
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat kini sudah tiba waktunya dimana hari pernikahan Elena dan Lucas, semua persiapan telah di lakukan , namun karena permintaan Lucas dan Elena maka yang menghadiri pernikahan mereka hanya keluarga, teman dan kerabat dekat saja.
Lucas dan Elena tidak mau jika pernikahanya terexspos ke banyak orang, karena untuk melancarkan rencana mereka yang akan menyembunyikan identitas pernikahan mereka, jadi yang hadir pun hanya orang-orang tertentu saja.
" Sayang kamu serius hanya mengundang beberapa orang saja " tanya Marisha.
" Iya Ma, aku tidak suka jika dilihat terlalu banyak orang " jawab Elena.
" Kamu itu cucu satu-satunya keluarga Yustaf, seharusnya pernikahanmu ini menjadi pernikahan termegah dalam sejarah " ucap tuan Yustaf.
"Itu lah mengapa aku tidak mau menjadi pusat perhatian banyak orang Kek, karena aku cucu Kakek satu-satunya " ucap Elena sambil tertawa.
"Baiklah apa kalian semua sudah siap, mari kita berangkat ketempat acara " ucap Hendri.
" Iya kita semua sudah siap, mari kita berangkat " ucap tuan Yustaf.
Semua anggota keluarga tuan Yustaf berangkat ke tempat yang akan menjadi tempat acara pernikahan Elena dan Lucas.
Di kediaman keluarga Abellard.
"Sayang ayo cepat turun, kita harus segera berangkat ke tempat acara mama tidak mau kalau sampai terlambat " teriak Kristina kepada anak dan suaminya.
"Kita sudah siap Ma, Mama tidak perlu berteriak " ucap Lucas dan Papanya.
" Mama cuma tidak, mau jika nanti Mama terlamba ke acara yang terpenting dalam hidup mama ini " ucap Kristina.
" Baiklah, baiklah mari kita berangkat " ucap William papa Lucas.
"Aku baru tahu jika Mama orang yang sangat cerewet, ternyata Papa pria yang tangguh ya bisa bertahan dengan Mama " bisik Lucas kepada Papa nya sambil tertawa.
" Diam sebelum Mama mu mendengarnya " ucap William sedikit berbisik.
" Kalian sedang berbisik apa " tanya Kristina.
" Tidak , tidak kami sedang membicarakan tetang ...." ucap William yang tidak selesai.
" Tentang apa "tanya Kristina lagi .
"Tentang upacara pernikahanku Ma, Papa takut jika aku merasa gelisah " jawab Lucas.
Keluarga Abellard pun berangkat menuju tempat acara, tak lupa Gino pun juga hadir di pernikahan Lucas, karena dia satu-satunya teman baik Lucas.
Keluarga Yustaf pun lebih dulu tiba di hotel tempat acara pernikahan, kini Elena sedang berada di salah satu ruangan di mana dia sedang di rias oleh MUA , sedangkan Lucas pun juga sedang bersiap di ruangan lainya.
" Kamu yakin mau menikah dengan wanita itu "tanya Gino.
" Iya aku yakin, jika aku tidak yakin tidak mungkin aku berdiri disini sekarang " jawab Lucas.
" Lalu bagaimana dengan Zoya "
" Zoya, dia sudah menjadi masa lalu ku "
" Apakah dia tau kalau kamu akan menikah "
" Entahlah, aku juga tidak tahu, sejak dia menolak lamaranku aku sudah memutuskan hubunganku dengannya "
" Apakah dia masih mengira kalau kamu anak dari orang yang kurang mampu "
__ADS_1
" Aku juga tidak tahu, selama kita berpacaran kita tidak pernah membahas soal keluarga "
" Tapi Luc, sebenarnya dia pernah sekali bertanya kepadaku latar belakang keluargamu, tapi aku menyuruhnya bertanya langsung kepadamu " ucap Gino
Lucas yang mendemgar perkataan Gino pun menjadi terdiam, sempat terpikir oleh Lucas alasan Zoya menolak lamaranya, apakah karena Zoya mengira jika Lucas tidak mampu membiayai hidupnya nanti, tapi kembali lagi Lucas berfikir positif jika Zoya dan dirinya tidak berjodoh.
Kini Lucas sudah selesai bersiap, ia menemui kedua orang tuanya yang menyapa para tamu.
" Sayang saat nanti kamu mengucap janji pernikahan dengan Elena, kamu harus tersenyum didepanya jangan, tunjukan espresi dinginmu itu " ucap Kristina.
" Iya ma, lucas mengerti " jawab Lucas.
" Bagus kamu memang anak mama " ucap Kristina sambil tertawa puas.
Tibalah saatnya Lucas dan Elena mengucapkan janji suci pernikahan mereka, namun Elena belum keluar juga.
"Aku akan menjemputnya " ucap tuan Yustaf.
Tuan Yustaf pun berjalan kearah ruangan dimana tempat Elena berada.
Tok,tok,tok
Suara pintu yang diketuk oleh tuan Yustaf, dan salah satu pekerja MUA membukakan pintu untuk tuan Yustaf.
" Apakah kamu sudah siap sayang " tanya tuan Yustaf.
" Iya Kek, Elena sudah siap " jawab Elena menahan air matanya.
"Berbahagia lah, cuma itu harapan Kakek untuk kamu " ucap tuan Yustaf.
