
" Hahha.. Udah sana" Usir Clarisa tak ingin memperpanjang lagi.
Gugup bercampur malu, Nisa akhirnya menemui Richo yang masih duduk di meja ruangan sambil memakan beberapa cake dan buah, yang juga ditemani beberapa teman sepekerjaannya..
Sesampai ditempat, yang masih kekeh menenteng bunga pengantin dan membawa piring yang berisi brownis coklat, Nisa ragu menyapa mereka akan kedatangannya. Antara maju atau mundur kembali.
" Dokter Nisa, mau ngapain. Maju mundur segala. Sini duduk?" Ucap stevan yang gabung dengan Richo.
"NISA."Ucap Richo lembut menoleh kebelakang.
"Heheh. Emang boleh gabung?" Jawabnya.
"Boleh. Sini dekat aku. Ntar kalau mau jatuh lagi biar jatuhnya ke aku" Ucap stevan kembali mengejek.
Richo yang mendengar itu malah tersenyum sambil menundukkan dan menggelengkan kepalanya.
" ihh... Udah dong dok. Jangan dibahas lagi..Maluuu" Rengek Nisa pelan sambil melemparkan pandangannya pada Richo.
Dia pun mendudukkan dirinya tepat disamping kursi richo yang memang kosong sejak awal. Lalu meletakkan bunga beserta cake yang dia bawa diatas meja.
"Kamu sih Nis, terlalu semangat kali untuk mendapatkan bunga ini. Cuman bunga begini doang. Sini untuk aku aja" Sambung nya lagi sambil melihat lihat bunga yang diletakkan Nisa diatas meja lalu diangkatnya.
Spontan Nisa dan Richo melarang saat bunga itu hendak berpindah tempat.
"Dok...!??" Panggil Richo sambil memandang Steven untuk tidak menjahilinya.
"Jangan Dok!" Sontak Nisa melarang dengan merenggangkan kedua lengannya untuk menggambil kembali bunganya.
"Wawww..Kompak ya?" Ejeknya kembali sambil melirik ekspresi wajah mereka berdua.
"Jangan dok. Mendapatkan ini aja butuh perjuangan tau..". Jawab Nisa sambil mengelus elus bunga itu.
" Hmmm.. ialah..Oh aku ambil makanan dulu ya" , Ujar Stevan sengaja untuk pergi meninggalkan mereka berdua, dan berlalu menuju arah tempat berbagai makanan.
"Alhamdulillah dokter stev pergi. Jadi kan ada kesempatan aku buat ungkapin terima kasih aku buat Richo." Batin Nisa sedikit lega sambil memakan dikit demi sedikit cake yang dibawanya.
"Kenapa cuma makan itu saja. NIH!" Sapa Richo yang menyadarkan heningan mereka berdua sambil menyodorkan tempat buah buahan yang dimakan Richo.
" Makasih dok," Balas Nisa sambil tersenyum.
" kamu baik baik aja kan. Kaki kamu gak terkilir?" Tanya Richo kembali dengan nada khawatinya.
" Alhamdulillah gk dok. Untung dokter ada tadi nolong saya. "Sambil menundukkan kepalanya karna malu mengingat kejadian itu.
"Nis. Aku minta maaf. Tadi...Udah lancang me..nyentuh tubuh mu saat kamu mau jatuh." Ucap Richo berlahan.
Nisa yang mendengar ungkapan itu sontak terkejut seakan salah tingkah.
"Ya..itu, sih, apa, Gak sengaja juga dok" Balas nya terbata.
" Jujur aku juga masih bingung menanggapi ini bagaimana. Jadi kedepannya buat jadi pelajaran aja agar lebih hati hati lagi."Balas Nisa kembali sambil tersenyum ke arah Richo.
__ADS_1
"Oh ya dok. Ini bunga nya untuk dokter Richo aja, anggap ungkapan terima kasih aku tadi udah ditolongi," Serah Nisa sambil menyodorkannya.
Richo mendorong berlahan bunga pemberian itu sambil tersenyum geli akan perlakuan Nisa pada nya.
"Udah untuk kamu aja. Disimpan, semoga kamu beruntung menemukan jodoh mu" Ungkapnya lembut.
"Terima kasih dok." Balas Nisa lembut dan bahagia sambil melahap cake coklat nya.
Diam Richo memperhatikan disekitar meja, Richo kembali berdiri lalu pergi meninggalkan Nisa sendiri dengan makanannya.
"Eh koq ditinggal". Celetuk Nisa memperhatikan kepergian Richo. Lalu melanjutkan lagi makanan nya itu dengan semangat , karna keganjalan hati dan malunya terhadap Richo sudah terpecahkan.
Segitu lahap dia makan brownis itu, yang memang cake kesukaannya. Sampai sampai dia tersedak karna terseret dilehernya. Baru dia sadari bahwa tidak ada air minum yang dibawa dan tidak diminta nya pada pelayan acara.
"Uhuk uhuk.." Nisa celingak celinguk menatap dimana arah tempat air minum atau pun para pekerja hotel sambil mengusap usap dadanya yang tersedak..
Tiba tiba Richo hadir kembali membawa segelas jus jeruk ditangannya lalu menyodorkan di hadapan Nisa..
