
Setelah pertemuan keduan keluarga Yustaf dan Abellard, Elena masih merasa kesal karena janji antara keluarga harus Elena yang menanggung.
Elena masih mengurung diri didalam kamarnya dan belum mau membukakan pintu untuk siapa pun termasuk mama dan kakeknya, semua keluarga dibuat bingung dengan tingkah Elena.
Tok,tok,tok
"El ini Kak Hendri apa kakak boleh masuk " tanya Hendri didepan pintu kamar Elena
Semua orang berharap-harap cemas saat Hendri mau menemui Elena, tuan Yustaf, Marisha dan Yunus pun melihat dari kejauhan apakah Elena mau membuka pintu untuk Hendri atau tidak.
Cklek..
Suara pintu kamar Elena akhirnya terbuka, semua anggota keluarga yang melihat dari kejauhan, merasa senang dan tersenyum lega, karena takut Elena mengetahui keberadaan mereka sehingga Elena tidak mau membuka pintu kamarnya lagi.
Elena masih kesal dengan ekspresi cemberutnya dan tak membuka suara.
" El, kamu masih marah, bahkan dengan Kak Hendri " tanya Hendri
Elena masih tetap diam dan tak mau membuka suaranya.
" Maafkan Kak Hendri ya, heem " bujuk Hendri.
" Kak Hendri memangnya salah apa sampai meminta maaf " ucap Elena.
" Kak Hendri belum bisa melindungi dan membahagiakanmu "
" Selama ini kan Kak Hendri yang menjagaku dan menamaniku, itu sudah cukup"
"Lalu apa yang bisa membuatmu ceria kembali "
"Bukankah kakak tahu jika aku tidak mau menikah dengan orang asing"
" Lalu apa kamu mau menikah dengan Kakak ? "
Perkataan Hendri langsung membuat Elena kaget dan tercengang
" Kak Hendri itu Kakak aku, mana mungkin kita bisa menikah lagi pula kita kan keluarga "
" Kita tidak tidak punya hubungan darah, lagi pula aku tidak memakai nama belakang keluarga, jadi secara hukum jika aku keluar dari rumah ini berarti kita sama seperti orang asing, jadi tidak apa-apa kalau kita menikah "
" Tapi kan Kak...."
" He,he,he, sudah, sudah, aku hanya menggodamu saja, jangan dianggap serius " kata Hendri sambil tersenyum.
" Syukurlah aku kira Kak Hendri serius " ucap Elena.
" *S**eandainya kamu tahu kalau aku serius, apa kamu mau berada disisiku seumur hidupmu* " batin Hendri dalam hati.
Di kediaman keluarga Abellard.
Kristina terus memaksa Lucas untuk kembali ke Prancis, Kristina juga menegaskan jika ia sudah mengurus semua kepindahan Lucas dari New York, bahkan Uncle Casaro juga sudah dalam perjalanan menuju Prancis, dimana keluarga Abellard tinggal.
" Mama sudah mengurus semuanya jadi kamu tidak usah kembali ke New York lagi " ucap Kristina.
__ADS_1
" Tapi ma, masih ada beberapa masalah yang harus aku selesaikan " kata Lucas.
"Tidak ada tapi-tapian , keputusan mama sudah bulat, jika kamu terus memaksa terserah, tapi setelah itu jangan berharap bisa melihat mama lagi dalam sisa hidupmu " ucap Kristina sedikit mengancam.
Lucas terus berfikir bagaimana ia bisa kembali ke New York walau pun hanya sebentar.
"Baiklah ma, aku akan menuruti semua keinginan mama tapi dengan satu syarat, izinkan Lucas pergi ke New York untuk menyelesaikan beberapa masalah Lucas disana " ucap Lucas.
" Baiklah terserah padamu asalkan kamu menepati janji kepada mendiang kakekmu untuk menikahi Elena " kata Kristina
Di kediaman yPYustaf.
Kini semua sedang berada diruang makan untuk sarapan, semua orang masih diam tanpa bersuara, hanya dentingan dari sendok dan piring yang terdengar memenuhi ruangan tersebut.
Tuan Yustaf dan Marisha pun merasa takut jika mereka bertanya akan membuat Elena kesal lagi, tuan Yustaf pun memberi kode kepada Hendri untuk mebuka suara dengan bertanya kepada Elena terlebih dahulu.
"Emm, El hari ini apa kamu sibuk " tanya Hendri memecah keheningan.
" Hari ini aku tidak ada jadwal apa pun Kak "jawab Elena.
" Bagaimana kalau ikut Kak Hendri ke kantor setelah itu, Kak Hendri akan mengajakmu jalan-jalan bagaimana, dari pada terus berdiam diri dirumah " kata Hendri.
