KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Periksa ke Dokter.


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah, Elena masih terbaring ditempat tidur bahkan saat Lucas sudah berangkat kekantor pun Elena tidak tau, karena Lucas pun tidak sampai hati membangunkan Elena.


Lucas hanya berpesan kepada bibi Mei agar membang6nkan Elena ketika sudah waktunya makan. Ketika bibi Mei membangunkan Elena untu sarapan Elena menolak dan bilang akan pergi makan ketika dia lapar.


Ketika sore hari pun Elena belum bangun, tentu saja itu membuat bibi Mei khawatir.Dengan terpaksa ia menghubungi Lucas yang masih di kantor.


"Halo, tuan Lucas! maaf tapi sepertinya tuan harus segera pulang!" ucap bibi Mei disambungan telfon.


"Ada apa bi? apakah ada sesuatu?" tanya Lucas.


"I...itu tuan! non Elena belum juga bangun dari tadi pagi, bahkan dia tidak makan apapun." ucap bibi Mei.


"Apa bibi tidak membangunkannya? kenapa sampai melewatkan waktu makannya?" geram Lucas.


"Ta...tadi sudah saya bangunkan tuan! tapi non Elena bilang dia akan makan ketika sudah merasa lapar!" jawab bibi Mei.


Lucas pun tanpa mengatakan apapun lagi langsung mematikan panggilannya dan berlari keluar dari ruangannya. Lucas mengendarai mobilnya dengan perasaan khawatir.


Saat dalam perjalanan yang padat dari kantornya, Lucas melihat kesamping dan melihat sebuah toko yang menjual coklat.


"Aku akan membelikan Elena sesuatu! siapa tau dia menyukainya." gumam Lucas.


Lucas pun turun dan membeli satu kotak chocoberry . Beberapa puluh menit kemudian Lucas tiba dirumahnya dan bergegas lari menuju kamarnya.


"Ada apa Luc? kenapa kamu sudah pulang?" tanya Zoya yang berpapasan ditangga dengan Lucas.


"Ah! tidak ada apa-apa! aku hanya pulang cepat saja." jawab Lucas yang khawatir kepada Elena.


Lucas pun langsung masuk kekamarnya tanpa mengetuk pintu dulu. Elena pun sedikit terkejut karena Lucas setengah berlari masuk kekamarnya.


"Kak Lucas!" kata Elena setengah sadar.


"Apa kamu baik-baik saja? apakah ada yang sakit?" tanya Lucas khawatir.


"Aku baik-baik saja! memang ada apa?" ucap Elena polos.


"Kenapa kamu tidak memakan apapun sejak tadi pagi? taukah kamu kalau aku sangat khawatir!" ucap Lucas.


"Ah! aku tertidur dan lupa untuk makan, karena aku tidak merasa lapar jadi aku sampai lupa kalau sudah sore!" ucap Elena sambil tersenyum manis.


"Huh!" Lucas hanya menghela nafas panjang.


"Ini untukmu!" kata Lucas sambil menyerahkan satu kotak chocoberry.



"Waahhh! kak Lucas memang paling tau apa keinginanku!" ucap Elena sambil tersenyum lebar.


Dalam hitungan menit Elena menghabiskan satu kotak chocoberry tersebut. "Kamu suka atau memang lapar?" tanya Lucas heran.

__ADS_1


"Aku mau lagi kak!" ucap Elena memelas.


"Tidak untuk hari ini cukup satu kotak!" ucap Lucas dengan tegas.


"Hiks!hiks!" Elena yang bertingkah manja dengan pura-pura menangis.


"Baiklah-baiklah! hentikan jangan menangis, Oke! aku akan membelinya untukmu, asal kamu makan dulu ya!"


Elena mengangguk tanda setuju. Beberapa saat kemudian Lucas menghubungi Leo dan menyuruhnya membelikan chocoberry . Dengan cepat Leo melaksanakan perintah Lucas.


Sambil menunggu pesanan Elena tiba, Elena pun bergegas untuk membersihkan diri dikamar mandi sedangkan Lucas menyuruh bibi Mei memasak makanan kesukaan Elena.


Saat Elena mandi, Leo pun tiba dengan berbagai jenis kotak ditangannya, Lucas sangat lega karena Leo tidak hanya membeli satu kotak. Namun Lucas tidak langsung memberikannya kepadz Elena.


"El! kemarilah. Makanlah bibi Mei sudah memasak untukmu, jadi habiskan ya!" ucap Lucas.


"Em! Apa chocoberry nya sudah kak Lucas beli?" tanya Elena lirih.


"Sudah, tapi kamu makan dulu!" ucap Lucas.


