
Dara berikan nomor rekening mu aku akan memberikan uang belanja bulanan mu seperti nya persediaan bahan makanan kita habis ucap Devan.
biarkan aku yang membelinya aku sudah cukup merepotkan mu ucap Dara.
kalian itu tanggungan ku sekarang jadi jangan bicara seperti itu jawab Devan.
baik aku akan memberikan nya asalkan kamu memberikanku pekerjaan ucap Dara.
apa kamu mau jadi asisten pribadiku mengantikan Rijal soalnya dia akan di promosikan menjadi Direktur pemasaran oleh ayahku tanya Devan.
Aku hanya lulusan SMA apa pantas tanya Dara.
tapi kamu pernah kuliah bahkan hampir semester akhir ,aku percaya kemampuan mu jawab Devan.
Baik kamu harus memberikan gaji yang besar untukku ucapan Dara sambil tersenyum.
Devan pun mencubit hidung dara dan berkata kamu memang berbeda dengan kebanyakan wanita dan berani mengajukan gaji besar padaku tapi tidak apa-apa selain itu kamu bisa menjadi bodyguard ku juga.
Dara langsung mencubit tangan Devan dan berkata sialan kamu sambil tertawa lepas.
Devan pun tersenyum melihat dara bisa tertawa lepas padanya bahkan kini tidak ada lagi rasa canggung di antara mereka.
__ADS_1
Sean pun masuk ke ruangan itu lalu bertanya kenapa disini berantakan ayah lalu bagaimana nanti aku belajar bersama mu .
Tadi ada tikus jadi Ayah lempar dengan barang barang disini karena ayah takut ,tikusnya keras kepala tidak mau pergi sekarang sedang ayah rapikan kembali jawab Devan.
Mendengar ucapan Devan seketika Dara melirik ke arah pria itu sambil berkata kamu Gila .
Devan seketika tertawa sambil menggendong Sean dan duduk di sofa.
Dara menatap ke arah pria yang sedang tertawa itu lalu berkata dihatinya pria itu bisa tertawa bahkan dia terlihat begitu tampan .
kenapa bengong apa yang sedang kamu lihat tanya Devan.
muka datar sepertimu bisa tertawa juga itu sungguh sebuah kejutan jawab Dara .
Dara pun tersenyum.
Bi Sri mendengarkan mereka dasar suami dan isteri yang langka dan sulit di tebak pola pikir mereka.
Sean pun tertidur di pangkuan Devan kemudian dia menidurkan nya di tempat tidur yang berada di ruangan itu sementara Dara masih merapikan ruangan itu setelah selesai kemudian duduk di sofa .
Devan pun menghampiri nya kemudian duduk disampingnya dan memberikan nya segelas air minum dan bertanya bagaimana mana keadaan lukamu , apa kamu lelah .
__ADS_1
sudah sedikit lebih baik dan aku tidak lelah aku sudah terbiasa bekerja kasar jadi untuk ku itu sudah menjadi kebiasaan jawab Dara.
Seorang putri keluarga Kusuma tidak terbiasa hidup mewah padahal keluarga nya berlinangan harta bahkan pengusaha sukses namun siapa sangka mempunyai putri yang memilih hidup sederhana aku salut padamu ucap Devan
Dara tertawa kamu harus ingat yang kaya ayahku bukan aku dan aku lebih senang menikmati hasil keringat ku untuk bertahan hidup juga aku bisa bebas berkeliaran dan berteman dengan semua kalangan ketika mereka tidak tau asal usul keluarga ku jawab Dara.
Apa Ayah Sean tampan tanya Devan.
ya ..Dia tampan jawab Dara
mengapa kamu meninggalkan nya dan kenapa kamu tidak meminta pertanggungjawaban dari nya,kamu seorang anak orang kaya juga cantik rasanya pria itu akan langsung menikahi mu tanya Devan.
Aku tidak ingin cari masalah dan kita berdua tidur tanpa disengaja jadi mengapa aku harus mencari masalah baru jawab Dara.
Kamu benar benar melindungi nya ,aku bahkan curiga kamu mengenal dia rasanya ingin sekali memukuli pria itu ucap Devan.
Jika aku yang tidur bersama mu dan bukan kiran bahkan aku mengandung anak mu apa kamu akan bertanggung jawab padaku bahkan menikahi ku atau malah memilih menyuruhku mengugurkan kandungan ku dan meninggalkan ku tanya Dara.
Devan menatap tajam ke arah dara lalu menjawab tentu aku akan kaget karena takut kamu menghajar ku dan aku akan bertanggung jawab karena takut ayahmu .
Dara pun tertawa lalu menepuk pundak Devan dan berkata ternyata seperti itu namun aku tidak yakin kamu bisa memukul Ayah sean jika kamu takut pada Ayahku sebaiknya kita tidur karena sudah malam besok kita kerja.
__ADS_1
kemudian Dara pun meninggalkan ruangan itu.