
Minggu yang cerah. Waktu siang hari ketika Lucas meminta bibi Mei menyiapkan makanan untuk Elena karena dari pagi Elena belum makan apa pun.
Lucas meminta bibi Mei memasak pasta kesukaan Elena, Lucas berpikir saat pastanya sudah siap Elena akan sangat senang dan makan dengan lahap.
Beberapa saat kemudian Lucas membawa pasta tersebut kemarnya untuk Elena, Lucas merasa jika Elena sedang kurang sehat atau mungkin sedikit lelah karena Elena enggan untuk bangun dari ranjangnya.
"El! aku bawakan pasta kesukaanmu! makanlah dulu baru setelah itu kamu boleh tidur lagi." ucap Lucas.
"Aku tidak ingin makan pasta! aku ingin makan sesuatu yang manis! Hiks,Hiks!" rengek Elena manja.
"Baiklah! berhenti memasang wajah seperti itu! aku akan menyiapkan sesuatu untukmu, Oke!" ucap Lucas.
Lucas sangat senang melihat wajah manja Elena, selama ini Lucas berpikir Elena tidak akan bersikap manja karena sejak menikah dan tinggal bersama Elena adalah sosok wanita yang mandiri dan sedikit dingin.
"Aku membuatkanmu wafel! ini makanan yang manis, jadi makanlah!" ucap Lucas.
"Terimakasih! setelah ini bisakah kita pergi keluar dan mencari sesuatu yang manis?" kata Elena sambil tersenyum manis.
"Baiklah! habiskan dulu makanmu baru setelah itu kita pergi keluar!" ucap Lucas dengan lembut.
Elena pun menghabiskan wafel tersebut tanpa sisa. Lucas yang melihatnya menjadi senang karena Elena makan dengan lahap.
Beberapa saat kemudian mereka bersiap akan pergi keluar sesuai permintaan Elena. Namun tanpa disangka Zoya pun ingin ikut pergi bersama mereka.
"Apakah kalian akan pergi keluar? bolehkan aku ikut?" tanya Zoya.
Lucas pun menoleh kearah Elena, ia tau bahwa mood Elena sedang tidak menentu jika Lucas mengizinkan Zoya ikut, Lucas khawatir Elena akan marah lagi karena sudah terlihat espresi cemberut Elena.
"Maaf, Zoy! kita hanya akan membeli sesuatu dan langsung pulang! tidak apa kan kalau kamu dirumah dulu?" ucap Lucas merasa tidak enak.
"Oke! tidak apa-apa! aku akan menunggu kalian." ucap Zoya menahan emosi.
Lucas dan Elena pun pada akhirnya hanya pergi berdua. Dan terlihat wajah Elena kembali ceria dengan penuh senyum manisnya.
Mereka pergi keberbagai tempat seperti taman dan restoran, Lucas merasa senang karena tau bahwa Elens ternyata baik-baik saja, mungkin karena bosan jadi Elena terus berbaring ditempat tidur.
"Hati-hati! jangan berlari, kamu akan terjatuh jika terus berlari!" ucap Lucas khawatir, saat mereka berada ditaman.
"Aku tau! aku akan berhati-hati agar tidak sampai terjatuh!" ucap Elena dengan penuh senyum.
"Huh! Dasar, seperti anak kecil saja!" gumam Lucas sambil tersenyum melihat Elena yang begitu senang.
__ADS_1
"Kemarilah apa kamu tidak merasa lelah? dari tadi terus berkeliling kesana kemari!" ucap Lucas.
Elena yang sudah merasa lelah pun mendekat kearah Lucas, dan betapa terkejutnya Elena ketika Lucas memberinya sesuatu.
"Tada! ini untukmu, agar kamu selalu tersenyum ketika melihatnya yang mana mengingatkanmu tentang hari bahagia ini." ucap Lucas.
"Imut! Terimakasih kak! tapi aku ingin makan sesuatu yang manis!" ucap Elena manja.
"Baiklah! ayo kita cari makan terlebih dulu!" ucap Lucas lembut.
"Tapi aku yang pilih ya!" ucap Elena.
Lucas hanya tersenyum sambil mengangguk kepada Elena, sedangkan Elena yang selalu dituruti Lucas merasa senang dan bahagia.
Elena terus berjalan disepanjang jalan taman tersebut, ia mencari sesuatu makanan yang manis. Dan akhirnya Elena menemukan apa yang dicarinya.
