
Elena merasa sangat sedih karena harus menghadapi kenyataan bahwa Auntie Fanny dan juga tiga anak didiknya harus kehilangan nyawa.
"Aku kira aku sudah cukup kuat untuk melindungi orang-orang yang aku sayangi, tapi kenyataanya aku masih terlalu lemah " batin Elena.
Dengan wajah yang penuh luka dan hati yang tersayat karena kehilangan Elena ingin berusaha lebih kuat lagi, untuk melindungi orang-orang yang ia sayangi ke depannya.
Bahkan tak terlintas sedikit pun di benak Elena untuk merasa takut kepada pertanyaan yang akan di tanyakan Lucas, saat Elena pulang nanti.
Sedang kan Hendri yang melihat Elena dengan tatapan kosong merasa bersalah karena ia sedikit terlambat untuk datang menyelamatkan Elena.
Hendri pun mengurus semua prosesi pemakaman untuk Auntie Fanny dan tiga anak didik Elena, sementara Auntie Katty masih setia menenangkan Elena walau pun hatinya sedang berduka untuk Fanny.
Di tempat lain di mana Lucas berada.
Apartemen milik Zoya.
Tok,tok,tok
Suara Lucas yang mengetuk pintu, mendandakan bahwa Lucas sudah datang menemui Zoya, sedangkan Zoya yang berpura-pura sakit enggan untuk membukakan Lucas pintu, Zoya berpikir kenapa Lucas masih mengetuk pintuh padahal dia sudah memberinya password Apartemen nya.
Lucas yang masih berdiri di depan pintu menjadi khawatir karena Zoya tak kunjung membuka pintunya akhirnya dengan terpaksa Lucas pun membuka pintu apartemen Zoya sendiri.
Dengan khawatir Lucas mencari keberadaan Zoya.
"Zoy, Zoya " teriak Lucas memanggil Zoya.
Zoya yang berada di kamar tersenyum dengan bahagia karena Lucas masih mencemaskan dirinya.
"Luc, aku ada di kamar, perutku terasa sakit jika bergerak " ucap Zoya berbohong.
Lucas yang melihat Zoya terbaring lemah menjadi khawatir.
"Zoy, apa kamu baik-baik saja, apa tidak sebaiknya kita ke Rumah Sakit " ucap Lucas khawatir.
" Tidak Luc, aku akan baik-baik saja setelah istirahat, aku tidak mau jika harus ke Rumah Sakit " ucap Zoya memelas.
"Baiklah kalau begitu tunggulah sebentar aku akan membuatkanmu teh herbal " ucap Lucas.
" Emm, terimakasih banyak Luc, kamu masih mau datang menemui ku " ucap Zoya.
Lucas hanya mengangguk dan berlalu ke luar dari kamar Zoya, setelah beberapa saat Lucas akhirnya selesai membuat kan Zoya teh herbal untuk meredakan perut Zoya yang sakit.
" Ini minumlah dulu, untuk meredakan rasa sakit mu " ucap Lucas.
__ADS_1
Zoya pun duduk dan meraih gelas yang di berikan Lucas.
"Terimakasih banyak Luc , dan maaf sudah mengganggu mu" ucap Zoya.
" Apa yang kamu bicarakan, kamu sedang sakit jadi wajar jika aku menolong mu " ucap Lucas.
Setelah itu Zoya pun terus berbincang dengan Lucas, namun Lucas sama sekali tidak fokus dengan perbincangan nya dengan Zoya, ia terlihat gelisah dan juga terus memandangi jam yang ada di pergelangan tangan nya.
" Luc, apakah ada sesuatu yang menganggu pikiranmu " tanya Zoya.
"Tidak aku hanya berpikir ini sudah sangat larut, jadi apa tidak lebih baik aku pulang saja " ucap Lucas.
" Ta, tapi Luc, aku takut jika harus sendirian di saat aku sedang sakit " ucap Zoya.
"Tolong tinggal lah beberapa saat lagi, heem, setidaknya sampai aku tertidur " ucap Zoya memelas.
" Baiklah hanya sampai saat kamu tertidur " ucap Lucas lembut.
Kini waktu sudah menunjukan Pukul 05.30 waktu Prancis, dan Elena pun baru pulang dari rumah berduka diantar oleh Hendri.
" El, apakah tidak apa-apa kamu pulang kisini dengan wajah seperti itu, apa tidak sebaiknya ke apartemen ku dulu " tanya Hendri.
