
Kesembuhan wajahku yang datang secara tiba-tiba menjelang hari pertunanganku dengan Feby Romansa beberapa hari yang lalu membuat hidupku berubah drastis. Semua orang yang pernah kukenal sebelumnya tak satupun yang mengetahui diriku sebagai Tampan Menawan lagi. Mereka benar-benar tak mengenalku. Semua orang yang ada di rumah ini bahkan semula tak mengenalku sama sekali apalagi orang-orang yang berada di lingkungan luar.
Kesembuhan ini juga telah membuat banyak hal terjadi. Aku juga tak bisa memahami kenapa di kehidupan modern ini malah banyak kejadian-kejadian aneh yang tak masuk di akal. Siapa mengira hanya dengan melihat wajahku yang baru ini, MC pada acara pertunangan di rumah Feby Romansa sampai menelan mix yang dipegangnya. Kekuatan mistis apa sebenarnya yang ada pada diriku?
"Kamu tidak mempunyai kekuatan mistis apa-apa?" jawab ibuku ketika aku menanyakan hal itu padanya.
"Lantas apa yang menyebabkan orang-orang itu sampai pingsan melihatku?"
"Mereka tak kuat menahan rasa cinta yang muncul tiba-tiba setelah memandang wajahmu," jawab ibuku lagi. "Seperti kisah nabi Yusuf manusia tertampan pada abad itu. Membuat wanita banyak yang tergila-gila menyaksikan ketampanan sang manusia pilihan Tuhan. Hingga rasa sakit tersayat pisau tajam menjadi tak berarti apapun jua,"
"Tapi aku bukan manusia pilihan Tuhan. Aku bukan Nabi," sanggahku.
"Kita punya leluhur," jawab ibuku lagi.
"Apakah Feby Romansa sudah jatuh cinta padaku, Ibu?"
"Kadar cinta manusia itu tidak sama, kamu butuh upaya yang keras untuk membuatnya jatuh cinta," balas ibuku.
"Apa yang harus aku lakukan untuk bisa dicintai Feby Romansa?"
"Iklas. Besok bawalah bunga-bunga dan sebuah boneka kesukaan tunanganmu itu," saran ibuku.
"Aku tak tahu boneka kesukaannya seperti apa, Bu"
"Boneka warna putih selembut awan dari Jepang. Ayahmu sudah memesan dan akan datang malam ini juga," jawab ibuku.
"Dari mana ibu tahu boneka itu kesukaanya?"
__ADS_1
"Bapaknya Feby yang berkisah," balas ibuku. "Kamu harus tulus dan iklas memberikan padanya bunga-bunga itu beserta boneka putih selembut awan. Apapun yang dilakukannya atas pemberianmu itu, jangan pernah marah padanya," nasihat ibuku.
"Kenapa dia sulit jatuh cinta ibu. Apa alasannya?"
"Kejadian di sekolah itu masih membekas di hatinya. Masih ada bara dan gejolak yang terpendam. Kemudian dia juga sudah mencintai seseorang lainnya sebelum pertunangan mu dengannya terjadi."
"Hanya hal sepele itu membuat Feby masih menyimpan bara dan amarah?"
"Kekuatan cintanya dan pemuda yang dicintainya mampu menepis apapun itu anakku, Tampan. Ibu sudah mempelajari kisah masa lalu Nenek Buyutmu semenjak lama. Karena kisahnya sangat menarik untuk didengar dan dipelajari. Banyak pelajaran berharga dari kisah itu yang bisa Ibu terapkan dalam bertindak di pergaulan keseharian."
"Baiklah Ibu. Saya akan berjalan dengan keiklasan dari leluhur kita itu. Apakah saya boleh mempelajari semua itu Bu. Adakah Ibu bukukan semua kisah leluhur tersebut?" kataku penasaran.
Buku tentang kisah leluhur kita sudah lama dibukukan dan diterbitkan untuk koleksi Ibu pribadi. Tapi kalau kamu mau melihat kisahnya. Ibu akan memberikannya. Sebentar ibu akan ambil di dalam lemari kamar Ibu."