Nisa terdiam akan perlakukan Richo yang sangat perhatian akhir akhir ini, dengan perlahan dia mengambil jus jeruk itu dari tangannya.
"Makasih dok" Ucap Nisa tak enak hati..
Nisa mulai meneguk jus nya
"Bismillah". gluk gluk gluk..
Richo yang memperhatikan Nisa hanya bisa tersenyum lembut sambil memakan cake bawaannya.
"Dokter gak pulang. Acara nya kan udah selesai" Tanya Nisa.
"Kamu kenapa tidak pulang juga? Kan acara nya sudah selesai juga.?" Tanya balik Richo.
"Bentar lagi, sehabis ini mau gerak pulang koq"
" Yaudah. Kamu habisin dulu. Setelah itu kita temui Clarisa dan beri selamat untuknya , lalu pulang kerumah" Ajak Richo.
Nisa pun senang mendengar ajakan Richo yang walau hanya ajakan begitu.
"Baik dok." Balasnya melahap semua cakenya yang memang tinggal sedikit.
Setelah selesai, mereka berdua berjalan menghampiri penggantin untuk memberi selamat. Kemudian kembali kerumah masing masing dengan hati yang bahagia, walau tak pernah terungkap diantara mereka berdua.
****
Seminggu setelah pesta Clarisa.
Clarisa yang mulai masuk kerja setelah cuti nikahnya akhirnya menemui keruangan Nisa diselah selah waktunya hanya untuk mendengar kelanjutan ceritanya bersama dengan Richo.
"Gimana Nis cerita tentang gelang itu" Tanya Clarisa masih penasaran dengan mengedipkan matanya.
" Ya ampun Cla. Datang kesini cuma nanya itu doang."Celetuk Nisa kesal.
__ADS_1
Sedang Clarisa hanya menggeleng meng iakan.
" Hmm..Gimana rasanya setelah Nikah. Aku penasaran tau ga?!" Tanya Nisa mengalihkan.
"E... Ditanya malah balik nanya. Gk usah ngalihkan deh. Jawab dulu pertanyaan aku, kenapa dia ngasi barang mewah sama kamu terus waktu selesai pesta aku, kalian pulang bareng gak?" Tanya nya makin penasaran akan kedekatan Nisa dan Richo.
" Kan aku penasaran juga Cla" Sambil memajukan bibirnya.
"Gak usah banyak alasan. Kita kan dokter, mustahil kamu gak tahu itu bagaimana? Cepat jawab pertanyaan aku?!"
"Huhh..." Dengus Nisa tak bisa mengelak.
"Itu hadiah waktu setelah aku bantuin dokter Richo belajar agama...katanya sih itu barang gratisan saat dia belanja barang lain, gak tau nya berlian asli setelah aku cek sendiri di toko perhiasan. Malah mahal lagi harganya..." Jelas Nisa sambil cemberut karna tak enak hati akan pemberian itu.
"Hmm. Beli apa bisa dapat gratisan begitu kalau bukan sengaja untuk kamu Nis?".
"Entah lah Cla. Akhir akhir aku heran liat perubahan sikap dia ke aku.. Aku takut aku gak bisa ngontrol perasaan aku kedia, bisa bisa aku...." Tak melanjutkan katanya malah membenamkan wajahnya kemeja dengan kedua lipatan tangannya.
"Kalau dia juga suka kamu gimana Nis?"
"Dia udah banyak berkorban buat kamu tau. Tiap kamu hampir celaka selalu dia yang jadi penolong. Apa kamu gak sadar?" Jelas Clarisa kembali menyadarkan.
"Udah donk Cla. Aku bingung saat ni". Balasnya menatap lesu kearah Clarisa.
"Ya kalau dia benar benar suka. Kalau gak gimana? Aku takut hatiku sudah terlalu yakin dan berharap padanya, tapi ternyata dia hanya menggangap aku sebagai teman kerja nya. Selama inikan memang gak pernah terucap darinya kalau benar benar suka sama aku." Ungkap Nisa kesal sambil mulai dengan kerja nya, lalu meng otak atikkan komputernya.
"Jadi gimana kabar pertunangan kamu dengan Randy? Tanya Clarisa penasaran.
"Entah lah!. 2 minggu berlalu tapi masih belum ada kejelasan darinya untuk menemui orang tua ku." Jawab Nisa kesal.
"APA?. Brengsek ntu Si Randy. Udah lah Nis gk usah diharap kan lagi laki laki seperti itu!. Kuarang ajar memang." Maki Clarisa tak terima.
" Aku juga masih penasaran apa alasannya dia menggantungkan janji nya lagi, kalaw dia jujur dan dengan alasan jelas, aku bisa terima. Tapi kalau seperti ini aku malu sama keluarga ku dikampung yang sudah menanti kedatangan kami dari seminggu yang lalu."
"Kamu udah hubungi dia?"
"Udah..."
"Terus??"
***BERSAMBUNG...
TERIMA KASIH TEMAN TEMAN ATAS DUKUNGANNYA
JANGAN LUPA LIKE NYA YA....
COMENT JUGA DIBAWAH..
KALAU BOWWWLEHH VOTE NYA JUGA😀
SEMOGA SEHAT SELALU***....
__ADS_1