KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Malaikat Kecil Yang Tampan.


__ADS_3

Setelah bertemu dan bercerita dengan Aera. Kini Elena, Aera dan juga Irene pergi ke rumah Ken dimana Elena tinggal selama ini, dan berkat bantuan Dona, mayat para pemhunuh yang sebelumnya sudah dibereskan oleh anggota King Knight.


"Ini adalah rumahk! dan kalian bisa tinggal dirumah ini!" ucap Ken.


"Munggut orang lagi ya kak?" ucap Dona kepada Ken.


"Dona jaga bicaramu! mereka adalah tamu disini!" ucap Ken.


Setelah pulang Elena berpamitan untuk istirahat ke kamar. Selama Elena didalam kamar ia selalu memikirkan perkataan Aera yang memberitahukan jika Lucas dan Zoya akan bertunangan.


Aera juga memberitahu Elena kalau bibi Mei sudah meninggal, serta keadaan Hendri yang koma saat ini.Elena berpikir bahwa di hari dimana terjadinya tragedi yang menimpa dirinya adalah konspirasi.


Karena orang-orang yang mengalami nasib yang sama dengannya adalah orang-orang terdekatnya. Terlintas di benak Elena apa itu semua Lucas yang merencanakan ataukah Zoya?.


"Aku berpikir kamu mencintaiku dengan tulus! aku juga berpikir kamu sudah melupakan wanita yang pernah menempati hatimu! tapi betapa bod*hnya aku karena berharap terlalu tinggi!" gumam Elena di dalam kamarnya.


"Sayang! maafkan mommy karena saat kehadiranmu nanti, daddy tidak akan ada untuk menantimu! tapi jangan khawatir karena mommy akan memberikan seluruh cinta dan kasih sayang mommy hanya untukmu!" gumam Elena sambil meneteskan air mata.



Karena merasa sangat stres pada akhirnya Elena mengalami kontraksi. Tepat saat Ken ingin menyuruh Elena turun untuk makan bersama-sama.


Praang! Suara benda jatuh dari dalam kamar Elena, seketika Ken langsung buru-buru masuk kedalam kamar Elena tanpa mengetuk dulu.


"Elsha! apa yang terjadi?" tanya Ken khawatir.


"Perut...Perut aku sakit sekali Ken!" jawab Elena yang menahan sakit.


Tanpa pikir panjang Ken menggendong Elena turun kebawah dan menyuruh Dona bersiap kerumah sakit. Aera dan juga Irene pun ikut Ken kerumah sakit.


Saat Elena berada diruang oprasi, Ken dan juga Aera menunggu dengan sangat khawatir, mereka berharap Elena dan bayinya selamat dan juga sehat.


Irene yang sudah pernah melakukan penyelidikan terhadap Elena tau jika Elena adalah wanita yang kuat.


"Hey! bisakah kalian duduk tenang? Elsha dan bayinya akan baik-baik saja! apa kalian lupa hanya Elsha seorang wanita hamil yang bisa mengalahkan para pembunuh!"ucap Irene dengan tenang.


"Aku tau dia wanita kuat, tapi tetap saja aku masih khawatir!"ucap Aera.


...****...


Negara Prancis, dimana Lucas dan Zoya berada.


"Zoy! bisakah kamu memikirkan kembali, rencana pertunangan kita! aku masih berharap Elena akan kembali ke sisiku!" ucap Lucas.

__ADS_1



"Luc! ini sudah lebih dari delapan bulan, tapi bahkan mayatnya saja sudah tidak kita temukan! jangan berharap terlalu tinggi, dan relakan mendiang istrimu. Lagi pula pertunangan kita juga demi bisnis keluarga kan!" ucap Zoya.



"Sudahlah mari kita lupakan pembicaraan yang tadi! dan sekarang kita fokus ke acaran pertunangan kita yang tinggal beberapa hari lagi. Oke!" ucap Zoya dengan senyum manis.


Setelah Zoya dan Lucas selesai membahas pertunangan mereka, kini Zoya terburu-buru pergi untuk menemui seseorang.


Sesampainya disebuah cafe yang terlihat sepi Zoya langsung bergegas masuk kedalam cafe tersebut.


"Aku akan langsung pada intinya saja! apa anda sudah memastikan bahwa wanita yang bernama Elena itu sudah lenyap dari dunia ini?" tanya Zoya serius.


