KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Satu Malam Yang Indah.


__ADS_3

Setelah Elena dan Lucas semakin dekat, kini mereka menjalani hari-hari dengan banyak dihiasai tawa diantara mereka. Tentu saja kebahagiaan Elena membuat hati Lucas semakin tenang.


"Pagi Kak Lucas!" sapa Elena saat akan sarapan bersama.


"Pagi juga El!" jawab Lucas tersenyum lembut.


"Em! Kak hari ini aku boleh keluar tidak?" tanya Elena sambil menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Keluar? memangnya kamu mau kemana El?" tanya Lucas balik.


"Hari ini Aera mengajakku menghadiri pesta reoni!" jawab Elena.


"Oh! Baiklah kamu boleh pergi tapi harus dengan pengawalan." ucap Lucas.


"Iya, baiklah! itu tidak masalah." jawab Elena.


Saat mereka sudah selesai sarapan bersama, Lucas segera pergi berangkat kekantor karena ada rapat penting.


"El! aku berangkat dulu ya, kamu hati-hati saat pergi nanti!" pamit Lucas.


"Oke! Kak Lucas juga hati-hati dijalan ya!" jawab Elena.


Setelah Lucas berangkat, didalam mobil ia menghubungi Gino dan Leo, Lucas meminta agar salah satu dari mereka mengikuti Elena secara diam-diam sebagai pengawal rahasia Elena.


Sore hari dirumah Lucas. Aera sudah datang menjemput Elena untuk pergi kepesta. "Hai ! El, kamu sudah siap?" tanya Aera.


"Belum! aku tidak mempunyai baju yang cocok." ucap Elena.


"Baiklah, kalau begitu kita harus mencari baju dulu!" ucap Aera.


"Oke!" jawab Elena.


Mereka pun pergi kesebuah mall untuk membeli baju, tidak lupa Elena mengirim pesan kepada Lucas untuk memberinya kabar bahwa Elena sudah berangkat bersama Aera.


Setelah beberapa saat Elena dan Aera pun berangkat kepesta tersebut. Tidak lupa Gino yang mendapat tugas menjadi bodyguard rahasia Elena selalu melapor kepada Lucas.


"Dia bisa tampil cantik juga!" gumam Gino saat melihat Elena dan Aera.


Elena dan Aera tampak begitu cantik diacara pesta tersebut, mereka menjadi pusat perhatian banyak pasang mata yang melihat mereka.


Aera begitu cantik dengan gaun hitamnya, sedangkan Elena tampak begitu mempesona dengan gaun putih selututnya.


Ketika Elena merasa sudah sangat larut, ia melihat jam pada layar ponselnya.


"Ra, pulang yuk! ini sudah malam sekali." ucap Elena.


"Oh, baiklah! mari kita berpamitan dan ayo pulang." ucap Aera.


Mereka berdua pun berpamitan pada teman-tenannya yang lain dan memutuskan pulang.Gino yang sudah bosan akhirnya bisa tersenyum lega.


"Mereka sudah perjalanan pulang! jadi tugasku sudah selesai." pesan Gino kepada Lucas.


Lucas yang sudah pulang sejak beberapa waktu yang lalu juga merasa lega akhirnya Elena pulang.


Setibanya Elena dirumah Lucas tempat tinggalnya, kini ia turun dan mengucapkan selamat malam kepada Aera.


"Terimakasih ya Ra! selamat malam dan selamat istirahat." ucap Elena.


"Oh ya, Sean tolong antarkan Aera pulang dengan selamat ya! setelah itu tugasmu hari ini selesai." ucap Elena kepada Sean.


"Tapi El aku bisa pulang sendiri, tidak perlu merepotkan Sean." ucap Aera.


"Tidak apa-apa lagi pulan Sean juga dalam perjalanan pulang." ucap Elena.


"Iya, saya akan sekalian pulang jadi tidak masalah." ucap Sean.


"Baiklah, terimakasih dan selamat malam El!" ucap Aera.

