KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Sebuah Imbalan.


__ADS_3

Kini Elena tiba di tempat Hendri dimana hHendri merawat pria yang di tolong Rlena waktu itu.


Tok,tok,tok


" Kak Hendri ini Rlena, apa Kakak dirumah " tanya Elena.


hendri yang mendengar suara elena langsung terburu-buru membukakan pintu untuk elena.


"Hai El, silahkan masuk " ucap Hendri mempersilahkan Elena masuk ke dalam rumah.


" Dia ada dimana Kak, apa Kakak sudah berhasil menggali informasi darinya " tanya Elena.


" Belum El, sejak dia sadar dia selalu menanyakan penolongnya, yaitu kamu, dan dia tidak mau berbicara tentang hal lainnya " jawab Hendri.


"Baiklah biarkan aku yang bertanya kepada pria tersebut " ucap Elena.


Elena pun berjalan menuju ruangan dimana pria yang ia tolong waktu itu berada, setelah Elena tiba diruangan pria tersebut tanpa mengetuk pintu Elena langsung masuk tanpa permisi.


" Aku adalah orang yang telah menyelamatkanmu waktu itu, aku akan bertanya padamu langsung ke inti nya saja " ucap Elena dengan wajah dingin tanpa espresi .


" Mulai dari nama kamu, apa kamu mengingat nama kamu " tanya Elena.


" Pertama-tama saya akan berterimakasih karena sudah menyelamatkan nyawa saya, nama saya adalah Sean " jawab Sean pria yang di tolong Elena.


"Apa sebelum kejadian waktu itu kamu adalah anggota Black Devil " tanya Elena.


" Benar" jawab Sean.


"Apa kamu juga sudah menghianati kelompok Black Devil " tanya Elena.


" Benar " jawab Sean lagi.


"Apa alasanmu menghianati kelompokmu sendiri " tanya Elena.


"Karena mereka sudah berbohong dan memanfaatkanku " jawab Sean.


" Baiklah ceritakan semuanya kepadaku " ucap Elena dengan nada memerintah.


Sean pun menceritakan kalau keluarganya telah meminggal dunia dan itu adalah ulah pemimpin Black Devil yaitu Hans, kemudian Sean di manfaatkan mereka untuk melancarkan semua aksi kejahatan Hans dari Black Devil.


Yang lebih parahnya bahwa Hans berbohong kepada Sean, Hans mengatakan bahwa kedua orang tua Sean dan kedua adik Sean hidup dengan bahagia ditempat yang sudah di siapkan oleh Hans, namun kenyataanya mereka semua sudah tiada.


"Cukup, aku sudah mengerti lalu sekarang apa yang akan kamu lakukan" tanya Elena.

__ADS_1


" Tolong pekerjakan saya di bawah anda " ucap Sean.


"Oh, jadi kamu mau berkerja untuk ku , kenapa kamu mau berkerja untuk ku" ucap Elena.


"Saya tidak ada alasan tertentu, hanya saja saya cuma bisa membalas kebaikan anda dengan berkerja dibawah anda " ucap Sean menjelaskan.


Hendri yang melihat Elena berubah menjadi lebih santai merasa sedikit khawatir, " El, kamu jangan sembarangan memperkerjakan seorang penghianat , dia pernah berhianat suatu saat dia bisa menghianatimu " bisik Hendri.


" Seorang penghianat bisa jadi sahabat Kak, sebaliknya seorang sahabat banyak yang menjadi penghianat " bisik Elena kepada Hendri.


Elena pun dengan sangat serius berpikir, pekerjaan apa yang cocok untuk seorang ahli seperti Sean.


"Mulai sekarang kamu akan menjadi bodyguard ku dan juga mata-mata ku " ucap Elena.


"Naik saya mengerti " jawab Sean.


Kini Elena melihat layar ponsel miliknya, dan waktu sudah menunjukan pukul lima sore, Elena berfikir untuk pulang ia tidak mau sampai dirumah dengan terlambat dan mendengar ocehan dari Lucas.


"Kak aku pulang dulu ya, tolong siapkan mobil dan tempat tinggal untuknya, besok dia akan mengantarku berangkat kerja " ucap Elena.


"Baiklah akan aku siapkan semuanya, kamu yang hati-hati dijalan ya " ucap Hendri dengan khawatir.


