KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Demi Mendapat Hatimu.


__ADS_3

Madona dengan sangat panik menuju ke tempat dimana ia merawat pria yang ia temukan waktu itu. Bahkan saat Elena dan Ken bertanya pun Madona tidak menghiraukannya.


Setelah beberapa saat Madona dalam perjalanan,ia akhirnya pun sampai ditempatnya.


"Bagaimana kondisinya?" tanya Madona.


"Itu nona...! Lebih baik anda melihatnya langsung!" jawab anak buah Madona.


Madona dengan sedikit ragu pun perlahan-lahan mendekat ke arah pria tersebut.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Madona.


"Kamu siapa? Ini dimana?" tanya balik pria tersebut.


"Oh! Aku Madona orang yang menolong kamu! Apa kamu lupa?" ucap Madona.


Pria tersebut terlihat bingung memahami keadaannya saat itu,ia terlihat mencerna semua perkataan dari Madona. Sedangkan Madona yang melihat pun ikut bingung.


"Apa kamu tidak mengingat apa pun? Bahkan namamu sendiri?" tanya Madona perlahan.


Pria tersebut pun hanya menggeleng kepalanya tanda ia tak mengingat apa pun.Madona pun meremas rambutnya tanda ia merasa bingung juga.


"Apa kamu juga tidak mengingat namamu?" tanya Madona lagi.


"Aku tidak ingat! Akkhh....!" teriak pria tersebut,karena merasa sakit kepala.


"Baiklah-baiklah! Sudah cukup, kamu tidak perlu mengingat apa pun lagi." ucap Madona yang mengerti kondisi pria tersebut.


"Bagaimana aku harus menjelaskannya ya! Kalau aku bilang tidak mengenalnya, pasti masalahnya semakin panjang!" batin Madona.


"Baiklah,mulai dari nama. Nama kamu Rey dan kita adalah teman!" ucap Madona.


"Rey? Kita teman sejak kapan dan apa pekerjaanku?" tanya pria tersebut.


"Emm! Kita teman sejak kuliah dan kamu bekerja sebagai asisten pribadiku!" jawab Madona.


"Kita teman sejak kuliah tapi aku cuma menjadi asisten pribadi kamu?" ucap pria tersebut.


"Kamu jangan meremehkan asisten pribadi seorang dokter ya!" ucap Madona tak habis pikir.



"Baiklah!" jawab pria yang kini bernama Rey.


Madona pun menjelaskan semua situasi dan keadaan dirinya yang selain dokter,ia juga berprofesi sebagai kaki tangan seorang mafia.


...****...


Disisi lain dirumah Lucas. Kini mereka bertiga sudah berkempul bersama.


"Sayang ini rumah daddy! Mulai sekarang kita akan tinggal bersama disini!" ucap Lucas yang menggendong Lucifer.


"Lucifer suka rumah daddy! Mommy juga kan?" kata Lucifer bertanya kepada Elena.

__ADS_1


"Suka rumah orang ini? mana mungkin yang ada aku bisa mati muda kalau tinggal lama disini!" batin Elena.


"Mommy?" panggil Lucifer.


"Iya, sayang mommy suka!" bohong Elena.


"Baiklah, sekarang ayo daddy tunjukan kamarnya!" ucap Lucas.


"Em! Daddy, apa boleh kita tidur bersama,Daddy,Mommy dan Lucifer?" tanya Lucifer ragu.


"Sayang itu tidak bisa karena....." kata Elena yang berhenti karena tidak bisa menjawab.


"Bisa! Kita bisa tidur bertiga setiap malam!" ucap Lucas senang.


"Apa? Itu tidak...!" kata Elena yang kembali terhenti saat melihat Lucifer.


"Sayang kamu ke kamar dulu ya! Mommy mau bicara sebentar sama daddy." ucap Elena.


Elena pun langsung menarik tangan Lucas dengan sangat cepat,ia ingin bertanya soal mereka yang akan tidur bersama.


"Apa kamu gila? Mana mungkin kita tidur bersama!" teriak Elena kesal.


"Lalu apa kamu tega menghancurkan harapan anak kita?" tanya Lucas.


"Kita kan bisa,setidaknya buat alasan supaya Lucifer mengerti!" keluh Elena.


"Dia masih kecil,jadi masih belum faham kalau kita kasih pengertian yang tiba-tiba. Sudahlah kita pikirkan pelan-pelan yang penting Lucifer senang dulu!" bujuk Lucas.