__ADS_1


Elena hanya mengangguk sambil tersenyum manis dan berlalu masuk kedalam rumah.


"Apa Lucas sudah tidur ya?" gumam Elena lirih.


Lucas yang mendengar suara langkah kaki berniat menyapa Elena, namun ia urungkan karena melihat tampilan Elena yang begitu mempesona.



"Apa itu Elena! aku akan bertanya kenapa dia pulang begitu larut malam." gumam Lucas.



"Sial! apakah Elena pergi kepesta dengan pakaian seseksi itu?" gumam Lucas.


Lucas pun hanya menatap Elena secara diam-diam tanpa menyapanya.


"Aku terlihat seperti orang me*um! kenapa aku hanya melihat secara sembunyi-sembunyi, padahal aku suami sahnya." gumam Lucas merasa aneh.


Elena pun berlalu masuk kedalam kamarnya. Sedangkan Lucas yang berada didalam kamarnya pun selalu teringat Elena yang begitu menggoda dirinya.


...****...


Pagi hari diruang makan, Elena sudah berada dimeja makan terlebih dulu, sedangkan Lucas baru turun dan akan berangkat kekantor.


"Pagi Kak Lucas!" sapa Elena.


"Pagi juga El!" jawab Lucas.


"Kak Lucas sepertinya, sedikit pucat apakah Kak Lucas sakit? atau tidak bisa tidur nyenyak." tanya Elena kepada Lucas.


"Iya, aku tidak bisa tidur gara-gara terus kepikiran kamu El!" batin Lucas.


"Aku hanya banyak pekerjaan saja, jangan khawatir Oke!" jawab Lucas.


Sedangkan ditempat lain ada Zoya dan Gino yang tidak sengaja bertemu dicafe dekat kantor Lucas.


"Bukan kebetulan tampaknya memang kamu yang sengaja berada disini?" ucap Gino.


"Ayolah Gi! kenapa kamu sedingin ini." ucap Zoya.


"Aku hanya Lelah!" ucap Gino.


"Apa Lucas memberimu banyak pekerjaan?" tanya Zoya.


"Bukan pekerjaan, hanya tugas untuk melindungi istrinya!" jawab Gino.


Zoya pun sempat heran dan pada akhirnya Gino menceritakan kepada Zoya bahwa Lucas sangat memperhatikan keselamatan istrinya mugkin karena Lucas sudah mulai menyukai Elena.


"Sial! pantas saja aku begitu sulit untuk bertemu Lucas, bukan karena tidak ada waktu, tapi karena wanita sialan itu!" batin Zoya.


Zoya pun pamit kepada Gino dan berlalu pergi, Zoya berkata tiba-tiba teringat urusan yang sangat penting.


"Aku harus segera membuat rencana agar Lucas, bisa segera kembali kepadaku!" gumam Zoya didalam mobil yang ia kendarai.


Sesampainya Zoya diapartemen miliknya, ia merasa frustasi karena belum menemukan ide yang tepat, Zoya akhirnya menghubungi sesrorang guna menanyakan tentang ide yang akan ia gunakan untuk membuat Lucas kembali kepadanya.


Orang tersebut pun memberi ide yang lumayan gila demi mendapatkan Lucas kembali, namun Zoya terlihat sangat senang akan ide tersebut.


Sore hari dikantor milik Lucas.


Zoya pun datang diam-diam kekantor Lucas, ia menyuruh sekertaris Lucas mengantarkan kopi yang tentu saja sudah Zoya beri obat *ex*citant didalam kopi tersebut.


"Tuan ini kopi anda!" ucap sekertaris Lucas.


"Baik, letakkan saja disitu!" ucap Lucas.


Setelah meletakkan kopi sekertaris Lucas pun keluar, tidak lupa ketika diluar ruangan Lucas Zoya memberi sekertaris Lucas tersebut sejumlah uang yang cukup banyak.

