Keyakinan Hati

Keyakinan Hati
bi Mira terus memuji Dara


__ADS_3

Bi Mira yang melayani mereka pun menatap ke arah Dara dia kagum dengan kecantikan menantu keluarga Askara yang terlihat begitu anggun bahkan keluarga itu memperlakukan nya dengan baik .


melihat bi mira yang terus memperhatikan nya Dara pun kemudian memandang dia dan menggaguk kepala sambil tersenyum dan mengedipkan matanya.


Bi Mira terkejut karena yang selalu bersikap seperti itu padanya jika sedang makan adalah Dara , mereka sangat dekat tak jarang Dara dulu sering menggodanya habis habisan bahkan setelah kepergian dara wanita tua itu amat sangat kehilangan sebab Dara sudah seperti anaknya sendiri.


Dia terus memperhatikan dengan seksama seketika dia tersadar kemudian memegang dadanya.


wanita cantik yang duduk disana adalah putri kedua keluarga kusuma dan anak tampan itu putranya.Bi mira meneteskan air matanya lalu tersenyum ke arah Dara dengan penuh haru dia tidak pernah menyangka gadis tomboy itu berubah menjadi wanita cantik dan seanggun itu ,dia terus menyeka air mata di pipinya.


Dara yang menyadari itu merasakan kesedihannya ingin sekali dia memeluk wanita itu , Devan pun kemudian menatap kearah mereka berdua kemudian memegang tangan Dara untuk menenangkan nya .


nona Aida anda ingin udang saya yang memasaknya sendiri ucap bu Desi .

__ADS_1


Dara menatap lalu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


bi mira pun kemudian mengambilkan nya dan melayani Dara sambil berkata nona anda sangat cantik seperti bidadari tak heran putra anda begitu tampan.


Dara pun tersenyum kemudian menjawab bibi anda terlalu menyanjung justru nona nona yang didepan saya paling cantik.


Anda sama seperti mereka sama sama cantik namun anda terlalu merendahkan diri namun itu tidak bisa menyembunyikan kecantikan nona ucap bi Mira .


tentu saja bukankah dia calon kakak ipar mu tanya Thalita.


mereka semua pun tersenyum.


Harry kemana putri mu yang tomboy itu apa dia masih berpenampilan seperti itu ,aku masih ingat ketika pertama kali kesini anak mu itu unik di bermain bola bukan bermain boneka bersama saudara saudara nya dan menurut mu pula dia yang paling berani berdebat dengan mu juga paling sulit diatur tanya pak Hartono.

__ADS_1


Devan menahan tawa sementara Dara menginjak kaki suaminya itu dan yang lainnya menatap ke arah Dara yang sangat terlihat santai.


Dia sekarang berpenampilan seperti wanita semestinya dia juga sudah menikah dengan seorang pria mapan namun Dia tak pernah pulang kemari karena sikapku yang menyinggung hatinya juga sikap ku yang sangat kasar ,anak itu ingin bebas seperti burung tanpa aturan dikeluarga ini


Dara mungkin pula sudah melupakan bahwa dia putri kedua keluarga ini dia berdiri dengan namanya sendiri namun anak itu membuktikan bahwa dia memang bisa menjadi orang hebat tampa latar belakang keluarga kusuma,Aku dulu sering memandang dia dengan sebelah mata karena sifatnya yang senang bersembunyi namun kamu tau Hartono Anak itu kini memukul dada ku dengan keras ,dia ternyata unggul dalam segala hal ucap pa Harry.


Dara mendengar ucapan Ayahnya langsung memegang tangan suaminya hatinya merasakan sakit.


sementara yang lainnya menatap ke arah Dara mereka tau ayahnya sedang menyindir dan merasakan perasaan menyesal nya.


Pak Hartono tertawa lalu berkata sikapmu itu yang terlalu keras padanya, kamu rupanya lupa bahwa dia seorang wanita .aku ingat saat kamu berdebat dengan menantu ku kamu seperti ingin mengalahkan nya habis habisan namun akhirnya kamu harus mengakui keunggulan nya kita sudah tua waktunya yang muda mengantikan posisi kita , bahkan aku ingin bertemu dengan orang tua Aida namun mereka ada di luar negeri .


aku ingin berterima kasih dia membesarkan nya dengan baik bahkan menjadi seorang istri yang baik untuk putra ku dan mau minta maaf Devan berbuat lancang menikahinya dengan sangat sederhana, entah dia meminta izin atau tidak ucap pak Harry.

__ADS_1


__ADS_2