Keyakinan Hati

Keyakinan Hati
kecurigaan berubah menjadi keyakinan


__ADS_3

Mendengar pertanyaan Farrel seketika Dara tertawa sementara Devan terus menatap tajam ke arah Adiknya.


Walaupun Dingin suamiku baik dan bawel saat bersama ku dan aku suka pria yang umurnya jauh dariku lebih Dewasa, lagipula kami hanya berbeda hampir 5 tahun jadi tidak jauh berbeda walaupun tua dia masih kelihatan tampan itu poin pertama nya jawab Dara.


Devan tersenyum dengan jawaban istrinya sementara Yang lainnya tertawa karena Jawab dara terdengar lucu dan manis.


mereka pun menyelesaikan acara makan malam itu dengan kehangatan keluarga .


Koko Minggu depan kamu ikut kita pergi ke rumah Keluarga Kusuma untuk menentukan hari pertunangan juga pernikahan Farrel sekarang kamu dan Sean bagian keluarga kami ucap pak Hartono.


Dara terdiam lalu tersenyum dan menjawab baik Ayah aku akan ikut ke sana.


kami pulang dulu Ayah ,ibu dan farrel ucap Dara .


kalian boleh pulang namun Sean tidak diijinkan ibu ingin tidur dengan cucu ibu jadi biarkan dia menginap disini ucap bu Ayunda.


Iya...bu , Sean jangan merepotkan Oma dan Opa mu ucap Dara pada anaknya.

__ADS_1


iya...ibu jawab Sean.


Dara dan Devan pun meninggalkan rumah itu untuk pulang ke rumahnya.


Mereka pun tiba di rumah dan langsung masuk ke dalam rumah itu kemudian Dara duduk di sofa sementara Devan langsung masuk ke kamarnya pria itu dari tadi tidak banyak bicara terkesan lebih banyak diam.


Devan pun duduk di Ranjang nya di bergelut dengan pemikirannya melihat ketenangan Dara serta semua pembicaraan mereka terutama sikap Ayah dan ibunya yang tidak banyak mempersalahkan soal Sean juga Dara ,hatinya memikirkan sesuatu apa mungkin kecurigaan ku selama ini benar jika itu benar bagaimana itu bisa terjadi ucap Devan di hatinya.


Dara pun memutuskan pergi ke kamarnya lalu berganti pakaian namun saat dia berganti pakaian Devan masuk ke kamarnya karena pintu kamar itu lupa dikunci seketika Devan melihat tubuh istrinya yang hampir melepaskan pakaiannya Devan pun langsung berbalik sementara Dara berteriak tutup mata mu .


Devan seketika jantungnya berdegup kencang saat melihat bekas luka di pinggang Dara.


Aku hanya ingin bertanya soal pekerjaan bisakah kamu membantuku untuk memilih interior rumah ucap Devan .


oh .... baiklah aku akan membantu mu jawab Dara.


Ayo kita ke ruang kerja ucap Devan sambil pergi meninggalkan kamar Dara.

__ADS_1


Dara pun mengikuti nya dan dia pun masuk ke ruangan itu kemudian mulai memberikan masukan pada Devan.


Dara kenapa ada bekas luka di pinggang mu tanya Devan.


kamu melihatnya rupanya, dulu aku menolong Hana dan Cintya saat mereka di ganggu para preman ,aku terkena sabetan benda tajam di bagian sana dan itu awal perkenalan kami sementara dengan kiran aku menabrak nya karena dia tidak hati hati saat menyebrang.


Apa tubuhku kelihatan jelek tanya Dara.


Devan seketika menelan air ludahnya saat mendengar pertanyaan Dara.


Tidak tubuh mu bagus namun sayangnya telah disentuh orang lain sungguh beruntung pria yang menyentuh nya pertama kali ucap Devan sambil terlihat kesal.


Dara pun terdiam mendengar ucapan Devan namun tersenyum dan menjawab dengan santai bukan tubuh mu juga bekas disentuh orang lain jadi bukan kita sama .


Seketika Devan menatap tajam ke arah Dara.


Dara pun masih terlihat santai namun seketika Devan tersadar sesuatu saat malam itu dia menyentuh pinggang wanita yang tidur dengannya ada bekas luka di tubuh wanita itu seketika Devan bergetar hebat tubuhnya lalu melihat kembali ke wajah Dara juga mengingatkan ucap ucapan Dara juga semua tentang Sean .

__ADS_1


Seketika timbul pertanyaan dirinya sendiri dan timbul keyakinan di hatinya bagaimana bisa wanita itu Dara jadi pria yang dia lindungi dan selalu dia tutupi itu aku namun bagaimana bisa semua jawaban ada di kiran.


Kenapa kamu menatap ku seperti itu apa ada yang aneh ucap Dara sambil menghampiri Devan yang sedang duduk di sebuah sofa .


__ADS_2