
Berminggu-minggu kemudian Elena berusaha untuk menguatkan hatinya agar ia bisa lebih tegar menghadapi masalah yang menerpa dirinya. Tentu saja Lucas selalu berada disamping Elena guna mendampingi Elena melewati semua masalah yang ada.
Sedikit demi sedikit Elena mulai kembali ceria lagi dan Lucas pun sudah lebih tenang meninggalkan Elena dirumah ketika Lucas pergi kekantor.
Semua aset dan perusahaan milik keluarga Yustaf sudah diakuisi oleh Hans, pemimpin Black Devil jadi Elena sudah tidak bekerja lagi, yang tersisa hanya perusahaan milik Hendri yang berada diCalifornia dan juga milik Marisha yang beratas namakan Elena, yaitu perusahaan Elian's Company.
Tentu saja Elena belum tau karena pengacara Marisha masih bertugas diSwiss.
Saat Lucas berada dikantor, ia terus mengirim Elena sebuah pesan guna mengetahui kabar Elena.
"El, malam ini kamu mau makan apa? aku akan pulang cepat dan membelikanmu." pesan teks dari Lucas.
"Terserah Kak Lucas saja! yang penting kita makan. Aku sudah bosan dan lapar menunggu Kak Lucas pulang!" balasan pesan dari Elena.
"Baiklah! tunggu sebentar lagi aku akan segera pulang." pesan dari Lucas.
Lucas pun entah mengapa menjadi lebih bahagia ketika berkirim pesan dengan Elena, seolah-olah seperti remaja yang dilanda cinta.
Ketika sudah menunjukan waktu pulang kantor, Lucas bergegas mengambil jasnya dan berlalu pergi meninggalkan ruangan tempatnya berkerja.
"Em! kira-kira aku belikan Elena makanan kesukaanya apa ya?" gumam Lucas didalam mobil.
Pada saat memikirkan makanan kesukaan Elena, Lucas teringat perkataan tuan Yustaf bahwa Elena suka sekali makan udang namun jika tidak dikupaskan kulitnya maka Elena tidak akan pernah memakannya.
"Baiklah aku akan membelikan Elena udang kesukaannya!" gumam Lucas sambil memarkir mobilnya disebuah Restoran Seefood.
Setelah beberapa saat Lucas tiba dirumahnya.
"Tuan Lucas sudah pulang?" sapa bibi Mei.
"Iya bi! apa Elena dirumah?" tanya Lucas.
"Iya tuan, non El, selalu menghabiskan waktu dihalaman belakang dirumah, mungkin non El baru masuk kerumah." jawab bibi Mei.
"Baiklah! Tolong siapkan makanan ini dimeja makan ya bi, aku akan memanggil Elena!" ucap Lucas.
"Baik tuan!" jawab bibi Mei.
Lucas pun pergi kekamar Elena, untuk memanggilnya makan malam.
"El,kamu ada didalam?" suara Lucas dari balik pintu.
"Iya Kak, tunggu sebentar aku akan keluar!" jawab Elena.
Cklek! suara pintu kamar Elena terbuka. "Hai!" sapa Lucas.
"Oh! Kak Lucas sudah pulang? kita jadi makan apa." tanya Elena.
"Ada dibawah! ayo kita turun dan makan malam." ajak Lucas.
Pada saat mereka tiba diruang makan Elena terkejut karena ada udang yang begitu ia sukai ada dimenu makan malam mereka.
__ADS_1
Elena tidak sabar ingin segera mencoba udan kesukaannya tersebut, namun ia urungkan karena udang itu belum terkupas kulitnya.
Sedangkan Lucas yang tau ingin sedikit menggoda Elena.Lucas mengambil udang tersebut dan mengupasnya lalu ia memakan udang tersebut. Elena berharap Lucas akan berbaik hati memberikan udang tersebut namun Lucas justru memakanya sendiri.
"Apa yang aku harapkan dari lelaki ini! mana mungkin dia memberikan udangnya kepadaku. Huff!" batin Elena dalam hati.
Lucas pun tersenyum melihat raut wajah Elena yang terlihat kesal namun ia tahan.
"Kamu kenapa tidak makan El!" tanya Lucas pura-pura.
"Tidak! hari ini aku ingin memakan buah-buahan saja,aku sedikit tidak berselera." ucap Elena.
Lucas pun tersenyum mendengarnya, sambil terus mengupas kulit udang. "Oh! baiklah, kalau begitu makan buah yang banyak ya!" goda Lucas.
"Huff!" Elena hanya menghela nafas panjang.
