
Di sebuah Cafe di Prancis yaitu Cafe de Flore tempat Elena dan Aera berjanji akan bertemu.
Aera yang sudah menunggu Elena terlebih dahulu melambaikan tangan saat Aera melihat Elena datang.
" El di sebelah sini ! " kata Aera.
" Ra maaf sudah lama menunggu ya ? " tanya Elena.
"Tidak, aku juga baru saja sampai " kata Aera.
Elena dan Aera mengobrol sangat lama, mereka bercerita banyak hal tentang diri mereka masing-masing, Elena berharap mereka akan menjadi teman mulai sekarang, karena Universitas mereka pun sama.
Saat sedang asyik bercerita tiba-tiba Rlena mendengar seseorang berteriak. " Hai Masam " sapa orang tersebut
Seseorang tersebut adalah Nico yang menyapa Elena, karena sejak pertama Nico bertemu Elena muka elena selalu masam, sebab Nico pun belum tahu nama Elena.
" Shit , kenapa harus dia lagi " gumam Elena.
Nico pun duduk disamping Elena dan Aera, walaupun tanpa dipersilahkan Nico dengan sesuka hati duduk disamping mereka.
" Kenapa , kaget melihatku, apa kamu mulai terpesona dengan wajahku" kata Nico tanpa berhenti.
" Maaf apa kita saling mengenal " kata Elena dengan kesal.
" Kita memang saling mengenal, apa kamu lupa waktu itu " kata Nico.
Aera yang masih tidak mengerti arah pembicaraan mereka pun memilih diam, dan saat Elena mulai lelah mendengar perkataan Nico pun ia mengajak Aera untuk pergi dari cafe tersebut.
Elena pun membayar Bill di kasir dan membawa pesanannya yaitu satu minuman Mocachino dan roti, untuk diberikan kepada Vico, sedangkan Nico yang ditinggalkan oleh Elena masih duduk ditempatnya.
" Gadis yang sangat menarik" guman Nico.
Setelah Elena dan Aera sampai dimobil.
"Ra mau kemana lagi, biar aku antarkan " tawar Elena.
" Aku mau pulang saja El, lagi pula sudah sore " jawab Aera.
" Emm, baiklah aku akan mengantarmu pulang, oh ya Kak Vico ini untukmu maaf tadi kami lama sekali waktu mengobrol" kata Elena.
" Maaf Nona tapi, lain kali tidak usah seperti ini, sudah tugas saya mengantar dan melindungi nona " kata Vico.
"Aku mengerti, tapi kali ini diterima ya , ini bukan penyuapan lagi pula aku habis mengantar Aera juga akan pulang kok"kata Elena.
" Baiklah Non El terimakasih "
Setelah Elena dan Vico mengantar Aera, Elena pun langsung meminta Vico juga segera pulang.
Namun setibanya Elena dirumah semua orang sudah berkumpul diruang keluarga, " Ada apa ini, kenapa semua orang berkumpul disini " tanya Elena heran.
" Sayang nanti malam kita akan kedatangan tamu " kata tuan Yustaf.
"Siapa kek ,apakah tamu penting " tanya Elena.
" Mereka adalah teman kakek dan mama kamu " jawab tuan Yustaf.
__ADS_1
" Oh, baiklah " kata Elena singkat.
" Tapi ,Nak, kamu harus tampil yang cantik ya malam ini " kata Marisha.
" Memang kenapa ma, apa ada hubunganya denganku" kata Elena
" Karena kan mereka tamu penting " kata Marisha.
Elena merasa aneh dengan semua orang yang berkumpul bersama, Elena pun melihat orang yang berada diruang tamu secara bergantian, jelas saja Elena merasa aneh karena mereka semua tak mau memandang mata Elena.
F**lashback on**
Kring, kring suara ponsel Yustaf berbunyi
" Halo " jawab Yustaf.
" Halo Uncle Yustaf, ini Kristina "
" Oh, ya ada apa Nak "
"Aku langsung to the poin saja ya Incle, begini Uncle,mengingat anak-anak sudah tumbuh dewasa dan juga dengan permintaan mendiang papa saya, yang menginginkan kedua keluarga saling terikat dengan tali pernikahan, saya dan suami memutuskan akan berkunjung nanti malam untuk membahas secara rinci"
"Oh, jadi masalah itu, baiklah sepertinya sudah waktunya kita berdiskusi, aku tunggu kedatangan kalian nanti malam " kata tuan Yustaf sambil mengakhiri panggilan.
F**lashback off** .
Pada malam hari di kediaman Yustaf semua orang sudah berkumpul, tuan Yustaf beserta keluarga sudah menunggu kedatangan para tamu, namun Elena masih dengan bermalas-malasan dikamarnya.