"Kak Lucas! lihatlah ada yang menjual wafel berbagai macam rasa! aku mau yang itu, kita beli ya!" ucap Elena antusias melihat wafel berjejer diatas meja toko tersebut.
"Baiklah!" kata Lucas sambil tersenyum.
Elena membeli tiga rasa yang berbeda. Dan ketiganya sudah dihabiskan oleh Elena sendiri dalam sekejap mata.
"Tidak! aku tidak terlalu suka yang manis-manis!" jawab Lucas sambil tersenyum.
Setelah Elena membeli wafel , kini Elena berjalan lagi disepanjang jalan taman tersebut. Mata Elena tiba-tiba tertuju kesuatu tempat.
"Apakah kamu ingin membeli sesuatu lagi, sebelum kita pulang?" tanya Lucas.
"Aku mau membeli itu!" jawab Elena sambil menunjuk kesebuah toko.
"Ayo! aku akan membelikannya untukmu, selagi kita diluar!" ucap Lucas.
Elena pun lagi-lagi membeli makanan yang manis, Lucas terheran karena dari tadi siang yang dimakan Elena hanya sesuatu yang rasanya manis.
"Apa kamu yakin bisa menghabiskan semua ini, setelah kamu malan wafel tadi?" tanya Lucas.
"Apa kak Lucas keberatan aku memesan semua ini?" tanya Elena balik.
"Ah! bukan aku hanya khawatir perutmu akan sakit, tapi jika kamu yakin akan baik-baik saja maka aku tidak kebereratan sama sekali!" jawab Lucas.
Elena hanya memasang wajah cemberutnya.
__ADS_1
"Tapi sejak kapan El, kamu suka sama makanan manis?" tanya Lucas heran.
Karena setau Lucas, Elena sejak kecil tidak terlalu suka dengan makanan manis.
"Entahlah! hanya saja hari ini aku lebih suka dengan makanan manis!" jawab Elena.
...****...
Setelah puas berkeliling dan membeli makanan mereka berdua pun kembali pulang pada malam hari, setibanya dirumah Zoya melihat Elena dengan tatapan kemarahan.
Lucas dan Elena pun langsung kekamar mereka untuk membersihkan diri dan berganti baju, saat Lucas meminta Elena untuk makan malam bersama Elena pun menolaknya.
"El, ayo! kita turun kebawah untuk makan malam!" ucap Lucas.
"Aku tidak mau makan! kecuali kak Lucas membelikanku sesuatu yang manis!" ucap Elena.
"Kamu hari ini aneh sekali El! tidak seperti biasanya. Kamu manja, tapi aku menyukai dirimu yang seperti ini!" ucap Lucas sambil tersenyum.
"Jadi intinya, kak Lucas mau membelikan aku sesuatu yang manis atau tidak?" tanya Elena.
"Baiklah! tapi kamu harus makan sesuatu dulu, jangan hanya makan yang manis-manis!" ucap Lucas lembut.
"Baiklah!" jawab Elena pasrah.
Ketika Elena dan Lucas turun untuk makan malam,bibi Mei sudah menata rapi berbagai macam makanan diatas meja, karena Lucas sudah memberitau bibi Mei sebelumnya. Bahwa Elena tidak nafsu makan.
"Apakah akan ada tamu lain? kenapa bibi Mei menyiapkan begitu banyak makanan?" tanya Elena heran.
"Tadi tuan Lucas bilang kalau nona Elena tidak berselera makan, jadi saya siapkan berbagai jenis makanan!" ucap bibi Mei kepada Elena.
"Seharusnya bibi Mei tidak usah repot-repot! aku kan tidak sakit hanya sedikit malas saja untuk makan!" ucap Elena ramah.
"Tapi dari tadi siang,dia sudah menghabiskan kira-kira sepuluh porsi wafel , jadi bibi Mei tidak usah khawatir!" ucap Lucas menggoda Elena.
"Apa non Elena hamil?" tanya bibi Mei, yang membuat semua orang terkejut, terutama Zoya.
"Mana mungkin bi! aku tidak merasakan sesuatu yang aneh pada diriku!" ucap Elena sedikit berpikir.
Setelah perkataan bibi Mei, ketiga orang yang berada diruang makan tersebut menjadi diam tanpa kata, mereka bertiga sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
.
.
.
Jangan lupa like,coment dan juga vote ya teman-teman, selalu ditunggu up terbarunya Kisah Elena ya. Terimakasih
__ADS_1