KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )

KISAH ELENA (Si Gadis Mafia )
Cewek Bar-Bar


__ADS_3

Di kediaman Yustaf.


Elena yang tiba beberapa jam lebih dulu dari Yustaf, Marisha serta Hendri merahasiakan jika selama satu minggu kepergian Yustaf, Elena pun juga ikut pergi keluar rumah.


"Elena, Marisha, Hendri kalian di mana ? " suara tuan Yustaf yang mencari anggota keluarganya,


Marisha, Elena serta Hendri sepakat jika mereka akan berpura-pura terkejut melihat kepulangan Yustaf yang mendadak.


" Kakek, Kakek sudah pulang " teriak Elena dari lantai atas.


"Iya sayang kakek pulang lebih awal, kakek ingin memberi kejutan kepada kamu dan mama kamu " kata tuan Yustaf.


" Oh, papa pulang lebih awal dari jadwal papa " kata Marisha.


"Iya papa sudah menyelesaikan pekerjaan disana " kata tuan Yustaf.


" Dimana Hendri, dia tidak kelihatan ? " tanya tuan Yustaf.


"Oh, Kak Hendri masih menyelesaikan beberapa pekerjaanya Kek di ruang kerja " kata Elena menjelaskan.


Tuan Yustaf dan Elena pun bersantai di ruang keluarga setelah makan malam.


Saat sedang bercanda bersama kakeknya tiba-tiba Elena dengan keberanian mengungkapkan keinginanya.


" Kek apa boleh Elena pindah ke Universitas yang ada di Swiss ? " tanya Elena dengan manja.


" Apa, kamu mau pindah ke Swiss " teriak tuan Yustaf.


"Ya ampun kakek, bicaranya tidak perlu berteriak pun Elena dengar kok" kata Elena sambil memegang kedua telinganya.


" Tidak boleh, kamu tidak boleh pergi jauh dari negara Prancis, disini tempatmu lahir dam besar jadi kamu harus tetap kuliah di sini saja " tolak tuan Yustaf dengan tegas.


"Huuff " Elena hanya menghembuskan nafas kasar.


Ke esokan paginya, Elena yang bosan saat hari libur.


" Uncle Felix, Kak Hendri ada dimana, kakek juga tidak kelihatan dari pagi ? " tanya Elena penasaran.


" Tuan Hendri, pergi menemui klien dan tuan besar, sedang pergi ke kantor utama dengan tuan Yunus " kata Felix, kepala pengurus kediaman Yustaf.


" Oh " jawab Elena singkat.


" Lalu mama kemana ? " tanya Elena lagi.


"Nyonya Marisha sedang ada pertemuan dengan beberapa istri anggota dewan direksi di cabang perusahaan nona " kata Felix.

__ADS_1


Elena yang tidak mempunyai kegiatan merasa sangat bosan, ia pun memutuskan untuk menghubungi kakeknya guna meminta izin keluar, setelah berhasil mendapat izin tuan Yustaf.


Elena pun dengan terpaksa menunggu Hendri sampai selesai bekerja, karena tanpa penjagaan Elena tidak boleh keluar, dan selain Hendri Yustaf sedikit tidak tenang membiarkan Elena keluar dengan bodyguard lainya.


Ting...satu pesan dari Hendri.


"El, Kak Hendri sudah selesai bekerja, mau Kakak jemput sekarang " isi pesan dari Hendri.


"Oke, Kakak cepat sedikit ya " balas Elena.


Hendri pun bergegas menjemput Elena, setelah itu mereka pergi bersama untuk berjalan-jalan ketempat yang indah.


Colmar Prancis adalah tujuan Elena mengajak Hendri jalan-jalan karena yang ia dengar dari para pelayan bahwa Colmar adalah tempat yang indah untuk berjalan-jalan tanpa menggunakan kendaraan.


Setibanya Elena dan Hendri ditempat tujuan, mereka pun mencari tempat untuk makan siang terlebih dulu sebelum mereka memulai jalan-jalanya.


Tibalah Elena dan Hendri duduk dimeja dengan pemandanga yang langsung menatap ke danau.


Kring,kring....suara telfon berdering.


" Tuan kami sudah melihat target, apakah kita akan melakukan rencana kita " kata seseorang yang sedang menelfon pemimpinya.


" Spakah dia sendirian atau bersama seseorang, jika dia bersama seseorang kamu harus pisahkan mereka, apa kamu faham " kata pemimpin tersebut.


Hans adalah pemimpin Black Devil yang selama ini menginginkan kehancuran keluarga Yustaf namun selalu gagal, berbagai upaya ia lakukan untuk membuat tuan Yustaf melepaskan jabatan pemimpin King Knight.