" Pa, Elena kenapa belum turun ya " tanya Marisha.
"Biar saya saja yang memanggil Elena turun " tawar Hendri
Hendri pun berjalan menaiki tangga menuju ke kamar Elena.
Tok,tok,tok,
"Siapa " tanya Elena
"El ini Kak Hendri " jawab Hendri.
"Oh, sebentar Kak " kata Elena
"Kenapa kamu belum bersiap-siap semua orang sudah berkumpul dibawah"
"Memangnya acara ini sepenting apa sih Kak "
"Kak Hendri juga belum tahu, lebih baik kamu cepat bersiap atau ayah akan memarahimu "
"Oke,oke aku akan bersiap, apa Kak Hendri puas " kata Elena sedikit kesal.
Tak lama kemudian keluarga Abellard sampai di kediaman tuan Yustaf.
"Silahkan masuk tuan, tuan Yustaf dan keluarga sudah menunggu didalam " kata Felix kepala pelayan di kediaman Yustaf.
" Terimakasih " kata Kristina dan William Abellard.
__ADS_1
Kedua keluarga berkumpul bersama diruang tamu, Lucas pun tentu saja juga hadir, mereka memulai percakapan dengan basa basi, karena Elena belum juga turun.
Setelah beberapa saat kemudian terdengar suara langkah menuruni tangga.
" Jadi ini tamu penting yang dimaksud kakek " batin Elena dalam hati.
Ternyata Elena dengan gaun putih panjangnya yang menutupi sampai mata kakinya berjalan dari atas menuju keruang tamu, semua mata yang ada diruang tamu menatap kearah Elena, rumor yang beredar bahwa cucu pemimpin King Knight sangat cantik bagai bidadari itu benar adanya.
Elena pun memberi salam kepada Kristina dan William, mengingat Kristina sering berkunjung kerumah keluarga Yustaf, dan juga teman baik Marisha satu-satunya.
Lucas dengan tatapan yang susah di artikan pun masih menatap Elena tanpa berkedip.
" *J**adi ini rupanya cucu pemimpin mafia terbesar King Knight* "batin Lucas dalam hati.
Lucas belum sadar jika wanita yang ada dihadapannya ini adalah wanita yang beberapa kali ia lihat tempo hari, saat dibandara dan juga saat aksi perkelahian di Colmar waktu itu.
Para orang tua pun memulai pembicaraan penting mereka.
" Jadi tolong Uncle, carikan tanggal dan waktu yang pas untuk pernikahan Elena dan Lucas " kata Kristina to the poin.
" Apa... " teriak Elena dan Lucas bersamaan.
" Maaf Aunti, tapi Elena masih belum mau menikah apa lagi dengan orang yang belum Elena kenal " tolak Elena.
" Tapi sayang Lucas adalah teman masa kecil kamu, ketika Aunti Kris berkunjung dia selalu mengajak Lucas apa kamu lupa " kata Marisha.
" Tapi tetap saja ma " tolak Elena lagi.
" Sudah cukup ,pernikahan ini tetap harus terjadi meski pun diantara kalian ada yang menolaknya, ini adalah permintaan terakhir sanabatku Abellard " kata tuan Yustaf dengan tegas.
Semua orang yang berada diruang tamu pun terdiam karena mendengar perkataan tuan Yustaf yang terkenal tidak bisa dibantah, dan sekali berkata harus dituruti.
Elena pun tidak terima dengan permintaan sang kakek, ia dengan marah dan berkata , " Kalian semua tidak berperasaan " kata Elena sambil berlari ke kamarnya,
Hendri yang melihat Elena, terpukul dan menangis pun langsung mengikuti Elena ke kamarnya.
"Kita tetapkan saja satu bulan dari sekarang, yang berarti bulan depan adalah hari pernikahan Elena dan Lucas " kata tuan Yustaf.
"Baiklah kami setuju Uncle " kata Kristina.
Dan setelah itu keluarga Abellard berpamit untuk pulang.
" Dasar wanita aneh, banyak wanita diluar sana yang mengantri untuk menikah denganku, tapi dia malah menolak dan menangis segala " batin Lucas dalam hati
Elena merasa kakeknya sangat tidak adil, selama ini dia belum bisa menikmati indahnya dunia diluar sana,karena sang kakek tidak memperbolehkan dan selalu membatasi saat Elena ingin keluar tetapi dia malah dipaksa menikah dengan orang asing menurutnya.
.
.
.
.
Terimakasih yang selalu setia membaca novel aku.ππ
__ADS_1
Like n coment sangat membatu ya jika ada poin lebih vote juga bolehππππ