KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Rumah baru, Status baru & Hidup baru


__ADS_3

Pagi hari terdengar kicauan burung yang berada diluar jendela kamar hotel tempat Elena dan Lucas beristirahat, karena Lucas tidak bisa tidur dengan nyenyak ia bangun terlebih dulu dari Elena.


" Sial , gara-gara wanita gila ini aku sampai tidak bisa tidur, seharusnya aku memiliki malam pertama yang indah bersama Zoya jika tidak ada wasiat yang mengharuskan ku menikah dengan wanita gila ini " gumam Lucas yang sudah keluar dari kamar mandi.


Lucas pun menjadi penasaran dengan Elena, ia berfikir kenapa ada wanita seunik dia, Lucas pun mendekat ke arah tempat tidur Elena, ia memperhatikan wajah Elena dengan seksama.


" Jika dia tertidur dengan lelap seperti ini, dia terlihat sangat manis seperti anak kucing " gumam Lucas yang masih memperhatikan wajah Elena.


" Benarkah aku manis ,apakah kamu mulai tertarik padaku karena menurutmu aku manis " ucap Elena yang tiba-tiba membuka mata sambil tertawa.


Lucas yang masih duduk didekat ranjang Elena, menjadi terkejut bukan main, pasalnya Lucas mengira Elena masih tertidur dengan pulasnya, tapi ternyata ia sudah bangun sejak Lucas keluar kamar mandi.


" Shit ,apa kamu gila, jantungku hampir lepas karena ulah mu " kesal Lucas sambil memegang dadanya karena terkejut.


" Siapa yang menyuruhmu duduk dan memperhatikan wajahku saat aku tertidur, itu salahmu bukan salahku " ucap Elena sambil terduduk.


" Apakah kamu sudah menyadarinya ,jika aku memang sangat cantik dan manis " goda Elena kepada Lucas.


" Huh, cantik, manis kamu masih bermimpi ya, cepat bangun dari mimpimu, kamu itu wanita yang bahkan tidak masuk standarku " ucap Lucas dingin .


" Ap, apa , coba ulangi lagi perkataanmu barusan " ucap Elena dengan nada memerintah.


" Perkataan yang mana, oh perkataan yang menyebutmu tidak masuk standarku, itu memang benar coba berkaca, lihat baik-baik dirimu dari kaca, wajah pas-pasan, bentuk tubuh rata, apa kelebihan yang ada pada dirimu " ucap Lucas menyindir.


" Huh, bentuk tubuh rata, wajah pas-pasan " kesal Elena .


" Kalau begitu rasakan ini "


Elena memukul Lucas dengan bantalnya beberapa kali, karena Elena kesal Lucas sudah menyebut dirinya yang memiliki bentuk tubuh rata dan wajah yang pas-pas an.


"Aww, dasar wanita gila, kamu mau membunuh suami yang baru sehari kamu nikahi " teriak Lucas yang merasa sakit saat di pukuli Elena.


" Biar kamu tahu rasa, siapa yang menyuruhmu menghina tubuhku " kesal Elena, yang masih memukul Lucas.


" Sudah cukup " teriak Lucas sambil memegang kedua tangan Elena di atas kepala.


Mereka saling bertatapan entah apa yang ada di dalam pikiran mereka berdua, mereka terdiam cukup lama dengan saling bertukar pandangan.


Beberapa saat kemudian Lucas dengan tatapan yang tidak bisa di artikan melepas genggamanya dari tangan Elena.


" Hentikan, cepatlah bersiap kita akan pulang ke rumah baru kita " ucap Lucas memalingkan wajahnya.

__ADS_1


" Ehem, oke aku bersiap dulu " ucap Elena sedikit malu.


" Eial, apa yang aku fikirkan, dia memang istriku tapi hanya sekedar setatus, hatiku masih milik Zoya " gumam Lucas.


Beberapa saat kemudian Elena sudah selesai bersiap-siap, ia pun keluar menemui Lucas di luar kamar hotel.


" Kita akan langsung pergi kerumah baru kita, itu adalah rumah pridadiku sebelum aku pergi ke New York, rumah itu hadiah dari Kakek ku " ucap Lucas.


" Kenapa ke rumah pribadimu, kenapa bukan ke rumah pribadi milik keluargaku " tanya Elena.


" Aku sebagai suami masih mampu memberikanmu tempat untuk tinggal, aku tidak mau keluargamu berfikir aku suami yang tidak mampu " ucap Lucas menjelaskan kepada Elena.


