
Ke esokan harinya, dengan gontai Nisa memasuki ruangan Clarisa, sedangkan pemilik dari ruangan itu tengah asyik melakukan VC dengan suaminya yang sedang kerja keluar negri.
Tak ingin mengganggu, Nisa akhirnya merebahkan tubuhnya di sofa yang tak jauh dari Clarisa. Tubuhnya sedari pagi sudah sangat lelah di akibatkan banyak kedatangan pasien yang datang dari antah berantah.
"Nis, Kamu ntar malam jadi datang ke rumah Mama nya dokter Richo?" Tanya Clarisa setelah selesai dengan urusannya.
Nisa membuka matanya, lalu sejenak diam memikirkan berbagai hal yang membingungkannya.
" Kayaknya harus datang deh Cla."
" Tapi kado apa ya yang cocok aku bawa ya ?" Ucap Nisa kembali memikirkan.
"Tas aja Nis. Gimana?" Ujar Clarisa semangat sembari memajukan kursi beroda miliknya mendekati Nisa.
"Ishh..Model seperti apa?. Aku gak tau, selera Mama nya Richo seperti apa Cla ?"
" Lagi pula, aku takut malu Cla, kalau barang pemberianku itu barang murahan. Karna cuma mampu beli sesuai buget uangku kan?" Balas Nisa sembari mendudukkan posisinya.
" Ia ya...Apa lagi ya?" Pikir Clarisa lagi.
" Kamu tau gak hobinya Mama Richo itu apa?" Tanya Clarisa.
" Hobinya masak Kue.."
"Gak mungkin aku masakin kue kan?," Ungkap Nisa.
"Eh jangan jangan!. Entar bisa bisa sakit perut dianya" sahut Clarisa cepat menolak.
" Yeee enak aja kamu Cla, Masakan aku aja enak koq. Apalagi kue buatan dari tanganku. Uhh...Udah pasti bikin ketagihan yang makan." Jawab Nisa kesal.
"Masak??. Buatin dong."Sahut Clarisa.
Mendengar itu, Clarisa hanya tertawa kecil dan mulai memikirkan lagi, kado apa yang cocok untuk Nisa berikan.
" Hobi yang lain deh apa Nis,,?" Tanya Clarisa lagi dengan penasaran.
Annisa diam sejenak mengingat ingat saat dia berada bersama dengan Mama Nya Richo, bahkan saat dia di Rumah itu. Hingga timbul lah sebuah ide dalam pikiran nya.
" Bunga Cla,!"Kejut Nisa pada Clarisa yang tengah diam tenang memikirkan
Sontak saat Clarisa terkejut, dia melayangkan tangannya memukul lengan Nisa lalu menegelus elus dadanya.
" Kebiasan kamu Nis, untung aku gak ada catatan penyakit jantung."Ucap Clarisa kesal, mendengar itu Nisa hanya tersenyum.
" Bunga bunga! "Ucap Nisa lagi dengan girang.
" Ya udah, bunga aja !. Jangan bunga yang murah ya?, Minimal bunga itu langka lah." Sahut Clarisa.
" Mahal ? Langka ?" Guman Nisa memikirkan.
"Kalau aku liat berita yang lagi viral. Bunga yang langka itu masih bunga ****** Cla, terus kalau bunga yang mahal itu.." Nisa diam sejenak, otak nya memutar mengingat akan nama dari bunga itu.
"Kalau gak salah, Monstera Deliciosa . Atau bahasa indo nya itu Janda bolong" Ujar Nisa setelah mengingat.
"What! Bunga apa itu"
__ADS_1
"Ia Cla, waktu aku balik ke kampung aku, semua sibuk mikirin bunga begitu. Berhubung Mama nya Richo asli Indo, pasti dia tau dan suka". Jelas Nisa.
"Janda bolong?" Gumam Clarisa yang merasa aneh akan namanya.
"Serah kamu deh Nis, mau janda bolong, Anu bolong terserah kamu, yang pasti kamu bawa buah tangan untuk Mama nya Richo". Ujar Clarisa.
"Hehhe.. Makasi ya Cla, aku sekarang dapat ide. Ntar sore aku pulang cepat ya, aku mau cari itu bunga di toko toko." Pinta Nisa.
"Oke sip..Kamu senang, aku juga pasti senang. Kirim salam ya nanti sama beliau?"Ucap Clarisa.
" Oke. Dah ya, aku balik dulu ya?. Takut dokter Calvin ngambek lagi aku tinggalin dia sendiri di UGD."
Clarisa hanya tersenyum, seketika Nisa setengah berlari keluar ruangannya dengan ide cemerlangnya itu.
***
Dengan Rasa senang Nisa mulai berjalan memasuki sebuah toko bunga tepat di tengah kota, Toko itu terlihat cantik dengan beberapa bunga yang menghiasi dinding bahkan lantai nya.
Dengan petunjuk Hp miliknya, Nisa mencoba menanyakan Bunga yang ingin dia beli pada pemilik toko tersebut.
Tapi sayang, dengan petunjuk poto bahkan nama bunga tersebut tidak dia temukan dikota sebesar itu.
