KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Berhenti Berpura pura


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan pukul 11 malam waktu Prancis. Elena yang sehabis berkelahi dengan pembunuh bayaran baru saja tiba dirumah tempat tinggalnya bersama Lucas.


Saat akan memasuki pintu rumah badan Elena terasa sakit semua, karena sudah lama ia tidak berkelahi. Dan betapa terkejutnya saat Elena masuk ia melihat Lucas sedang merawat Zoya diruang tamu rumah mereka.


"Huh! Dasar ! ternyata dia tidak datang dan melupakan janjinya bersamaku karena sibuk merawat wanitanya!" batin Elena kesal.


Elena pun masuk dengan acuh melihat Lucas yang perhatian dengan Zoya. Bahkan saat Lucas menyapa Elena pun ia tidak membalas sapaan Lucas.


"Lho! El, kamu baru pulang? ini kan sudah sangat larut malam kenapa baru pulang?" tanya Lucas yang masih sibuk menyuapi Zoya sup.


"El!" panggil Lucas.


"El!" panggil Lucas lagi.


"Elena!" Lucas pun sedikit berteriak memanggil Elena.



Elena pun menoleh kearah Lucas dengan wajah dingin dan kesalnya.


"Berisik! urus saja urusanmu sendiri! apakah penting aku darimana?" ucap Elena dingin dan marah. Elena pun berlalu dan pergi kekamar.



"Ada apa dengan Elena? kenapa dia marah?" gumam Lucas yang lupa janjinya bersama Elena.


Saat Lucas hendak mengejar Elena dan bertanya kenapa dia marah dan kesal. Tiba-tiba Zoya mengeluh perutnya sangat sakit dan meraih tangan Lucas. Lucas yang tidak tega pun mengantar Zoya kekamar milik Elena untuk istirahat.


Lucas menemani Zoya sampai tertidur lelap. Dan setelah merasa Zoya tidak bangun lagi Lucas bergegas keluar kamar dan menuju ketempat Elena berada. Namun Elena juga sudah tidur dengan pulas.


"Apakah ada sesuatu yang membuatmu marah dan bersikap dingin kepadaku?" gumam Lucas yang memandang wajah cantik Elena saat tidur.


Cup...Lucas yang diam-diam mencuri ciuman saat Elena tertidur. Sudah lebih dari dua minggu mereka tidur bersama, dan selama itu Lucas diam-diam selalu mencuri ciuman dari Elena.


"Astaga! aku melakukannya lagi! saat melihat bibirmu aku tidak tahan jika tidak menciumnya. Maaf!" gumam Lucas sambil membelai lembut wajah Elena.


...****...


Pagi hari ketika Elena bangun tidur terlebih dulu, ia kaget ketika tau dirinya memeluk tubuh kekar Lucas.


"Shit! apa yang aku lakukan? kenapa aku tidur sambil memeluk tubuhnya? sadarlah kamu sedang marah El!" gumam Elena segera beranjak dari tempat tidur dan kekamar mandi.


Saat mereka bertiga duduk diruang makan bersama, suasana menjadi dingin, Lucas yang mencoba menghangatkan suasana dengan asal bicara tentang masa kecilnya dengan Elena bahkan sia-sia.

__ADS_1


Elena sama sekali tidak menghiraukan percakapan Lucas, dan hanya tetap fokus memakan sarapan paginya. sampai saat Zoya berbicara kepada Elena.


"Em! nona Elena bisakah nanti siang, jika ada waktu luang kita minum teh bersama?" tanya Zoya berpura-pura lemah lembut.


"Tentu! siang ini aku ada waktu luang. Mari kita minum teh bersama!" jawab Elena.


Elena pun menyelesaikan sarapan paginya dan kembali lagi kekamarnya, sedangkan Lucas yang berangkat kekantor mencoba mengingat apa yang membuat Elena sampai marah.


Sore hari pun tiba, kini Elena menyuruh bibi Mei menyiapkan teh dan beberapa makanan ringan diruang keluarga rumahnya. Saat semua sudah tertata rapi bibi Mei pun memberitahu Elena jika semua persiapan sudah siap.


"Bibi Mei, tolong panggilkan nona Zoya ya!" ucap Elena lembut.


"Baik non El!" jawab bibi Mei.


