KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Seperti Candu.


__ADS_3

Pada malam hari dirumah Lucas, bibi Mei menyiapkan semua keperluan Zoya dikamar yang sebelumnya ditempati Elena, sedangkan Elena memindahkan beberapa barang miliknya kekamar milik Lucas.


"Tuan Lucas, Non El semua sudah siap jika kalian ingin beristirahat!" ucap bibi Mei.


"Baiklah, terimakasih banyak ya bi!" ucap Lucas.


"Zoy! mari aku akan mengantarmu kekamar untuk istirahat!" ucap Lucas.


"Terimakasih banyak ya Luc!" ucap Zoya.


Lucas dan Zoya pergi ke lantai atas dimana kamar Elena yang akan ditempati Zoya berada. Setelah beberapa saat Lucas tak kunjung turun Elena pun sedikit curiga walau bagaimana pun mereka pernah menjalin tali asmara, itu yang Elena dengar dari Gino dan juga Zoya.


"Kenapa kak Lucas lama sekali? bukankah hanya mengantar saja ini sudah cukup lama bagi seseorang yang hanya mengantarkan." gumam Elena.



"Apa jangan-jangan mereka melakukan sesuatu? kenapa tidak terdengar apapun!" gerutu Elena sambil menguping didepan pintu kamarnya.


Beberapa saat kemudian Elena mendengar suara langkah kaki menuju keluar, Elena pun mendadak terkejut dan buru-buru lari dari tempatnya agar tidak ketahuan.


"Sepertinya aku sudah terlalu lama meninggalkan Elena sendirian. Semoga dia tidak marah!" gumam Lucas.


Lucas pun mencari keberadaan Elena dilantai bawah namun Lucas tidak menemukan keberadaan Elena, karena Elena masih bersembunyi dilantai atas.


Terdengar suara ponsel Elena berdering seketika membuat Elena bertambah terkejut, Elena pun bergegas melihat siapa yang menelponnya disaat seperti itu, dan ternyata Sean yang menghubungi Elena.


"Halo, ada apa Sean?" tanya Elena dibalik sambungan telfon.


"Maaf non El! sepertinya saya melihat pergerakan pemimpin kelompok Black Devil! beberapa hari yang lalu dia bertemu seorang wanita dan sepertinya sedang merencanakan sesuatu!" jawab Sean.


"Baiklah terus awasi dan laporkan padaku. Ah! dan juga cari tau tentang wanita yang bertemu dengan Hans!" perintah Elena sambil mengakhiri penggilan tersebut.


Elena pun tanpa sadar keluar dari tempat persembunyianya sambil fokus memikirkan siapa wanita yang bertemu dengan Hans pemimpin Black Devil?


Sedangkan disisi lain Lucas yang mencari Elena dan tak kunjung menumukanya pun kembali kekamarnya terlebih dulu! Lucas berpikir jika nanti Elena akan kembali kekamarnya. Beberapa saat kemudian Elena masuk kekamar Lucas.



"Kamu dari mana El? aku tadi mencarimu tapi kamu tidak ada?" tanya Lucas yang berada ditempat tidur.


"Oh! em! tadi aku cari angin diluar kak!" bohong Elena.


"Pantas saja aku mencarimu dirumah tidak ada!" ucap Lucas.


"Ya sudah! cepat mandi dan istirahatlah kamu pasti lelah kan!" ucap Lucas lagi.


"Em! baiklah!" jawab Elena.


Elena pun bergegas membersihkan diri dan setelah selesai Elena pun berbaring disebelah Lucas. Elena merasa canggung sedangkan Lucas berusaha menahan api yang menyala didalam tubuhnya.


Ingatan Lucas saat menghabiskan malam yang tak terlupakan dengan Elena terus berputar diotaknya, rasa nikmat dan nyaman yang pernah ia rasakan seolah menjadi candu bagi Lucas.

__ADS_1


Lucas pun terus bergerak saat tidur, ia memiringkan tubuhnya kekanan dan kekiri bahkan juga terlentang namun api yang ada didalam dirinya tak kunjung padam. Elena yang merasa khawatir pun berinisatif untuk bertanya kepada Lucas.


"Em! apa kak Lucas merasa tidak nyaman karena aku tidur disebelah kak Lucas?" tanya Elena.


"Bu...bukan! aku hanya belum bisa tidur saja! jangan dipikirkan dan tidurlah." jawab Lucas.


"Baiklah kalau begitu. Kak Lucas juga cepat tidur ya!" ucap Elena.


"Iya!" jawab Lucas.


Lucas pun masih terjaga dengan keinginannya. Tanpa sadar Lucas memiringkan badannya menghadap Elena, Elena yang sudah tertidur pulas pun tidak menyadari tingkah laku Lucas. Lucas terus memandang wajah cantik Elena dan tanpa sadar Lucas Mencium bibir tipis Elena.


"Sial! apa yang aku lakukan! tanpa sadar aku mencuri ciuman dari Elena. Sadarlah Lucas jangan bertindak bodoh dan membuat Elena membencimu!" batin Lucas sambil memengangi bibirnya.


...****...


Pagi hari diruang makan rumah Lucas. Elena yang tidur dengan nyenyak pun sudah duduk manis diruang makan, sedangkan Lucas yang tidak bisa tidur bangun terlambat.


