
Dara pun mulai terbangun dia pun membuka matanya seketika dia terkejut saat melihat wajah Devan tepat di depannya seketika dia melihat pakaian nya ternyata masih utuh dia pun merasakan lega karena takut hal itu terulang kembali.dia pun kemudian melihat jam di dinding seketika dia membangunkan suaminya.
Pak Devan bangun ucap dara sambil menggoyangkan badannya .
Devan pun terbangun lalu terkejut melihat Dara ada di tempat tidurnya sehingga dia mundur dan terjatuh ke bawah ranjang sambil berkata kenapa kamu berada di kamarku apa yang kamu lakukan sambil memeriksa pakainya.
Dara tertawa melihat ekspresi wajah Devan yang terkejut bahkan sampai terjatuh bahkan dia seakan seorang penjahat yang menggambil keuntungan dari pria.
kita sudah terlambat jangan banyak bertanya lagi ayo bersiap ucap Dara sambil pergi meninggalkan Devan yang terjatuh tanpa membantingkan sambil mengomel dasar pria aneh .
Sementara Devan menatap kepergian istrinya kemudian tersenyum dasar wanita tak berperasaan kenapa mukanya begitu Santai namun dia teringat ternyata dia yang membawa Dara kekamarnya seketika dia mengacak acak rambutnya karena malu.
Bi Sri pun melihat Dara keluar dari kamar Devan lalu bertanya baru bangun nyonya seperti nya tadi malam mimpi indah .
Dara pun tersenyum dengan muka memerah lalu berkata aku ketiduran bi setelah bekerja lembur jawabnya .
bekerja lembur bersama suami itu sangat wajar nyonya sindiran bi Sri sambil tertawa.
__ADS_1
Dara pun kemudian berlari ke kamarnya mendengar ucapan bi Sri.
Gila kenapa aku bisa tidur satu ranjang bersama nya ucap Dara yang merasakan frustasi.
Dara dan Devan pun keluar dari kamar secara bersamaan setelah selesai bersiap .
koko kita harus segera pergi seperti nya kita terlambat dan sarapannya kita di kantor saja ajak Devan.
Dara pun menggangukkan kepalanya .
mereka pun kemudian pamit pada Sean dan bi Sri lalu berangkat bekerja.
Mereka pun kemudian menjalankan mobilnya.
Devan menatap tajam ke arah Dara karena dia menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi ,tak berapa lama pun mereka tiba di kantor Dara tertawa lalu berkata kita sudah terlambat jangan menatapku dengan seperti itu .Gila kamu koko kamu pikir ini arena balap juga jalan nenek moyang mu kamu membuat aku jantungan omel Devan.
Aku lebih jantungan saat kamu memindahkan tubuhku ketempat tidur mu jawab koko sambil meninggalkan Devan sendirian di mobilnya.
__ADS_1
mendengar ucapan Istrinya itu seketika Devan merasa malu dan menyusul istrinya itu keluar dari mobil.
orang orang pun sudah berkumpul ditempat Rapat .kamu keruangan saja nanti Rijal yang menemaniku rapat ucap Devan.
baik tuan Devan jawab Dara
tidak bisakah kamu memanggil namaku ketika tidak ada orang kenapa sekarang kamu terkesan lebay tidak seperti dulu waktu kamu memarahi ku ucap Devan.
Dara pun seketika tertawa lalu menjawab sekarang aku bawahan mu .
ya ..tapi kamu juga istriku ucap Devan.
Dara terdiam bukankah aku pajanganmu tanyanya sambil tersenyum
Devan pun menatap kearahnya lalu mencium pipi kanan dan pipi kiri juga kening Dara lalu berkata rasanya terlalu sayang jika aku buat pajangan dirimu .
Devan kamu berani padaku bukankah aku tidak boleh menyentuh mu sedangkan kamu seenaknya melakukan seperti ini ucap Dara sambil mengusap pipi dan keningnya.
__ADS_1
nyonya Askara jangan berteriak ingat kamu berhutang nyawa padaku jadi terserah aku mau berbuat seperti apapun lagi pula kita sah di mata negara juga hukum dan mulai malam ini aku tidur bersama mu ucap Devan sambil memegang pipi Dara .
kemudian pintu lift terbuka dia pun pergi meninggalkan Dara sendirian dengan tersenyum licik