
koko segitu benci nya kamu padaku hingga anak itu sama sepertiku, aku harus ke kantor ada urusan penting jadi aku harus pergi sekarang jangan lupa setelah selesai urusan mu di rumah sakit perjanjian kita di mulai ucap Devan yang kemudian menepuk pundak Dara.
Dara pun menutup matanya dan berkata untung dia tidak curiga sambil merasakan perasaan lega.
Devan pun keluar dari kamar itu kebetulan dokter ingin menemui nya untuk membicarakan keadaan sean yang telah sadar.
Devan pun pergi ke ruangan Sean terlihat anak itu membuka matanya sambil menatap ke arah Devan.
keadaan sean sudah membaik nanti siang sudah bisa dipindahkan keruangan nya hanya perlu banyak istirahat dan jangan dulu disuruh banyak beraktivitas ucap Dr Krisna yang kemudian meninggalkan mereka.
Melihat Sean bangun naluri seorang Ayah nya muncul ,Devan pun mendekati Sean dan duduk di samping tempat tidur nya.
Ayah ....kata pertama yang anak itu ucapkan.
Seketika hati Devan bergetar hebat .
Sean pun mengulurkan tangannya dan menyentuh wajah Devan sehingga perasaan hangat mengisi kekosongan hatinya perasaan yang dulu Dev rasakan saat Sean pertama kali memegang wajah nya saat masih bayi muncul kembali.
__ADS_1
Apa anda Ayahku tanya sean kembali.
Dev tersenyum lalu berkata ya...aku ayahmu bagaimana keadaan mu Sean ucap Devan.
Dara yang mendengar pembicaraan mereka di dekat jendela seketika meneteskan air matanya tak disangka Devan berbicara seperti itu.
Sean tersenyum kepala ku sakit ,Ayah aku rindu padamu kenapa kamu pergi begitu lama sehingga aku lama menunggu ucap Sean sambil meneteskan air matanya.
Devan pun merasakan sakit dihatinya kemudian berkata maafkan ayah sayang yang pergi lama sehingga tak bisa menjaga mu namun jangan khawatir ayah sudah pulang dan akan menjagamu dengan baik jawab Devan sambil mengusap air mata anak itu.
Sean pun tersenyum lalu berkata Ayah janji padaku .
ya....Sean akan sehat ,Ayah alat melukis sean habis juga buku dongeng Sean tidak ada yang baru ,om roby bilang mau membelikan nya namun sampai sekarang tidak ada ,Apa ayah akan membelikan nya untuk Sean.
Tentu ayah akan membelikan nya untukmu dan ayah akan membacakan dongeng untukmu sekarang istirahatlah kamu jangan banyak bicara agar cepat sembuh nanti kita pulang bersama jawab Devan.
baik ...Ayah ,sean akan istirahat ucap anak itu kemudian tertidur kembali.
__ADS_1
Dara menangis kemudian pergi meninggalkan tempat itu sambil memegang dadanya yang menahan sakit sekali.
ternyata anak itu begitu merindukan sosok Ayah, timbul perasaan bersalah karena dia menyembunyikan kebenaran itu diantara mereka ,dara terus menangis dengan perasaan perih yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.
Sementara Devan setelah Sean tertidur kembali kemudian pergi meninggalkan tempat itu menuju ke kantornya karena ada rapat.
Dia pun sampai di kantor dan langsung menuju ruang rapat telah menunggu disana Ayahnya juga Farrel ,dia pun langsung duduk disebelah adiknya , karena rapat dipimpin langsung oleh pak Hartono Ayah mereka berdua.
Disana pun hadir rekan rekan bisnisnya seperti Pak Hari, Thalita ,Thania juga Arjuna.
Rapat pun berjalan dengan lancar mereka kemudian melanjutkan untuk makan siang bersama sama.
Devan umurmu sudah cukup untuk menikah apa kamu belum punya calon tanya pak Hary.
Devan cuma tersenyum tidak berkata apa-apa.
kamu tau Devan dia sibuk bekerja makanya belum punya calon ucap pak Hartono.
__ADS_1
lain kali kita makan bersama di rumahku bawa juga Desi ucap pak Hary.
ya .... tentu aku pasti datang ucap pak Hartono.