
Merekapun tiba disebuah toko swalayan dan langsung masuk membeli perlengkapan kebutuhan sehari hari mereka.
Jangan beli seafood aku tidak suka ,baunya sangat amis ucap Devan.
ya ...aku tau karena Sean pun sama dia tidak menyukainya karena baunya sangat amis bahkan dia alergi makanan itu jadi aku tidak pernah membelinya ,Dia hanya mau tuna jadi aku menyetok ini lebih banyak ucap Dara.
Devan terdiam lalu berkata didalam hatinya mengapa Anak itu begitu mirip dalam segala hal dengannya .
Koko apa di keluarga mu menyukai seafood dan apa ada yang alergi makanan itu tanya Devan.
tidak di keluarga ku paling senang dengan makan itu dan tidak ada yang alergi makanan itu jawab Koko.
Devan terdiam sepertinya ada yang tidak beres mengenai Sean apa mungkin Ayah anak itu aku tanya dia dihatinya yang mulai merasakan curiga.
Setelah selesai mereka pun pergi ke kasir saat Dara ingin membayar barang belanjaan mereka Devan pun memberikan kartu debit nya pada kasir , Bukan kah aku yang harus membayar nya, karena kamu telah memberikan uang belanjanya tanya Dara.
sudahlah jangan berisik jawab Devan .
__ADS_1
mereka pun kemudian membawa barang belanjaan mereka kedalam mobil dan mereka pun kemudian pulang.
Setelah sampai rumah mereka pun disambut oleh Sean dan bi Sri .
Sean pun langsung berlari ke arah Devan dan naik kepangkuan nya kemudian mencium pipi nya.
Devan pun tersenyum lalu bertanya apa yang kamu kerjakan seharian ini .
Sean belajar menulis ,membaca dongeng juga melukis apakah Ayah mau lihat pekerjaan ku hari ini jawab anak itu .
Tentu sayang Ayah ingin melihat nya jawab Devan sambil menggendong anak itu ke dalam rumah dan masuk ke dalam ruangan kerjanya .
Dara dan bi Sri pun kemudian membereskan barang belanjaannya .
sementara Devan menemani Sean dan melihat lukisan sean juga tulisan anak itu .
Devan menatap ke arah anak itu dia terus memperhatikan Sean lalu teringat ucapan orang orang yang berkata mereka mirip bahkan ucap sahabat sahabat Dara lalu bertanya dalam hatinya apa mungkin Dia putraku .
__ADS_1
Sean siapa yang mengajarkan mu menggambar tanya Devan
Ibu bahkan gambar ibu bagus bagus ,Dia selalu membuat rumah juga gedung jawab Sean .
begitu rupanya pantas kamu pintar menggambar.
Dara pun menghampiri mereka dan memberikan Devan secangkir kopi lalu duduk di depan mereka.
Devan pun kemudian berdiri sambil membawa kopi nya kemeja kerjanya dan melihat sebuah design rumah yang akan dia bangun namun tidak sengaja kopinya tumpah hingga membuat dia syok karena itu bahan buat presentase besok .
Sial... ucap Devan sambil mencoba membersihkan gambar itu .
Dara pun menghampiri nya lalu bertanya kenapa .
ini bahan untuk presentase besok namun aku menumpahkan kopi ku bagaimana ini ucap Devan yang bingung .
Dara menatap gambar itu lalu bertanya kamu dapat dari mana gambar ini .
__ADS_1
Dari Cintya dia yang selalu memberikan design rumah yang akan aku bangun jawab Devan.
Dara terdiam karena design itu dia yang gambar jadi semua design yang selalu ku gambar buat Devan .Dara selain bekerja di toko bunga dia mempunyai sampingan membuat design rumah yang selalu Cintya minta untuk kerjasama dengan seseorang dan ternyata itu Devan .