Kisah Dari Sebuah Pernikahan Dini

Kisah Dari Sebuah Pernikahan Dini
Sumpah yang Terlanggar


__ADS_3

Aku akhirnya menoleh ke rombongan keluarga Pak Wibisono. Ucapan ibuku tadi membuatku melanggar sumpah yang aku utarakan dalam hati. Tentang keinginan aku yang tak akan melihat wajah Tampan Menawan di acara pertunanganan ini akhirnya aku langgar sendiri. Karena kondisi ini teramat berbeda. Kejadian aneh yang menimpa MC dari pihak keluarga ini yang tiba-tiba menelan mic yang dipegangnya, riuh dan hiruk pikuknya suara di ruangan ini dan pertanyaan ibuku yang menanyakan keberadaan Tampan Menawan kepadaku.


Aku mengintip dari balik cadarku ke arah keluarga itu. Pertama-tama mataku tertumbuk pada seorang lelaki rupawan, mungkin dia malaikat yang menjelma sebagai manusia menurut ibuku tersebut adalah tepat. Dia lebih gagah dan ganteng dari pria manapun yang kau lihat. Semua mata pasti akan tertuju padanya lebih dahulu terpukau oleh ketampananannya. Pesona dan ketampananya jelas mengalahkan Senopati Adi Raka. Inikah lelaki yang membuat MC tadi menghayal, janda yang sedang dimabuk kepayang yang datang tiba-tiba melihat ketampannanya.


Aku mencoba menahan hatiku untuk tidak melihat wajah itu terlalu lama. teramat tampan tapi tetap tidak mampu mengusik Senopati Adi Raka dari dalam hatiku. Siapakah dia orangnya. Lalu kemanakah Tampan Menawan itu sendiri? Satiu-satunya sosok yang aku kenali adalah lelaki yang tak jauh duduk dari sisi Tampan Menawan. Ada Zibran teman sekelasku waktu di sekolah dan sekelas juga dengan Tampan Menawan. Sampai sejauh manakah kekraban dengan Tampan Menawan sehingga dia turut hadir serta pada acara pertunangan ini?


"Maksud kami beserta rombongan datang ke sini adalah untuk melamar Feby Romansa sebagai istrinya Tampan Menawan," salah satu juru bicara yang mendampingi rombongan keluarga Wibisono menjawab.


"Kepada capon pengantin lelaki silahkan memperkenalkan diri kepada kami semua sekeluarga calon mempelai wanita," balas MC dari keluarga ini.


"Ijinkan saya memperkenalkan diri. Saya Tampan Menawan sebagai orang yang melamar Feby Romansa sebagai calon istri," suara itu menjawab, suara yang cukup aku kenali sebagai suaranya Tampan Menawan.


Mendengar suara itu akhirnya aku kembali menoleh ke depan. Aku hanya penasaran saja. Kenapa suara itu tiba-tiba ada. Apakah dia baru saja datang ke ruangan ini.


Namun. alangkah terkejutnya aku. Ternyata suara itu berasal dari lelaki yang kata ibuku terbuat dari malaikat. Kenapa dia yang menjadi Tampan Menawan. Mana mungkin Tampan Menawan menjelma menjadi manusia yang menurut aku paling ganteng sedunia. Tapi suara itu memang suara Tampan Menawan. Apakah yang telah terjadi dengannya?


Hiruk pikuk kembali bergema di seantero ruangan ini, nada-nada memuji ketampanan lelaki yang baru bertutur sebagai Tampan Menawan yang melamarku itu.


Ayahku tiba-tiba mendekatiku. "Lihatlah betap beruntungnya kamu, Feby. Memiliki calon suami yang sangat-sangat rupawan. Kenapa kamu selama ini menghindarinya."


Aku hanya diam saja mendengar kalimat ayahku. Aku sendiri juga bingung. Kemanakah wajah buruk rupa Tampan Menawan yang selama ini jadi bahan tertawaan semasa kami bersekolah itu?

__ADS_1


"Lihatlah calon suamimu itu, nak," tambah ibuku.


Sekarang biarkan MC menjawab bahwa lamaran ini diterima baik di rumah ini. Kata ayahku sambil mendekati MC.


"Saya yang mewakili pihak keluarga menyampaikan bahwa lamaran saudara Tampan Menawan diterima baik di rumah ini," kata MC menjawab lamaran rombongan pihak laki-laki.


