KETIKA CINTA DALAM DIAM

KETIKA CINTA DALAM DIAM
Bab 17: Mencoba Menjemput...


__ADS_3

"Papi lagi sibuk?"Tanya Mama Richo yang masuk keruangan kerja suaminya.


"Oh Mama. Tumben kemari. Ada perlu apa?" Sambut ayah Richo heran sambil melihat lihat tumpukan kertas dimejanya.


"Lagi pengen kesini aja pi" Jawabnya sambil senyum senyum. Sedang ayah Richo melirik heran akan tingkah istrinya itu yang berada didepan tak jauh darinya.


" Kenapa senyum senyum?" Tanya suaminya kembali.


" Siapa yang senyum senyum..Oh ia Pi. Dokter Annisa itu cantik ya, anggun, sopan lagi heheh".


" Bener kan, pasti ada tujuan lain datang kemari?"


"Ih..Papi. Gak peka sama anak sendiri. Lagian kan Richo anak kita udah besar, udah dewasa, udah saatnya dia menikah. Dan kita juga pengen gendong cucu yang lucu lucu gitu..Da-nn Mama rasa Dokter Nisa cocok untuk Richo. Oh ia satu lagi,.tiap hari Richo dibawain bekal siang loh dari Annisa...Uchhh. Mantu idaman Mama Pi. Biar masak bareng didapur sama Annisa..hihihi" Cekikikan Mama Richo menghayalakan keadaan Annisa dan dirinya saat memasak bersama.


"Hushh.. Mama. Itu gak mungkin Maa. Keyakinan kita berbeda dengan Annisa. Dia gadis yang taat beragama dan ibadanya, sedangkan anak kita? mereka itu jauh berbeda. Jangan terlalu berharap . Gak mungkinlah Annisa mau dengan Anak kita , si Richo." Jelas suaminya.


"Ia sih Pi. Terkadang karna beda keyakinan agama yang sering membuat tidak jadinya. Tapi Mama berharap Richo dengan Annisa Pi? . Selain Mama suka dia asli Indo, dia juga sopan, beda dengan gadis yang lain yang pernah dikenalin teman teman ke Richo. Apalagi yang model itu, Ihhh Mama gak suka liat nya. Dan juga ni ya Pi,, kalau Mama liat Richo juga suka banget sama Annisa, buktinya aja anak kita rela luka demi Annisa waktu belain dari preman preman itu. Uchh. Tampan anak kita ya Pi, persis kayak Papi muda dulu hihi"Gelak Mama Richo mesem mesem kesuaminya. Sedangkan suaminya hanya geleng geleng melihat tinggkah istrinya itu.


"Emang sekarang Papi gak tampan lagi? Udah deh Ma, jangan ber andai andai. Mana kue yang Mama masak tadi pagi, kenapa gak dibawa kemari. Papi belum makan siang nih".


" Tadi dibawa Pi, tapi barusan aja Mama kasih ke Annisa...."


"Apa! Udah Mama kasi ke Annisa? Cuma setempat aja Ma? Trus buat kami berdua mana???


"Ya kan. Memang Mama sengaja masak buat Annisa pi. Kalau Richo sama Papi udah sering Mama masakin." Balas Mama Richo lembut.


"Oh tuhaaann.. Udah yuk jangan dibahas mereka lagi. Papi lapar, kita cari makan siang dikantin." Ajak suaminya sambil merangkul bahu istrinya. Istrinya mengikut ajakan suaminya, lalu berjalan menuju kantin RS mereka.


****


Sesuai perjanjian, Nisa dan Richo selepas pulang kerja mereka akan bertemu di parkir RS.

__ADS_1


"Maaf dok, saya telat"Sapa Nisa pada Richo yang tengah menunggu didalam mobilnya.


"Gak papa, Saya juga baru duduk" Jawab Richo lembut.


" Kita langsung lanjut aja. Biar gak kemalaman sampainya."Ajak Nisa.


" Baik. Mana alamatnya?" Lalu Annisa menjulurkan tangan nya sembari memberikan hp nya pada Richo lalu mereka pun melaju ke alamat yang meraka tuju.


Tak berapa lama meraka melaju, sampailah mereka ketujuan mereka yaitu kerumah pamannya Fahri.


" Assalamualaikum..."Salam Nisa sambil mengetuk pintu. Sedangkan Richo hanya berdiri dibelakang Annisa .


" Wa alaikumsalam"Jawab seseorang dari dalam rumah sambil membukakan pintu yang ternyata Fahri telah menyambut kedatangan mereka.


"Loh gak Jalan jalan lagi Fahri?"Tanya Nisa.


" Sudah. Baru aja pulang Nisa. Yok masuk" Ajak Fahri sambil menyalami Richo.


" Belum pulang dari kantornya. Abis magrib juga pulang kok."


" Yok Nis, Ricko, silahkan duduk dulu." Pinta Fahri, sedangkan ke 2 temannya datang menyambut mereka . Tak lupa Nisa melemparkan senyuman manisnya pada Imam.


" Hai Bro. Gak jauh kan kemarinya?"Sambut Imam pada Richo.