Lucas memakai jas hitam dengan gagahnya menunggu Elena, tidak lupa seulas senyuman ia ukir di bibir manisnya, karena perintah dari Sang Mama.
Lucas pun dengan terpaksa menuruti perintah mamanya, ia tak sanggup jika nanti harus mendengar ceramah dari sang mama, tak lama kemudian tuan Yustaf yang memegang tangan Elena berjalan memasuki ruang acara tersebut.
Dengan gaun putih panjangnya ia seperti bidadari , semua mata yang memandang terpesona oleh kecantikan Elena, termasuk Lucas, ia tertegun melihat Elena yang tampil begitu cantik.
" *T**ernyata wanita itu juga bisa tampil secantik ini* " batin Lucas.
Tuan Yustaf pun menyerahkan tangan Elena kepada Lucas, setelah itu Lucas dan Elena mengucapkan janji suci pernikahan mereka, Marisha dan Kristina terlihat begitu bahagia karena akhirnya Lucas dan Elena bisa bersatu dalam ikatan pernikahan.
Begitu pula dengan tuan Yustaf yang akhirnya bisa memenuhi permintaan dari mendiang sahabatnya Abellard.
"Bel, apakah kamu juga menyaksikan mereka berdua kini sudah resmi menjadi suami istri, apakah kamu bahagia " gumam tuan Yustaf.
"El, dengan kamu menikah dengannya apakah aku tidak ada kesempatan untuk bisa dekat denganmu lagi " gumam Hendri.
Semua yang hadir di acara tersebut ikut merasa bahagia dan senang melihat dua mempelai begitu serasi dan cocok satu sama lain.
Kereka berdua menyelesaikan pesta sampai malam hari, kedua keluarga juga sedang asyik berbincang- bincang.
" Huff, kapan semua acara yang membosankan ini berakhir " gerutu Elena.
"Diamlah, kamu kira aku juga menikmati semua ini " ucap Lucas dingin.
" Kamu yang diam, memangnya aku mengajakmu bicara apa " kesal Elena.
Elena sudah merasa sangat lelah, ia menjadi sangat kesal ketika mendengar perkataan dingin Lucas
__ADS_1
Marisha yang melihat putrinya dengan wajah yang lelah langsung menghampiri Elena.
" Sayang jika kamu lelah beristirahat lah dengan Lucas ke kamar " ucap Marisha.
" Apakah kita sudah boleh ke kamar ma " tanya Elena.
"Tentu saja sayang, Lucas cepatlah bawa istrimu istirahat, sepertinya dia sudah sangat kelelahan " ucap Marisha.
" Baik, Tan.... em maksud aku Mama, aku akan membawa Elena untuk beristirahat " ucap Lucas.
" Kita permisi ya Ma " pamit Elena.
Lucas dan Elena pun berjalan menuju kamar yang sudah di siapkan Kristina dan Marisha khusus untuk pengantin baru, setelah Elena dan Lucas membuka pintu kamar hotel, betapa terkejutnya ia melihat sekeliling ruangan.
Ada banyak lilin dan bunga yang menghiasi kamar itu, Elena yang melihatnya menjadi bergidik.
" Ini lebih menyeramkan di bandingkan rumah yang berhantu " gumam Elena.
" Aku akan mandi terlebih dahulu, jika kamu tidak repot singkirkan semua itu dari ruangan ini " ucap Elena sambil menunjuk kearah bunga dan lilin.
"Memangnya aku pelayan apa " ucap Lucas dingin.
" Ya sudah terserah " ucap Elena sambil berjalan masuk kamar mandi.
Lucas yang melihatnya pun menjadi terganggu melihat bunga dan lilin yang ada diruangnya tersebut, ia dengan terpaksa merapikan semuanya.
Beberapa saat kemudian Elena keluar dari kamar mandi, kini giliran Lucas yang membersihkan diri.
" Katanya tadi tidak mau membersihkan tapi kenyataanya dibersihkan juga " gumam Elena sambil tertawa kecil.
Lucas pun tak membutuhkan waktu lama untuk membersihkan diri, ia terlalu lelah untuk berlama-lama dikamar mandi, saat ia ingin berbaring di ranjang tiba-tiba ia terkejut yang melihat Elena sudah menguasai tempat tidur tersebut.
" Hey, apa yang kamu lakukan , cepat bergeser " ucap Lucas dingin.
Elena dengan mata yang sudah tertutup melempar satu bantal ke arah Lucas.
"Tidurlah di sofa, aku tidak terbiasa berbagi tempat tidur dengan seseorang, ini juga menghindari dari salah satu perjanjian kita yang bisa menyebabkan kontak fisik " ucap Elena tanpa perasaan.
" Kalau begitu kamu yang tidur di sofa " ucap Lucas.
"Oh jadi kamu tidak mau mengalah dengan seorang wanita, lelaki macam apa dirimu " kesal Elena karena istirahatnya terganggu.
" Shit ,dasar cewek manja " kesal Lucas.
Akhirnya Lucas pun mengalah dan tidur di sofa, ia sudah cukup lelah jika harus berdebat lagi dengan Elena.
.
.
.
.
Jangan lipa like & coment ya 🙏🙏😊, vote & rate juga jika berkenan.
terimakasih selalu tunggu part terbarunya ya, see you 😉😉
__ADS_1