Setelah lamaran dari calon mempelai laki-laki bernama Tampan  Menawan putra dari Pak Wibisono itu resmi diterima oleh pihak keluarga ini. Akhirnya penyerahan seserahan kepada keluarga ini pun dilakukan. Aku tak tahu berapa miliar nilai seserahan itu. Semuanya berharga fantastis dan semua ditujukan untukku semata.


Selesai acara seserahan. Acara ini berlanjut saling bertukar cincin. Aku sebenarnya ingin menghindari tahap acara ini. Aku ingin acara ini cepat selesai saja. Sungguh aku tak ingin melihat jari jemari orang yang mengaku sebagai Tampan Menawan itu memasangkan cincin di jari manisku.


"Pandanglah betapa gagahnya calon imammu, nak," kata ayahku lagi.


Tiba saatnya MC mempersilahkan Tampan Menawan memasangkan cincin di jari manisku.


Aku kembali memandang ke arah depan. Ibunya Tampan Menawan kulihat mengeluarkan kotak perhiasan, tentu di dalamnya berisi dua cincin yang satu untukku dan yang satu untuk Tampan. Takj lama kemudian cincin yang satu diserahkan pada Tampan Menawan supaya dipasangkan di jari manisku.


Ayahku membimbing Tampan Menawan berjalan ke arahku. Dengan sebuah cincin di tangannya yang didekatkan ke arahku.


"Terimalah cincin pengikat kita," kata Tampan Menawan padaku.


Aku enggan untuk memperlihatkan jari jemariku. Untuk kemudian ayahku menggemgam tanganku dan menyodorkan pada Tampan Menawan. Lelaki itu akhirnya memasangkan cincin itu di tanganku. Setelah cincin terpasang ia mengecup keningku dengan sangat mesranya. Alu tak sengaja pun menatap wajahnya. Betapa gagahnya lelaki itu sekarang. Tapi aku telah terlanjur menyatakan diri untuk Senopati Adi Raka.

__ADS_1


Ripuh tepuk tangan bergema di seluruh ruangan manakala Tampan Menawan selesai mengecup keningku. Aku hanya meneteskan air mata. Air mata untuk kesalahanku yang telah melanggar sumpahku hari ini untuk tak melihat wajah Tampan Menawan. Itu kulakukan semua untuk Senopati Adi Raka.


Tepuk tangan dan riuh rendah semua orang yang hadir di ruangan ini pun berhenti. Selanjutnya ibuku memasangkan cincin berharga miliaran itu ke jarinya Tampan Menawan.


Acara pun berlanjut dengan perkenalan diri satu per satu di antara dua kelurga besar  untuk menambah keakraban mempererat hubungan dan keakraban antar keluarga dengan perkenalan dan berbincang-bincang.


Kemudian acara pertunangan ini berakhir dengan sesi penutupan yang merupakan ujung dari acara lamaran yang dilakukan oleh keluarga Tampan Menawan. Pada sesi ini dilakukan penutupan acara serta pembacaan doa untuk kelancaran pernikahan yang akan berlangsung.  Tak lupa sesi foto bersama. Selanjutnya MC  mempersilahkan rombongan dan keluarga keluarga Wibisono makan bersama.


Begitu acara usai dan rombongan keluarga Tampan Menawan berlalu dari rumah ini. Aku segera masuk kamar pribadiku di lantai atas. Setelah aku menanggalkan seluruh busana pengantin ini aku segera menghempaskan diri di kasur empuk kamar ini. Aku juga membuka kembali cincin yang dipasang oleh Tampan di jari manisku. Aku menggelatakan cincin itu begitu saja di meja kamar ini.


Aku tak habis pikir dengan perubahan yang terjadi pada wajah Tampan Menawan. Nyatakah semua itu? atau semuanya hanya halusinasi belaka. Dia keluarga konglomerat bisa melakukan apa saja untuk membuat semuanya berubah. Barangkali saja dia Pak Wibisono menyewa seorang maha sakti untuk menghipnotis semua yang hadir di acara pertunangan itu agar melihat Tampan Menawan berwajah seperti bidadara surgawi. Atau yang hadir itu bukan Tampan Menawan yang sebenarnya, tapi orang lain yang disewa, kalau suara bisa saja ditiru.


Berbagai dugaan tentang Tampan Menawan memenuhi bebakku, menggores akal sehatku. hingga aku kelelahan sendiri. Aku yang mengantuk segera memejamkan mata dan tak lama kemudian tertidur.


 


Bersambung....


 


 

__ADS_1


__ADS_2