"Emm, baiklah,tapi...." ucap Elena sambil melihat ke arah kakeknya.
Tuan Yustaf pun mengerti dengan tatapan Elena dan perkataanya yang tidak ia lanjutkan.
"Oh, tidak masalah kamu boleh keluar dengan Hendri " kata tuan Yustaf.
" Baiklah , terimakasih Kek, Kak Hendri aku bersiap dulu ya " ucap Elena sambil berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
" Sama-sama yah, itu sudah menjadi tugasku untuk membuat Elena bahagia " kata Hendri.
Elena pun sudah selesai bersiap, kini ia dan Hendri berangkat menuju kantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan dikantor.
Setibanya dikantor semua karyawan pun menyambut Hendri dengan hormat, Hendri pun langsung menuju ruanganya dimana tempat CEO berada.
" El, duduklah dulu, Kak Hendri masih ada beberapa pekerjaan penting, setelah selesai aku akan membawamu jalan-jalan " ucap Hendri.
" Apakah lama Kak " tanya Elena.
" Tidak, cuma beberapa Dokumen yang penting saja " jawab Hendri.
Elena pun duduk manis menunggu Hendri, sambil memainkan ponselnya.
setelah beberapa lama ia pun merasa sedikit bosan.
" Kak " ucap Elena.
"Hem" jawab Hendri yang masib fokus berkerja.
" Menurut Kak Hendri, apakah aku bisa membatalkan pernikahanku " tanya Elena.
" Menurutku tidak bisa " jawab Hendri yang masih saja fokus dengan berkas-berkasnya.
__ADS_1
" Kak Hendri, jawab yang serius apa tidak bisa " kata Elena sedikit kesal dan berteriak.
" Baiklah, baiklah " jawab Hendri yang sekarang fokus kepada Elena.
" Apakah menurut Kak Hendri pernikahanku bisa di batalkan "
" Sayang, aku sudah bilang tidak bisa, karena ayah sudah menetapkan keputusanya, kecuali ada dua sebab, yang pertama seluruh keluarga Abellard meninggal dunia, kedua...." kata Hendri yang menghentikan perkataanya.
" Yang ke dua apa Kak " tanya Elena penasaran.
"Yang kedua, kamu menikah denganku, hahaha " jawab Hendri sambil tertawa menggoda Elena.
"Iihh, Kak Hendri mulai lagi, itu tidak lucu tau " kata Elena kesal.
"Oke, oke maaf, ayo sekarang kamu mau jalan-jalan kemana " tanya Hendri mengalihkan pembicaraan.
"Memangnya pekerjaan Kak Hendri sudah selesai ? " tanya Elena.
" Iya, perkerjaan Kakak sudah selesai " jawab Hendri.
" Oke, kalau begitu aku akan menelfon Aera dulu, siapa tau dia mau ikut.
" Aera ,siapa lagi dia " tanya Hendri penassran.
" Dia temanku " jawab Elena.
" Maksud Kakak, kamu mengenalnya kapan dan dimana " tanya Hendri.
" Sudah sekitar dua bulan yang lalu, aku mengenalnya di Swiss, waktu aku pergi berlibur kesana " kata Elena yang masih berkutat dengan ponselnya.
" Oh, jadi masih kenalan baru " kata Hendri.
" Iya, dia baik, dan tidak tahu jika aku adalah cucu dari pemimpin Mafia King Knight " ucap Elena.
Elena pun akhirnya mengajak Aera untuk jalan-jalan juga, dan ternyata Aera mau menerima ajakan Elena, setelah Elena dan Hendri menjemput Aera, mereka pun pergi untuk mrnikmati waktu luang mereka.
Sedangkan di kediaman keluarga Abellard, Lucas bersiap-siap untuk pergi ke New York.
Dengan izin dari Kristina Lucas pun segera berangkat menuju New York untuk menemui kekasihnya yaitu Zoya, Lucas berfikir jika Zoya mau menikah denganya maka pernikahan antara Lucas dan Elena akan dibatalkan.
New York, tempat Zoya berada.
Beberapa saat lalu setelah Lucas tiba di New York ia segera menghubungi Zoya untuk meminta bertemu, karena ada hal penting yang mau ia sampaikan kepada Zoya, ia ingin melamar Zoya dan membawa Zoya bertemu keluarganya.
.
.
.
.
Like n coment, sangat membantu jika ada poin lebih bisa vote juga🙏🙏😊
__ADS_1
Terimakasih karena masih setia membaca Kisah Elena ya,jika penasaran kira-kira Lucas, Zoya san Elena kelanjutanya seperti apa selalu tunggu part terbarunya ya, see you 😘😘💖💖