KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Mari Akhiri Perjanjian Kita.


__ADS_3

Saat pagi menjelang, Elena pun terbangun dengan banyak merah ditubuhnya. Seketika Elena terkejut karena ia tidak mengenakan pakaian.


Elena mencoba mengingat apa yang terjadi semalam dengan kepala yang masih terasa pusing, ia mengingat samar-samar apa yang ia lakukan kepada Lucas.


Cklek! suara pintu terbuka. "Kamu sudah bangun El?"tanya Lucas.


"Emm!" jawab Elena malu.


"Ini aku buatkan air madu, untuk menghilangkan pusing yang kamu rasakan! apakah kamu masih malu?" ucap Lucas sembari bertanya.


"Ke...Kenapa aku harus malu! aku tidak melakukan apapun!" ucap Elena.


"Baiklah! aku kira kamu masih malu karena menerkamku seperti binatang buas yang lapar, tapi aku suka!" ucap Lucas menggoda Elena.


"Ka...Kak Lucas!" teriak Elena malu.


"Pfft! Baiklah-baikkah! kamu mau makan dibawah apa dikamar?" tanya Lucas.


"Aku akan mandi dulu dan turun kebawah! lagi pula hari ini aku ada janji dengan Aera!" ucap Elena.


"Apa mau aku mengantarmu bertemu Aera?" tanya Lucas.


"Tidak perlu aku hanya sebentar!" jawab Elena.


Setelah pembicaraan Elena dan Lucas, beberapa saat kemudian Elena sudah selesai merapikan diri dan berniat turun kebawah untuk makan, namun ia terkejut karena Lucas masih menunggunya didalam kamar.


Zoya yang melihat Lucas menggandeng Elena merasa semakin khawatir jika Lucas benar-benar mulai mencintai Elena, Zoya sangat tau sifat Lucas. Dia tidak akan bersikap begitu lembut pada seorang wanita kecuali wanita itu sudah menempati hati Lucas.


"Apakah kalian akan pergi keluar? bolehkah aku ikut?" tanya Zoya pura-pura polos.


"Aku sebenarnya berencana mengantar Elena, tapi dia menolaknya!" jawab Lucas.


"Aku bisa pergi sendiri! kak Lucas tidak perlu repot-repot!" ucap Elena.


"Iya-iya aku tau kamu bukan wanita yang manja! tapi hati-hati dijalan ya!" ucap Lucas sambil mengusap pucuk kepala Elena.


Elena pun pergi ditemani oleh Sean dan Leo, Elena berpikir jika terjadi sesuatu diperjalanan dirinya tidak akan sanggup melawan jika hanya berdua dengan Sean, karena akibat pertempuranya dengan Lucas semalam sangat membuatnya lelah.


Sesuai perkiraan Elena, saat diperjalanan lagi-lagi datang pembunuh bayaran, sudah lebih dari tiga minggu kejadian seperti itu selalu terjadi saat Elena keluar rumah. Namun Elena tidak ingin memberitahukannya kepada Lucas.


"Nona Elena awas!" teriak Leo.


"Apakah nona baik-baik saja?"tanya Sean.


"Iya aku baik-baik saja! apakah kalian bisa mengatasi mereka? aku harus segera bertemu Aera!" kata Elena terlihat lelah.

__ADS_1


"Baik! kami akan mengatasinya, nona pergilah dengan hati-hati!" ucap Sean.


"Emm!" jawab Elena sambil mengangguk.


Elena pun pergi diam-diam dari lokasi tersebut, kini Sean dan Leo terlibat peetarungsn sengit dengan para pembunuh tersebut.


Setibanya Elena ditempat janjian, ternyata Aera masih belum sampai disaat yang bersamaan pengacara Marisha pun juga tiba.


Elena dan pengacara Marisha membahas soal perusahaan yang ditinggalkan oleh mendiang Marisha. Setelah pengacara Marisha menjelaskan Elena tampak berpikir serius.



"Jadi mendiang mama, meninggalkan perusahaannya untukku?" tanya Elena.


"Iya! maaf itu semua perintah nyonya Marisha!" jawab pengacara tersebut.


Setelah beberapa puluh menit kemudian Aera datang menemui Elena.


"Maaf El! apa kamu sudah menunggu lama?" tanya Aera yang tidak tau ada orang lain bersama Elena.


"Ah! tidak apa-apa! duduklah Ra, ada yang mau aku bicarakan!" ucap Elena.


