
Maaf saya masih ada urusan jadi saya harus pergi ucap Devan yang langsung meninggalkan tempat itu.
Hartono bagaimana kalau kita jodohkan Devan dengan Thania mereka berdua kelihatannya cocok ucap pak Hary.
Thania dan yang lainnya terkejut mendengar ucapan seperti itu .
Aku setuju nanti kita bicarakan dengan Devan bagaimana Thania tanya pak Hartono .
Thania cuma diam memang Devan tampan juga mapan namun sikap dinginnya itu membuat Thania ragu namun dia tidak bisa menolak keinginan ayahnya
sehingga dia menjawab jika kak Devan setuju aku pun setuju .
Farrel dan yang lainnya pun terkejut dengan jawaban Thania.
Bagaimana denganmu Farrel apa sudah ada yang kamu suka atau kamu sudah punya pacar tanya pak Hary.
__ADS_1
Belum saya belum punya pacar namun beberapa hari yang lalu saya melihat gadis di sini gadis itu sangat cantik ternyata masih ada gadis secantik itu jawab Farrel.
kamu memang berbeda dengan kakakmu dia begitu pendiam dan seperti nya tidak pernah dekat dengan perempuan sedangkan kamu bisa menilai perempuan mana yang cantik ucap pak Hary sambil tertawa.
sementara Devan pergi ke sebuah Mall dia membelikan pesanan Sean setelah selesai dia pun kemudian menuju ke rumah sakit.
Sean pun sudah dipindahkan ke ruangan perawatannya dia pun sudah bisa bersandar mengunakan batal sebagai penyangga tubuhnya.
Ibu kapan ayah pulang bekerja tanya Sean .
Cintya yang berada disana pun bertanya apa kamu menyukai Ayahmu pada Sean.
tentu tante cantik ,Ayah Sean sangat baik jawab anak kecil itu sambil tersenyum.
Tak beberapa lama Devan pun datang dengan membawa tas yang berisi alat alat lukis dan buku dongeng .
__ADS_1
Sean tersenyum melihat kedatangan Devan kemudian Ayah sudah pulang kerja tanya Sean.
ya... ini pesan mu jawab Devan sambil memberikan tas itu .
Sean pun tersenyum lalu mengambil tas itu dan berkata Terima kasih ayah kemarilah sean ingin memeluk ayah . Devan pun menghampiri nya dan memeluk anak itu.
Devan pun kemudian menemani Sean membaca buku Dongeng ,pria itu dibuat kagum oleh Sean di usia yang baru 4 tahun anak itu sudah biasa membaca dengan baik .
Cintya menatap mereka berdua bahkan Ketika mereka membaca buku kedua orang itu sama tenang nya bahkan ekspresi wajah kedua orang itu sama , Cintya terus melihat kearah mereka berdua kemudian membanding bandingkan.
Apa itu mungkin namun melihat mereka berdua yang mempunyai kemiripan yang sama rasanya bukan kebetulan sepertinya muncul kecurigaan besar di hati Cintya kemudian dia teringat sikap kiran pada koko dulu, Cintya pun tersenyum rupanya ini yang mereka sembunyikan, dia juga teringat saat Rijal menanyakan sebuah kalung milik Dara , seketika Cintya pun tertawa aku menemukan jawaban nya.
Apa yang membuat mu tertawa tanya Dara.
rupanya Devan sudah pantas menjadi Ayah bukti nya dia bisa langsung akrab dengan anakmu yang mempunyai karakteristik yang sama jarang bicara, tidak suka di sentuh orang asing,alergi seafood, golongan darah yang sama, muka yang mirip bahkan cara makan mereka yang langka sama ,koko bukan pria itu yang meninggalkan mu namun kamu yang meninggalkan nya karena syok dan tidak mau cari masalah ,koko sampai kapan kalian bisa menyembunyikan nya ucap Cintya sambil menatap ke arah sahabat nya itu.
__ADS_1