Saat udang yang dikupas Lucas sudah banyak dipiringnya, ia menyerahkan piring tersebut kepada Elena.
"Ini makanlah! aku tau kamu menyukainya." ucap Lucas menyerahkan piring berisi udang tersebut.
Elena sangat senang melihat udang dipiring yang penuh sudah tidak ada kulitnya. Namun Elena sedikit menahan diri.
"Tidak! aku tidak suka udang, dan aku juga tidak berselera." kata Elena berbohong.
"Oh, baiklah! aku akan memakanya jika kamu tidak mau!" ucap Lucas seraya mengambil piring tersebut.
Elena terlihat lahap sekali memakan udang tersebut.
"Pelan-pelan tidak ada yang akan merebutnya darimu!" ucap Lucas sambik tersenyum.
Elena merasa malu karena Lucas terus menatapnya dengan tersenyum.
"Kenapa terus menatapku? Kak Lucas juga makanlah!" ucap Elena.
"Iya aku juga akan makan!" ucap Lucas.
Setelah mereka makan malam bersama, Elena dan Lucas kembali kekamar masing-masing. Setibanya dikamar Lucas mendapat panggulan telfon dari Zoya.
"Ha...Halo Luc! bisakah kamu menolongku?" tanya Zoya dibalik sambungan telfon.
"Kamu kenapa Zoy?" tanya Lucas.
"Pe...Perutku saki Luc! Tolong temani aku kerumah sakit." jawab Zoya.
Ketika Lucas mendengar suara lemah Zoya, dan mengetahui bahwa Zoya sedang sakit, ia bergegas berlari keluar dari dalam kamarnya.
Saat melewati kamar Elena, ia melihat Elena sedang berdiri dibalkon kamarnya. Lucas pun mengurungkan niatnya untuk pergi menemui Zoya dan malah menghubungi Gino.
__ADS_1
Lucas menyuruh Gino keapartemen milik Zoya guna melihat keadaan Zoya yang sedang sakit. Karena Lucas tidak bisa meninggalkan Elena, ia takut Elena merasa sedih dan melakukan hal nekat lagi.
Setelah mendapat telfon dari Lucas, Gino bergegas keapartemen milik Zoya. Gino khawatir jika Zoya mengalami sakit yang parah. Betapa terkejutnya Zoya yang melihat Gino yang datang dan bukanya Lucas.
"Gi...Gino! Kenapa kamu yang datang dan bukanya Lucas?" tanya Zoya kecewa.
"Justru Lucas yang menyuruhku kesini, karena dia bilang kamu sedang sakit!" jawab Gino.
"Bukan begitu! aku menturuh Lucas yang datang tapi kenapa kamu yang ada disini." ucap Zoya bingung.
"Lucas tidak bisa datang karena dia tidak bisa meninggalkan istrinya sendirian dirumah, Lucas khawatir dengan keadaan Elena!" ucap Gino menjelaskan.
"Ap...Apa!" kaget Zoya.
"Sial! kenapa wanita itu terus saja mengganggu rencanaku, aku semakin ingin menyingkirkannya dari hidup Lucas!" batin Zoya kesal.
"Aku tidak apa-apa jadi pulanglah, terimakasih sudah datang." ucap Zoya seraya menutu pintu apartemennya.
"Apa-apaan sikapnya itu!" gumam Gino.
Disisi lain dirumah Lucas, kini Lucas pergi menghampiri Elena yang berdiri dibaklon kamar miliknya.
"Kamu kenapa belum tidur?" tanyaLucas.
"Iya sebentar lagi aku juga tidur kok Kak! Kak Lucas mau keluar?" ucap Elena.
"Oh, tidak! tadi aku hanya membeli sesuatu didepan." bohong Lucas.
"Oh!" jawab Elena singkat.
"Tidurlah! aku akan menemanimu disini sampai kamu tertidur lelap." ucap Lucas lembut.
Elena pun hanya menuruti perkatasn Lucas, karena ia sudah lelah jika harus berdebat dengan Lucas.
Lucas hanya tersenyum melihat Elena seperti anak kecil yang menurutinya. "Imutnya!" batin Lucas.
Ditempat lain Zoya sedang bertemu dengan orang yang cukup penting.
"Ada apa kamu menemuiku?" tanya orang tersebut.
"Kita jalankan rencana berikutnya! agar wanita itu cepat menghilang dari dunia ini secepatnya. Aku sudah lelah melihat wajahnya." jawab Zoya.
"Baik! lagi pula kita sama-sama untung. Jadi aku akan membantumu." ucap orang tersebut.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak, like,coment,rate, vote dan favoritkan juga ya. Terimakasih and see you😉😉