itu, Kehadiran Kylin membuat Audy tak bisa menjadi lebih dekat dengan Richo.
"Nis ..Gimana dengan ajuan surat Risign mu?" Tanya Clarisa saat mereka istirahat dikantin.
"Aku tahan dulu Cla. Dokter Edward bilang kita masih butuh dokter, jadi aku urungkan dulu." Ucapnya.
"Hmm. Jadi gimana pertunangan mu disana?"
"Dari awal rencana kami, setelah bertunangan kami lanjut terus menikah, jadi kami hanya menunda nya saja Cla, "
"Hmm..Gak nyangka ya. Kamu akan nikah juga. Selamat ya sayang"
Nisa tersenyum. sambil menundukkan pandangannya menatap dalam makanan nya. Ntah apa yang masih mengganjal pikirannya.
"Akhirnya kita pisah juga." Ucap Clarisa lagi.
"Hmm. Karna tiap pertemuan pasti ada perpisahan Cla...heheh" Cetus Nisa.
" Alahhh sok puitis kamu Nis..hehehe"
"Oh ia,, ntar sore pulang kerja kita kemall nyok,?"Ajak Clarisa.
"Cari apa?"
"Beberapa alat dapur Nis, aku mau manjain suami aku Nis. Biar dia tambah sayang ke aku." Sambil memainkan matanya.
"Hmm. Ayok deh..aku juga rindu jalan jalan ke mall sekalian mau cari cari mana tau jumpa yang cocok?" Sahut Nisa.
"Hmm..jumpa yang cocok gimana maksud kamu Nis. Kan kamu udah ada Imam"Tanya Clarisa lalu menggeryitkan dahinya.
"Ih.. maksudnya jumpa barang barang nya lo Cla..." Jelas Nisa.
"Ooo oke deh."
Sore hari, setelah mereka pulang kerja, Nisa dan Clarisa pun pergi ke Mall terbesar yang ada di kota. Dengan berbagai macam barang, Clarisa memilah milih perabot dapur yang benar benar cocok untuk dia gunakan sambil memasuki kekeranjang nya yang didorong oleh Nisa.
Tapi tiba tiba, tinggg. Suara keranjang itu menabrak keranjang seorang wanita paruh baya.
"Eh maaf" Ucap Nisa sopan.
**BERSAMBUNG..
TRIM'S TEMAN TEMAN..
JANGAN LUPA LIKE NYA YAA...
COMENT DIKOLOM BAWAH UNTUK JEJAKNYA
VOTE JUGA KALAU BERKENAN..
SEHAT SELALU**..
__ADS_1