KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 63 : Aku juga Mencintai Mu


__ADS_3

Setelah malam panjang mereka lalui, sesaat alarm Annisa pun berbunyi untuk memanggil dalam shalat subuh.


Rasa kantuk yang masih menyelimutinya, Annisa mencoba meraih ponsel miliknya yang terletak dinakas tempat tidurnya, kemudian meng Non aktifkan alarmnya itu.


Masih penuh kehati hatian dalam pergerakannya, Dia pun mencoba bangkit berlahan dari tidurnya yang sudah semalaman bertengger di dada Richo. Bahkan setelah melepaskan pelukannya, dia pun akhirnya pergi ke kamar mandi untuk bersuci.


Setelah selesai dengan urusannya, barulah Annisa mencoba membangunkan suaminya .


" Kak..Bangun. Shalat!" Seru lembut Nisa sembari menggoyangkan lengan Richo.


Sedang Richo, sebelum alarm Nisa berbunyi dia bahkan sudah sadar akan tidurnya, Lalu melihat istrinya itu sudah berada dipelukannya.


Richo pun akhirnya mengurungkan kembali niat nya untuk bangkit dari tempat tidur. Bahkan dengan senyum yang terpancar bahagia dibibirnya, dia pun bahkan sempat mencium kening Annisa dan memperbaiki tubuh Annisa agar terlihat sempurna dalam pelukannya.


Belum juga ada jawaban dari Richo, Annisa mencoba membangunkannya kembali dengan lebih keras dari sebelumnya.


" Kak...! Bangun!"


Mendengar Annisa mulai kesal padanya, Richo akhirnya berlahan bergeliat kan tubuhnya dan berlahan membuka kan kedua matanya. Lalu menatap lembut istrinya yang berada disampingnya dengan mukenanya yang berwarna merah jambu.


"Kamu udah shalat sayang?" Ucap Richo yang masih berpura pura dalam sandiwaranya.


Annisa hanya menjawab dengan gelengan kepala nya.


"Bangun." Ucap Nisa kembali tanpa ekpresi melihat Richo yang belum juga gerak dari tempat tidur mereka.


"Hmmm...Kakak wudhu dulu ya?" Sahut Richo mencoba duduk lalu mengelus ujung kepala Annisa dengan lembut, dan berlalu memasuki kamar mandi untuk berwudhu.


Hanya beberapa menit Annisa menunggu kehadiran Richo yang akan menjadi imam dalam shalatnya, tiba tiba Richo pun datang menghampirinya. Lalu mereka berdua pun mulai mengerjakan 2 rakaat dalam shalat subuh.


Selepas doa Richo panjatkan, Annisa pun meraih tangan Richo lalu menciumnya lembut hingga terbesit dalam hatinya akan rasa penyesalan atas apa yang sudah di lakukannya semalaman pada suaminya itu.


Melihat Annisa yang mulai tersenyum selepas mencium tangan nya, Seketika Richo mendaratkan kembali ciuman mesranya di kening istrinya hingga melepaskannya secara berlahan.


"Aku mencintai mu, istriku!" Ucap Richo menatap dalam mata Annisa.


Deqqq... serrrrrr!!


Jantung Annisa berdesir kembali mendengar ucapan Richo yang sudah menjadi suaminya. Ucapan yang dapat meluluh lantahkan hatinya yang tanpa sadar bibirnya ikut tersenyum seakan terbuai.


" Mandi sana.." Seru Nisa mencoba mengalihkan pembicaraan hingga dia pun ingin berdiri dari tempat duduknya.


Belum sempurna Annisa berdiri, Richo menarik tangan Annisa kembali hingga tubuhnya terjatuh kepangkuannya .

__ADS_1


" Kak.....!" Dengus Nisa merasa kanget.


" Kenapa Gak membalas ucapanku Annisa?"


" Apa kamu tidak mencintai ku ?" Ucap Richo lagi.


" Hmm..Apa harus aku menjawabnya?" Ucap Nisa sembari mengalungkan tangannya keleher Richo.


" Menurut aku sih, tanda cinta seseorang itu bukan dengan ucapannya kakak"


"Tapi bagaimana cara dia memperlakukan pasangan nya dengan baik . Itu baru namanya cinta ." Ucap Annisa penuh keyakinan.


" Apa selama ini, perlakuan aku kurang baik sama kamu Nisa ?. "


" Bahkan sebelum kita menikah, semua orang juga tau kalau aku sudah menyukai mu dengan sikap lembutku selama ini yang hanya selalu untuk mu "


"Tapi apa kamu tau, tanpa aku mengungkapkannya lebih dulu? " Sahut Richo mencoba mengingatkan kenangan lalunya.


"Ia sih.. Bener jugaa" Batin Annisa membenarkan.


Sejenak Annisa menatap Richo, hingga dia pun melonggarkan kembali lengannya dan mencoba berdiri kembali karna terlanjur malu akan jawabannya pada pernyataan Richo.