Bibi Mei pun memanggil Zoya yang masih dikamar sedangkan Elena sudah duduk manis menunggu Zoya. Beberapa saat kemudian Zoya datang dan duduk dihadapan Elena.


"Maaf! apakah nona Elena sudah menunggu lama?" tanya Zoya basa basi.


"Ah! tidak aku juga baru turun!" jawab Elena.


Disisi lain dikantor milik Lucas. Saat sedang memeriksa berkas untuk ditanda tangani, Gino pun masuk dan memberitahu Lucas jika dirinya ada janji makan malam dengan klien disebuah restoran.


"Luc! hari ini kamu tidak lupakan ada janji dengan klien." ucap Gino.


Saat sedang mendengar janji, Lucas pun mencoba mengingat dan akhirnya dia mengingat janjinya dengan Elena yang ia lupakan.


"Ya ampun! ternyata aku melupakan janji sepenting itu? pantas saja dia marah." ucap Lucas.


"Kamu melupakan janji dengan siapa?" tanya Gino heran.


"Gi! tolong kamu belikan bunga mawar merah dan kirimkan kepada Elena!" bukannya menjawab Lucas justru memerintah Gino.


"Huh! Elena? apa tidak salah!" ucap Gino.


"Jangan banyak bertanya dan kerjakan saja!" ucap Lucas sinis.


"Baiklah-baiklah! tidak usah marah-marah juga kan!" gerutu Gino.


Gino pun melaksanakan perintah yang diberikan oleh Lucas. Gino memesan satu buket bunga mawar dan dikirimkan kepada Elena.


Beberapa puluh menit kemudian bungan mawar sudah tiba dirumah Elena. Bibi Mei pun menerima bunga tersebut dan diberikan kepada Elena.


"Non El! ada paket bunga untuk nona Elena!" ucap bibi Mei.

__ADS_1


"Dari siapa bi?" tanya Elena yang masih bersama Zoya menikmati waktu sore mereka.


"Dari tuan Lucas. Non!" jawab bibi Mei.


"Apa tidak salah nama penerimanya bi?" tanya Zoya tiba-tiba.


"Tidak! ini memang untuk non Elena!" jawab bibi Mei.


Zoya pun merasa kesal karena Lucas mengirimkan bunga yang begitu cantik untuk Elena. Sedangkan Elena yang melihat espresi Zoya pun semakin mengerti jika Zoya masih mrnyimpan perasaan untuk Lucas.


"Walaupun bunga dalam vas begitu cantik, namun itu hanya sebagai pajangan saja!" ucap Zoya meledek.



Artinya. "Percuma sebagai istri sah jika tidak mendapat cinta suami dan itu hanya setatus saja."


"Namun bunga dalam vas lebih berharga dari pada bunga liar yang tumbuh disemak." ucap Elena.



Artinya. "Seorang istri sah lebih berharga dari pada wanita simpanan yang hanya bisa mencintai secara sembunyi."


"Aku tidak menyangka Lucas akan mengirimkan bunga untukmu!" ucap Zoya.


"Apakah ada yang salah dari itu! kita kan memang suami istri jadi sudah sewajarnya kan!" ucap Elena sambil tersenyum.


"Aku rasa kita sudah tidak perlu berpura-pura lagi! Aku akan merebut Lucas kembali! semua yang seharusnya milikku akan aku ambil." ucap Zoya kesal.


"Huh! apakah tidak salah? kamu yang menolaknya jadi artinys semua itu sudah kamu buang tidak mungkin bisa kamu ambil." ucap Elena.


"Ah! Dan satu lagi, dengan adanya dirimu disini semakin membuatnya menjauh darimu!" ucap Elena dengan nada berbisik.


Zoya yang mendengar perkataan Elena semakin kesal. Sedangkan Elena sudah pergi meninggalkan Zoya sendirian.


Dilain sisi Lucas masih merasa gelisah kalau-kalau Elena masih marah kepadanya.Bahkan Lucas menghubungi bibi Mei dan bertanya apakah Elena menerima bunga darinya atau tidak?.


Bibi Mei memberitahu Lucas jika Elena menerima bunga tersebut namun suasana hatinya bukannya lebih baik justru terlihat seperti semakin kesal akan suatu hal yang tidak diketahui bibi Mei.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupan like,coment dan Vote juga ya. Terimakasih-


__ADS_2