"Emm, baiklah , tapi kita mampir terlebih dulu mengemas beberapa pakaian dan berpamitan kepada kedua keluarga juga " ucap Elena.


" Baiklah terserah padamu" ucap Lucas.


Elena dan Lucas pun pergi ke kediama Abellard terlebih dulu, mereka mengemas pakaian dan berpamitan kepada Mama dan Papa Lucas, kemudian mereka berangkat untuk berpamitan ke kediaman Yustaf, Elena dengan cepat mengemas pakaianya.


Semua angota keluarga Yustaf berkumpul untuk melihat Elena pindah kerumah barunya, tuan Yustaf, Marisha serta Yunus saling bergantian memeluk Elena mengucapkan sampai jumpa kepada Elena, dan yang terakhir adalah Hendri.


Saat Hendri dan Elena berpelukan, Lucas yang melihat mereka berdua menjadi sedikit kesal, bahkah Hendri mencium kening Elena sebagai ucapan perpisahan.


"El, kamu hati-hati ya, jika ada apa-apa kamu langsung hubungi Kakak" ucap Hendri.


" Baiklah aku tunggu kedatanganmu di kantor lusa ya " ucap Hendri.


Lucas yang melihat mereka berdua menjadi sedikit muak, ia berfikir bahwa hubungan Hendri dan Elena bukan sekedar Kakak beradik, namun ada hubungan khusus diantara mereka.


" Baiklah sayang mari kita berangkat sekarang " ucap Lucas kepada Elena.


" Sayang " bisik Elena.


"Apa kamu lupa kita harus berpura-pura menjadi pasangan suami istri yang romantis" bisik Lucas kepada Elena.


"Oh, iya sayang kita sudah waktunya pulang kerumah " ucap Elena berpura-pura.


" Mama senang melihat kalian berdua menjadi pasangan suami istri yang rukun " ucap Marisha.


" Itu sudah seharusnya Ma, kita kan suami istri " ucap Elena.


" Bagus, bagus, kalian segera pulanglah kerumah baru kalian " ucap tuan Yustaf.

__ADS_1


"Baiklah sayang mari kita berangkat, Mama Marisha, Kakek Yustaf kita pamit dulu ya " ucap Lucas berpamitan.


" Kamu gandeng tangan aku " bisik Lucas.


"Oh, memang harus seperti itu ya " tanya Elena sedikit berbisik .


"Iya, memant harus seperti itu " bisik Lucas.


Elena pun menuruti perintah Lucas, ia dengan terpakasa menggandeng lengan Lucas, Hendri yang melihat pemandangan didepan matanya seperti itu menjadi geram, wajah geram Hendri pun tak luput dari penglihatan Lucas.


" *O**h, jadi tebakanku memang benar, kalau si kakak diam-diam menyukai sang adik* " batin Lucas dalam hatinya.


Kini Lucas dan Elena pun dalam perjalanan menuju ke rumah baru yang akan mereka tinggali, dalam perjalanan Elena merasa lapar karena belum makan sesuatu sejak pagi.


"Apa kamu mau membuatku kelaparan sepanjang hari " tanya Elena.


" Apakah di otakmu hanya terfikir soal makan saja " jawab Lucas dengan pertanyaan kepada Elena.


"Apa kamu tidak tau jika aku belum makan apa pun , oh atau kamu ingin membunuh istri yang baru sehari kamu nikahi " ucap Elena kesal.


" Dasar wanita gila " gumam Lucas.


" Kamu bilang apa " tanya Elena.


" Aku bilang, kita akan mencari tempat makan sebentar lagi " bohong Lucas.


"Oh, baiklah kita cari yang paling dekat saja, aku sudah sangat lapar" ucap Elena.


" *K**alau di ingat-ingat lagi, waktu dia kecil dulu dia adalah gadis yang sangat manis, lembut dan penurut, tapi sekarang kenapa sikapnya berubah menjagi dingin, dan sedikit arogan ya* " batin Lucas.


Kini Elena dan Lucas tiba disebuah restoran, mereka berdua pun segera duduk dan memesan makanan, Elena berfikir mengisi perutnya lebih penting dari pada tiba dirumah barunya.


.


.


.


.


Tolong like & comentnya 🙏🙏😊 jika berkenan vote & rate juga.

__ADS_1


terimakasih karena selalu membaca Kisah Elena ditunggu part terbaruny ya 😉😉 see you


__ADS_2