
Devan pun duduk tidak banyak bicara, bahkan dia merasakan ke khawatiran yang pertama kali di dirinya.
Hana sejak kapan devan menjadi suami koko dokter tadi memarahi nya habis habisan tanya Cintya.
itu karena kami bilang suaminya kerja dan dokter menyangka itu Devan sebab waktu kejadian kemarin Devan juga yang membawa koko kemari jawab Rijal.
tumben dia tidak tersinggung dengan ucapan dokter bahkan jika tadi melihat mereka berdua saat didalam mobil mereka seperti suami istri beneran tak disangka mereka bisa akur, bahkan koko terus memukul dadanya saking merasakan sakit dia terlihat tenang dan sabar menghadapi istrinya yang mau melahirkan itu ucap Cintya sambil bercanda.
Hana dan Cintya pun kemudian tertawa.
Rijal menatap pria yang duduk sendiri itu bahkan terlihat luka cakaran bekas kuku Dara dia pun berkata dalam hatinya ikatan batin diantara kalian memang kuat bahkan bayi itu akan lahir di luar prediksi karena tau ayahnya akan pergi jauh .
mereka semua menunggu dengan harap harap cemas bahkan hana dan Cintya terus berjalan mundar mandir saking gugupnya.
Tak berapa lama kemudian suara tangisan bayi pun terdengar di dalam ruangan itu mereka semua pun merasakan kelegaan di hati mereka bahkan Hana langsung berteriak dan memeluk juga mencium pipi Rijal saking senangnya . Cintya dan Devan menatap tajam ke arah mereka .
apa yang kalian lakukan jangan bilang itu tidak sengaja tanya Cintya.
__ADS_1
Dia pacarku apa yang salah aku melakukannya jawab Hana.
Gila kalian mengkhianati kami,sudah berapa lama kalian bersama tanya Cintya.
6 bulan.... jawab Hana.
Sial kalian benar benar mengkhianati kita, lihat Devan asisten mu merebut hati sahabatku ucap cintya .
Devan hanya melirik mereka tanpa bicara apa apa suasana hati nya benar benar sedang dalam keadaan yang sulit di jelaskan.
putra anda lahir dengan selamat namun kita harus membawanya ke ruang inkubator karena berat badannya cuma 2kg ,anda boleh menggendongnya terlebih dahulu sambil memberikan nya kepada Devan dan pergi meninggalkan mereka.
Devan pun menggendong bayi itu dia menatap wajah kecil bayi itu bahkan tangan bayi itu menyentuh wajah devan, hati pria itu bergetar hebat saat mendapatkan sentuhan bayi itu ada perasaan hangat di hatinya bahkan ada perasaan bahagia di dirinya.
Cintya ,hana dan Rijal pun menghampiri mereka namun betapa terkejutnya mereka ketika melihat wajah bayi itu begitu mirip sekali dengan Devan.
Devan kenapa wajah nya mirip sekali dengan mu kamu beneran bukan ayah bayi ini kamu yakin tidak menghamili koko tanya cintya.
__ADS_1
Jangan gila kamu kalau yang berada disana kiran mungkin iya dia ayah bayi ini ,sadar yang didalam itu Koko mana mungkin pria ini ayahnya mungkin karena mereka sering bertengkar jadi wajahnya mirip Devan lihat hidung dan bibirnya sangat mirip jawab Hana.
Dara sampai kapan kita bisa menyembunyikan nya bahkan wajah anakmu terlalu mirip ayahnya ucap Rijal dihatinya.
Devan pun memegang tangan bayi itu dengan jarinya kemudian menyentuh pipi putih bayi itu Devan benar benar terpesona dengan bayi laki laki itu sampai dia tidak memperhatikan ucap orang orang yang di sana yang sedang berdebat mengenai wajah bayi itu .
Dokter pun kembali menghampiri Devan untuk mengambil bayi itu.
Tuan waktunya memasukkan bayi ini ke inkubator ucap Dr Risa spesialis anak.
Devan pun memberikan bayi itu ada perasaan tak rela di hatinya berpisah dengan bayi itu.
Dr sinta pun datang menemui mereka dan berkata Bu Aida sedang dalam pengaruh obat tidur karena dia harus banyak istirahat dia mengalami pendarahan dan kami akan memindahkan nya keruang perawatan .
Ya ... dokter terimakasih atas semuanya ucap Devan.
tidak usah begitu tuan Evan ini sudah menjadi tanggung jawab kami jawab Dr sinta kemudian meninggalkan mereka.
__ADS_1