KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Menginap Menjadi Dekat.


__ADS_3

Malam hari saat Lucas dan Elena makan malam besama, keduanya tampak diam tidak bersuara.


"*J**arang sekali si monster es ini diam saat makan bersama, biasanya dia terus saja bertanya tentang banyak hal kepadaku* " batin Elena sambil memakan makananya.


Di pikiran Lucas pun penuh dengan pertanyaan, dengan siapa Elena pulang tadi sore dan kemana dia pergi kenapa dia baru pulang saat makan malam, semua pertanyaan itu terus berputar di otak Lucas.


Pada akhirnya Elena yang lebih dulu bertanya kepada Lucas.


"Apakah semuanya baik-baik saja di kantor" tanya Elena.


"Baik" jawab Lucas dengan singkat dan dingin.


" Apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu" tanya Elena lagi.


"Tidak " sekali lagi Lucas menjawab dengan singkat dan dingin.


Elena yang berusaha mencari tau kenapa Lucas seperti sedang marah pun berfikir untuk menyerah.


" *A**h sudahlah, mungkin dia sedang kerasukan hantu diam, makanya dia menjadi diam , itu sedikit bagus sih tapi juga sedikit ada yang kurang* " batin Elena yang berniat pergi meninggalkan Lucas di meja makan.


" Tunggu " ucap Kucas menghentikan Elena.


"Ya, ada apa " tanya Elena sambil tersenyum kecil.


"Tadi aku ke kantormu untuk menjemputmu pulang bersamaku, tapi kamu sudah pulang, apakah kamu pulang bersama Hendri " tanya Lucas basa basi.


"Tidak, aku tidak diantar Kak Hendri " jawab Elena polos,sambil kembali duduk.


" Lalu kamu pulang dengan siapa " tanya Lucas.


"Aku pulang bersama bodyguard sekaligus supir pribadiku" jawab Elena.


"Oh,jadi dia hanya bodyguard mu saja "ucap Lucas merasa lega.


" Iya dia bodyguard baruku dari Kak Hendri " jawab Elena sedikit berbohong.


"Em, oke" ucap Kucas sedikit lega.


" Oh ya, akhir pekan ini mama menyuruh kita menginap di rumah utama" ucap Lucas.


"Akhir pekan ini, kenapa tiba-tiba " tanya Elena.


"Sejak kita menikah, kita belum berkunjung ke rumah utama jadi wajar jika para orang tua memintanya "jawab Lucas.


Elena pun hanya menganggukkan kepala tanda ia mengerti.


****


Hari-hari berjalan seperti biasa, Elena dan Lucas selalu sarapan dan makan malam bersama, saat makan siang terkadang Lucas menjemput Elena di kantornya.


Kini akhir pekan pun tiba, dan saatnya Lucas serta Elena berangkat ke rumah utama keluarga Abellard.


Saat pagi Elena sudah keluar terlebih dulu, ia berpesan kepada Bibi Mei untuk memberi tau Lucas bahwa Elena pergi mencari hadiah untuk mama mertuanya yaitu Kristina.


"Bibi Mei kemana Elena pergi, kita sudah berjanji akan kerumah utama hari ini " tanya Lucas kepada Bibi Mei.


"Nona Elena sudah pergi sejak tadi pagi tuan, nona berpesan akan membeli hadiah untuk Nyonya " jawab Bibi Mei.


"Kenapa mencari hadiah untuk mama tidak bersama ku saja, aku kan bisa mengantarnya sekalian pergi " gumam Lucas sambil mengotak atik ponselnya.

__ADS_1


"Ya sudah bi, aku berangkat sekarang saja " ucap Lucas.


" Baik tuan hati-hati di jalan " ucap Bibi Mei.


Lucas mengendarai mobil sport miliknya sambil mencoba menghubungi Elena,setelah berkali-kali Elena tidak menjawab panggilan dari Lucas, akhirnya Lucas hanya mengirim pesan pada Elena.


"Kamu di mana El, kita harus segera berangkat ke rumah utama keluarga Abellard, apa kamu lupa " isi pesan dari Lucas untuk Elena.


Tingg.


Balasan pesan dari Elena.


"Aku sedang mencari hadiah untuk mama Kris jadi sabar sebentar lagi ya " pesan dari Elena.


"Kamu ada dimana sekarang aku akan menyusulmu " balas Lucas.


"Aku sudah keluar dari toko, sekarang aku akan menunggumu disini" pesan dari Elena.


Lucas yang menjadi kesal dan tidak leluasa akhirnya menghubungi Elena lewat panggilan, sedangkan Elena yang mengetahui Lucas sedikit kesal dari nada bicaranya karena ia goda pun hanya tertawa.


"Di mana kamu, aku akan menjemputmu sekarang " ucap Lucas dari balik telepon.


"Aku ada di bawah tiang lampu, cari saja kesini" ucap Elena menggoda Lucas.


" Jangan main-main ada banyak tiang lampu di jalan " ucap Lucas kesal.


Elena pun mematikan panggilan dari Lucas, ia yang mendengar nada suara Lucas yang kesal menjadi senang, mungkin karena sudah lama Lucas tidak terlihat kesal.


Sedangkan Lucas turun dari mobil dan berkeliling mencari Elena di setiap jalan.


