
Dara pun dibawa keluar di ruang itu dalam keadaan tertidur karena efek obat juga akibat kelelahan setelah melahirkan untuk di pindahkan ke ruangan perawatan mereka pun kemudian mengikuti nya, dara di pindahkan ke ruangan VIP mereka pun kemudian masuk untuk melihat keadaan Dara.
Devan pun melihat jam tangannya sudah waktunya dia pergi kemudian dia mendekati tempat tidur dara kemudian menatap wajah cantik wanita itu" Dara kamu wanita hebat juga kuat , putramu lahir dengan selamat dan wajah nya sangat tampan sekali bahkan aku iri dengan ketampanan putramu ,Dara sudah waktunya aku pergi ,jaga dirimu juga putramu dengan baik sampai berjumpa lagi Dara "... ucap Devan kemudian pamit pada Cintya dan Hana dan mengajak Rijal untuk meninggalkan tempat itu.
Setelah kepergian Devan Cintya berkata Hana kenapa muka anak ini benar benar mirip Devan bahkan mereka seperti pindang di belah dua.
mungkin koko terlalu membenci nya ucap Hana sambil tertawa.
Devan pun kembali ke hotel untuk cek out dan langsung pergi ke bandara yang ditemani Rijal.
Diperjalanan menuju bandara pria itu bertanya sambil melihat tangannya yang bekas cakaran dara " Rijal itu pertama kalinya aku melihat seorang wanita yang berjuang hidup dan mati untuk menyelamatkan nyawa putranya ,Rijal apa perasaan seperti itu yang di rasakan
seorang pria jika memiliki seorang putra.
Ada perasaan bahagia juga hangat di hatinya dan aku merasakan nya saat pertama kali melihat dan menggendong bayi itu di pangkuan ku
Bahkan hati ku bergetar hebat saat tangan bayi itu menyentuh wajahku ,apa benar wajah bayi itu seperti aku kemudian Devan tersenyum.
__ADS_1
karena dia ingin memegang ayah nya mungkin jawab Rijal yang keceplosan.
Devan tersenyum apa maksudmu tanyanya.
karena anda yang menggendong nya pertama kali jadi bayi itu mengira anda ayahnya,ya wajah baby itu mirip dengan anda apa ucapan cintya benar ucap Rijal yang sedang menggodanya.
kamu gila aku tidak tidur dengannya seperti nya dia menaruh dendam padaku jawab Devan.
kemudian tersenyum saat mengenang kejadian bersama Dara tadi hatinya merasakan perasaan yang berbeda bagaimana dara mendekap nya dengan erat.
Rijal kamu boleh pulang sampai sini saja kamu mengantarkan ku ,jaga dirimu baik-baik dan sampai bertemu lagi ucap Devan sambil memeluk Rijal lalu melepaskan pelukannya dan masuk ke pintu untuk penerbangan ke luar negeri.
Tuan wajah anak itu tentu mirip dengan mu karena kamu ayahnya ,aku akan menjaga Dara juga bayinya ucap Rijal di hatinya kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
Keesokan harinya Dara pun mulai terbangun dari tidurnya kemudian dia memperhatikan ruangan itu nampak Hana dan cintya yang sedang tertidur di sofa masih dengan pakaian pestanya.
ternyata mereka tidak pulang dari semalam ucap Dara.
__ADS_1
seseorang pun membuka pintu ruangan itu yang tak lain Rijal dengan membawa kantong plastik berisi sarapan.
Rijal menatap ke arah dua wanita itu yang sedang tertidur pulas mungkin karena mereka kelelahan menunggu Dara.
Rijal pun melihat ke arah Dara yang sudah terbangun dan menghampiri nya.
kamu sudah bangun ,apa kamu mau sarapan tanya Rijal.
ya....aku baru bangun dan juga belum lapar bagaimana keadaan anakku ucap Dara.
putramu sehat,dia sangat tampan sama seperti ayahnya terlalu banyak gen yang diwariskan darinya sehingga dia seperti pindang di belah dua, karena berat badan nya kecil dan dia lahir prematur jadi dia harus di inkubator dulu jawab Rijal .
Dara cuma terdiam mendengar semua ucapan itu, kemudian berkata aku ingin melihat nya bisakah kamu mengantarkan ku .
Baik aku ambilkan kursi roda dulu setelah itu kita melihatnya jawab Rijal.
Dara pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1