"Gak koq. Cuma beberapa menit diperjalanan. Sudah jalan jalan kemana aja?" Tanya Richo mendahului pembicaraan.


"Hahaha..Ya kemana. Cuma bisa bantuin bibi berkebun tadi ditaman belakang."Canda Doni sambil melirik Fahri membuat semua tertawa.


"Ya kan bagus kalau berkebun. Dari pada keliling keliling aja, kan kemaren udah ditemani Annisa nya. " Sambut Bibi Mala istri pamannya Fahri, Lalu membawa beberapa potongan buah hasil panenan Imam dan kawan kawannya. Dengan sigap Nisa dan Richo menyambut kedatangan Bibi Mala lalu menyium tangan nya.


"Ini buahnya. Udah Bibi cuci koq."Jelasnya sambil meletakan buah segar itu diatas meja, lalu beranjak lagi untuk mengambil kan minuman.

__ADS_1


"Oh ia. Bentar lagi Azan Magrib. Kita sholat diruang Sholat aja ya. Karna pamannya Fahri selepas magrib juga pasti pulang koq. Setelah itu baru kita makan malam" Yang tiba berkumandang azan ...


" Haa.. Kan udah azan ntuh..Yuk Nis beres beres" Ajak Bibi mala Ramah.


"Ia bu e. kami beres beres dulu. Abis Wudhu baru kami kesana." Tambah Fahri.


" Oh ia Rich. Kamu disini aja gk papa kan? Kami shalat magrib bentar." Tanya Imam.


"Ia . Saya disini aja nunggu kalian selesai." Jawah Richo tak enak hati, sedang Nisa sudah berlalu pergi untuk mulai berwudhu


"Keliling juga gk papa Rick, Taman belakang lumayan cantik koq pemandangannya."Tambah Doni.


"It's Ok"Jawab Richo santai.


Mereka bertiga bergegas wudhu, stelah itu mengambil sikap untuk melakukan Shalat berjamaah diruangan tamu dan di imami oleh Fahri. Sedangkan dari ujung sudut ruang tamu Richo hanya memandangi apa yang mereka lakukan. yang terkadang mulai terlihat senyum diwajahnya melihat Annisa dan semuanya melakukan gerakan shalat.


Setelah beberapa menit kemudian, setelah mereka shalat berjamaah, Iman dan kawan kawannya berkumpul kembali pada Richo. Mereka saling berbincang sedangkan Annisa membantu Bibi Malah memasak didapur dan saling bercerita . Dia berharap malam ini Richo sebagai teman kerjanya akan mendapat mendapat hidayah dari Allah. Karna seyogyanya hidayah itu decari dan dijemput bukan hanya terus dinanti nanti kedatangannya.


Sesuai harapan, paman Fahri datang. Berkenalan, berbincang bincang sedikit masalah kota dengan mereka berempat. Hingga akhirnya saatnya makan malam bersama. Dimeja makan juga mereka masih sempat bergurau bersama.


Setelah makan malam, Paman Fahri mengajak Richo, Fahri, Imam dan Doni untuk masuk keruang kerjanya.


Disinilah dimulainya . Pertanyaan pertanyaan yang ada dalam fikirin Richo bermunculan, dengan rasa penasarannya yang tinggi. Tapi sungguh luar biasa paman Fahri, yang begitu luas berilmu dan berahklak baik dalam budi pekerti dan tutur katanya yang ternyata mampu menjawab semua pertanyaan dari Richo. Bukan hanya jawaban dari hadits atau AlQur'an yang paman lontarkan pada Richo, melainkan menjawab dengan akal atas nalar manusia awam dengan berbagai contoh yang beliau berikan. Sedangkan Imam dan ke dua sahabatnya hanya terdiam mendengarkan mereka yang saling tanya jawab. Tak ada satu pertanyaan Richo yang tak dijawab oleh paman Fahri. Malah sebaliknya, setiap pertanyaan bertubi tubi dari Richo selalu paman jawab .


Menit sampai menit. Jam berganti jam mereka membahas dan saling debat dengan argumentasi pikiran mereka. Seedangkan Annisa, lelah menunggu akan selesai perdebatan mereka, akhirnya dia tertidur diruang putrinya Bibi Mala, dikarnakan tak enak memotong pembicaraan mereka guna mengajak Richo kembali kerumah masing masing.


Seperti biasa, Jam 1 malam Nisa terbangun untuk shalat tahajudnya. Setelah selesai shalat dia pun mendengarkan pembicaraan paman dan Richo dari balik ruangannya.


"Ya Allah berilah hidayah mu pada dokter Richo. Jadikanlah dia lelaki yang sholeh. Hamba yakin ya Allah dengan ilmu yang berikan padanya bisa menerima dan membukakan hidayah hatinya. Amin yarabbal alamin" Pinta Nisa dalam hatinya sambil menguping didepan pintu. Setelah lama dia mendengarkan, hingga kakinya keram akhirnya dia kembali kekamarnya melanjutkan tidurnya lalu menunggu hasilnya besok.


**terima kasih teman teman..

__ADS_1


Jangan lupa like, Coment, vote dan rate 5 ya**..


__ADS_2