KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Semangat Baru.


__ADS_3

Hari berganti menjadi minggu, dan minggu berganti menjadi bulan. Selama dua bulan Elena terbaring koma, karena keturunan dari keluarga Yustaf walaupun Elena koma tapi janin di dalam perutnya masih berkembang dengan sempurnya layaknya orang hamil yang normal.


Beberapa waktu yang lalu Elena terbangun namun ia tidak berbicara sepatah kata pun.


"Kamu sudah sadar? apa ada yang sakit? atau kamu merasa tidak nyaman disuatu tempat?" tanya pria yang menolongnya.


Elena hanya melirik ke arah pria tersebut tanpa berbicara sedikit pun. Beberapa setelah Elena sadar Ken selalu mendampingi Elena untuk memulihkan kesehatannya.


Tak lupa Dokter Dona juga selalu memantau perkembangan janin Elena, entah apa yang dirasakan Ken dan juga Dona, tapi mereka selalu ada untuk mendampingi Elena.



Kennet Relampago (30) Seorang duda tampan dan seorang pengusaha Kennet yang biasa dipanggil Ken juga pendiri beberapa rumah sakit terkenal, termasuk yang ditempati Elena saat ini.



Madona (28) Seorang dokter muda dengan berbagai penghargaan dan juga kejeniusannya dibidang medis melampaui rata-rata. Teman dari Ken dan juga orang kepercayaannya.


...****...


Delapan bulan pun berlalu, Elena sudah mulai menerima semua takdir yang ia alami termasuk, menerima kalau Lucas lebih mencintai Zoya dibandingkan dirinya, itulah pemikiran Elena.


"Apa kamu akan terus berbaring sepanjang hari? tidak maukan jalan-jalan diluar? aku tau jika hamil besar akan malas bergerak, tapi banyak bergerak itu bagus untuk persalinan nanti!" ucap Ken.


"Aku hanya sedang malas untuk bergerak!" jawab Elena.



"Itu lebih buruk lagi untuk mempersiapkan persalinanmu! ayo aku akan membawamu jalan-jalan!" ucap Ken memaksa.


"Baiklah aku ganti baju dulu!" ucap Elena sedikit malas.


Elena sudah cukup tau kalau Ken tidak bisa dibantah, apa yang Ken ucapkan harus terlaksanakan. Walau begitu Ken orang yang hangat dan baik hati.


Saat Ken dan Elena berjalan-jalan ia tidak sengaja bertemu dengan Aera yang melakukan dinas ke New Zeland.



"El...Elena!" teriak Aera yang melihat Elena.


Namun ketika seorang pria berteriak memanggil Elena. Tiba-tiba Aera menghentikan langkah kakinya yang ingin berlari menghampiri Elena.


"Elsha!" teriak Ken yang tidak jauh dari Elena.


Karena Elena ingin melupakan semua yang ada dimasa lalu jadi ia meminta kepada Ken dan juga Dona untuk memanggilnya Elsha kependekan dari namanya Elena Sha Yustaf.


Karena dengan begitu Elena bisa mendapat hidup baru dan semangat baru untuk buah hatinya yang sebentar lagi akan lahir.

__ADS_1


"Apa kamu menungguku lama?" tanya Elena.


"Tidak! tapi ngomong-ngomong, apa yang kamu minum? bukan sesuatu yang aneh kan!" tanya Ken.


"Ya ampun! jangan berlebihan seperti ibu mertua begitu! ini hanya susu coklat dan ini juga baik kok untuk ibu hamil!" jawab Elena.


Disisi lain Aera yang melihat Elena tidak berani mendekat dan hanya diam-diam mengikuti Elena dan juga Ken.


"Apakah itu benar-benar Elena? tapi pria disampingnya memanggil Elsha, apa dia hanya orang yang mirip saja! tapi lebih baik aku mengamati mereka dulu." gumam Aera.


Elena dan Ken menikmati waktu jalan-jalan mereka, namun saat mereka berjalan ke sebuah toko ada beberapa orang yang mengikuti mereka.


Walaupun Elena hamil tapi tidak menghalangi aktivitas Elena berbisnis dan juga mendirikan kembali kelompok mafia King Knight di negara New Zeland tersebut.


Bahkan King Knight yang dipimpin Elena saat ini lebih besar dari kelompok sebelumnya yang ada di Prancis.


Elena menyadari kalau ada beberapa orang yang mengikutinya, namun ia sadar yang jadi target kali ini bukan dirinya tapi Ken. Elena mengajak Ken bersembunyi terlebih dulu.


"Tetaplah disini apa pun yang terjadi!" ucap Elena, mengingat Ken bukanlah orang yang suka berkelahi jika bukan karena terpaksa.