" Kamu mau kemana?" Tanya Richo memegang tangan Annisa yang sudah berdiri.


Dengan cepat dia pun ikut bediri lalu mensejajarkan dengan Annisa.


" Jawab dulu " Tagi Richo lagi dengan lembut.


"Apanya?"


" Ucapan dari ungkapan aku tadi."


"Yang mana ?" Sahut Annisa dengan bertele tele.


Mendengar jawaban Annisa yang terus berpura pura akan pernyataannya, Richo hanya tersenyum mencoba bersabar akan kekesalannya.


" Ya udah. Kamu pergilah kedapur " Richo pun mengelus lembut ujung kepala Annisa.


"Sebelum berangkat kerja aku mau lari pagi dulu." Sahut Richo terlihat kecewa lalu membalikkan badannya untuk mengganti pakaiannya.


Melihat perubahan sikap Richo, lagi lagi Annisa merasa bersalah akan permainan dalam candaannya itu.


****

__ADS_1


Setelah selesai dalam urusannya masing masing, Richo dan Annisa memulai dengan sarapan paginya.


Bahkan dengan hati yang masih menyimpan kecewa dihati Richo, dia hanya bisa mencoba bersikap lebih lembut pada istrinya.


Sedang Annisa yang mulai menyadari itu semakin tak enak hati melihat perlakuan Richo padanya. Ingin mengatakan Cinta hanya saja dirinya belum terbiasa dan masih malu untuk mengungkapkannya.


Setelah sesampai mereka di RS, Richo pun berlalu dan memulai aktifitasnya untuk menemui beberapa pasien . Sedang Annisa, dengan membawa bekal dari Rumah untuk suaminya, dia pun meletakkan kotak bekal itu di atas meja kerja Richo dengan 1 kertas kecil yang bertuliskan " AKU JUGA MENCINTAI MU SUAMIKU."


Dengan senyum yang menghiasi bibirnya dan berharap Richo tak kecewa lagi padanya, dia pun berlalu keruangan pribadinya dan memulai pada kerjanya.


Sesampai di ruangan UGD tempat Annisa ditempatkan, berbondong para staf, dan para dokter mengucapkan selamat atas pernikahannya bersama dengan Richo.


Annisa seakan bingung, dan penasaran akan siapa yang telah menyebarkan berita pernikahannya dengan Richo. Tapi setelah mencari tau, yang ternyata Richo lah yang sudah membeberkan atas pernikahan mereka pada semua orang di RS itu.


Annisa yang awalnya takut untuk mengungkapkan, akhirnya dapat tersenyum puas dan bahagia akan setiap perlakuan Richo padanya.


Sedang Audy setelah mengetahui pernikahan Richo dan Annisa yang sudah menyebar luas keseluruh RS. Dia pun akhirnya mencoba menemui Annisa yang tengah berkumpul bersama ke tiga temannya di kantin.


" Maaf dokter Annisa. " Ucap Audy yang telah berdiri disamping kursi Annisa.


Melihat kedatangan Audy yang mengagetkannya, Annisa menoleh ke arahnya begitu juga dengan ketiganya.


" Ada apa Audy?" Sahut Annisa lembut.


"Aku ingin bicara sebentar dengan dokter. Bisa?"Ucap Nya lagi melemah.


" Baiklah. " Nisa pun bergerak menuju salah satu meja makan yang tak jauh dari temannya .


Sesampai di tempat, Audy dan Annisa mendudukkan diri mencoba sesantai mungkin.


Dengan berhati hati, dan dengan rasa bersalah selama ini yang membayangi Audy, akhirnya dia pun menceritakan dan mengakui kesalahannya selama ini, lalu Meminta Maaf dengan rasa penyesalan.


Melihat ketulusan Audy kali ini, Annisa hanya tersenyum lalu menggenggam pungung tangan Audy dan menerima semua permintaan maafnya bahkan semua penyesalannya itu.


Setelah selesai dengan Audy, Annisa pun kembali lagi berkumpul dengan ketiga temannya lalu melanjutkan dengan bekal siangnya.


Hanya melihat dari kejahuan, Calvin dan 2 lagi sudah faham, bahwa saat ini Audy telah mengakui kesalahannya tanpa meminta penjelasan cerita dari Annisa saat dia berkumpul bersama.


Sedang di ruangan Richo, setelah rasa penat dan rasa bahagia karna telah menyebarkan berita akan pernikahannya. Dia pun menempatkan dirinya di meja kerjanya.


Matanya pun seketika , tertuju ke arah benda kecil nan tipis itu yang sudah terletak diatas bekal dari Annisa.


Setelah membaca isi dari tulisan itu, Senyum nya mulai terpancar bak matahari yang menerangi siang dikota itu.

__ADS_1


**BERSAMBUNG.


SEHAT SELALUUUU**


__ADS_2