KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Bodyguard Baru.


__ADS_3

Setelah kejadian perkelahian Elena di Colmar, Elena dan Hendri pulang karena hari sudah semakin larut.


Di dalam mobil.


"Kak, jangan bilang siapa-siapa ya, kalau tadi aku berkelahi, terutama jangan bilang sama kakek " kata Elena memelas.


"Heemm, baiklah aku tidak akan menceritakan kejadian tadi sama siapa pun , lagi pula aku juga tidak mau kalau ayah sampai marah gara-gara aku meninggalkanmu tadi " kata Hendri sambil mengusap pucuk kepala Elena dengan lembut.


"Hehehe, terimakasih ya Kak, Kak Hendri memang yang terbaik " kata Elena manja sambil merangkul lengan Hendri.


"Hentikan, Kakak sedang menyetir, duduklah yang manis " kata Hendri.


"Oh , baiklah " jawab Elena.


" Sial, bukannya aku tidak suka jika Elena bertingkah manja, tapi jantungku tidak bisa senormal dulu, kini aku rasa aku semakin menganggap Elena sebagai wanita, bukan adik kecilku lagi " batin Hendri dalam hati.


Benar saja kini Hendri dan Elena sudah semakin dewasa, Hendri sebagai pria normal tidak bisa lagi berpura-pura menganggap Elena sebagai adik kecilnya karena sudah sejak lama Hendri memendam perasaan untuk Elena.


Setibanya Di kediaman Yustaf.


Elena sudah harap-harap cemas karena sang kakek sudah menunggunya.


" Gawat, bagaimana jika kakek mengetahui kejadian tadi siang Di Colmar, aku akan mendapat hukuman selamanya tidak boleh keluar rumah lagi " batin Elena dalan hati dengan sangat cemas.


Hendri yang mengetahui kecemasan Elena pun langsung membuka suara untuk menyapa tuan Yustaf.


" Ayah sudah pulang , maafkan kami karena baru pulang " ucap Hendri mengawali obrolan.


" Iya ayah juga baru pulang, kalian dari mana, apakah bersenang-senang lagi" tanya tuan Yustaf balik.


"Ah, iya yah tadi aku mengajak Elena untuk berjalan-jalan menikmati pemandangan " kata Hendri.


"Oh, baguslah jika begitu, agar tuan putriku tidak merasa bosan di rumah " ucap tuan Yustaf.


"Kakek paling mengerti diriku " kata Elena sambil bertingkah manja bergelayutan dilengan sang kakek.


"Huh, dasar " kata tuan Yustaf.


keluarga Yustaf pun melanjutkan obrolan mereka setelah makan malam.


****


Di kediaman keluarga Abellard, saat makan malam.


Kristina merasa sangat senang akhirnya Lucas bisa berkumpul dengannya lagi setelah sekian lama, Kristina sangat merindukan Lucas walaupun Kristina lumayan sering mengunjungi Lucas di New York,


Terkadang Kristina menghabiskan waktu bersama Marisha dan Elena jika merasa merindukan Lucas.

__ADS_1


" Sayang, kamu lebih baik segera pindah kuliah kesini lagi, di Prancis juga tidak kalah dengan New York, banyak juga Universitas yang bagus, kamu lahir dan tumbuh di Prancis jadi lebih baik cepat kembali kan " pinta Kristina kepada Lucas.


" Tapi ma, Lucas terlanjur nyaman di New York " kata Lucas.


Kristina dan Lucas melakukan perdebatan kecil diruang makan, sedangkan William masih setia mendengarkan dan belum mau menjadi penengah diantara istri dan anaknya.


Sampai akhirnya William merasa ibu dan anak itu betah sekali jika berdebat, dari William mulai makan dan sampai selesai makan mereka belum juga berhenti, Kristina masih memaksa Lucas kembali ke Prancis, sedangkan Lucas masih ingin berkuliah di New York.


" Kalian berdua hentikan, Kristina cukup jangan terus menerus memaksa Lucas,


sedangkan kamu Lucas, apa kamu tidak merasa kasihan kepada mama kamu yang selalu merindukan putranya, jika kakekmu masih ada dia juga akan menyuruhmu kembali ke Prancis " kata William menjadi penengah.


"Sayang kata-katamu tidak membantu sama sekali , pokoknya Lucas harus kembali kerumah dan juga harus menepati janji kepada kakeknya" kata Kristina sambil berlalu pergi.