" Tidak apa-apa Kak, semua akan baik-baik saja, Kak Hendri juga perlu istirahat ksn jadi pulang lah " ucap Elena.
Elena pun hanya mengangguk kepada Hendri, Elena pun berjalan masuk ke dalam rumah, ia sudah menyiapkan diri jika harus mendengar kemarahan dari Lucas karena tidak pulang.
Namun di dalam rumah tampak sepi tak berpenghuni, Elena mencari keberadaan Lucas namun ia tidak menemukan sosok Lucas di rumah, dan akhirnya Elena melihat Bibi Mei.
" Bibi Mei " panggil Elena.
" Iya non El, ada apa " jawab Bibi Mei.
"Apakah Bibi Mei melihat Lucas " tanya Elena.
" Oh, tuan Lucas dari semalam tidak pulang Non, tuan Lucas menghubungi Bibi Mei karena takut jika Non El pulang tidak ada siapa pun di rumah " ucap Bibi Mei.
Elena pun berpikir sebelum dirinya keluar kemarin malam dia berpapasan dengan Lucas di tangga.
"Apa sejak saat itu dia keluar dan belum pulang sampai sekarang" gumam Elena.
" Tapi Non El, wajah Non El kenapa sampai seperti itu " tanya Bibi Mei yang menyadarkan Elena.
" Oh, tidak apa-apa Bi, kalau begitu aku ke atas dulu ya Bibi lanjut kan saja pekerjaan Bibi " ucap Elena.
__ADS_1
Elena pun merasa sangat lelah dan segera masuk ke dalam kamar nya, di pikiran Elena penuh dengan berbagai masalah yang menimpa dirinya.
Elena merasa sangat sedih, bahkan saat Bibi Mei memanggilnya makan pun Elena tidak mau keluar, Elena mengurung dirinya di dalam kamar seharian.
Sedangkan saat Pukul 07.30 waktu Prancis, Zoya sudah membangunkan Lucas yang tertidur di sofa apartemen Zoya, Lucas pun dengan bergegas langsung berangkat menuju ke kantor tanpa pulang terlebih dulu.
Sementara Hendri memberi Elena cuti beberapa hari sampai luka di wajah Elena sembuh.
Dua hari Elena belum keluar dari kamar, selama dua hari itu pun Lucas belum bertemu dengan Elena, namun Lucas belum menyadarinya karena di sibuk kan dengan pekerjaan dan juga permintaan Zoya.
Elena pun mendapat kabar dari Bibi Mei jika Lucas sangat sibuk, bahkan ada seorang wanita yang mencari Lucas ke rumah yang di tempat i Elena dengan Lucas saat ini, siapa lagi kalau bukan Zoya yang di beri tahu Gino.
Namun sayang Elena, tidak keluar jadi tidak bertemu dengan Zoya.
Di malam hari saat larut malam Lucas baru pulang dari kantor, ia melihat Elena sedang berdiri di depan lemari es untuk mengambil segelas air minum, Lucas pun berniat menyapa Elena namun betapa terkejutnya Lucas yang melihat wajah Elena masih memar.
" El " sapa Lucas
Elena hanya malingkan wajah nya sesaat melihat Lucas di belakangnya.
"El, kamu terluka, kenapa wajahmu memar apa ada yang memukul mu" tanya Lucas cemas, sambil memegang lembut wajah Elena.
Entah apa yang ada di pikiran Elena, dengan wajah dingin nya ia menepis tangan kekar Lucas dari wajahnya.
" Itu bukan urusan mu " ucap Elena dingin dan berlalu meninggalkan Lucas.
"Ada apa dengan Elena, kenapa dia berubah menjadi dingin seperti itu apakah dia mengetahui sesuatu " gumam Lucas penuh pertanyaan.
Setibanya Elena di dalam kamar ia pun tidak bisa mengetahui apa penyebabnya ia berubah dingin di depan Lucas.
"Apa yang aku lakukan, seharusnya aku tidak bersikap seperti itu di depan Kak Lucas, apakan ini gara-gara dia tidak pulang atau kah gara-gara ada seorang wanita yang mencarinya " gumam Elena sambil berguling-guling di atas tempat tidurnya.
.
.
.
.
Mohon like & coment ya temanπππvote,rate & favoritkan juga
jangan sungkan untuk memberi saran, terimakasih & see you ππ
__ADS_1