__ADS_1


Lucas tanpa curiga meminum kopi tersebut,setelah Zoya memastikan dengan mata kepalanya sendiri, ia pun bergegas kembali keapartemen miliknya yang tidak jauh dari kantor Lucas.


Zoya pun menghubungi Lucas dan beralasan ada seorang pencuri yang memasuki apartemen miliknya, ia berakting dengan sangat menyakinkan.


Lucas pun dengan segera menuju ketempat Zoya. Setelah tiba ditempat Zoya, Lucas masuk keapartemen tanpa pikir panjang karena khawatir.


"Apa kamu baik-baik saja Zoy?" tanya Lucas khawatir.


"Aku baik-baik saja Luc! tapi aku takut." bohong Zoya.


Dengan mendapat sentuhan tangan dari Zoya, akhirnya reaksi obat yang Lucas minum dikopi sebelumnya pun terlihat.


"*Kenapa badanku terasa sangat panas! kenapa juga aku menjadi sangat bergai*ah*?" batin Lucas yang sedikit bingung.


Zoya mengetahui jika obatnya sudah mulai beraksi, ia pun tidak menyia-nyikakan kesempata yang ada, tiba-tiba Zoya memeluk tubuh Lucas dengan alasan takut



Zoya yang berpakaian seksi dan pose menggoda pun semakin membuat Lucas bergai*ah,Lucas menyadari jika ada yang tidak beres dengannya, Lucas pun mencoba setenang mungkin dan menghubungi Leo.


Leo pun segera datang dan menemui Lucas diapartemen Zoya, ketika Leo sampai Lucas pun dengan buru-buru menuju kembali kerumahnya.


Setelah tiba dirumah Elena pun terkejut karena Lucas bilang ia akan pulang terlambat tapi belum waktu makan malam Lucas sudah pulang dengan penampilan yang aneh.


Lucas yang melihat penampilan seksi Elena tak kuasa menahan diri lagi.



"Kak Lucas baik-baik saja? aku kira kak Lucas akan pulang terlambat." tanya Elena.


Tanpa sadar Elena yang hanya memakai kemeja putih, mendekat kearah Lucas.


"To...Tolong aku El!" ucap Lucas dengan nafas yang tak beraturan.


"Kak Lucas kenapa? apa yang bisa aku bantu?" tanya Elena khawatir.


"Bawa aku kekamar!" ucap Lucas.


"Ba...Baiklah!" kata Elena sambil membantu Lucas menaiki tangga.


Setelah tiba dikamar Lucas, tanpa sadar Lucas menarik pergelangan tangan Elena sehingga Elena jatuh diatas badan Lucas.


"Ka...kak Lucas ada apa? apakah ada yang sakit!" tanya Elena tersipu malu.


"Bisakah kamu memaafkanku kali ini? aku sungguh tidak bisa menahanya lebih lama lagi!" ucap Lucas berbisik ditelinga Elena.


Elena tidak mengerti sama sekali dengan perkataan Lucas dan sikap anehnya, yang ia tau saat ini Lucas berubah menjadi seperti binatang buas.


Tanpa menunggu lama Lucas pun membalik posisi tubuh mereka kini Elena yang berada dibawah tubuh Lucas, Elena semakin tersipu malu.


"Kak Lucas...!" kata Elena yang belum selesai namun bibir Lucas sudah mendarat dibibir Elena.


"Sekali ini tolong maafkan aku El, maaf karena sudah memaksamu!" ucap Lucas sambil terus mencium setiap inci tubuh Elena.


Sesekali Elena hanya mengeluarkan desahan kecil,Lucas yang terpengaruh obat pun semakin tidak bisa menahan diri.



Elena yang tidak mengerti dan bingung melihat sikap Lucas, sudah terlambat untuk melepaskan diri,dan akhirnya mereka melewati malam yang indah bersama sepanjang malam.


.


.


.


Jangan lupa like,coment,vote,rate dan favoritkan juga ya, gambar hanya pemanis, terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2