"Ra! ini adalah pengacara mendiang mama!aku akan langsung pada intinya, mama meninggalkan sebuah perusahaan bernama Elian's Company.Mama berharap aku bisa mengambil alih perusahaan tersebut namun dengan kondisi saat ini aku belum bisa! Jadi aku mau untuk sementara kamu yang menjalankannya!" ucap Elena tegas.


"Tapi El! aku tidak ada pengalaman sama sekali dan juga aku tidak bisa memegang tanggung jawab sebesar itu!" ucap Aera.



Melihat sahabatnya itu Aera menjadi tidak tega untuk menolak permintaanya, dengan terpaksa Aera menerima untuk sementara, tapi Elena tetap memegang kendali meski itu dari rumahnya. Dan tentu saja Elena setuju.


Disisi lain kini Sean dan Leo sudah menjemput Elena untuk pulang kerumah. Elena dan Aera pun kembali masing-masing karena Eleba khawatir dengan Aera, Elena meminta Leo untuk mengantar Aera pulang.


...****...


Saat tiba dirumah waktu memang sudah malam. Sudah waktunya untuk makan malam juga. Saat masuk kedalam rumah wajah Elena tampak begitu lelah karena banyaknya pikiran yang ada didalam kepalanya.


"Kamu baru pulang El? apa kamu sakit, wajahmu pucat sekali?" tanya Lucas khawatir.



"Aku baik-baik saja kak!cuma lelah saja!" jawab Elena.


"Kamu pasti belum makan! ayo kita makan malam dulu, setelah itu ada yang mau aku bicarakan sama kamu!" ucap Lucas.


"Apakah ada hal penting? sepertinya serius sekali!" tanya Elena.

__ADS_1


"Iya! masalah ini cukup serius!" ucap Lucas.


Elena hanya mengangguk tanda mengerti.Setelah Elena dan Lucas makan malam mereka berdua segera kembali kemarnya untuk membicarakan masalah yang kata Lucas serius.


Karena setelah selesai berbicara Elena berniat langsung istirahat jadi dia mandi terlebih dulu supaya bisa langsung beristirahat.


"Ada masalah apa kak?" tanya Elena kepada Lucas.


"Aku ingin mengatakan sesuatu yang penting kepadamu!" jawab Lucas.


"Iya! apa itu?" tanya Elena.


"Mari kita hilangkan surat perjanjian diantara kita!" ucap Lucas tegas.


Elena sempat terkejut dengan perkataan Lucas, ia mulai berpikir mungkin Lucas ingin kembali bersama Zoya setelah beberapa minggu tinggal satu atap yang sama.


"Apakah kak Lucas akan kembali bersama Zoya? seharusnya aku sudah memperkirakan itu dari dulu, dan seharusnya aku tidak perlu menyukainya!" batin Elena.


"Aku terlalu lelah untuk berdebat! biarkan saja dia yang mengurus semua perpisahan ini!" batin Elena lagi.


"Baiklah! terserah kak Lucas saja!aku akan mengikuti keinginanmu." ucap Elena.


Pada saat itu juga Lucas dengan senang hati membakar surat perjanjian yang pernah ia buat dengan Elena. Lucas pun membakar surat perjanjian itu dengan penuh senyum kebahagiaan.


"Lihatlah betapa bahagianya dia, yang sebentar lagi bisa bersama pujaan hatinya!" batin Elena sedikit kesal.


Sedangkan bagi Lucas, itu adalah hal paling membahagiakan untuknya karena kini tidak ada surat perjanjian yang menghalangi dirinya dengan Elena.


Setelah Lucas selesai membakar surat perjanjian tersebut, tiba-tiba Lucas mendekat kearah Elena dan mencium bibir tipis Elena. Tentu saja itu membuat Elena sangat terkejut.


"Ap...Apa yang kak Lucas lakukan?" tanya Elena bingung.


"Akhirnya diantara kita tidak ada penghalang lagi!" jawab Lucas.


"Bukankah kak Lucas ingin mengakhiri perjanjian dan pernikahan kita?" tanya Elena bingung.


"Aku hanya tidak mau ada penghalang dalam hubungan kita yang berupa surat perjanjian! mari kita mulai dari awal hubungan kita!" ucap Lucas.


Elena pun terharu dan sampai meneteskan air mata, Lucas yang melihat hanya bisa memeluk dan menenangkan Elena dengan lembut.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like,coment dan votenya ya teman-teman. Terimakasih


__ADS_2