"Dasar wanita sialan, di sungguh keterlaluan menyuruhku mencarinya disetiap jalan seperti ini " gumam Lucas sambil berusaha menghubungi Elena kembali.


Elena yang melihat dari kejauhan merasa kasihan karena Lucas terus mondar mandir dari tadi, akhirnya Elena memanggil Lucas dengan senyum cerianya.


Lucas yang mendengar suara panggilan Elena pun menoleh dan mencari sumber suara tersebut.


"Akhirnya muncul juga wanita in ...."gumam Lucas yang terhenti saat melihat penampilan Elena yang begitu cantik.


Elena pun menghampiri Lucas, Elena bingung melihat Lucas dengan raut wajah terkejut.


"Ayo, katanya tadi mau segera ke rumah utama " ucap Elena menyadarkan lucas.


"Oh, iya baiklah " ucap Lucas menjadi salah tingkah.


"*A**pa yang sedang aku pikirkan, kenapa juga wanita ini berpenampilan sangat cantik* " batin Lucas.


"Kamu baik-baik saja " tanya Elena khawatir melihat raut wajah Lucas.


" Kak Lucas, panggil dengan sopan , jika papa dan mama mendengarmu memanggilku dengan sebutan ' Kamu ', mereka tidak akan suka" ucap Lucas mengingatkan Elena dan mangalihkan pembicaraan.


"Oke,oke aku akan mengingat itu dengan baik " ucap Elena sedikit kesal.


Mereka pun melanjutkan perjalanannya menuju keruma utama keluarga Abellard.


Sesampainya di kediaman keluarga Abellard Elena dan Lucas disambut dengan hangat oleh kedua orang tua Lucas.


" Apa kabar ma " tanya Elena kepada mama mertuanya.


" Kabar mama dan papa baik-baik saja sayang " jawab Kristina.

__ADS_1


Karena Kristina dan Elena sudah dekat sejak Elena masih kecil, jadi diantara mereka berdua sudah tidak merasa canggung lagi.


Elena pun menyerahkan beberapa bingkisan untuk Kristina, sedangkan Kristina menyuruh Lucas untuk membawa Elena pergi beristirahat di kamar milik Lucas.


"Luc, bawalah Elena beristirahat terlebih dulu, mama dan bibi akan menyiapkan makan siang "ucap Kristina.


" Baik ma, aku akan membawa Elena ke atas untuk beristirahat " jawab Lucas.


"Tapi ma aku bisa membantu mama Kris menyiapkan makan siang " tawar Elena.


"Tidak sayang kamu pergi beristirahat saja dengan Lucas " tolak Kristina.


Akhirnya Elena menuruti ucapan mama mertuanya dan pergi bersama Lucas ke kamar milik Lucas di lantai atas.


" Masuk lah, kenapa berdiri saja " ucap Lucas sambil membuka pintu kamar.


" Apakah kita akan tidur dikamar yang sama " tanya Elena.


"Lalu kamu mau kita tidur di kamar yang berbeda, dan membiarkan papa serta mama tau kalau kita tidak pernah tidur sekamar dan menjalani pernikahan diatas perjanjian " ucap Lucas panjang lebar.


" Benar juga, tapi selama ini kita tidak pernah tidur sekamar jadi itu terasa sedikit aneh bagiku " ucap Elena sedikit memelas.


"Nanti kamu akan terbiasa " ucap Lucas dengan santai.


"Terbiasa, apa maksud dari perkataanmu itu " ucap Elena yang sedikit bingung.


" Bagaimana kalau kamu tidur di lantai saja ya, aku akan memberimu selimut yang hangat ini " bujuk Elena.


"Aku, tidur di lantai, Wah,Wah, coba aku tanya kepadamu, ini kamar siapa " tanya Lucas kepada Elena.


" Kamar kamu " jawab Elena.


Lucas hanya mengacungkan satu jempol tanda kalau Elena benar.


"Lalu, tempat tidur itu tempat tidur siapa " tanya Lucas lagi.


"Tempat tidur kamu " jawab Elena polos.


"Karena kamar, dan tempat tidur itu milik ku, jadi yang harus tidur di lantai siapa " tanya Lucas.


Elena berpikir sejenak, dan baru menyadari yang di maksud Lucas, berarti Elena yang harus tidur di lantai.


"Apakah tidak ada cara lain, selain itu " tanya Elena yang sedang cemberut kepada Lucas.


" Ada, jalan satu-satunya hanya kita tidur dalam satu ranjang, tenang saja walau pun kita satu ranjang aku berjanji tidak akan menyentuhmu, karena di mata ku kamu bukan wanita " ucap Lucas dingin.


"Ap, apa, aku bukan wanita di mata mu, oh jadi selama ini di matamu aku bukanlah sosok wanita, Fine , awas saja jika kamu menyentuh seujung saja rambutku " ucap Elena dengan penuh amarah.


Di dalam kamar tersebut penuh dengan hawa dingin dari Elena karena dia sedang marah gara-gara Lucas mengatai dirinya bukan wanita di mata Lucas.


.


.


.


.


Tolong, like & coment ya😊🙏🙏 jika berkenan vote,rate & favoritkan juga ya.

__ADS_1


Maaf bila ada salah kata dalam penulisan jika cerita kurang menarik


jangan sungkan memberi saran ya, terimakasih & see you,😉😉


__ADS_2