"Lucas dimana?" tanya Zoya yang baru turun dari lantai atas.


"Kak Lucas masih dikamar!" jawab Elena santai.


"Apakah masih tidur? biar aku bangunkan!" ucap Zoya seraya berdiri.


"Tidak usah! Kak Lucas sebentar lagi pasti akan turun!" ucap Elena menghentikan Zoya.


Tak lama kemudian Lucas pun turun dengan wajah yang sedikit lelah. Saat mereka bertiga sarapan bersama suasana menjadi sedikit lebih hening dari biasanya.


"Kak Lucas, apa hari ini aku boleh keluar?" tanya Elena.


"Iya El! kamu mau kemana, seorang istri itu harusnya tidak boleh sering keluar lho! dirumah duduk manis dan menunggu kepulangan suami dari kantor. Itu salah satu istri idaman." ucap Zoya.


"Maaf nona Zoya! tapi istri idaman itu tergantung penilaian suami bukan orang luar. Benarkan kak Lucas!" ucap Elena.


"I...iya!" jawab Lucas.


"Sial! kenapa juga Lucas harus membela wanita itu!" batin Zoya.


"Kalau kamu mau pergi keluar jangan lupa minta Leo dan Sean untuk menemanimu, dan setelah pekerjaanku selesai aku akan mengajakmu makan malam diluar!" ucap Lucas.


"Baik!" ucap Elena.


...****...


Didalam perjalanan saat Elena akan menemui Aera, tiba-tiba ada dua mobil yang mengikutinya dari belakang.


"Non El! sepertinya ada yang mengikuti kita!" ucap Sean.


"Biarkan saja! kita lihat dulu apa maunya mereka!" ucap Elena.


Sean hanya mengangguk tanda mengerti. Sedangkan Elena hanya pergi bersama Sean karena Elena menyuruh Leo mengerjakan sesuatu.

__ADS_1


Disisi lain Zoya sedang memikirkan rencana agar Lucas tidak jadi pergi dengan Elena. Akhirnya Zoya berpura-pura sakit agar Lucas menemaninya.


Waktu sudah menunjukankan saatnya pulang dari kantor. Lucas merasa senang karena bisa berkencan dengan Elena pikirnya, namun tiba-tiba ia mendapat telfon dari Zoya.


Zoya berbohon jika saat ini ia merasa sakit dibagian perutnya, sedangkan bibi Mei tidak ada dirumah. Lucas pun sedikit khawatir dan bergegas menuju kerumahnya dan melupakan janjinya dengan Elena.


DiRestoran tempan janjian Lucas dan Elena.


"Kenapa kak Lucas belum datang juga ya! padahal sudah lewat waktu makan malam!" gumam Elena.


Elena merasa kesal karena sudah menunggu berjam-jam namun Lucas tak kunjung datang. Elena pun memutuskan untuk pulang karena merasa kasihan juga terhadap Sean, sedangkan ponsel Lucas tidak bisa dihubungi.


Saat dalam perjalanan pulang Elena dihadang oleh dua mobil yang mengikutinya sejak tadi siang. "Sean ada apa?" tanya Elena.


"Itu Non El! sepertinya mobil yang tadi siang mengikuti kita!" jawab Lucas.


Ada sekitar delapan orang yang keluar dari dalam mobil tersebut. Orang-orang itu pun menghampiri mobil Elena.


"Bos apa benar didalam mobil itu cuma ada seorang wanita dan juga supirnya?" tanya salah satu orang tersebut.


"Iya! bukankan nona Zoya sudah memberitahu kita! kita hanya perlu menyingkirkan wanita itu saja mudah kan!" ucap bos tersebut.


Mereka pun menyuruh Elena dan Sean keluar dari mobil.


"Hei! kalian keluarlah!" ucap bos tersebut.


Sean pun memutuskan untuk keluar terlebih dulu, ia menyuruh Elena tetap didalam mobil karena Sean ingin melihat keadaan terlebih dulu.


"Maaf! apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Sean.


"Ada! serahkan wanita itu kepada kami!" ucap salah satu orang tersebut.


Elena pun keluar dari mobil dengan penuh aura dingin, karena sebelumnya ia sudah merasa kesal karena Lucas.


"Ada apa mencariku?" tanya Elena dingin.


"Wahh! ternyata cantik juga bos!" ucap salah satu anak buah orang tersebut.


"Huh! akhirnya aku bisa meluapkan kekesalanku kepada kalian." ucap Elena sinis.


"Bereskan wanita itu!" perintah bos orang-orang tersebut.


Dengan amarah yang dirasakan Elena, ia pun menghajar satu persatu orang-orang suruhan Zoya dengan bantuan Sean yang bersamanya saat itu. Karena Elena selalu berlatih jadi kemampuan bertarung Elena semakin meningkat.


Hanya butuh beberapa saat saja orang-orang suruhan Zoya dikalah kan Elena dan juga Sean.


"Katakan kepada orang yang menyuruhmu! jika ingin membunuhku setidaknya harus menyewa Killer yang profesional. Bukan pecu**ang seperti kalian!" ucap Elena sambil mencengkeram kerah baju bos tersebut.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa like, coment, vote,rate dan favoritkan juga ya, terimakasih


__ADS_2