"Nona Zoya tidak perlu khawatir, aku sudah memastikan bahwa dia sudah benar-benar lenyap! aku melakukan penghianatan terhadap keluarga Yustaf yang sudah aku ikuti selama 25 tahun juga karena tidak rela semua harta warisan jatuh kepada wanita itu!" ucap pria paruh baya tersebut.


"Baiklah! aku pegang kata-kata anda! tapi akan lebih bagus jika anda juga melenyapkan pria cacat yang masih terbaring koma tersebut!" ucap Zoya.


"Nona Zoya tidak perlu khawatir, semua sudah aku urus dengan sangat rapi!" ucap pria tersebut.


"Jika semua sudah anda urus, maka aku permisi! jangan sampai ada kesalahan apapun!" ucap Zoya berlalu pergi.


"Dasar wanita muda zaman sekarang, maunya serba rapi dan tidak menginginkan kegagalan. Tapi aku suka sifat seperti itu, maaf Elena ku tersayang! Ha,ha,ha!" gumam pria paruh baya tersebut.


"Halo! cepat bawa Hendri pergi dari rumah sakit, sebisa mungkin jangan sampai dia sadar dan mengetahui tentang kematian Elena. Tapi usahakan Hendri harus tetap hidup!" ucap pria paruh baya tersebut sambil mematikan panggilannya.


Semua sudah direncanakan dengan sangat rapi, bahkan Kristina dan suaminya tidak tau kalau menantu kesayangannya itu mengalami insiden yang sangat mengerikan.


Karena sejak terakhir kali Kristina ada diPrancis adalah ketika kematian Marisha mama dari Elena sekaligus sahabat Kristina.Kematian Marisha memberi pukulan yang sangat mendalam bagi Kristina, sejak saat itu ia dan suaminya memutuskan untuk berkeliling dunia.


...****...


Di sisi lain di negara New Zeland, tempat Elena.


Terdengar tangisan seorang bayi yang sangat keras dari dalam ruang oprasi. Ken, Aera dan juga Irene yang mendengar akhirnya bisa bernafas sedikit lega.


Setelah menunggu beberapa saat akhirnya bayi mungil itu dibawa keluar dari ruang oprasi oleh Dona, dan disusul Elena yang masih terbaring tidak sadarkan diri di dorong oleh beberapa perawat dibelakang Dona.


"Lihatlah, malaikat kecil yang sangat tampan ini!" ucap Dokter Dona yang masih memeluk bayi Elena.



"Bolehkah aku menggendongnya! dia sangat menggemaskan!" kata Aera.

__ADS_1


"Boleh tapi jangan lama-lama, Oke!" ucap Dokter Dona.


Saat Dona akan memberikan bayi Elena kepada Aera, tanpa disangka-sangka Ken mengambil bayi tersebut dari tangan Dona.


"Tuan Ken!" teriak Aera yang tidak percaya dengan sikap Ken.


"Sebentar lagi Elsha sadar! jadi aku akan membawanya kepada mommy nya!" ucap Ken berjalan pergi.


"Wah-wah, akan ada perebutan rupanya!" gumam Irene.


Saat tiba diruang rawat tempat Elena berada, Ken masih tetap menggendong bayi Elena dengan sangat lembut, sampai-sampai ketika Aera ingin menggenongnya Ken tidak memperbolehkannya.


"Biarkan ake menggendongnya sebentar! lagi pula dari tadi kamu sudah menggendongnya terus." ucap Aera.


"Hei! bukankah sudah waktunya kamu kembali ke Prancis?" kata Ken.


"Aku akan kembali setlah Elena siuman!" ucap Aera.


Irene dan Dona yang melihat hanya tersenyum dan menggelengkan kepala mereka, melihat Ken dan Aera terus saja berdebat. Tidak lama kemudian Elena siuman.


"El, lihatlah! betapa tampannya putramu!" ucap Ken.


"Benarkah! aku ingin melihatnya!" ucap Elena.


"Iya dia sangat tampan! dan begitu kecil, dia adalah kelurgaku satu-satunya yang terhubung darah denganku!" ucap Elena lirih.


"Apa kau sudah menyiapkan nama untuknya?" tanya Aera.


"Nama? Aku akan memberinya nama Lucifer Sha Yustaf, yang memiliki arti bintang fajar, karena Lux, atau Luciss artinya pembawa dan Farre artinya Cahaya, pembawa cahaya bisa diartikan dengan bintang fajar." ucap Elena.


"Itu nama yang bagus!" ucap Irene.


...****...



.


.


.


Jangan lupa like, coment dan vote juga ya, terimakasih atas dukungannya😊

__ADS_1


__ADS_2