Sedikit kecewa dia rasa, tapi entah kenapa matanya tertuju pada salah satu bunga yang menarik perhatiannya.
Dengan bunga yang berwarna ungu, daun yang hanya beberapa helai saja menambah menarik baginya.
Yang ternyata itu termasuk tanaman angrek yang sudah langka.
Dengan senang, Nisa membeli bunga itu. Meminta agar dibungkus secantik mungkin lalu dia pergi berlalu dari toko itu menuju apartement nya. Untuk membersihkan dirinya lalu lanjut mengunjungi undangan dari Mama Richo.
Di rumah richo,
Selepas Isya, Audy telah sampai terlebih dahulu di kediaman Richo diantar seorang supir pribadi nya.
Dengan gaun yang begitu indah, membuat semua mata tertuju padanya. Terutama Mama Richo beserta teman arisannya.
Audy berjalan menghampiri, memberi hormat pada Mama Richo, yang tengah ditemani oleh Richo.
" Kamu datang?" UCap Richo menyapa Audy yang datang menghampiri mereka.
Audy tersenyum ramah dan Mama Richo sedikit tertarik akan penampilan cantik Audy.
" Dia siapa sayang?" Tanya pelan Mama Richo pada Richo yang berdiri disampingnya.
" Kenalin Ma, dia Audy. Siswa magang di RS. Audy aku yang undang untuk datang. Gak papa kan Ma?" Jawab Richo.
" Audy, kenalin Mama Aku." Ucap Richo lagi memperkenalkan.
Dengan Cepat Audy menjulurkan tangannya, dan disambut ramah oleh Mama Richo.
" Selamat ulang tahun Bu, semoga sehat selalu." Ucap Audy dengan bahagia.
" Hmmm.. Makasi ya, udah repot repot datang" Jawab Mama Richo.
Tak berapa lama, Tiba tiba Nisa datang memasuki Rumah itu yang telah di isi beberapa tamu. Matanya mencari sesosok pemilik Rumah.
__ADS_1
"Nisa!" Panggil Mama Richo saat maatnya melihat Nisa memasuki ruangan nya.
Mendengar namanya dipanggil, Nisa menoleh. Kakinya serasa berat melangkah saat matanya melihat kedatangan Audy yang sudah berdiri bersama dengan richo dan Mamanya.
" Kamu udah datang sayang, ibu kira kamu gak datang." Ucap Mama Richo terlihat bahagia.
Begitu juga dengan Richo menyambut kedatangan Nisa.
Tapi berbanding terbalik dengan Sikap Audy yang mulai terlihat kecewa dan wajah yang berpura pura bahagia akan kedatangan Nisa.
" Selamat ulang tahun Bu," Ucap Nisa, sembari memberikan kado Bunga darinya.
"Makasi ya sayang, kenapa repot repot sih bawa kado segala."
" Kan udah ibu bilang, kamu datang aja ibu udah senang koq" Sahut Mama Richo.
Nisa hanya tersenyum lalu menundukkan kepalanya.
" Kamu sama siapa Nis? " Tanya Richo membuat Mata Nisa menatap kearah nya, membuat mata mereka saling beradu.
"Sendiri dok. " Jawabnya singkat dengan senyum tipisnya.
Tak ingin melihat pemandangan menjengkelkan bagi Audy, dia pun mencoba memasuki peran diantara mereka.
" Oh ia bu, ini kado dari aku. Terima ya bu" Ucap Audy memaksakan.
" Oh...Heheh Makasi ya Audy. Ibu jadi gak enak kamu bawa kado buat ibu." Jawab Mama Richo mencoba bahagia.
" Sayang, tolong kamu bawa kado ini."Pinta Mama Richo pada Richo akan kado dari Audy, dikarnakan dia sudah menenteng kado dari Nisa.
Melihat Itu, Richo mengambil dari tangan Audy lalu membawa kado itu kemeja para tamu lalu meletakkan nya.
Audy serasa kecewa akan sikap Mama Richo yang baru dia alami semenjak ada nya Annisa di antara mereka.
" Bu ..Sini Nisa bawakan ini "Pinta Nisa tak enak hati akan kado milik nya.
"Untuk apa. "
" Oh ia Audy, ibu kesana dulu ya, Kamu nikmati makanan disini. Ibu mau temui teman arisan ibu dulu." Pinta Mama Richo mencari alasan untuk berlalu.
" Baik Bu.." Sahut audy ramah mempersilahkan.
" Ayok Nis, kamu temani ibu. " Ajak Mama Richo pada Nisa.
" Baik Bu"Ucap Nisa mengiakan permintaan Mama Richo padanya membuat Audy yang mendengarkan semakin bergejolak hatinya.
Nisa dan Mama Richo berlalu kesalah satu ruangan untuk meletakkan Bunga dari Nisa, terlihat mereka saling besenda gurau bersama, kemudian mereka menemui beberapa teman dari Mama Richo, mencoba memperkenalkan Nisa pada mereka.
BERSAMBUNG
Terimakasih teman teman ata dukungannya..
jgn lupa like, coment dan vote nya ya?
Sehat selaluuu
__ADS_1