"Memang ada apa? jangan berbuat yang aneh-aneh ingat kamu sedang hamil besar!" ucap Ken.


"Aku tau! maka dari itu tetaplah disini dan hubungi Dona, bilang jika aku menginginkan jus anggur!" ucap Elena yang memberi kode kepada Dona.


Elena berjalan keluar dari toko tersebut dan asal menggandeng seorang lelaki yang juga berjalan keluar bersama dirinya.


"Oke!" jawab pria itu.


Elena melakukan itu untuk mengalihkan para pembunuh bayaran yang mengincar nyawa Ken. Sesampainya dijalan yang agak sepi Elena mengucapkan terimakasih pada pria asing itu dan membiarkannya pergi.


"Sayang, maafkan mommy! tapi tolong tetaplah bertahan, Oke!" batin Elena sambil mengusap lembut perutnya.


"Kalian keluarlah! orang yang kalian cari tidak ada disini!" ucap Elena dengan seringai yang menakutkan.


"Sial! kita sudah tertipu dengan wanita jal*ng ini! habisi dia." perintah salah satu orang tersebut.


"Huh, jal*ng, kamu bilang! majulah jika kalian ingin pergi ke neraka!" ucap Elena.


"Sombong! apa yang bisa dilakukan wanita hamil sepertimu! lebih baik kamu lay*ni kami, aku dengar wanita hamil terasa lebih nikmat!" ucap ketua pembunuh tersebut.


Kratak! suara Elena yang mematahkan salah satu tangan ketua pembunuh itu.


"Ketua!" teriak anak buahnya.


"Siapa yang berikutnya!" ucap Elena.


Bruuk! Braak! Buuk! Suara Elena yang menghajar pembunuh tersebut.

__ADS_1


"Ketua! kenapa wanita yang hamil sebesar itu tenaganya kuat sekali?" ucap anak buahnya.


"Diam lebih baik kita serang bersama! dan habisi dia!" ucap ketua pembunuh itu.


"Wah, wah,wah! Tidak bermoral sekali, para lelaki yang kurang ajar terhadap wanita hamil!" ucap Irene.



Irene (28) seorang pembunuh bayaran dan pada akhirnya menjadi tangan kanan Elena.


Irene membantu Elena mengatasi para pembunuh tersebut dan jangan tanyakan lagi, semua pembunuh itu mati ditempat.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Irene.


"Iya, aku baik-baik saja. Terimakasih!" ucap Elena.


Elena dan juga Irene pun kembali ketempat dimana Ken berada.


"El! apa kamu sudah gila? tidak kah kamu memikirkan janin yang ada didalam perutmu! bagaimana bisa seorang wanita hamil berkelahi. Apa kamu kira aku tidak bisa melindungi diriku sendiri dan juga melindungimu?" cerca Ken.


"Aku tau, maafkan aku! aku hanya tidak bisa orang yang baik kepadaku harus terluka!" ucap Elena lembut.


"Ta...tapi tetap saja aku masih mampu melindungimu!" ucap Ken sedikit malu.


"Iya-iya aku tau! sekali lagi maafkan aku!"


"Oh, ya! aku sampai lupa perkenalkan aku Elena Sha Yustaf, terimakasih karena sudah membantuku! kamu bisa memanggilku Elsha." ucap Elena kepada Irene.


"Aku Irene! aku tidak suka basa basi. Aku langsung ke intinya saja, apa kamu bisa memperkerjakan aku?" tanya Irene.


Belum sempat Elena menjawab Aera yang sedari tadi mengikutinya akhirnya berani muncul juga menyapa mereka.


"Dasar wanita bod*h! Hiks, bagaimana bisa kamu tidak memberitahuku kalau kamu masih hidup! Hiks, kenapa kamu merahasiakannya dariku? Hiks,bukankan kita sudah seperti saudara!" ucap Aera disela tangisnya.


"Ae...Aera! kamu disini? bagaimana bisa kamu...!" ucap Elena yang terkejut melihat Aera ada di New Zeland.


Pada akhirnya Elena menceritakan apa yang terjadi dari awal sampai akhirnya dia masih bisa hidup dan berada di negara tersebut. Aera juga banya bercerita tentang kondidi perusahaannya yang semakin berkembang.


Aera berharap Elena bisa pulang dan mengurus kembali Elian's Company. Aera juga bercerita jika Lucas dan Zoya akan bertunangan karena dukungan dari dewan direksi yang menginginkan terjalinnya antara perusahaan Abellard dan juga Matthew dalam dunia bisnis, mengingat Zoya adalah putri dari Alex Matthew.


.


.


.


Mohon selalu dukung novel Kisah Elena ya teman-teman, jangan lupa like, coment dan juga vote. Terimakasih 😊

__ADS_1


__ADS_2