Pada saat bersamaan, ada segerombol orang yang sedang mengganggu ibu-ibu dan seorang anak kecil, pemandangan itu tak luput dari mata Elena, Elena pun tak tahan melihat mereka yang tak salah apa pun di ganggu oleh orang-orang tak bermoral seperti segerombol orang tersebut.


Elena pun berjalan mendekati mereka dan berteriak.


" Hey apa kalian tidak malu mengganggu orang yang lemah, dari tadi aku peehatikan kalian memang orang-orang yang tak bermoral " teriak Elena pada segerombol orang tersebut.


Saat Elena melakukan baku hantam dengan para orang tersebut, dengan kemampuan Elena yang mendapat bimbingan langsung dari Hendri tak susah bagi Elena mengalahkan mereka.


" Maju kalian , jika kalian ingin menghadap raja neraka sekarang ! " kata Elena mengancam.


"Kalian pergilah dari sini, aku rasa aku bisa menghadapi mereka, yang penting kalian aman " gumam Elena kepada seorang ibu yang ia tolong.


" Nona terima kasih banyak jika bukan karena nona kita tidak tahu akan seperti apa nasib kita " kata Ibu tersebut.


"Iya sama-sama "kata Elena.


Elena masih siap dengan mode bertarungnya, berjaga-jaga agar para pengganggu tersebut tidak menyerang lagi, tetapi ada sepasang mata yang memperhatikan Elena dari balik jendela sebuah toko buku.


" Dasar wanita Bar-Bar, mana ada seorang wanita yang mampu melawan begitu banyak orang sekaligus, dasar cewek pamer, nanti belum apa-apa juga sudah memohon-mohon agar dilepaskan, beda jauh dengan Zoyaku yang lemah, lembut dan manis " gumam Lucas sambil memperhatikan Elena.

__ADS_1


Namun Lucas tidak tahu itu adalah Elena, wanita yang ia tabrak dibandara waktu itu, Lucas terus saja memperhatikan Elena yang bertarung tanpa ingin terlibat dengan mereka semua.


Di sisi lain Hendri yang mengejar orang yang merampok dompetnya pun tak mendapat balasan apapun, orang tersebut hanya berlari dan menghindar karena mereka tahu kekuatan Hendri itu seperti apa.


Sedangkan saat Elena bersiap-siap untuk menyerang para orang-orang pengganggu tadi, tiba-tiba ada seorang pria yang berlari dan menarik pergelangan tangan Elena dengan erat, sontak Elena pun ketarik dan ikut berlari bersama pria tersebut.


Orang-orang pengganggu yang melihat pun terkejut,begitu pun Lucas yang dari tadi memperhatikan pun ikut tercengang melihat Elena ditarik oleh seorang pria, Lucas berfikir pria tersebut adalah bala bantuan Elena.


Namun Elena sendiri tak mengnal pria yang menarik tanganya tersebut,


Mereka berlari menjauh dari para orang pengganggu tersebut atau bisa dikatakan kelompok Black Devil.


Setelah Elena merasa berlari cukup jauh, Elena pun melepas tangan pria itu dengan kasar.


" Lepaskan, apa kita saling mengenal, kamu seenaknya saja menarik tanganku, memangnya aku kantung belanjaan apa asal tarik saja" teriak Elena.


"Oh, maafkan aku, tadi aku melihat kamu seperti membutuhkan bantuan, ya aku tarik saja tangan kamu " kata pria tersebut.


"Baiklah kita, memang belum kenal maaf, dan juga maaf aku main tarik tangan kamu, kalau begitu, perkenalkan aku Nico, Nico Matthew " kata Nico memperkenalkan diri.


" Huh " kesal Elena disertai dengusan kasar.


" Apa kamu masih marih hemm ! " tanya Nico.


" Apa kamu kesal "


" Atau kamu jangan-jangan tertarik padaku "


Nico yang terus bicara tanpa henti, semakin membuat Elena kesal.


"Tuan Matthew tolong berhenti bicara dan tolong tinggalkan saya sendiri " kata Elena dengan dingin.


Nico yang semakin penasaran terus mengikuti Elena dari belakang, tentu saja itu semakin membuat Elena bertambah kesal, bukanya pergi meninggalkan Elena, Nico justru malah mengikutinya terus.


.


.


.


.


.


Like, coment, n vote sangat membantu ya tmanπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™

__ADS_1


terimaksih yang sudah setia membaca setiap part terbarunya πŸ˜‰πŸ˜‰


selalu ditunggu up berikutnya ya, jika penasaran siapa Nico baca di visual ya tman.


__ADS_2