KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Semuanya Berubah


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama kini Elena dan Lucas tiba dirumah baru yang akan mereka tinggali .


" Cepat turun, kita sudah sampai " ucap Lucas yang memarkirkan mobilnya di pintu utama.


" Emm, kita sudah sampai rumahnya yang mana " tanya Elena.


" Stupid " ucap Lucas.


" Coba katakan sekali lagi, maka kamu akan mengetahui seberapa kuatnya si bodoh ini " kesal Elena.


" Ambil dulu barang-barangmu baru kita masuk ke dalam, maka kamu akan tahu rumah kita yang mana " ucap Lucas.


"Kamu yang ambil, apa kamu mau orang-orang melihat kamu memperbudak istrimu " ucap Elena memerintah .


" Astaga ,takdir apa yang mengharuskanku hidup dengan wanita seperti dia " ucap Lucas.


" Itu keberuntunganmu bisa hidup denganku " ucap Elena.


" Diam ,cepat ikuti aku " perintah Lucas.


Kini Lucas membawa Elena masuk ke dalam rumah pribadinya, Elena terkesan dengan desain interior yang ada di dalam rumah Lucas, suasana yang ada di dalam rumah tersebut begitu menenangkan.


"Apa disini tidak ada orang lain selain kita " tanya Elena.


" Tidak " jawab Lucas dengan singkat.


" Lalu siapa yang membersihkan dan merawat rumah ini jika tidak ada orang yang tinggal di sini " tanya Elena lagi.


" Ada Bibi Mey dan juga Paman Victor yang setiap pagi datang dan saat sore mereka pulang " jelas Lucas.


"Oh, lalu kenapa mereka tidak datang hari ini ? " tanya Elena.


" Mereka harus mengantar putranya kembali ke asrama, jadi


tidak datang untuk hari ini " jawab Lucas


"Baiklah, jadi kamar ku yang mana " tanya Elena.


" Apa kamu sangat suka bertanya ,terserah kamu pilih sendiri saja " jawab Lucas dingin.


" Fine, aku akan melihat-lihat dulu " ucap Elena.


" Terserah asalkan jangan pilih kamar utama, itu kamar ku "ucap Lucas dingin.


" Oke " jawab Elena singkat.


" Bolehkan aku menempati kamar ke dua yang menghadap laut " tanya Elena.


" Ya terserah padamu " ucap Lucas dengan nada dinginnya.


Elena memutuskan memilih kamar ke dua yang menghadap ke laut, menurut Elena saat ia memandang ke laut maka beban yang ada di dalam hatinya akan hilang.


" Mulai sekarang semuanya berubah, tempat baru dan kehidupan baru ku sebagai istri akan di mulai dari sini, yah walaupun istri diatas perjanjian sih " gumam Elena sambil tertawa kecil.

__ADS_1


Saat Elena membereskan pakainya tiba-tiba ponsel Elena berdering, ia mengira kalau itu telfon dari keluarganya, tapi malah nomer asing yang menghubunginya.


Triling, triling suara dering ponsel Elena.


" Nomer baru , ini nomer siapa " gumam Elena.


Karena ia penasaran Elena pun langsung menjawab panggilan tersebut. " Halo " sapa Elena.


" Hai Honey, masih ingat denganku setidaknya suaraku mungkin " goda pria di seberang telfon.


" Jangan bercanda, siapa ini " ucap Elena dengan tegas.


" Wow , kamu marah Honey " goda Pria tersebut.


" Ingat dengan pria yang menghadiri pesta denganmu waktu itu, ini aku Nico " ucap Nico.


Ternyata Nico yang menghubungi Elena, Nico menyimpan nomer kontak milik Elena saat pesta waktu itu, dengan alasan jika Elena tak bisa di temuka maka Nico dengan mudah munghubungi Elena jika punya nomer telfonnya.


" Nico , maaf salah sambung " ucap Elena sinis.


" Oh, baiklah jika begitu aku akan memberi tahu keluargamu kalau kamu pernah berkelahi " ancam Nico.


" Apa yang kamu mau " tanya Elena.


" Begitu dong Honey, aku mau kita bertemu sekarang " jawab Nico.


" Apakah ada hal penting sehingga kamu ingin menemui ku " tanya Elena.


" Aku merindukanmu ,hahaha, tidak, tidak aku hanya bercanda, aku ada hal serius yang harus aku bicarakan denganmu " jawab Nico disertai godaan.


" Baiklah aku akan menemui mu, kirimkan alamatnya " ucap Elena sinis.


" Oke Honey " jawab Nico disertai senyum bahagia, dan mematikan panggilannya.