"Maaf El! Aku semakin tidak tahu malu memaksamu agar tinggal disisiku. Aku bisa lebih tidak tahu malu lagi demi mendapat cinta dan hatimu kembali!" batin Lucas.


Saat Elena dan Lucas kembali ke kamar untuk menemui Lucifer,mereka kaget karena melihat muka Lucifer cemberut.



"Apa kalian habis bertengkar?" tanya Lucifer.


"Oh! Tidak sayang, mommy dan daddy tidak bertengkar.Kami baik-baik saja!" jawab Elena.


"Tapi kenapa Mommy tidak menggandeng tangan daddy? Waktu ditaman kanak-kanak Lucifer sering melihat para orang tua yang menjemput teman-teman Lucifer,mereka selalu bergandengan dan berpelukan!" ucap Lucifer polos.


"Tentu daddy dan juga mommy seperti itu sayang! Lihatkan." ucap Lucas sambil merangkul pinggang Elena.


"Yeeyyy!" teriak Lucifer sambil berlari memeluk Elena dan Lucas.


Elena sangat terkejut karena ia baru pertama melihat Lucifer sebahagia itu hanya karena hal sepele.


Lucas pun mengajak Elena dan Lucifer untuk pergi makan malam.Lucas sangat bahagia karena Elena dengan senang hati pergi bersamanya.


Mereka bertiga pun seperti keluarga yang sangat bahagia,setiap orang yang melihat keceriaan mereka pasti akan merasa iri.


...****...


Disisi lain kini terlihat Zoya sedang menyiapkan makan malam yang romantis tidak lupa ia juga menyiapkan wine kesukaan Lucas.

__ADS_1


"Semuanya sudah beres, sekarang tinggal persiapan terakhir." gumam Zoya.


Zoya pun naik ke lantai atas dan bersiap-siap, ia menggunakan kemeja putih dan lipstik merah yang membuatnya tampak sedikit sensual.


Kini Lucas,Elena dan Lucifer pu sudah sampai dirumah,mereka terlihat berbincang dengan sangat asyik.


Saat tiba didepan pintu kamar tiba-tiba Lucifer meminta turun dari gendongan Lucas.


"Ada apa sayang?"tanya Lucas.


"Lucifer mau mengambil susu dikulkas dulu! Daddy sama mommy ke kamar dulu saja!" jawab Lucifer polos.


"Mommy temani ya!" tawar Elena.


"Tidak usah mommy! Lu bisa sendiri,Lu kan sudah besar!"tolak Lucifer.


"Ya,sudah cepat kembali ya!" ucap Elena.


Lucifer pun turun dengan sangat hati-hati,karena Lucifer anak yang cerdas mudah baginya untuk melakukannya sendiri.


Kini Elena dan Lucas memasuki kamar bersama-sama.Ketika Lucas membuka pintu kamarnya ia sangat terkejut melihat Zoya didalam kamarnya.



"Luc,kamu sudah pulang?" tanya Zoya senang.


"Kenapa kamu disini?" tanya balik Lucas dengan nada dingin.


"Ada apa?" tanya Elena heran.


"Kamu? Kenapa kamu disini? Ini rumah Lucas calon suami aku!" ucap Zoya.


Elena dengan sikap dan senyum dinginya dengan santai menjawab pertanyaan Zoya dengan tegas dan tanpa ragu.



"Calon suami kamu? Lucas? Ah! Kamu penasaran kenapa aku disini? Kamu bahkan tidak terkejut saat melihat aku masih hidup!" ucap Elena mengintimindasi.


"It-itu karena....!" kata Zoya yang tak selesai.


"Itu karena kamu sudah tau kan? Dan kamu penasaran kenapa aku disini? Calon suami kamu adalah ayah dari anakku, jadi wajar saja aku tinggal disini,lagi pula bukankah aku masih istrinya Lucas." ucap Elena lantang.


"Da-dasar wanita jala*g!" ucap Zoya marah sambil ingin menampar pipi Elena.


Lucas yang melihatnya pun menjadi marah karena Zoya berniat manampar Elena.



"Singkirkan tanganmu darinya dan jangan pernah coba-coba menyentuhnya walau seujung rambut pun!" ucap Lucas dengan sangat dingin.


"Ta-tapi Luc! Aku tunangan kamu!" ucap Zoya.


"Kamu baru tunanganku dan itu pun paksaan dari para relasi tetua diperusahaan! Tapi dia ibu dari anakku dan juga masih istriku." ucap Lucas tegas.

__ADS_1


Zoya pun dengan marah pergi dari rumah Lucas tersebut.


^^^Bersambung😊^^^


__ADS_2