Keyakinan Hati

Keyakinan Hati
Sama sama pemarah dan egois


__ADS_3

Mendengar jawaban Dara hati Devan merasa tidak nyaman ucapan sungguh menyinggung perasaan nya.


Sean kamu bermain dulu dengan bibi Sri ,Ayah ada keperluan dulu ucap Devan.


Sean pun turun dari pangkuannya dan pergi meninggalkan Devan ,sementara dia pergi ke ruang kerjanya dan membanting kan pintu hingga membuat Dara ,Sean dan bi sri pun terkejut bahkan terdengar suara barang barang pecah didalam ruangan itu .


Bibi sri tolong bawa Sean ke kamar pasangkan headset supaya dia tidak mendengar apapun ucap Dara.


bagaimana dengan nona sepertinya tuan sedang marah tanya bi sri.


Tidak apa apa dia tidak akan berani melukai ku , mungkin ucapan ku menyinggungnya jawab Dara.


bi Sri pun kemudian langsung membawa Sean ke kamar nya.


sementara Dara pergi ke ruangan kerja Devan terlihat pria itu sedang duduk bersandar kursi kerja nya dan keadaan ruangan itu sudah berantakan dengan barang barang berjatuhan dan gelas gelas yang pecah .


pergi jangan memperdulikan ku teriak Devan,

__ADS_1


kenapa kamu harus berteriak dan berbuat seperti ini hingga membuat anakku dan bi Sri ketakutan jika kamu marah padaku kemari ayo pukul aku ucap Dara.


Pergi ...aku bilang pergi dari ruangan ku .


Devan pun berdiri dari tempat duduknya


memegang tangan Dara dengan keras bahkan menyeretnya ke dinding tembok hingga menyebabkan telapak tangan juga bahu dara mengeluarkan darah kembali karena belum kering.


Dara menahan rasa sakitnya dengan menutup matanya sementara Devan terus memegang tangan nya dan berkata aku sudah minta maaf padamu,Dara aku sudah mencoba sabar padamu namun kamu selalu memancing emosiku.Dara hanya diam keringat dingin mulai membasahi mukanya bahkan wajah nya pun menjadi pucat bahkan air mata pun jatuh ke pipinya.


Devan menatap tajam wajah cantik itu namun emosi nya mereda saat dia tersadar tangan nya merasakan hangat dan darah segar membasahi tangannya dan dinding tembok pun terkena noda darah di bahu dara.


sambil berkata sialan kemudian mengangkat tubuh istrinya itu dan membawanya ke kamar kemudian mendudukkan nya di sofa.


Dia pun mengambil kotak obat dan membuka preban di tangan dara lalu mengobatinya dan menggantinya dengan yang baru.


Maaf... dev kata kata ku keterlaluan ucap Dara .

__ADS_1


buka pakaian mu aku ingin melihat luka di bahu mu ucap Devan.


Dara pun membuka kancing kemeja nya lalu membelakangi suaminya, Devan pun melihat luka itu sedikit terbuka lagi lalu berkata kita kerumah sakit luka mu terbuka kembali .


tidak perlu ambil Alkohol kemudian siramkan ke luka ku nanti juga darahnya akan berhenti .


Devan pun mengikuti ucap Dara seketika dara menekan tangan Devan dengan keras karena menahan sakit ,Devan kemudian memeluknya dan berkata maaf .


Dara pun tersenyum lalu berkata sudahlah kita sama sama bersalah juga egois .


Devan pun mengelus rambut panjang dan berkata aku tidak akan pernah mengulanginya hingga membuatmu menunggu,aku benar benar menyesali nya .


ya...aku pegang janji mu dan ayo kita rapikan tempat kerja mu sebelum Sean melihatnya karena dia senang berada disana bersama mu bahkan anak itu lebih dekat dengan mu sekarang dibandingkan dengan ku ucap Dara.


Devan pun berkata ya..,apa kamu merasakan cemburu padaku sambil melepaskan pelukannya.


mungkin seperti itu jawab Dara kemudian tersenyum pada Devan .

__ADS_1


pria itu pun mencubit pipi dara dan berkata kamu cantik jika tersenyum dan aku tidak suka melihat mu tersenyum pada pria lain ucap Devan sambil menarik tangan Dara dan membawanya ke ruangan kerja kemudian mereka berdua pun merapikan nya kembali.


Dara hanya tersenyum melihat pria itu emosi nya hampir persis dengan nya.


__ADS_2