
Diwaktu jam istirahat, Nisa dan Randy kembali bertemu di cafe yang sudah mereka janjikan untuk membicarakan niat dari mereka semalam.
"Nisa, kapan kakak bisa berjumpa dengan orang tua mu, kakak ingin melanjutkan niat hubungan baik kita ini." Tanya Randy saat diselah selah waktu mereka makan siang bersama.
Nisa diam sejenak memikirkan kata kata yang dia dengar barusan.
"Kakak ingin kita terus bersama seperti dulu lagi" Sambung nya lagi.
Nisa mulai menarik dalam nafasnya, lalu dengan lembut dan senyum manis dibibirnya dia lontarkan pada Randy.
"Kakak sudah yakin dengan putusan kak? Gimana dengan orang tua di KL, apa mereka juga menyetujui akan hubungan kita nanti, Nisa hanya tak ingin kejadian kita yang lalu terulang lagi " Jawab Nisa menyakinkan.
"Kamu jangan khawatir Nisa, Kakak sudah mengatakan pada ayah ibu kakak disana, kalau kakak akan menikah dalam waktu dekat ini, dan mereka senang mendengarnya. Makanya kakak tak sabar ingin kembali ke KL dan langsung menemui orang tua mu di Indo." Jawab Randy antusias bahagia menjelaskan.
Sedangkan Nisa mendengar perkataaan Randy sedari tadi hanya merasa terganjal dihati nya masih tak percaya. Tapi tak mungkin dia ungkapkan begitu saja pada Randy yang masih sangat bahagia menceritakan padanya.
"Baik lah kak, Nisa akan menghubungi orang tua Nisa di indo untuk menyampaikan niat baik kakak." Balasnya dengan senyuman diwajahnya mencoba menerima keputusannya.
"Ya udah, selesai makan kakak antar kamu ke RS lagi ya, karna kakak juga mau kemasi barang untuk balik ke KL malam ini" Ucap Randy kembali sambil melahap makanannya.
Begitu juga Nisa mencoba menelan dikit demi sedikit makanan yang masih tersisa. Setelah beberapa saat mereka makan siang bersama, akhirnya Nisa kembali lagi dalam bekerja.
Di rumah sakit
Dengan ragu bercampur malu malu nisa mengubungi orang tuanya dikampung via telpon, karna ini pertama kalinya dia akan memperkenalkan bakal calon suaminya pada ayahnya.
"Assalamualaikum yah." Ucap nisa saat berada diruangan pribadinya.
"Waalaikumsalam nak. Ada apa nak?". Jawab ayahnya dari suara telepon miliknya.
"Gimana kabar ayah disana, sehat kan yah, heheh" Tanya nya kembali basa basi.
"Sehat nak, Nisa sehat juga kan? Jangan sering sering begadang ya, jangan telat makannya. " Ucap ayahnya
"Ia ayah ku sayang. Anak ayah ini kan dokter, masak masih di ingatkan juga, karna hampir tiap hari Nisa juga kasih pesan sama pasien begitu heheh" Jawab nya kembali yang masih berfikir dimeja kerjanya , kata apa yang utama dia ungkapkan nanti.
__ADS_1
"Dokter juga manusia nak."
Nisa hanya mengeluarkan tawa renyahnya.
"Kamu ada apa nelpon ayah?" Tanya ayahnya seakan tau ada maksud putrinya menelpon dirinya.
"Hmm gini yah, Nisa rencana minggu depan mau balik kampung, mau ngenalin teman Nisa yang mau nyampaikan niat baik nya yah. Maksudnya mau melamar." Ungkap Nisa pelan pada ayahnya.
"Ooo Alhamdulillah,Ada juga yang mau sama anak ayah ya.hehe" Canda ayahnya kembali pada anak bontotnya itu.
"Ihh ayah koq gitu" Ngambek Nisa mendengar ejekan dari sang ayah.
"Ia. Kamu sih, usia kamu udah berapa, masih aja gila kerja, ayah sudah tua sayang, ayah juga pengen liat kamu menikah seperti kakak kakak kamu sekarang."
"26. Masih muda ayah" Ambek Nisa dengan manja.
"Ia lah ia. Kamu kabari aja kapan kalian tiba di sini. Biar kami persiapkan acaranya"
"Ntar nisa kabari lagi ya, karna dia juga mau kembali ke KL dulu, stelah itu langsung ke indo dengan keluarganya" jelasnya lagi
"Asli mana Nis teman kamu ini, tau juga kan bahasa kita. Nanti ayah ngomong apa dia ngomong apa. Suwes suwes yes no yes no nanti ayah jawabnya" Canda ayahnya kembali mencairkan suasana.