"Baik Kak, salam ke mama dan kakek ya , aku pulang dulu " pamit Elena.


"My good, bagaimana jika si monster es itu marah-marah lagi " gumam Elena.


Elena mengendarai motor dengan kecepatan diatas rata-rata jadi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk Elena sampai dirumah.


Lucas yang turun dari tangga melihat Elena masuk ke dalam rumah dengan pakaian khas Elena, sekarang Elena sangat jarang memakai pakaian feminim, ia selalu menggunakan pakaian yang sedikit tomboi.


" Kamu dari mana, kenapa baru pulang " tanya Lucas yang masih berdiri di tangga.


" My good, benarkan si monster es itu marah lagi, pasti akan semalaman dia menceramahi ku " gumam Elena.


" Maaf tuan Lucas yang terhormat ini baru pukul setengah enam,belum masuk waktu makan malam juga dan soal kemana aku pergi anda tidak perlu memperdulikanya, karena itu keinginan anda sendiri, jadi saya permisi untuk naik ke kamar saya untuk mandi " ucap Elena sopan tapi dengan nada menyindir Lucas.


" *Y**a ampun sial sekali hidup ku, perjanjian yang aku buat sendiri justru kini membuatku repot* menghadapi wanita itu " batin Lucas sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


Elena yang puas karena bisa membuat Lucas merasa kesal hanya


tersenyum dengan senangnya menuju kamar yang ia tempati.


Lucas teringat ucapan Gino yang menjadi mata-mata untuk Lucas,

__ADS_1


Flashback on.


" Luc,soal informasi yang waktu itu kamu menyuruhku menyelidiknya tantang Elena, ternyata dia beberapa kali bertemu dengan orang asing bernama Nico, mereka sering keluar bersama sekedar untuk pergi ke cafe atau ke restoran " ucap Gino menjelaskan.


" Nico, siapa dia, ake mengira bahwa Elena sering bertemu dengan sahabatnya Aera, bukan dengan pria asing " ucap Lucas heran.


" Tapi bukankah pernikahanmu hanya diatas kertas saja Luc, kenapa kamu harus peduli sama wanita itu " tanya Gino.


" Diamlah dan tutup mulut mu " ucap Lucas dengan dingin.


Lucas dan Gino pun berbincang dan membasahas masalah pekerjaan dirumah Lucas, dan saat sore hari Gino pun berpamitan untuk pulang.


F**lashback off**.


Saat makan malam Elena dan Lucas diam tanpa bicara sepatah kata pun sesekali Lucas mencuri pandang dari Elena, ia mengamati wajah Elena secara diam-diam.


" Besok aku akan mengantarmu ke kantor, mengingat kamu belum mempunyai kendaraan sendiri " ucap Lucas memecah keheningan .


Elena sepontan langsung menatap ke arah Lucas, dia heran seorang pria sedingin es ini berbuat baik mau mengantar Elena ke kantor.


" Tidak perlu repot-repot, besok pagi aku sudah ada yang menjemput " ucap Elena.


" *S**iapa pagi-pagi yang mau mengantar Elena ke kantor, apakah pria asing bernama Nico,atau kakak palsunya itu* " batin Lucas penuh pertanyaan.


" Siapa yang mau menjemputmu pagi-pagi , apakah kekasihmu atau kakak palsumu itu " ucap Lucas tanpa sadar.


"Kekasih, Kakak palsu, apa yang sedang kamu bicarakan, aku sama sekaki tidak mengerti, dan lagi apakah itu peraturan baru untuk mencampuri urusan pribadi, aku sudah kenyang " ucap Elena berlalu pergi dari ruang makan.


" Dia kenapa akhir-akhir ini menjadi sensitif sekali, apa salahnya aku bertanya, aku kan masih tetap suaminya, walau pun pernikahan kita di dasari perjanjian " gumam Lucas sedikit heran melihat Elena.


Elena memang akhir-akhir ini menjadi sangat sensitif karena mempunyai banyak pikiran, terutama memikirkan keselamatan sang mama dan juga kakenya, sejak insiden waktu itu dia selalu memikirkan tentang banyak masalah.


.


.


.


.


Maaf teman baru up dikarenakan author sedang kurang sehat


mohon like & coment ya, 🙏🙏😊jika berkenan vote & rate, favoritkan juga biar tau up terbarunya, terimakasih banyak end see you😉😉

__ADS_1


__ADS_2