"Baiklah! tapi dua suap saja ya kak!" ucap Elena manja.


"Habiskan semua!" kata Lucas dengan tegas.


Elena hanya bisa menuruti perkataan Lucas,ia memakan makanannya sampai habis karena takut Lucas tidak memberinya chocoberry.


Setelah selesai makan Lucas dan Elena pindah ke ruang keluarga.



Elena merasa sangat senang karena Lucas membelikan banyak kotak berisi makanan manis untuk Elena.


"Terimakasih! ini semua untukku kan?" tanya Elena.



"Tentu saja." jawab Lucas.


"Kak Lucas juga tidak boleh memintanya!" goda Elena.


Lucas hanya mengangguk tanda mengerti. Saat Lucas sedang asyik melihat Elena yang memakan chocoberry tiba-tiba Zoya datang dan ingin berbicara dengan Lucas.


"Luc! bisakah kita bicara sebentar?" tanya Zoya.


"Tentu!" jawab Lucas singkat.


Lucas dan Zoya pun pergi kelantai atas keruang kerja milik Lucas.


"Besok aku akan pindah! bisakah kamu dan istri kamu mengantarku untuk melihat tempat tinggalku yang baru?" tanya Zoya.

__ADS_1


"Baiklah aku akan mengantarmu bersama Elena juga!" jawab Lucas.


Saat Lucas dan Zoya sedang berbicara dilantai atas, Elena tiba-tiba teringat dengan perkataan bibi Mei dan juga Lucas soal Elena yang tiba-tiba menyukai makanan manis dan juga malas bergerak.


"Apa aku memang benar-benar hamil ya? aku sampai lupa kapan terakhir aku datang bulan!" gumam Elena.


Tanpa berpikir panjang Elena bergegas keluar rumah tanpa memberi tahu siapa pun.Elena berniat pergi ke apotik yang tidak terlalu jauh dari tempat tinggalnya untuk membeli tespeck.


Elena memberhentikan salah satu taxi yang lewat kala itu dan meminta diantar ke apotik terdekat. Saat tiba diapotik salah satu petugas yang sudah paruh baya menjelaskan langkah-langkah pemakaian alat tersebut.


...****...


Elena pun kembali kerumah dengan selamat, bahkan orang rumah pun tidak tau kalau Elena habis pergi keluar sendirian. Elena langsung masuk ke kamarnya,ia mengingat jika waktu terbaik pemakaian tespeck tersebut adalah dipagi hari.


"El! kamu sudah tidur? apakah tadi kamu menghabiskan semua chocoberry nya?" tanya Lucas, sambil memeluk pinggang ramping Elena.


"Emm! semuanya aku habiskan! besok bisakah kak Lucas membelinya lagi?" kata Elena yang masih terpejam.


"Baiklah! aku akan membelikanya untukmu!" ucap Lucas dan mengecup leher putih Elena.Mereka pun tertidur dengan lelap.


Pagi hari berikutnya, Elena bangun lebih dulu dari Lucas. Elena bergegas kekamar mandi untuk melakukan tespeck.



"Garis dua! bukan kah katanya jika bergaris dua artinya positif hamil! gumam Elena.


"Tunggu! aku akan melakukan beberapa tes lagi untuk memastikannya, baru setelah itu aku akan memberitau kak Lucas!" gumam Elena lagi.


Tak lama kemudian Lucas bangun dan mencari Elena. Namun Elena sudah membantu bibi Mei didapur dengan wajah sangat ceria.


"Akhirnya Elena kembali seperti sebelumnya!"gumam Lucas sambil tersenyum manis


...****...


"Pagi kak Lucas!" sapa Elena tersenyum manis.


"Pagi juga El!" jawab Lucas sambil memcium kening Elena.


Zoya yang melihat dari anak tangga menjadi sangat kesal. Setelah menyelesaikan rutinitas pagi, mereka pun kembali melakukan kesibukan masing-masing.


Pada siang harinya Elena melakukan tespeck lagi, dan hasilnya tetap sama dengan dua garis merah.



"Aku benar-benar hamil? dan ini anak dari kak Lucas!" gumam bahagia Elena.



"Ah! aku hampir lupa aku akan periksa dulu ke dokter, setelah itu aku akan memberi kejutan untuk kak Lucas!" ucap Elena lirih.

__ADS_1


Elena pun bersiap pergi kedokter dengan ditemani Sean dan Leo dengan alasan menjenguk temannya yang sakit.Elena merahasiakan pemeriksaan kehamilannya dari Sean dan juga Leo. Karena ingin memberi Lucas kejutan yang spesial.


__ADS_2