" Janji, memang ada janji apa pa, antara aku dan mendiang kakek ? " tanya Lucas.


"Apa kamu lupa ,sebelum kakekmu meninggal, kalian mengucapkan janji, bahwa kamu bersedia menikahi cucu dari sahabat kakekmu dan membalaskan budi kakekmu dengan menikahi cucu sahabat sekaligus penolongnya" kata William kepada anaknya.


Lucas terdiam dan memikirkan apa yang papa dan mamanya katakan, Lucas mencoba mengingat salah satu memori saat bersama kakeknya.


dan betul saja dengan susah payah Lucas mengingat akan janji tersebut.


Lucas pun dengan pikiranya yang kosong pergi menuju kekamarnya, ia menjadi dilema antara menepati janjinya kepada mendiang sang kakek atau tetap memperjuangkan kisah cintanya bersama Zoya.


Pagi hari dikediaman Yustaf.


"Mau pergi kemana sayang ? " tanya Marisha.


" Itu ma , mau pergi bertemu sama teman " kata Elena pelan.


"Teman siapa , lelaki , atau perempuan " tanya tuan Yustaf.


" Ya perempuan lah kek, mana ada Elena teman laki-laki, paling cuma Kak Hendri" jawab Elena.


" Emm, baiklah tapi harus ajak Hendri bersamamu,oh, jangan-jangan kali ini kamu ajak Vico saja, aku tidak mau jika kamu berbohong pada kakek" kata tuan Yustaf.


"Mmm, tapi kek bukankan lebih aman bersama Kak Hendri " kata Elena.


" Aman sih iya, tapi Hendri terlalu memihak kamu bisa saja kamu dan Hendri bersekongkol membohongi kakek " kata tuan Yustaf.


" Baik, baik, aku akan pergi bersama Vico, agar kakek lebih tenang dan tidak selalu mempunyai pikiran buruk terhadapku " kata Elena sedikit kesal.


" Sudah, sudah lebih baik kalian makan sarapanya dulu " kata Marisha menjadi penengah.


F**lashback on**.


Kring, kring suara ponsel Elena

__ADS_1


" Halo ,siapa ini ? " tanya Elena.


"El kamu lupa sama aku, ini aku Aera Kania, cewek yang waktu itu kamu selamatkan di Swiss " kara Aera.


" Oh ya ampun Ra, ternyata kamu, apa kabar di Swiss"


" Kabar aku baik El, sekarang aku sudah tidak di Swiss lagi, aku sudah pulang El "


"Lho Ra, aku kira kamu orang Swiss, ternyata bukan ! "


" Bukan El, aku orang Prancis, waktu itu aku cuma melakukan pertukaran pelajar di Swiss, aku juga kuliah di UNIVERSITรˆ DE LORRAINE "


"Yang benar Ra, aku juga kuliah disana, emm, bagaimana kalau kita bertemu besok, ada banyak yang mau aku tanyakan sama kamu Ra "


"Baiklah kamu kirim aja tempatnya ya sampai jumpa besok ! " kata Aera sambil mengakhiri panggilan.


F**lashback off**.


Vico sudah bersiap menunggu Elena turun, Vico adalah salah satu bodyguard yang handal, kemampuanya hampir sama seperti Hendri, umur Vico juga sama dengan Hendri, Vico adalah keponakan dari Yunus.


Setelah menunggu agak lama akhirnya Elena turun juga.


"Mama, kakek, Elena keluar dulu ya " pamit Elena.


"Hati-hati dijalan ya sayang " kata Marisha.


" Vico ingat laporkan semuanya kepadaku tanpa terkecuali sedikit pun " perintah tuan Yustaf kepada Vico.


" Kak Vico, ayo pergi jangan terlalu mendengarkan kakek " bisik Elena sambil berlalu pergi.


" Tuan , Nyonya saya permisi dulu " pamit Vico.


Kini Elena pun sudah diperjalana bersama Vico, didalam mobil mereka hanya terdiam, selama ini Vico tidak pernah mengawal Elena, Vico selalu ditempatkan disamping tuan Yustaf atau Marisha, karena Hendri lah yang selama ini menemani Elena kemana pun ia pergi.


.


.


.


.


.


like n coment ya tman๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š vote jika ada poin lebih.


Terimaksih banyak karna sudah selalu setia membaca karyaku

__ADS_1


mohon selalu ikuti part terbarunya ya ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰ see you


__ADS_2