"Haha . Gk ayah. Dia asli malaysia, ngerti juga bahasa kita."
" Yaudah lah Nis, kabari aja kapan datangnya. Ayah setuju setuju aja sama pilihan mu yang memang kamu rasa baik untuk masa depan mu, ayah akan selalu mendukung apa yang menjadi keputusan mu." Pesan ayahnya.
"Ia yah." Ucap Nisa dengan lembut.
"Yaudah, kamu mau kerja kan. Kerja yang baik ya, jaga diri disana, jaga kesehatannya jangan tinggalkan Shalatnya nak"
"Insha Allah yah. Heheh ayah juga disana ya, sehat selalu. Nisa kerja dulu ya yah. Assalamualaikum yah."
"Waalaikumsalam". Jawab ayahnya menyudahi pembicaraan mereka.
Nisa merasa lega karna sudah memberi kabar pada ayahnya akan niat Randy. Tak mau berfikir lama lama dia kembali ke UGD.
__ADS_1
Sedangkan dalam ruangan ,Richo terlihat sedikit gelisah akan isu tentang Nisa yang sudah berpacaran dengan Randy yang selalu datang bertemu disaat dia berada diluar kota.
Seakan tak terima, tapi tak bisa berbuat apa apa, karna Nisa bukan lah siapa siapa baginya saat ini yang memang hubungan hanya lah sebatas teman kerja.
Richo berguman di meja kerja sambil menatap dalam foto foto kebersamaan mereka di hp nya saat mereka berlibur bersama dengan Imam dan juga teman temannya. Tatapannya dalam menatap foto Nisa yang terlihat tertawa lepas disampingnya.
"Nisa Azzahra, Nisa Azzahra" Kata kata itu pun akhirnya dia lontarkan dengan kesal.
" Ya Allah. Ada apa dengan ku." Sambil mengusap wajah nya lagi dan lagi.
Dengan rasa bermalas dia beranjak dari tempat duduknya berlalu ke toilet ruangannya. Dia pun membasuh wajahnya dengan air yang mengalir, mencoba menjernihkan pikiran akan bayang bayangan Nisa saat ini.
"Ya Allah, siapa pun jodoh dia kelak. Kuharap dia bahagia dengan pilihannya" Batin Richo saat matanya menatap dalam wajah nya di cermin lalu menundukkan kepalanya kembali.
Hingga akhirnya Richo pun kembali pada kerjaannya, berusaha fokus. Yang terkadang disaat saat mereka berjumpa ,tubuh dan sikapnya mereka berdua seakan tau dan mencoba menghindar untuk tidak kembali akrab seperti biasa nya. Mencoba menjauhkan hati masing masing untuk tidak terlalu berharap. Dimana Annisa yang selalu berfikir bahwa dirinya nya tak pantas untuk seorang Richo baik dari segi apa pun. Begitu pula dengan Richo, yang selalu berfikir tak bisa menjadi pemimpin yang baik untuk se orang Annisa, gadis soleha dan juga baik tingkah lakunya yang jauh berbeda dengan gadis gadis dia temui selama ini. Dia merasa, Randy dan Imam lah lelaki yang pantas menjadi suaminya. Tapi jauh didalam hatinya, mengingat hal itu hatinya begitu sakit dan tak terima
****
Di cafe cake.
"Ada sesuatu yang ingin ku katakan pada mu." Ungkap Richo dengan sedikit tegang pada sahabatnya ,Betrand.
"Tumben, mau cerita aja muka mu tegang begitu. Cerita apa emang?" Jawab nya pula sambil memakan cake yang sudah mereka pesan dengan santai.
"Aku sekarang Muslim." Ungkap Richo tegas memberitahu pada sahabatnya itu. Karna dia ingin melihat bagaimana sikap orang orang sekitar nya mengetahui akan agama nya yang baru ini terutama pada sahabatnya terlebih dulu.
"Muslim?" Jawab Betrand sedikit kaget, sambil menatap lembut sahabatnya itu
***Bersambung
TERIMA KASIH TEMAN TEMAN..
BERHARAP DIBACA YA NOVEL AKU😔
STELAH DIBACA TEKAN ❤ NYA.
__ADS_1
JGN LUPA COMENT UNTUK JEJAKNYA..
MARI SALING DUKUNG 💪***