Ibuku melangkah pergi ke kamarnya. Aku harus memikirkan bagaimana caranya agar bisa mencari suasana yang tepat agar semua ini tak salah arah. Butuh banyak pelajaran dari kisah-kisah leluhur tersebut agar hidup ini tak lagi salah arah.
"Ini bukunya. Perhatikan setiap kisah-kisah dari para leluhur kita di sana. Pelajari sejarahnya. Karena sejarah itu banyak pelajaran yang bisa diambil dari padanya," ujar ibuku.
Aku ambil buku itu dari tangan ibu. Rasanya sudah tak sabaran aku ingin memulai membacanya. "Terimaksih Ibu," aku cium tangan ibuku dan aku cium kita itu.
"Itu hanya buku biasa kumpulan dari buku-buku kecil para leluhur dahulu. Buku-buku kuno yang ibu simpan di sebuah tempat yang aman," jelas ibuku lagi.
Pertama-tama aku memperhatikan gambar sampul buku itu. Gambar hitam putih yang memajang foto-foto yang tentu sama sekali tak aku kenal. Sesuai dengan judul buku itu "Rahasia Kehidupan Para Leluhur" pastilah gambar-gambar di sampul itu kakek dan nenek dari ibuku dan selanjutnya.
"Ini foto leluhur kita semua, Bu?" tanyaku setelah lama mengamati foto sampul buku itu.
"Iya. Mereka hidup antara dua abad hingga lima abad sebelum sekarang ini. Kisah di dalamnya turun temurun. Foto yang paling di tepi kanan adalah foto nenek buyutmu yang mengalami kisah yang sama denganmu. Wajah cantiknya kena kutukan," jelas ibuku.
__ADS_1
"Buku ini tebal sekali, Bu. Bolehkah aku melihat bab yang memuat tentang Nenek Buyut yang kena kutukan?"
"Tentu boleh, kau bisa memulai membaca buku ini di daftar silsilah keluarga besar. Kemudian membuka di daftar isi. Di sana kamu bisa melihat bagian leluhur yang terkena kutukan," jawab ibuku.
Aku segera melihat daftar silsilah keluarga ini. Kubuka lembaran demi lembaran daftar silsilah keluarga ini. Lembaran yang memuat daftar silsilah keluarga saja sangatlah banyak. Butuh waktu lama untuk menelusuri nenek buyut yang kena kutukan seperti diriku. Hingga aku kelelahan mencarinya.
"Kalau kau sudah selesai membaca bagian yang kamu temukan. Kamu bisa melihat bunga-bunga yang dikirim dari Jepang. Sepertinya sudah sampai. Bunga itu tiba lebih awal dan di letakan di ruang bunga di tepi taman di sebelah selatan," kata ibuku saat aku mulai lelah membolak-balik buku yang tebal itu.
"Hanya bunganya yang datang, Bu. Apakah bonekanya juga sudah sampai?" tanyaku.
"Keduanya sudah sampai dan masih diletakkan dalam ruang yang sama di taman," jawab ibuku.
"Aku lihat sekarang saja ya, Bu," ujarku.
Aku simpan buku tebal itu di kamar untuk aku baca nanti.Lalu aku bergegas melihat bunga-bunga yang indah dari Jepang.
Sesampai di ruang tepi taman. Aku memperhatikan ratusan kuntum bunga-bunga yang indah dari Jepang. Bunga yang diawetkan hingga tahan puluhan hari. Ternyata bunga itu dikirim oleh maskapai khusus yang disewa oleh ayahku dari Jepang. Sehingga datang lebih awal dari perkiraan.
Aku alihkan pandangan ke bagian sebelahnya. Ternyata di situ ada puluhan boneka yang sangat menarik. Semua boneka putih menyerupai awan. Boneka kesukaan Feby Romansa.
Esok atau lusa aku akan memberikan beberapa boneka dan beberapa kuntum bunga yang indah itu untuk tunanganku yang kau cintai tersebut. Semoga dia menerima pemberianku ini. Karena aku ikhlas memberikan pada wanita yang sangat aku sayangi tersebut.
__ADS_1