KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Penghianat Jadi Sahabat


__ADS_3

Di cafe tempat Nico dan Elena bertemu, dengan susah payah Nico menghentikan kepergian Elena, dan akhirnya Elena pun mengikuti permintaan Nico.


" Cepat lah pesan sesuatu, apa kamu tidak lapar " tanya Nico.


" Tidak, aku masih kenyang " jawab Elena dingin.


Lain di mulut lain juga di perut, rasa lapar yang melanda Elena dan perut yang tidak bisa di ajak kompromi terus saja berbunyi.


Elena yang mendengar perutnya meronta meminta di isi sesuatu makanan ia merasa malu, sedangkan Nico yang mendengar suara perut Elena yang lapar hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


" Waiter " panggil Nico kepada salah satu pelayan sambil mengangkat satu tanganya.


Tidak menunggu lama salah satu pelayan pun menghampiri meja tempat Nico dan Elena duduk.


" Ada yang bisa saya bantu tuan " tanya Pelayan Cafe tersebut.


" Tolong siapkan satu menu utama dan spesial " perintah Nico.


" Baik tuan saya permisi " jawab salah satu pelayan tersebut.


Elena masih terdiam dan tidak mau bicara, sedangkan Nico terus saja memandang wajah cantik Elena seakan Nico sudah tersihir dengan sosok Elena.


Tak menunggu lama pesanan Nico pun sadah di siapkan di meja dengan rapi, pelayan yang mengantar pun segera permisi dari tempat dimana Nico dan Elena duduk.


" Makanlah " ucap Nico.


" Siapa yang menyuruhmu memesan makanan " tanya Elena dingin.


" Ini sudah waktunya makan malam, setidaknya makanlah sedikit, jika kamu tidak mau berhutan makanan padaku, bagaimana kalau nanti kamu memberi ku satu masakan yang kamu buat " ucap Nico.


"Mmm, baiklah jika seperti itu, aku akan memakannya " ucap Elena.


Nico yang melihat Elena bersikap seperti itu hanya tersenyum senang.


ia tidak menyangka kalau Elena sangat susah untuk di dekati, bahkan memakan makanan yang dipesan Nico pun ia tidak mau karena takut berhutang.


Setelah Elena selesai makan, ia pun melihat jam yang tertera pada ponselnya, kini waktu menunjukan pukul setengah sembilan malam, Elena ingat pesan Lucas jika ia tidak boleh pulang di atas jam sembilan malam.


"Gawat , tinggal tiga puluh menit lagi waktu yang aku miliki, jika aku terlambat maka monster di rumah itu akan marah " gumam Elena.


Nico yang menyadari wajah Elena berubah menjadi panik pun bertanya.


" Ada apa El " tanya Nico.


"Jangan sembarangan memanggil nama orang " jawab Elena.

__ADS_1


" Lalu aku harus memanggil kamu apa jika bukan nama mu " ucap Nico.


" Ah , terserah yang penting sekarang aku harus pulang, ini sudah malam " ucap Elena sambil bersiap akan segera pergi.


" Baiklah aku akan mengantarmu pulang " tawar Nico.


" Tidak usah, aku membawa mobil sendiri, kamu tidak perlu repot-repot" ucap Elena dingin.


"Fine, jika mau mu seperti itu, tapi dengan satu syarat " ucap Nico.


" Syarat apa lagi " tanya Elena.


" Kamu harus berjanji, tidak mengabaikan panggilan dan pesan dariku" jawab Nico.


" Aku tidak bisa janji " ucap Elena.


" Pokoknya kamu harus berjanji " paksa Nico.


Dengan terpaksa Elena menerima syarat Nico, dari pada ia pulang terlambat.


Di dalam perjalanan, Elena mengendarai mobil Lucas dengan kecepatan yang melebihi batas karena takut ia akan terlambat sampai dirumah pukul sembilan malam.


Tiba-tiba saat Elena melihat jam pada ponselnya, ada seseorang yang menyebrang tanpa menengok kanan dan kiri terlebih dahulu, alhasil Elena yang melihat orang tersebut menginjak rem mobil dengan segera, dan untungnya seseorang itu tidak tertabrak Elena.


Dengan sedikit ragu Elena turun dari mobilnya untuk melihat keadaan orang tersebut.


Elena pun melihat seseorang terbaring di depan mobil yang ia kendarai.


" Hey, apa kamu baik-baik saja " tanya Elena.