Lucas yang selesai beres-beres terlebih dulu, kini Lucas sedang bersantai menonton televisi diruang keluarga miliknya.


Lucas yang melihat Elena berpakain rapi pun heran,


" Hey kamu mau kemana berpakaian seperti itu " tanya Lucas dingin tanpa espresi.


"Aku mau keluar, ada masalah " jawab Elena disertai pertanyaan.


"Kamu mau keluar dengan pakaian seperti itu , apakah kamu seorang pria, tidak bisa kah berpakaian sedikit feminim " tanya Lucas.


" Sejak kapan kamu mulai ikut campur dalam caraku berpakaian, bukankah kamu yang meminta kita tidak boleh ikut campur dalam urusan pribadi masing-masing " jawab Elena sambil tersenyum sinis.


" Aku cuma sekedar bertanya dan memberikan saran ,tapi ingat pulang diatas jam 9 malam, makan bersiap-siaplah tidur diluar " ucap Lucas dengan dingin.


" Terserah " jawab Elena.


Elena pun berlalu pergi meninggalkan Lucas yang tengah kesal dibuatnya. " Dasar cewek stupid " gumam Lucas.


Kini Elena pergi menggunakan mobil milik Lucas, karena ia belum memiliki kendaraan pribadi, selama di kediaman Yustaf ia selalu di antar jemput oleh supir dan bodyguard, kini ia merasa bebas bisa keluar sendiri.

__ADS_1


" Akhirnya aku bisa kemana-mana sendiri tanpa supir dan bodyguard " gumam Elena bahagia.


Sedangkan di rumah Lucas, kini ia tengan kepikiran karena Elena pergi sendirian, ia pun menjadi gelisah dan tidak tenang, Lucas pun akhirnya menghubungi Gino untuk meminta bantuan mengikuti Elena.


" Halo, Gino bisakah kamu membantuku " tanya Lucas di sambungan telfonya.


"Iya dengan senang hati Luc " jawab Gino.


" Tolong lacak dimana mobilku sekarang " perintah Lucas.


" Memang mobil kamu kemana, apakah di curi orang " tanya Gino.


" Diamlah , jangan banyak bertanya lakukan saja jika bisa kamu pergi ketempat mobilku berada" ucap Lucas.


" Oke, oke aku laksanakan sekarang " jawab Gino sambari menutup panggilanya.


Lucas yang menyuruh Gino sekarang merasa sedikit lega, karena sebentar lagi ia akan mendapat kabar tentang Elena.


Sedangkan di sisi lain tempat Elena berada, kini ia sudah bertemu dengan Nico.


" Apakah kamu perlu waktu selama itu untuk datang ketempat ini " tanya Nico sedikit kesal.


" Diamlah jangan banyak bertanya ,ada urusan penting apa kamu sampai memintaku bertemu " tanya Elena dengan nada dinginya.


Nico yang menjadi gemas karena sikap dingin Elena menjadi tidak tahan dan ingin tertawa namun ia tahan.


" *B**enar-benar kamu itu wanita yang bisa membuatku tertawa dengan hanya sikap dinginmu saja,itu membuatku tidak tahan jika tidak bertemu denganmu* " batin Nico dalam hati.


" Sebenarnya, setelah pesta waktu itu ada beberapa perusahaan yang ingin berkerja sama denganku tapi mereka juga menginginkan kamu bergabung dalam proyek tersebut, apakah...." ucap Nico yang belum selesai.


" Tidak, aku sama sekali tidak tertarik berkerja denganmu " potong Elena.


" Aku kan belum selesai bicara " ucap Nico.


" Tapi aku sudah tau intinya " jawab Elena.


Elena menolak mentah-mentah ajakan Nico yang memintanya berkerja sama dengan Nico.


" Huh, kamu memang wanita luar biasa " ucap Nico.


" Hentikan basa basinya, jika tidak ada yang penting maka aku akan pulang " ucap Elena.


" Jangan seperti itu, kamu sudah disini setidaknya makanlah sesuatu atau pesan minum terlebih dulu " ucap Nico sambil menarik lengan Elena untuk duduk kembali.


" *A**ku tidak bisa jika harus membiarkanmu pergi secepat itu* " batin Nico.


Nico tidak rela kalau Elena pergi terlalu cepat, sebisa mungkin ia menahan Elena agar tidak terburu-buru pergi.


.


.


.

__ADS_1


.


Mohon like & comentnya ya 🙏🙏😊😊 jika berkenan vote & rate juga ya,terimaaksih , see you 😉😉😉


__ADS_2