Belum sempat orang tersebut menjawab pertanyaan Elena, ada sekitar 6 sampai 8 orang yang berteriak padanya.


" Hey nona cantik, lebih baik kamu serahkan penghianat itu dan pergi dengan aman " perintah salah satu Orang berbadan besar.


" Maaf tapi aku tidak sengaja menabraknya, bisakah anda membantu saya memasukan nya ke mobil, untuk ku bawa ke rumah sakit " ucap Elena.


" Hey nona, asalkan kamu tau dia bukan tertabrak olehmu, melainkan akibat dia menghianati ketua kami " ucap Pria bertato tersebut.


" Lebih baik nona menyerahkan dia kepada kami " ucap Pria bertubuh besar tadi.


" Bos, sepertinya wanita ini adalah cucu perempuan dari Yustaf pemimpin King Knight, coba lihat foto yang tuan berikan kepada kita " bisik salah satu Pria bertato lainya.


"Huh, benar juga, kita mendapat tangkapan besar, bunuh penghianat itu dan kita selesaikan dengan nona muda keluarga Yustaf " ucap salah satu pemimpin orang-orang tersebut.


Dengan cepat Elena menghubungi Hendri tanpa di sadari orang-orang bertubuh besar tersebut, Elena menyuruh Hendri datang ketempat di mana Elena berada sekarang.

__ADS_1


"Semuanya bunuh penghianat itu dan tangkap nona muda Yustaf tersebut " perintah Pemimpin orang-orang itu.


Elena dengan sigap menghalang orang-orang yang ingin membawa pria terluka tersebut, dengan keahlianya Elena menghajar satu per satu pria bertubuh besar tersebut.


" Bos, bukankan rumor mengatakan jika nona muda dari keluarga Yustaf itu lemah lembut, tapi ini apa dia seorang diri dan bisa mengalahkan kami ber tujuh " bisik salah satu pria tersebut.


" Diam dan perhatikan baik-baik aku akan langsung membunuhnya dengam cepat " ucap seorang bos dengan sombong.


Ia membawa sebilah kayu besar dan berniat memukul kepala Elena, namun Elena menyadari dengan cepat dan menghalau pukulan tersebut dengan lenganya, dengan cepat Elena memukul balik bos tersebut hingga jatuh.


Elena merasa sudah sangat lelah dan lengannya pun terluka, maka ia berusaha melarikan diri bersama pria terluka tersebut, ia memasukan pria tersebut dengan susah payah, darah terus mengalir dari lengan Elena yang terluka.


" Shit ,siapa orang-orang tersebut, mereka juga menyebut King Knight dan keluarga Yustaf, lebih baik aku segera bertemu Kak Hendri " gumam Elena.


" Halo Kak, Kakak sudah sampai mana, sekarang aku ada di jalan xx " ucap Elena dari balik telfon.


"Baiklah aku segera kesana " jawab Hendri dengan khwatir dan memutuskan panggilanya.


" Ya tuhan ,lima belas menit lagi sudah pukul sembilan " gumam Elena.


Tak lama kemudian Hendri tiba di lokasi Elena, dengan gelisah ia menghampiri Elena yang terluka.


" El, apa yang terjadi, bagaimana lenganmu bisa terluka " tanya Hendri khawatir.


" Nanti aku ceritakan rincianya Kak, sekarang cepat bantu aku membalut luka ini, dan juga tolong sembuhkan pria yang ada di dalam mobil " pinta Elena.


" Dia siapa El ,kamu mengenalnya, sampai-sampai kamu rela terluka demi dirinya " ucap Hendri penuh pertanyaan.


"Tidak Kak, aku terluka bukan karena dia,malah mungkin dia bisa menjadi kunci untuk kita, karena orang- orang tersebut mengetahui bahwa aku cucu dari pemimpin King Knight " ucap Elena menjelaskan.


Setelah Hendri selesai membalut luka Elena, ia pun memindahkan pria tersebut ke dalam mobil milik Hendri.


Elena yang masih di buru waktu pun segera melajukan mobilnya dengan cepat agar tidak terlambat sampai di rumah milik Lucas.


.


.


.


.


Jangan lupa like & coment ya 🙏🙏😊 jika berkenan vote & rate juga.


terimakasih, happy new year 2021 🎉🎉 and see you 😉😉

__ADS_1


mohon maaf jika ada salah dalam penulisan.


__ADS_2